Wednesday, January 28

Pasca Sarjana

Ini kelanjutan nasib kami, anak-anak muda penuh gairah yang telah berhasil merubah seragam biru telor asin itu dengan jubah megah toga kelulusan. Kemudian ditempa kesetiaannya akan instansi yang membuat kami menunggu setahun lebih..lebihnya setengah tahun. Yahh.. Meskipun mungkin kesetiaan kami itu hanya terikat rantai uang ganti rugi ratusan juta rupiah dan ketiadaan ijazah.
Beruntung sekali angkatan kami yang datang ke daerah saat kantor kabupaten itu sedang sibuk-sibuknya. Belum sempet leha-leha udah lari tunggang langgang dikejar-kejar garis kematian, deadline maksudnya. Sambutan selamat datang dari kepala provinsi saya saja bunyinya "di sini ga ada waktu buat diajarin ya.. Jadi langsung nyemplung belajar berenang sendiri". Jadilah kami, ibarat nyemplung air baru bisa ngambang doang kalo tahan nafas, belum sempat pemanasan, ga pake sepatu katak, belum ganti bikini, udah berjuang antara keselek dan kelelep.