Sunday, December 30

Tahun Baru

Hi, eeza masa depan.. ini eeza akhir 2012
Hmm... udah mau tahun 2013 aja, perasaan baru kemaren kita (saya+kepribadian lain) nyanyi lagu perpisahan buat guru2 TK, sekarang tiba2 udah bergelar sarjana.. (tiba-tiba gimana?? perjuangan, bro... tapi ya Alhamdulillah..=D)

Tahun baru itu biasanya dipake buat ajang liat masa lalu ma masa depan ma orang-orang. Udah ngapain aja taon ini dan mau ngapain aja taon depan. Apalah itu kata mereka, resolusi kata kerennya. Orang-orang juga biasa ngerayain tahun baru sambil bakar2 mercon tengah malam, ajojing liat konser, ato mungkin kongkow bareng temen2 sambil ngopi nunggu pagi. Tapi ga jarang juga kali yang melalui malam hura-hura itu sambil nangis di atas sajadah.

Sebagai orang desa tulen banget, lingkungan kita ga pernah merayakan yang namanya ulang tahun, hari sayang-menyayangi apalagi tahun baru. La wong orang-orang ganti almanak aja lupa, dua ato tiga hari dari tahun baru baru ganti almanak di dinding. Yang biasa dirayaain paling itu ya.. selamatan wetonan, muludan, ma hari kemerdekaan nasional. Jadi, ampe gedhe gini juga kita udah terbiasa ga maksa diri mpe stress mikirin mau kemana pas malem taon baru.
Kalo ga salah ya za, Pertama kali warga desa kita menyadari adanya perayaan malam taun baru itu kira2 pas kita SMA, ga tau tapi tepatnya taun berapa. Tiba-tiba aja suatu malam, sebagian penduduk desa bergerombol keluar rumah akibat adanya dentuman2 yang mem-plas-kan dada, istilah ibuk, sebagian mengira kalo Belanda kembali menyerang negara tercinta ini =.=". njeketek.. itu pesta kembang api taun baru dari tempat wisata paling bergengsi di kecamatan, WBL (Wisata Bahari Lamongan),, Hmm.. ada-ada aja tingkah orang kota, orang desa kita bilang. Itu semua cerita ibuk pagi harinya. Kemana saja kita?? sempurna tidur malam itu, bahkan melek buat ke belakang pun tidak.. =D
Tapiii.. kita juga selalu tak sabar menunggu tahun baru kan yak? buat nonton pelm-pelm baru yang perdana tayang di layar tipi hehe.. maklum kan ya, desa kecil kita ini kagak punya bioskop, yang ada paling layar tancep ma wayang show semalam suntuk yang diiringi pasar malam, itupun belum tentu setahun sekali ada. Padahal dulu tipi kita masih ditaruh di lemari di tengah2 toko kelontong yang mesti kita jaga siang dan malam. Alhasil, kita begadang di tengah-tengah barang dagangan, nonton pelm ma nyemilin tu barng dagangan sedikit demi sedikit hehehehe..
Meski udah pindah domosili Jakarta empat taun ini juga kita ga pernah hura-hura bareng ke monas ato bundaran HI. Ingat ga kenapa?? karena biasanya kita lagi megap-megap ditengah-tengah ujian tengah semester hahaha.. yang keinget pokoknya kita lagi nonton kembang api tengah malam sambil nyoncong-nyoncong buku pelajaran di balkon kosan yang panjangnya cuman 1 x 1,5 meter, bareng-bareng ma anak kosan lain yang masih idup sambil pake selimut, sarung, anduk ato entah apalah itu karena males pake jilbab.. =D. ngrekam2 ga jelas, berasa hasilnya bakal bagus banget kayak di tipi2 padahal nyatanya tu video isinya cuman gelap ma ada sparkling2 kecil hampir ga kelihatan, mending nonton perekembangbiakan bakteri di mikroskop daripada nonton itu video.. wkwkwk.. Tapi tetep aja, asooyy buat dikenang..
Rencananya malam tahun baru tahun ini kan kita mau nerbangin lampion hand-made bareng anak2 kosan yak, tapi gara2 magang diundur kita jadinya masih nongkrong di ruang tamu rumah, nonton The Raid ma ngetik ni cerita. Mungkin taon depan pas penempatan baru kita bisa terbangin tu lampion di belahan lain Indonesia.. aamiin!!

