Dulu... saat saya masih tingkat satu, saat makan makanan 4 sehat 5 sempurna masih merupakan cita-cita (karena saya mampunya cuma makan gorengan mulu, beli bakso juga tiga bulan sekali untuk merayakan selesainya ujian semester, karena uang ID masih 450ribu..kok jadi curhat..=D). Di satu hari saat ikut mata kuliah Bahasa Indonesia yang membahas penulisan daftar pustaka, dosen menyuruh menuliskan contoh penulisan daftar pustaka dengan judul buku terserah kami, entah buku itu benar-benar ada atau hanya imaji. Dan judul itulah yang meletup di kepala saya, biasa saja..tak ada istimewa-istimewanya, sama seperti ide-ide lain pada umumnya. Tapi seorang teman yang melihat langsung tertawa-tawa dan berpendapat "judul ini elu banget,,".. yah, saya memang dikenal suka yang gratis-gratis. Dan memang benar, dari hati saya yang paling dalam, saya akui dengan sangat bahwa i trully really unbelievebly luv FREE STUFF hehehehe... saya pikir semua orang suka yang gratis-gratis, siapa coba yang ga suka??
Nah, filosofi gratisan yang saya maksudkan di sini adalah gratisan yang dari hati. Sejak kecil kita dapat makan gratis dari ortu kita, makanan sehat dan terbaik yang bisa orang tua kita berikan pada kita, baju-baju baru atau bekas yang halal, dan berbagai barang yang menyenangkan. Semuanya dari hati. Terasa kan menyenangkannya sampai sekarang?? Karena itulah saya suka mendapat gratisan. Beranjak agak besaran dikit gratisan tak hanya datang dari orang tua saja, tetangga yang menganggap saya imut kadang mengundang makan dan memberi kue. Sampai saya sekolah juga, teman-teman senang sekali memberi saya yang gratis-gratis. Meski hanya traktiran kecil rujak di rumahnya, traktir jus strawberry atau alpukat, es temulawak di kantin sekolah, atau es krim tigaribuan, traktiran mangga di kosan, sebungkus permen saat kuliah mengantukkan mata, gratisan gorengan, choki-choki, masakan anak kosan, gratis ilmu dan gratis pengalaman. Lihatkan,, semua gratisan itu dari hati, tak pernah ada tagihan harus memberi gratisan balik. Dan ikhlasnya gratisan yang kayak gini itu akan berlanjut dan menular. Mungkin tidak langsung kembali kepada anda yang memberi gratisan, tapi kebaikannya akan terus dilanjutkan ke pihak lainnya. yang ditraktir suatu hari akan mentraktir orang lain, orang lain yang ditraktir suatu hari akan mentraktir yang lainnya lagi dan seterusnya. Karena kebaikan itu berkanjut..
Yak, itulah gratisan yang saya sukai. Bukan gratisan dengan me-like fanpage di fesbuk atau gratis satu kalo beli dua. Meskipun gratisan seperti itu juga bolehlah diambil selama kita juga diuntungkan, soalnya pemberi gratisan yang seperti itu pasti sudah memperhitungkan keuntungan pribadinya. kalau nanti barangnya malah numpuk dan ga guna itu kan merugikan kita. Kayak mamak-mamak korban diskon misalnya.. hmm..
Kalau ditanya bagaimana cara dapat gratisan yang kayak gini, saya juga ga bisa bilang apa-apa. Saya hanya mencoba menjadi orang yang bisa membuat anda merasa nyaman, tidak merepotkan dan menyenangkan. Banyak orang yang lebih ahli dalam hal ini. Saya juga tak tahu kebenaran alasan kenapa mereka memberi saya gratisan itu karena saya sangat baik hati (=D) atau karena mereka kasihan sama saya yang tampak miskin dan menderita sekali hahaha. Satu hal yang bisa saya pastikan, tentu mereka memberi karena mereka baik dan ingin berbagi kebahagiaan.
Terima kasih untuk setiap gratisan yang sampeyan semua berikan pada saya. Hanya Allah yang mentakdirkan semua itu terbalas atau tidak karena saya tak bisa menjanjikan mampu membalasnya.