Menjadi baby sitter
di masa-masa liburan tentu bukan pilihan utama bagi seorang manusia dengan
kehidupan normal ataupun setengah agak normal sekalipun. Tetapi bila seseorang
itu dihadapkan pada beberapa keadaan seperti : dia akan sekarat, mati segan
hidup tak karuan bila harus menghabiskan waktu liburan dengan berguling-guling
dari sisi kasur sebelah kanan ke sisi kasur sebelah kiri yang Cuma semeter
lebarnya karena tipisnya isi dompet yang dia miliki.
Ketidaktahuan atau pastinya ketidakadaan menu sehat dan murah meriah di sekitar tempat dia bersarang sehari-hari apalagi yang menyediakan paket delivery tiga kali sehari.
Tiket pulang kampung (part 2) yang membutuhkan persaingan, perseteruan dan pengorbanan untuk didapatkan dan di kampoangpun juga membutuhkan persaingan, perseteruan dan pengorbanan untuk mendapatkan sinyal modem yang kesedikitannya bisa diibaratkan daki yang ada di kulit putri mahkota yang habis mandi kembang tujuh rupa dengan sikat wc sehari semalam (see??.. hampir tidak ada-frustated maker jadinya), lagipula di kampung sudah ada bibi baik hati yang menemani ibu bekerja.
Maka tingkat kewarasan saya yang tidak begitu tinggipun menyarankan agar mengambil kesempatan untuk meninggalkan hidup yang ekstra super duper useless tapi mahal di Jakarta dan me’nebeng hidup gratis di rumah mungil kakak kedua saya di kota bandeng presto, Semarang. Sebenarnya, keputusan ini diambil dengan pemikiran super pendek. Niat awal kembali ke Jakarta dan mulai membaca-baca sesuatu yang bisa mendekatkan hubungan saya dengan sang topik skripsi, tapi kenyataanya, otak saya menolak muatan-muatan ion positif tersebut dengan pertimbangan bahwa libur lebaran yang pendek masih menyisakan baret-baret traumatis semester enam (phewh..!!).
Ketidaktahuan atau pastinya ketidakadaan menu sehat dan murah meriah di sekitar tempat dia bersarang sehari-hari apalagi yang menyediakan paket delivery tiga kali sehari.
Tiket pulang kampung (part 2) yang membutuhkan persaingan, perseteruan dan pengorbanan untuk didapatkan dan di kampoangpun juga membutuhkan persaingan, perseteruan dan pengorbanan untuk mendapatkan sinyal modem yang kesedikitannya bisa diibaratkan daki yang ada di kulit putri mahkota yang habis mandi kembang tujuh rupa dengan sikat wc sehari semalam (see??.. hampir tidak ada-frustated maker jadinya), lagipula di kampung sudah ada bibi baik hati yang menemani ibu bekerja.
Maka tingkat kewarasan saya yang tidak begitu tinggipun menyarankan agar mengambil kesempatan untuk meninggalkan hidup yang ekstra super duper useless tapi mahal di Jakarta dan me’nebeng hidup gratis di rumah mungil kakak kedua saya di kota bandeng presto, Semarang. Sebenarnya, keputusan ini diambil dengan pemikiran super pendek. Niat awal kembali ke Jakarta dan mulai membaca-baca sesuatu yang bisa mendekatkan hubungan saya dengan sang topik skripsi, tapi kenyataanya, otak saya menolak muatan-muatan ion positif tersebut dengan pertimbangan bahwa libur lebaran yang pendek masih menyisakan baret-baret traumatis semester enam (phewh..!!).
Dan akhirnya di
sanalah saya, tiba di stasiun Poncol minggu malam jam sebelas dan duduk makan
jagung rebus yang hangat sambil menunggu jemputan di depan loket nomor lima
(kalo tidak salah hehe..) di sana kepribadian lainku berkata “hah.. tidak perlu
memikirkan makan apa besok wkwkwkwk..”.