Dan akhirnya planning kita apa buat besok?? Gelar tiker up on the roof, bawa sarung, bantal ma laptop+senter, OL sepanjang malam liat status orang-orang yang desperate malem taon baru ga bisa kluyuran di dunia fana malah kluyuran di dunia maya, and wait for fireworks from WBL..=D. Itu sih kalo ga ujan, kalo ujan mending tidur buat persiapan mbabu esok hari..hahaha.. So, welcome 2013 and gudbye my beloved December...

Monday, April 30

Bagaimana Cara Mencari Gratisan..

Sebelumnya saya minta maaf kalau setelah ada yang baca ini dan merasa kecewa (kalo ada yang baca..wkwkwk..).. karena ini memang bukan cara bagaimana bisa mendapat gratisan. Ini tentang kehidupan... hasyeekk..

Dulu... saat saya masih tingkat satu, saat makan makanan 4 sehat 5 sempurna masih merupakan cita-cita (karena saya mampunya cuma makan gorengan mulu, beli bakso juga tiga bulan sekali untuk merayakan selesainya ujian semester, karena uang ID masih 450ribu..kok jadi curhat..=D). Di satu hari saat ikut mata kuliah Bahasa Indonesia yang membahas penulisan daftar pustaka, dosen menyuruh menuliskan contoh penulisan daftar pustaka dengan judul buku terserah kami, entah buku itu benar-benar ada atau hanya imaji. Dan judul itulah yang meletup di kepala saya, biasa saja..tak ada istimewa-istimewanya, sama seperti ide-ide lain pada umumnya. Tapi seorang teman yang melihat langsung tertawa-tawa dan berpendapat "judul ini elu banget,,".. yah, saya memang dikenal suka yang gratis-gratis. Dan memang benar, dari hati saya yang paling dalam, saya akui dengan sangat bahwa i trully really unbelievebly luv FREE STUFF hehehehe... saya pikir semua orang suka yang gratis-gratis, siapa coba yang ga suka??

Nah, filosofi gratisan yang saya maksudkan di sini adalah gratisan yang dari hati. Sejak kecil kita dapat makan gratis dari ortu kita, makanan sehat dan terbaik yang bisa orang tua kita berikan pada kita, baju-baju baru atau bekas yang halal, dan berbagai barang yang menyenangkan. Semuanya dari hati. Terasa kan menyenangkannya sampai sekarang?? Karena itulah saya suka mendapat gratisan. Beranjak agak besaran dikit gratisan tak hanya datang dari orang tua saja, tetangga yang menganggap saya imut kadang mengundang makan dan memberi kue. Sampai saya sekolah juga, teman-teman senang sekali memberi saya yang gratis-gratis. Meski hanya traktiran kecil rujak di rumahnya, traktir jus strawberry atau alpukat, es temulawak di kantin sekolah, atau es krim tigaribuan, traktiran mangga di kosan, sebungkus permen saat kuliah mengantukkan mata, gratisan gorengan, choki-choki, masakan anak kosan, gratis ilmu dan gratis pengalaman. Lihatkan,, semua gratisan itu dari hati, tak pernah ada tagihan harus memberi gratisan balik. Dan ikhlasnya gratisan yang kayak gini itu akan berlanjut dan menular. Mungkin tidak langsung kembali kepada anda yang memberi gratisan, tapi kebaikannya akan terus dilanjutkan ke pihak lainnya. yang ditraktir suatu hari akan mentraktir orang lain, orang lain yang ditraktir suatu hari akan mentraktir yang lainnya lagi dan seterusnya. Karena kebaikan itu berkanjut..

Yak, itulah gratisan yang saya sukai. Bukan gratisan dengan me-like fanpage di fesbuk atau gratis satu kalo beli dua. Meskipun gratisan seperti itu juga bolehlah diambil selama kita juga diuntungkan, soalnya pemberi gratisan yang seperti itu pasti sudah memperhitungkan keuntungan pribadinya. kalau nanti barangnya malah numpuk dan ga guna itu kan merugikan kita. Kayak mamak-mamak korban diskon misalnya.. hmm.. 

