Thursday, October 20

face to face with you effect


Sambil nunggu donlotan yang kata tulisannya ngabisin waktu delapan hari padahal sudut bawah laptop udah nunjukkin hampir jam dua pagi dan saya menderita kelaparan dini hari.. aisshhh...
ini tentang sisa-sisa euforia datengnya sheila 0n 7 ke kampus gw.. GOKILLL,,,!!! Duta, Eros, Adam, brian.. tingkah kalian gilaaaaaa!!!! Hahaha..
hal pertama yang gw suka dari band ini ntu karena vokalisnya,, suaranya bookkk.. dehem aja merduuuu(lebay), tipe suaranya itu paling cucok ma pantulan gendang telinga gw. Mau lagunya ceria, mellow, ngebeat, ndangdut kerasanya adem ayem di hati. Terus tingkah polahnya di panggung digabung ma mimik wajahnya yang ekspresif bikin gw beneran ga bisa brenti nahan campuran antara senyum bahagia ma pengen nangis. Bahkan pas nyanyi lagunya Ayu Ting2 pun gw sukaaaaa Kyaaaaa >_<. Kerempengnya gw suka, ketawanya yang lepas gw suka, rambutnya yang udah ganti slebor puluhan kali pun gw suka, gaya berdirinya, lompatannya, larinya.. ampun dah.. (ini kok jadi lebih pribadi.. wkwkwk).
Terus bagian penting lainnya yang bikin gw demeeen banget ma ni band itu tema lagu mereka yang ga membatasi diri pada satu tema aja, tapi bener2 eksplorer macam Dora dan Boots. Mulai dari yang bicara cinta, kawan, negara, hepi2, patah hati, penyemangat hari atau bagaimana lagu mereka memuji orang yang mereka cintai. Dan yang terutama bikin mereka beda adalah sudut pandang mereka sebagai orang yang mencintai. Lagu mereka memilih perspektif seorang yang mengagumi dan bersyukur dia memiliki seseorang
Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Saat bersalah pun dia meminta maaf dengan kalimat yang sungguh merdu
“Tak'kan kubiarkan kau menangis
Tak'kan kubiarkan kau terkikis
Terluka perasaan oleh semua ucapan ku
Maafkanlah semua sifat kasar ku
Bukan maksud untuk melukai mu
Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu
Bila kau tak di samping ku”
Baru pertama ada orang yang menulis lirik tentang kekasihnya bukan dengan kata cantik atau baik tetapi membanggakan
celakanya hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan
hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan
diantara perih aku slalu menantimu
Saat dia menyukai orang yang sudah memiliki orang lain pun, dia malah merasa bersalah dengan lirik yang indah
mungkin salahku melewatkanmu
tak mencarimu sepenuh hati
maafkan aku
Bahkan saat dia harus putus dengan cintanya dia masih mendoakan di tengah sakit hati
Tuhan aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku
Aku berdoa semoga saja
Ini terbaik untuknya
Pokoknya setiap pilihan kata yang dimunculin itu bener2 beda dan menginspirasi.. mpe sekarang  gw belum nemu band yang punya diksi sebagus para manusia yogyakarta ini hehehe..
Terus yang bikin lengkap ya musiknya yang uwwwiiiiihhhhh. Pas manggung juga stylenya sederhana gak neko-neko, keakraban antar personel yang diumbar di panggung membuat sheila gank merasa ngikut akrab juga.... mas-mas niki ancen mantep tenan pokok’e.. buanyak lah yang gw suka, ga bisa diketik satu2, mata gw sepet pengen tepar, lain waktu lah ntar malah jadi skripsi lagi...

Aku memang tidak tercantum dalam jajaran sheila gank. Tidak juga menceritakan betapa aku sangat mengagumi anda karena andalah yang mengajari saya bagaimana menjadi pemuja rahasia
Dan biarkan aku jadi pemujamu
Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku
Tenanglah tenang pujaan hatiku sayang
Aku takkan sampai hati bila menyentuhmu
Andai aku bisa memandangmu tanpa berkedip dan menukar setiap masa aku terpejam sepersekian detik itu di lain waktu. Tapi ritme biologis tubuhku akan memberontak dan memaksa kelopak tipis mataku bergerak ke arah gravitasi yang menariknya. Ini cerita tentang sekelompok kecil manusia-manusia yang berhasil membuat hatiku menyerah terpesona sejak lama, dari merdunya suara dan kesederhanaan kata yang dimunculkan dari hati para personilnya.