Rumah mungil kakak
keduaku sehari-harinya dihuni oleh empat makhluk hidup inti dan beberapa
makhluk hidup pelengkap lainnya. Empat makhluk hidup inti itu adalah kakak
kedua saya yang <tiii...iiittt>, istrinya yang cantik dan dua bocah
laki-laki yang imut dan lucu titipan tuhan. Yak, tinggalkan saja papa dan
mamanya dan mari kita berkenalan dengan dua ponakan saya yang disebutkan imut
dan lucu tadi :
Anak pertamanya akan
berusia dua tahun pada bulan oktober nanti, sebut saja namanya Alvin (memang
nama sebenarnya-red). Bocah yang satu ini memiliki tubuh yang atletis dengan
perut bulat-pack khas balita. Wajahnya enak dipandang, Senyumnya.. aihhhh,
meleleh saya wkwkwkwk.. gayanya sudah bukan gaya bayi lagi akibat kemampuan
meniru dan kecepatan daya tangkapnya yang wahhh dalam mengeksplorasi tingkah
laku orang dewasa di sekitarnya (kelebihan gizi memang..). kelebihan lainnya
adalah kemampuan multi-taskingnya saat boker dan pipis, dua kegiatan itu
sering membuat manusia harus rehat sebentar dari kegiatannya, tetapi ponakan
saya bisa tetap aktif dengan beban pipis dan bokeran yang memenuhi popoknya,
bahkan bocah ini bisa tidur sambil membawa bokeran semalam suntuk tanpa cebok
(plok plok plok..-ga usah ngiri izah.. JOROK!!) paginya pantatnya merah dan
gatal-gatal karena iritasi wkwkwkwk. saran saya, semoga papa dan mamanya segera
mengajarkan bagaimana mengungkapkan rasa ingin boker dan pipis kepada lawan
bicaranya sehingga bisa dilakukan tindakan yang seharusnya karena selama ini
pendeteksian boker dan pipisnya si bocah ini hanya dilakukan dengan indra
penciuman dan penglihatan masyarakat di sekitarnya. Bocah ini juga punya
masalah dalam urusan makan, definisi makan menurutnya adalah memasukkan sesuatu
ke dalam mulut untuk dikunyah-kunyah dan dimuntahkan lagi di seluruh lantai
rumah tanpa pandang bulu.. hmmm.. yang ini cukup merepotkan. Untungnya ada para
lele –salah satu makhluk hidup pelengkap- yang biasa menjadi tempat pembuangan
akhir dari remah-remah yang sudah diblender oleh kaka Alvin.
Nah, ponakan kedua
saya. Usianya baru menginjak tiga bulan setengah, kita panggil saja dia Arya.
Wajahnya tidak kalah tampan dengan kakaknya. Matanya bagus sekali-lebar dan
jernih, tubuhnya bantet karena lahir dengan mengukir angka empat kilo lebih di timbangan, kata papanya
si bayi ini sedang berusaha diet karena kadang-kadang tidak mau minum ASI dan
harus disusui dalam keadaan setengah sadar. Hal ini membuat mamanya mengalami
kestresan tersendiri dan untuk kepentingan dietnya ini, sepertinya adek bayi menghipnotis dirinya sendiri bahwa jempolnya
memiliki rasa-entah strawberry atau petai cina- yang lebih enak dari ASI
mamanya. Sehingga setiap dia merasa ingin makan maka adek bayi akan memasukkan
jempol atau salah satu dari kelima jari tangannya dan merasakan kenikmatan semu
yang diberikan jempolnya meski itu tidak mengenyangkan perutnya. Saya juga curiga
kalau adek bayi ini memiliki kelenjar saliva dua kali lipat dari manusia dewasa karena aliran ludah segar hampir
selalu mengalir dari mulutnya yang tak bergigi.. ini mamanya nyidam apa mpe ga
keturutan.. hohoho
Yak, jadilah keseharian saya bersama duo bocah ini. Karena kakak kedua saya harus bekerja dari pagi mpe menjelang maghrib, maka istrinya dibantu dengan seorang mbak dari kampung sebelah untuk membantu mencuci dan mengemong para bayi. Jadilah saya tidak perlu mencuci baju, mencuci piring atau kegiatan lainnya, yang ada Cuma... maen bareng balitaaaaa...hahahaha..