Kalau ditanya bagaimana cara dapat gratisan yang kayak gini, saya juga ga bisa bilang apa-apa. Saya hanya mencoba menjadi orang yang bisa membuat anda merasa nyaman, tidak merepotkan dan menyenangkan. Banyak orang yang lebih ahli dalam hal ini. Saya juga tak tahu kebenaran alasan kenapa mereka memberi saya gratisan itu karena saya sangat baik hati (=D) atau karena mereka kasihan sama saya yang tampak miskin dan menderita sekali hahaha. Satu hal yang bisa saya pastikan, tentu mereka memberi karena mereka baik dan ingin berbagi kebahagiaan.
Terima kasih untuk setiap gratisan yang sampeyan semua berikan pada saya. Hanya Allah yang mentakdirkan semua itu terbalas atau tidak karena saya tak bisa menjanjikan mampu membalasnya. 

Saturday, April 21

Nona-nona Mutiara

Kau lihat lelaki yang duduk di sana itu?? yang berlesung pipit di pipi kanannya??
Dia selalu duduk di pojok yang sama dengan hari ini. Kau tahu apa yang dia pikirkan??

Kau lihat nona yang sedang mengobrol di halte bus itu?? yang wajahnya menyenangkan untuk dilihat itu??
Lelaki itu sedang memikirkannya.
Kau ingin tahu apa yang dia pikirkan??
Lihatlah nona itu, dengan caranya berdiri yang manis dan rapi. Dipikirannya, nona itu seperti mutiara.. yang membuatnya selalu bertanya, kenapa mutiara itu tidak disimpan saja dalam kerang keras besar kecoklatan di dasar lautan? Agar tidak membuatnya menghabiskan energi untuk menjaga hati. Pada kenyataannya nona itu sudah memakai atributnya hingga hanya wajah tenangnya yang terlihat. Baginya itu malah seperti mutiara yang berada di etalase mewah tak tersentuh, melihatpun tak berani, berharap pun tak sanggup.
Kau ingin tahu apa lagi yang ia pikirkan??
Lelaki itu selalu berkata pada hatinya tentang sang nona.
"Ibu pasti akan senang, insya Allah, jikalau aku mampu membawamu sebagai menantunya.  Dengan senyum dan gerak tubuhmu yang ramah, Ibu akan senang membanggakanmu pada teman-temannya.
Ayah pasti akan bangga, insya Allah, jikalau aku mampu menjadikanmu anaknya. Dengan cara bicaramu yang lembut, ayah akan senang membicarakan segalanya kepadamu.
Aku pasti akan tenang, insya Allah, meninggalkan rumah dan harta bendaku bersamamu karena kehormatanmu tetap akan terjaga dengan agama.
Aku pasti tak akan khawatir, insya Allah, menyerahkan anak-anakku kelak untuk kau didik dengan ilmu jasmani dan rohani yang kau miliki.
Aku pasti akan nyaman, insya Allah, membicarakan segala urusanku kepadamu dan mendengarkan sudut pandangmu untuk mencerahkan pikiran buntuku.
Aku pasti akan terus tersenyum, insya Allah, setiap aku pulang ke rumah kita karena akhirnya aku bisa kembali melihatmu setelah sekian waktu berkutat dengan duniaku.
Aku pasti akan berusaha keras berjuang, insya Allah, karena ada kau yang menopangku dari belakang.
Aku akan bahagia dunia akhirat, insya Allah, jikalau aku mampu meraih separuh agamaku bersamamu".

Kau tanya bagaimana aku tahu apa yang dipikirkannya??
Karena aku hanya pohon kecil di sudut jalan yang tetap statis sehingga aku bisa melihat perubahan di setiap tarikan otot wajahnya. Berbeda denganmu, Angin.. yang selalu berlalu-lalang. Setidaknya rasakanlah tarikan nafas orang-orang seperti itu, Angin.. yang berharap dapat berjodoh dengan Nona-nona Mutiara...



*Berharap ini bisa jadi hadiah untuk saudari2ku yang selalu kukagumi di hari Kartini..