Sheila On 7..

Tuesday, October 11

Culun Punya

habis jalan-jalan keliling liat-liat karya orang..
baru nyadar kalo ini blog culun banget yak?? hahaha ga ada gregetnya, mati kutu deh jadinya,, balik aja lah aku

Datang Pertama ke STIS Jakarta

Saat kita berada di akhir suatu perjalanan hidup, kita akan tergoda untuk mengingat awal dari perjalanan itu.
ini memang masih belum akhir dari hidup saya, Insya Allah.. tapi ini tentang kehidupan saya di jenjang perkuliahan diramalkan tinggal satu tahun lagi (aamiin!!!). Memikul balok empat balok di pundak sekarang. Padahal sepertinya baru kemaren terseok-seok agar dapat satu balok di pundak. 
Awal banting setir jadi statistisi, teringat masa-masa dimana saya mengubek-ubek Surabaya buat mendaftarkan diri saya ke masa depan yang lebih cerah. Seperti yang sudah anda ketahui (atau belum yak..??-__-"), saya mengarahkan langkah kaki ke jalan setapak yang ini di persimpangan pasca SMA karena jalan lain yang tersisa adalah jalan tol dengan ongkos masuk tak tertanggung oleh keluarga saya tercinta. Jadi bukan karena alasan heroik "meraih impian masa kecil" atau "agar bermanfaat bagi nusa dan bangsa". lha wong pas menjerumuskan diri daftar ke STIS saya taunya statistik itu cuma mean, median ma modus.. meraih impian masa kecil dari HONGKONG.. Tapi saya bersyukur sekali masa kecil saya dulu tidak mengenal statistik yang serumit ini, kalau iya, sungguh.. itu merupakan kutukan T.T...

Ukeh.. mari kita mengaktifkan syaraf motorik tangan untuk mengabadikan memoar di otak saya yang berupa gagasan abstrak menjadi prasasti tertulis yang konkrit. 
Datang ke Jakarta dengan mengendarai bus lebih dari 24 jam. Setelah sampai di depan gerbang kampus, kegiatan diawali dengan menurunkan barang-barang. Seperti yang saya pernah bilang bahwa teman perjalanan saya [mungkin] membawa setiap baju di lemari dan berbagai perabotan di rumahnya sehingga tiap orang membawa tas dan koper segedhe gaban (kalo saya tinggal angkut ransel ma kardus, BERES.. hidup memang lebih nyaman kalo tanpa tanggungan), maka pemandangannya terlihat seolah-olah di sekitar situ ada bandara yang karena sesuatu hal maka pesawatnya di delay, dan karena ruang tunggunya harus dipel maka penumpang dan barang2nya dipindahkan ke halaman kampus malang ini (umm.. lupakan). 
Melihat sekeliling.. hmm, masjidnya bagus di bagian depan. Meski sampe saya tingkat tiga, saya lebih sering menybutnya musholla..hehe maaph.. Masuk ke dalam untuk daftar ulang kami disambut oleh RERUNTUHAN.. eh,serius!! Tahun ajaran kami, angkatan 50, adalah tahun awal renovasi gedung. Jadi, saat kami datang, yang tersisa adalah gedung rektorat dua lantai untuk kantor dan gedung empat lantai untuk ruang kelas, lainnya.. RERUNTUHAN,, (Jangan bayangkan kampus STIS itu luas dan besar macam UI yang punya komplek hutan sendiri atau kampus STAN yang kalo dikelilingi bisa bikin gempor anggota badan, karena pada hakikatnya kampus STIS ini hanya terdiri dari tiga gedung dan satu masjid yang dindingnya tempel menempel. Jadi kalo anda ahli loncat indah macam Jacky Chan, anda bisa dengan mudah menciptakan alibi pembunuhan ruang tertutup di gedung tiga saat anda berada di perpustakaan di gedung 2...apa coba!? 