Kalo sama adek Arya,
digendong-gendong mpe tidur, dicium-cium pipinya yang gembul, soalnya emang baru bisa liat-liat
doank matanya tanpa kedip, masak udah diajakin main catur.. la saya sendiri ga
bisa main catur hohoho,,, kadang-kadang ngeluarin suara-suara imut yang bikin
ketawa, kadang tidur sambil senyum sepersekian detik, aduh-aduh... tidurnya
cuman sejam>gendong lagi>tidur lagi>sejam bangun lagi>ngompol>
mandi sore> tidur lagi> bangun lagi>
gendong>tidur>>>melarat juga sebenernya, untung saya hanya pemain
cadangan dalam acara mengasuh Arya .. hehehe. . adek Arya ini tergolong bayi yang
kadang-kadang rewel, jarang bisa ditinggal. Kalo mau tidur rewel dulu. Sesuai
riset yang saya tahu, inti dari menidurkan Arya adalah kitanya yang harus
tenang dulu.. misalnya pas capek mau tidur adek Arya pasti merengek-rengek,
kalo kitanya panik rengekannya akan semakin menjadi-jadi tetapi kalo kita bisa
mendapatkan inner peace macam kungfu panda dijamin bocah bayi ini bisa
tidur dipangkuan meski lagu lullaby-nya adalah what the hell-nya avril
lavigne.. (hohoho.. ini sudah di uji coba oleh tantenya tercinta ini loh
wkwwkwk)
Kalo sama kaka
Alvin, udah bisa diajak tawuran hahaha..bocah ini udah diajarin cara tawuran
yang baik dan benar ma papanya yang dulunya ikut Pencak silat tapi ga lulus,
yah bolehlah untuk bekal masa depan.. (hedeh!!).. Bocah hampir dua tahun itu
lagi lucu-lucunya, terus lagi seru-serunya bagi mereka untuk mengekplorasi
dunia. Kalo ada guru atau pengasuh yang menemani bocah ini dua puluh empat jam
dan memperkenalkan banyak hal pasti langsung diserap habis.
Ni bocah udah banyak nyambung ma kata-kata orang dewasa tapi ga tahu kata-kata buat ngomongnya, baru bisa ah eh oh em bo cek wak dan suku kata patah-patah lainnya, kata bubuk(tidur) berubah jadi bobo, ma’em=aem, mie dibaca me, iwak(ikan) tinggal kata belakangnya “wak”, bisa nyanyi topi saya bundar, gerakannya doank tapi.. lucu lucu lucu.. udah lupa deh kalo di depan ada pengumuman her ujian, tugas lagi, kuliah, skripsi.
Hape mati, charger ilang udah ga diurus... tapi perlu hati-hati dalam bertingkah laku di depan bocah ini, jadinya saya juga harus menahan diri untuk tidak senewen sementara.. kalo ngomong ma bocah seumuran Alvin itu harus sesuai nada, soalnya mereka mengenal perintah yang belum diketahui dari nadanya, kalo marah ato larangan itu keras, kalo senang suaranya ceria dan sebagainya.
Terkadang saat para bayi melakukan tindakan tidak senonoh (umm..membahayakan atau tidak baik), para orang dewasa justru melarang dengan mengeluarkan bunyi-bunyian yang menurut para bayi itu lucu sehingga para bayi melakukan perbuatan tidak baik itu lagi untuk menikmati ekspresi yang sama dari para orang dewasa dan pesan larangan itu sendiri tidak tersampaikan.