Wednesday, March 28

BBM Naik, Demo dan Seragam Kami


Antara tanggal 26-30 Maret 2012, sekolah tinggiku yang biasa dipenuhi warna biru (seragam kami) dengan gedung abu-abu dan latar langit mendung kelabu di musim hujan berangin, sekarang menunjukkan pola warna-warni, membuatku merasa baru sembuh dari efek buta warna sebagian. Yup, kami kuliah tanpa seragam biru kebanggaan kami itu. Alasannya adalah terkait kenaikan BBM yang direncanakan akan terjadi pada bulan april mendatang. Kami melepas seragam bukan karena ikut melakukan demo "ala kami" untuk menentang kebijakan pemerintah. Kami adalah para generasi yang dididik untuk berbakti pada pemerintah dalam melayani rakyat Indonesia jadi kami dilarang mendemo kebijakan pemerintah (mungkin diantara kalian ada yang bilang kami bukan mahasiswa sebenarnya, tapi percayalah.. di sini kami berusaha semampunya untuk memperbaiki keadaan dari sisi yang lain, insya Allah..). Lalu apa hubungannya baju bebas kami dengan kenaikan BBM kalau begitu?? Masih tetap karena demo. Kampus menginstruksikan untuk melepas atribut kepemerintahan kami untuk sementara dalam rangka mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti disekap para demonstran karena berseragam pemerintah atau dijadikan sandra atau dibakar hidup-hidup karena mereka kehabisan ban bekas dan sejenisnya. Jadi, untuk keamanan melepas seragam adalah jalan terbaik.

Sebenarnya heran juga. Kami kuliah dipinggiran kota Jakarta, hampir ga ada badan pemerintah yang pantas di demo di wilayah sekitar sini setahu saya hehehe.. Kami juga kosnya ga jauh-jauh amat, tinggal jalan kaki lewat lorong-lorong tikus sudah sampai di kampus..Tapi untuk jaga-jaga jangan2 nanti dilewatin masa yang lagi long march dan keselamatan teman-teman kami yang tinggal di Jakarta dan jauh dari kampus kebijakan tanpa seragam pun diberlakukan.

Pertama kali diumumkan di auditorium kami untuk bebas seragam, aku yang hampir tidak punya koleksi baju resmi sama sekali garuk-garuk kepala sedang mahasiswa lain bersorak bergembira. Adalah hari senin itu hari terekspresif sepanjang sejarah sekolah tinggi kami. Para mahasiswa yang memang punya bakat unjuk diri -yang selama ini terlapisi seragam biru abadi- hari itu menjadi individu yang sealay-alaynya.. kata adik tingkat, untuk hari senin itu ada teman2nya yang sengaja belanja baju baru dan macam lagi. Semua jenis baju dan sepatu, berbagai gaya kerudung dan pernak-perniknya campur aduk jadi satu. "macam mall saja kampus kita" salah satu komentar kawan sebelah. Saya sih tidak melihat kejadiannya langsung karena pada hari itu saya tidak ada jadwal kuliah, syukurlah.. Yah, kapan lagi bisa bergaya di dalam kelas secara legal, Setiap individu tak kan menyia-nyiekan kesempatannya. Awalnya hanya hari senin dan selasa saja diberlakukan kebijakan ini, tetapi sekarang malah sampai seminggu dan baru minggu depan kami boleh pake seragam lagi. Ini karena para demonstran masih banyak yang daftar buat demo lagi hari-hari berikutnya. Beberapa mulut kawan mulai panik karena kehabisan baju hahaha... aku rindu seragam biru telur asin itu.