Nah, saat pendaftaran ini, calon mahasiswa diharuskan membayar uang senilai dua juta setengah untuk keperluan yang diperlukan. Selain itu, kita juga diharuskan menyerahkan ijazah asli SMA yang akan ditahan selama masa pendidikan agar kita tidak mendaftar ke univ2 lain. Mengisi surat perjanjian dinas yang isinya macem-macem aturan tentang kedudukan mahasiswa, berapa tahun mengabdi, denda kao keluar dari instansi dan begitu2lah pokoknya. Tanda tangan+matere.. siipphh... Waktu itu yang bertindak sebagai wali saya di surat perjanjian dinas itu adalah kakak tertua saya karena ayahanda tidak ikut ke Jakarta. So, kalo nanti saya kabur di tengah masa pendidikan karena otak saya korslet, yang bayar ganti rugi puluhan juta adalah kakak tertua saya hohoho..

Setelah persoalan surat-suratan selesai, saya di beri kertas yang berisis rute dan formulir ukuran baju. di ruang pertama adalah bagian pembuatan name tag (nama yang dicantolin pake peniti ato benda lain di atas saku atas sebelah kanan). Punyaku tertulis "FAIZAH". Di ruang selanjutnya mengisi formulir minat dan bakat dan riwayat kesehatan. Karena tidak ada pilihan "menjadi freak" di kolom isian maka saya pilih saja "puisi" (puisi kan masalah inspirasi ntar kalo ga bisa ngarang tinggal bilang ga ada inspirasi neh.. siipphh lanjuuuttt...). 
Ruang berikutnya sesi pemotretan untuk badge (tanda pengenal kayak kartu yang ada potonya kita, biasa digantung di saku bagian kiri), sebelumnya ganti baju dulu pake baju PDA=pakaian dinas akademik dan spesial buat yang cowok dibotakin dulu..eh.. digundulin ding.. pshyco juga tukang cukurnya kalo cuman dibotakin doank, rambutnya tebel, lembut dan bebas ketombe tiba-tiba ada circle crop di tengahnya kan ga lucu.. . Dan.. terus terang saja foto badge saya itu adalah penampilan saya tanpa mandi lebih dari satu setengah hari, tapi tetep ukehlah.. at least bekas2 beleknya ga kelihatan hohoho.. 
Ruang lainnya adalah ruang pengukuran seragam PDA biru telur asin. diukur dari atas mpe bawah kayak di tukang jahit. Terus ruang lainnya adalah ruang penetuan ukuran sepatu pantofel ma satu ruang lagi untuk fitting baju out bond ma celananya(meski pada akhirnya pengukuran baju ini mubazir karena banyak yang ketuker-tuker,, masak saya dapet celana yang kelonggarannya hampir separuh pinggang.. melorotlah kalo dipake sesuai defaultnya..) dan SUDAH.

Lihat pengumuman2 dan catat benda2 yang dibutuhkan untuk magradika (ospek STIS) dan hari pendaftaran berakhir. Dengan in secara administratif saya telah tercatat sebagai mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Statistik.. plok plok plok

yah, ini bisa jadi spoiler buat temen-temen yang mau daftar ke kampus abu-abu ini, tapi berhubung saya ini sudah mahasiswa basi di sini akan lebih baik kalo menanyakan pada mahasiswa yang baru masuk satu ato dua tahun sebelum anda mendaftar agar lebih up to date, karena regulasinya sering berubah meski tidak banyak. setelah ini masih banyak kegiatan sebelum masuk ke dunia perkuliahan, tapi kapan-kapan lagi lah nostalgianya..

mohon doanya juga agar saya lancar menjalankan lap terakhir ini dan memperoleh sarjana tahun depan.. aamiin>> 

Itulah Kenapa..

Itulah kenapa kita membutuhkan semangat pagi dan kebijaksanaan senja

Untuk melewat puncak dahaga di siang hari 

Membantumu menikmati riuh hujan saat sendiri

Meredam gelegar petir yang membuat bulu kudukmu berdiri

Dan membungkus ketakutanmu di gelap hari