Dan juga jangan lupa mengapresiasi kalo si bocah berhasil melakukan kebaikan baik dengan tepuk tangan atau pelukan sayang. Hmmm... ga rugi juga mantengin the Nanny di MetroTV padahal niat awalnya karena asik liat para bocah bertingkah anarki di rumah sendiri hohoho... hari terakhir, karena ga bisa diem saya ajak kaka Alvin nonton Fullmetal Alchemist episode2 terakhir yang isinya kebanyakan adegan peperangan yang berdarah-darah.
Cukup khawatir juga jangan-jangan ni anak ntar jadi psikopat bawa-bawa pisau trus ditusuk-tusukin.. tidaaakkk... akhirnya, tantenya yang tidak kurang akal inipun mengatakan “loh, bubuk(tidur)..” tiap ada adegan manusia terkapar berdarah-darah.. hahaha semoga kau mengerti,nak dan film ini tidak berdampak buruk pada perkembangan kepribadianmu aamiinn..
Ni bocah udah banyak nyambung ma kata-kata orang dewasa tapi ga tahu kata-kata buat ngomongnya, baru bisa ah eh oh em bo cek wak dan suku kata patah-patah lainnya, kata bubuk(tidur) berubah jadi bobo, ma’em=aem, mie dibaca me, iwak(ikan) tinggal kata belakangnya “wak”, bisa nyanyi topi saya bundar, gerakannya doank tapi.. lucu lucu lucu.. udah lupa deh kalo di depan ada pengumuman her ujian, tugas lagi, kuliah, skripsi.
Hape mati, charger ilang udah ga diurus... tapi perlu hati-hati dalam bertingkah laku di depan bocah ini, jadinya saya juga harus menahan diri untuk tidak senewen sementara.. kalo ngomong ma bocah seumuran Alvin itu harus sesuai nada, soalnya mereka mengenal perintah yang belum diketahui dari nadanya, kalo marah ato larangan itu keras, kalo senang suaranya ceria dan sebagainya.
Terkadang saat para bayi melakukan tindakan tidak senonoh (umm..membahayakan atau tidak baik), para orang dewasa justru melarang dengan mengeluarkan bunyi-bunyian yang menurut para bayi itu lucu sehingga para bayi melakukan perbuatan tidak baik itu lagi untuk menikmati ekspresi yang sama dari para orang dewasa dan pesan larangan itu sendiri tidak tersampaikan.
Dan juga jangan lupa mengapresiasi kalo si bocah berhasil melakukan kebaikan baik dengan tepuk tangan atau pelukan sayang. Hmmm... ga rugi juga mantengin the Nanny di MetroTV padahal niat awalnya karena asik liat para bocah bertingkah anarki di rumah sendiri hohoho... hari terakhir, karena ga bisa diem saya ajak kaka Alvin nonton Fullmetal Alchemist episode2 terakhir yang isinya kebanyakan adegan peperangan yang berdarah-darah.
Cukup khawatir juga jangan-jangan ni anak ntar jadi psikopat bawa-bawa pisau trus ditusuk-tusukin.. tidaaakkk... akhirnya, tantenya yang tidak kurang akal inipun mengatakan “loh, bubuk(tidur)..” tiap ada adegan manusia terkapar berdarah-darah.. hahaha semoga kau mengerti,nak dan film ini tidak berdampak buruk pada perkembangan kepribadianmu aamiinn..