Tuan dan nona demonstran,
Mohon berdemolah dengan nurani, jangan dengan anarki. Tanpa bakar-bakar ban, mending camping rame-rame bereng pemulung di depan gedung DPR terus bakar-bakar jagung, numpang mandi, numpang ng-AC, numpang cuci baju dan lain-lain di gedung DPR karena itu gedung milik rakyat dan para miskinner punya hak di sana. Demo tanpa tendang-tendang fasilitas umum karena yang dipake benerin ntarnya itu juga rakyat juga. Harusnya bisa buat gaji guru malah untuk memperbaiki kerusakan yang anda buat. Demo tanpa menghalangi rutinitas warga, karena itu menganggu rakyat mendaatkan rezekinya. Sebelum demo tolong luruskan niat kalau anda bergerak memang untuk rakyat bukan karena sokongan nasi bungkus upah anda berteriak-teriak sepanjang siang, sepanjang jalan. Renungkan apakah benar kebijakan pemerintah salah atau memang manfaatnya untuk jangka panjang.Jika memang salah, tolong bantu carikan solusi yang lebih memungkinkan untuk dijalani.
Kami tahu pemerintah itu SH*T, belum juga pecus meratakan hasil dari sumber daya alam kita yang berlimpah. Kami juga bilang DPR itu S*CK, karena tidak pernah ada yang mengusulkan "potong saja gaji kami dan jadikan anggaran kesehatan" malah bikin kantor kerjanya macam hotel. Para koruptor itu F*CK, karena semua diembat habis untuk diri sendiri. Dan birokrasi kita na'udzubillah tak terkatakan rumitnya. (semoga saya ga digantung gara-gara kalimat ini). Akan tetapi, mohon sadarlah.. beberapa orang di sana entah sebagian besar atau sebagian kecil berjuang untuk mencapai kebaikan bersama. Hanya saja mungkin mereka masih kalah dan menunggu kita generasi selanjutnya untuk berjuang bersama-sama.

Tuan dan Nyonya di gedung pemerintahan,
Saya bukan orang terpelajar macam anda, dan juga tidak bijaksana. Saya mengerti kebijakan yang anda keluarkan telah melalui berbagai pertimbangan dan perhitungan yang melibatkan banyak pihak. Tapi kenapa anda tidak pernah berbicara baik pada kami, kami jadi tak mengerti. Layaknya hubungan suami-istri, komunikasi adalah jalan terbaik untuk saling memahami. Jika anda sebagai suami terus bekerja tanpa memberi tahu betapa sayangnya anda pada istri dan tak berkata kalau anda bekerja untuk sang istri, tentu sang istri akan berpikir anda lebih mencintai pekerjaan dan uang dibanding dia. Analog bukan dengan yang terjadi.. anda bekerja keras untuk kami sang rakyat tapi tak pernah mengkomunikasikannya, sehingga kami rakyat yang suka berprasangka mulai termakan omongan tetangga yang tak ingin kita harmonis lagi. Mohon edukasikan kebijakan yang anda ambil kepada kami rakyat yang tak tahu apa-apa ini. Sering-seringlah berkomunikasi, meminta pendapat kami, mengajak kami berjuang bersama anda. Karena kemakmuran bukan hanya tanggung jawab anda, tetapi kami juga ikut dalam usaha mewujudkannya.

Sunday, March 25

Friend's Luv Story

Dari sekian trilyun cerita yang disusun oleh ilahi tentang pertautan dua hati, ini adalah salah satunya. Diantara sekian kisah tentang ketertarikan pada pertemuan pertama, ini justru rasa yang terpupuk dari masa ke masa. Adalah satu tulang rusuk dan pemiliknya yang bertemu tanpa ada desir di hati, angin yang berhembus aneh atau pertanda lain saat pertama bersua. Tapi setelah berbagi setiap cerita, hati mereka sepakat untuk bersama.
Tulang rusuknya adalah kakak kelasku di masa-masa SMA dulu, dan cerita ini memang telah terangkai sejak masa itu. Sedangkan sang pemilik adalah teman seangkatanku di SMA juga. Karena cukup kaget dengan pernikahannya yang dadakan tanpa ngundang-ngundang dan saya juga pengen denger sendiri uraian tentang istilah hati alias cinta dari pelaku langsungnya bukan dari cerita karangan ala novel atau sinema, maka saya meminta teman ini untuk menceritakan sedikit kisah antara dia dan tulang rusuknya. 

Saat menulis ini saya belum dapat izin dari orangnya sebenernya..=D jadi ini akan jadi ringkasan saja, heheehe...
Karena terlalu merendah atau entahlah, teman saya ini mengatakan kalau kisahnya sama dengan pasangan lainnya yang putus nyambung dan semacamnya. Kenal pertama di suatu kegiatan siswa, dengan calon tulang rusuknya sebagai senior dan dia adalah newby. Dan seperti pepatah jawa "tresno jalaran soko kulino", kebersamaan membuat keduanya kian dekat. Dari kegiatan sekolah sampai sesi curhat.. umm.. temanku mengatakannya dengan kalimat "karena kami saling curhat maka kami bisa mengerti perasaan satu sama lain. Itulah yang membuat kami akhirnya jadian. :)"...

Dan ini yang ia katakan saat aku tanya apa yang dia sukai dari tulang rusuknya..
"Yang q sukai??? em....opo yo...
kayax gak ada jawaban untuk pertanyaan ini dho (dho itu namaku..), coz kita gak perlu alasan untuk bisa menyukai orang lain. Untuk bisa menyukai orang lain yang kita butuhkan hanya pengertian. Bisa memahami apa yang jadi kekurangan mbak *** (nama tulang rusuknya) n q menutupi dengan kelebihanq (nek nduwe), begitu juga sebaliknya. Itulah sebenarnya yang membuat sebuah hubungan bisa langgeng, bukan qt menyukai qt karena orang itu sehobi dengan qt ato mungkin sama derajat sosialx dengan qt ato mungkin sama kayax dengan qt. Justru klo qt menyukai seseorang dengan cara yang seperti itu maka ketika qt menemukan kekurangan dari orang yang qt sukai, qt justru akan menjauh. Cintai kekasihmu dengan kekurangx, jangan hanya dari kelebihanx.".

Amboiii... bijak benar kawanku ini, sobat... =D


Dan kisah sampai ia memutuskan meminang sang istri...
"Suatu saat q sadar bahwa ke-khawatiran itulah yang membuat q takut, bukan ketakutanq yang membuat q khawatir. Dan dengan pemikiran yang cukup panjang dan bermodal sedikit keyakinan bahwa perkara rejeki dan jodoh adalah kuasa Allah dan q hanya cukup berusaha untuk mendapatkan berkahnya maka q putuskan untuk menikahi istriq pada tanggal 9 Februari 2012.
Yang namax dilamar ama orang yang disayang y seneng dho, malah ortu kami juga seneng karena daripada pacaran melulu, dipandang mata juga gak sedep, mending nikah n pacaran lagi biar lebih romantis pacaranx. hehehe
Banyak orang2 terdekatq yang (mungkin bisa dikatakan) kaget dengan berita nikahq. bahkan ibuq sendiripun mengira bahwa q telah menghamili mbak ***. tapi q jelaskan semua dengan sejelas2x hingga ibuq mengerti dengan keadaanq. bukan hanya ibuq yang mengira kami menikah karena “kecelakaan”, tetanggaq, bulek, n mungkin da jg temen yang mengira gitu. tapi q males jelasinnya, bagiq yang penting restu ortu udah
q kantongin buat modal nikah. karena nikah tanpa restu orang tua juga gak akan mendapat restu dari Allah. 

:)"


Begitulah,, Keputusan yang cukup berani menurut saya, berhubung teman saya ini cukup awut-awut hidupnya hahaha (piisss..v), belum lagi nafkah yang harus ditangungnya dan tanggung jawab lainnya tapi kalau serius jangan diragukan hasilnya. Selamat menempuh hidup baru kawan, ... =)

Ceritakan Padaku


Gw pengen membuat kumpulan cerita dari teman-teman baik dekat, baru kenal, udah lama tak bersua atau macam-macam orang lainnya. Tentang hidup, hati, sakit, prestasi dan apa saja. Jadi gw bisa nginget mereka dari cerita itu buat menuh-menuhin blog juga hahaha, dan menambah kebijaksanaan tentu saja. Kalau bisa nanti pengen keluyuran terus nanya-nanya orang di jalan hohoho. Tapi kayaknya ga bisa sekarang...hmm..
Jadi, kalau kalian punya cerita,,,, ceritakan padaku..=)


Umm... Dan juga kisah tentang keluarga...=)

Wednesday, March 21

Balada Dosen

Sebenarnya ini tidak hanya terjadi pada dosen saja, tetapi menimpa berbagai pengajar seperti guru SD sederajat, SMP sederajat, juga SMA sederajat. Dari jaman saya cuma bisa bengong samapi sekarang saya bisa rada-rada mikir.
Dulu saya selalu mengira bahwa guru atau kita sebut saja para pengajar adalah orang paling pintar karena hafal berbagai materi tentang apa yang mereka ajarkan di depan kami semua, murid-muridnya yang bertampang dongo yang mendengarkan dengan mulut terbuka... yah ga segitunya juga sih, karena yang lain lebih memilih bertampang dongo melihat keluar jendela tak peduli. Seiring berjalannya waktu, saya jadi berubah. Tak lagi salut karena para pengajar itu bisa hafal segalanya, tapi saya jadi salut karena mereka tak juga bosan membicarakan segala hal yang sama selama bertahun-tahun, mengulang-ngulang pelajaran dari bulan Juni sampai Juni lagi, dari jam tujuh pagi sampai sore hari dan berulang lagi.