Tapi berurusan
dengan bayi tidak selalu membawa kenangan manis. Ngompol, pub, muntahan dan
lalalala lainnya udah sering berserakan di setiap sudut mata memandang. Belum
lagi sikap anarki karena ketidaktahuan para bayi memberi penderitaan
tersendiri.. layar netbuk saya di-upil-in ma kaka Alvin padahal belum ada
screen savernya huhuhuhu T_T, tapi ini masih lebih baik daripada laptop papanya
yang sekarang koma karena dilumuri ompol dan penuh coretan krayon di setiap
tombol keyboardnya wkwkwkwk..
korbannya juga bukan hanya itu, sekitar duapuluhan ikan akuarium yang baru dibeli tidak berumur panjang-kurang dari duapuluh empat jam karena di kocok-kocok dan di obok-obok oleh tangan mungilnya (para ikan pasti butuh aspirin dengan dosis tinggi pada waktu kejadian), belum lagi dulu saat baru tumbuh gigi, seekor kura-kura kecil hijau harus mendapat bekas tancapan dua gigi seri di tempurungnya yang lunak dan beberapa hari kemudian kura-kura itupun kembali ke rahmatullah,
Akhirnya saya ajari saja bocah ini mengelus-elus untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya bukan dengan menarik ekor seperti yang dia lakukan pada kucing liar atau menarik kuat bulu punggung yang dia lakukan pada kelinci piarannya yang sekarang juga sudah Rest in Peace atau menubrukkan tempurung kepalanya ke kepala orang lain-bahkan adeknya yang masih bayi tiga setengah bulanpun tidak luput- sampai pernah membuat mamanya migrain dan libur memasak..
korbannya juga bukan hanya itu, sekitar duapuluhan ikan akuarium yang baru dibeli tidak berumur panjang-kurang dari duapuluh empat jam karena di kocok-kocok dan di obok-obok oleh tangan mungilnya (para ikan pasti butuh aspirin dengan dosis tinggi pada waktu kejadian), belum lagi dulu saat baru tumbuh gigi, seekor kura-kura kecil hijau harus mendapat bekas tancapan dua gigi seri di tempurungnya yang lunak dan beberapa hari kemudian kura-kura itupun kembali ke rahmatullah,
Akhirnya saya ajari saja bocah ini mengelus-elus untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya bukan dengan menarik ekor seperti yang dia lakukan pada kucing liar atau menarik kuat bulu punggung yang dia lakukan pada kelinci piarannya yang sekarang juga sudah Rest in Peace atau menubrukkan tempurung kepalanya ke kepala orang lain-bahkan adeknya yang masih bayi tiga setengah bulanpun tidak luput- sampai pernah membuat mamanya migrain dan libur memasak..
Membesarkan dua anak
juga cukup merepotkan karena terkadang si kaka merasa iri dan
dibanding-bandingkan. Akan lebih baik mengatakan “tuh adek bisa, kaka juga
harus bisa dunk, ayo kak semangat..” daripada “adek aja bisa, masak kaka kalah”
atau “tuh, pinteran adek daripada kaka”..
Yah, dari semuanya kaka Alvin dan adek Arya adalah balita imut dan lucu yang menyenangkan. Jadi penasaran sudah bisa apa mereka kalo saya ke sana lagi.. dan akhirnya setelah sepuluh hari hidup dengan memutuskan hubungan dengan dunia perkampusan saya kembali ke jakarta dengan pipi gembul, kepala memar-memar akibat luapan kasih sayang kaka Alvin-tabrakan tempurung kepala- dan jerawat mentub-mentub karena malas cuci muka dan gosok gigi hiii... dan .. TETAP SAJA SAYA MALAS NGURUSIN KULIAH... bagemana ini,, jadi baby sitter ajalah wkwkwwk (ga malah bersyukur masih dibolehin kuliah ma Allah SWT...hehehe)
#semoga tahun ini bisa mengantarkan saya dan
semua angkatan 50 untuk memakai toga di tahun depan,, aamiin!!! Tata ponakan..
sehat-sehat di rumah...
wkwkwkwk... penasaran deh jah ma keponakanmu.....
ReplyDeleteayo-ayo.. aku pamerin, limar ribu aja deh tiketnya..wkwkwkwk
ReplyDelete