Semakin salut lagi pada para dosen di sini, bayangkan... setiap dosen mengajar lebih dari dua kelas setiap tahunnya, bahkan terkadang ada yang sampai empat kelas bahkan lebih selama seminggu. Bagi dosen dengan mata kuliah berdasar logika matematika mungkin bosan-bosan tidak, setidaknya materi yang mereka ajrkan tetap itu dan terkontrol. Tetapi bagi dosen yang menggawangi matkul yang sifatnya bisa dibaca sendiri oleh para siswanya, sehingga mereka sadar pastinya lebih banyak mhsiswa yang tidak memperhatikan, maka mereka menyisipkan guyonan, cerita masa muda, Indonesia pada zaman dahulu kala, ataupun kisah mahabarata kalau perlu, dan cerita ini akan diulang-ulang di semua kelas pada hari itu atau hari-hari berikutnya. Biasanya di kosan akan ada percakapan seperti ini
teman= "udah diceritain tentang ini belum sama pak Z??".. 
saya= "kayaknya belum, emang gimana??".. 
teman= "ituloh bla bla bla..bla bla bla.." dan seterusnya dan seterusnya.
saya= "ohhh..." kalau biasa aja, "hahahahah..." kalau emang lucu, "hah, serius??" kalau memang butuh komen kaya gitu. Dan alhasil, saat besoknya sang dosen menceritakan tentang itu saya tinggal mesem-mesem doank.. =)


Ada dosen yang bilang jangan bilang siapa-siapa tapi beliaunya sendiri yang menceritakan di semua kelas, jadinya cerita itu menjadi rahasia umum. Saya terkadang bingung sebenarnya cerita ini memang rahasia ataukah saya yang terlalu menepati janji?? . Ada juga dosen yang guyonan sepanjang waktu dari tahun beheula sampai bertahun-tahun yang akan datang, bahkan cerita paling lucu kalau diceritakan ratusan kali pastinya bosan juga. Pantas saja terkadang dosen saya satu itu menarik nafas dalam setelah selesai bercerita, seolah "hufftt..cerita yang ini sudah".. bagi kami para mahasiswa yang baru dengar sekali sih tertawa saja, karena memang lucu. Ada juga kawan yang merasa sudah sepatutnya tertawa alias terkadang terpaksa mengerek bibir untuk sekedar mesem padahal guyonan sang dosen tidak lucu untuk menghormati beliaunya. Ada juga dosen yang mengajar dengan menjelaskan slide-slide yang secara kasat mata sudah sangat jelas, biasanya, dulu pas jaman saya, beliau ini masuk setengah jam setelah jam masuk dan keluar setengah jam sebelum jam keluar karena bahan yang dibicarakan sudah habis. Entahlah bagaimana nasib bapak ini setelah absensi handkey diaktifkan, alias bapaknya ga boleh telat dan ga boleh pulang cepat. Ada juga yang saking bepengalamannya sang dosen hingga semua berjalan sangat teratur, jam 10.00 masuk=>10.01 greeting dan tanya tugas=>10.10 materi pada halaman ke-a=>11.05 berpindah ke halaman ke-b=>11.45 menulis a-b-c di papan tulis=> 12.05 kembali membahas buku diktat => 12.27 mulai penutupan =>12.30 meninggalkan kelas tigapuluh menit sebelum jam berakhir dan berharap kami berdiskusi tentang matkul yang barusan beliau ajarkan.. kami?? ayolaahh... tentu saja kami langsung pulang..=D


Jadi, itulah kunci kenapa para dosen dan guru-guru masa kecil saya begitu faham akan apa yang mereka katakan. mengulang dan mengulang,,, pantas saja mereka selalu mengatakannya, ternyata mereka telah membutikannya sendiri .hmm....

sallute to all my teacher!!! =)