Monday, April 30

Bagaimana Cara Mencari Gratisan..

Sebelumnya saya minta maaf kalau setelah ada yang baca ini dan merasa kecewa (kalo ada yang baca..wkwkwk..).. karena ini memang bukan cara bagaimana bisa mendapat gratisan. Ini tentang kehidupan... hasyeekk..

Dulu... saat saya masih tingkat satu, saat makan makanan 4 sehat 5 sempurna masih merupakan cita-cita (karena saya mampunya cuma makan gorengan mulu, beli bakso juga tiga bulan sekali untuk merayakan selesainya ujian semester, karena uang ID masih 450ribu..kok jadi curhat..=D). Di satu hari saat ikut mata kuliah Bahasa Indonesia yang membahas penulisan daftar pustaka, dosen menyuruh menuliskan contoh penulisan daftar pustaka dengan judul buku terserah kami, entah buku itu benar-benar ada atau hanya imaji. Dan judul itulah yang meletup di kepala saya, biasa saja..tak ada istimewa-istimewanya, sama seperti ide-ide lain pada umumnya. Tapi seorang teman yang melihat langsung tertawa-tawa dan berpendapat "judul ini elu banget,,".. yah, saya memang dikenal suka yang gratis-gratis. Dan memang benar, dari hati saya yang paling dalam, saya akui dengan sangat bahwa i trully really unbelievebly luv FREE STUFF hehehehe... saya pikir semua orang suka yang gratis-gratis, siapa coba yang ga suka??

Nah, filosofi gratisan yang saya maksudkan di sini adalah gratisan yang dari hati. Sejak kecil kita dapat makan gratis dari ortu kita, makanan sehat dan terbaik yang bisa orang tua kita berikan pada kita, baju-baju baru atau bekas yang halal, dan berbagai barang yang menyenangkan. Semuanya dari hati. Terasa kan menyenangkannya sampai sekarang?? Karena itulah saya suka mendapat gratisan. Beranjak agak besaran dikit gratisan tak hanya datang dari orang tua saja, tetangga yang menganggap saya imut kadang mengundang makan dan memberi kue. Sampai saya sekolah juga, teman-teman senang sekali memberi saya yang gratis-gratis. Meski hanya traktiran kecil rujak di rumahnya, traktir jus strawberry atau alpukat, es temulawak di kantin sekolah, atau es krim tigaribuan, traktiran mangga di kosan, sebungkus permen saat kuliah mengantukkan mata, gratisan gorengan, choki-choki, masakan anak kosan, gratis ilmu dan gratis pengalaman. Lihatkan,, semua gratisan itu dari hati, tak pernah ada tagihan harus memberi gratisan balik. Dan ikhlasnya gratisan yang kayak gini itu akan berlanjut dan menular. Mungkin tidak langsung kembali kepada anda yang memberi gratisan, tapi kebaikannya akan terus dilanjutkan ke pihak lainnya. yang ditraktir suatu hari akan mentraktir orang lain, orang lain yang ditraktir suatu hari akan mentraktir yang lainnya lagi dan seterusnya. Karena kebaikan itu berkanjut..

Yak, itulah gratisan yang saya sukai. Bukan gratisan dengan me-like fanpage di fesbuk atau gratis satu kalo beli dua. Meskipun gratisan seperti itu juga bolehlah diambil selama kita juga diuntungkan, soalnya pemberi gratisan yang seperti itu pasti sudah memperhitungkan keuntungan pribadinya. kalau nanti barangnya malah numpuk dan ga guna itu kan merugikan kita. Kayak mamak-mamak korban diskon misalnya.. hmm.. 

Kalau ditanya bagaimana cara dapat gratisan yang kayak gini, saya juga ga bisa bilang apa-apa. Saya hanya mencoba menjadi orang yang bisa membuat anda merasa nyaman, tidak merepotkan dan menyenangkan. Banyak orang yang lebih ahli dalam hal ini. Saya juga tak tahu kebenaran alasan kenapa mereka memberi saya gratisan itu karena saya sangat baik hati (=D) atau karena mereka kasihan sama saya yang tampak miskin dan menderita sekali hahaha. Satu hal yang bisa saya pastikan, tentu mereka memberi karena mereka baik dan ingin berbagi kebahagiaan.
Terima kasih untuk setiap gratisan yang sampeyan semua berikan pada saya. Hanya Allah yang mentakdirkan semua itu terbalas atau tidak karena saya tak bisa menjanjikan mampu membalasnya. 

Saturday, April 21

Nona-nona Mutiara

Kau lihat lelaki yang duduk di sana itu?? yang berlesung pipit di pipi kanannya??
Dia selalu duduk di pojok yang sama dengan hari ini. Kau tahu apa yang dia pikirkan??

Kau lihat nona yang sedang mengobrol di halte bus itu?? yang wajahnya menyenangkan untuk dilihat itu??
Lelaki itu sedang memikirkannya.
Kau ingin tahu apa yang dia pikirkan??
Lihatlah nona itu, dengan caranya berdiri yang manis dan rapi. Dipikirannya, nona itu seperti mutiara.. yang membuatnya selalu bertanya, kenapa mutiara itu tidak disimpan saja dalam kerang keras besar kecoklatan di dasar lautan? Agar tidak membuatnya menghabiskan energi untuk menjaga hati. Pada kenyataannya nona itu sudah memakai atributnya hingga hanya wajah tenangnya yang terlihat. Baginya itu malah seperti mutiara yang berada di etalase mewah tak tersentuh, melihatpun tak berani, berharap pun tak sanggup.
Kau ingin tahu apa lagi yang ia pikirkan??
Lelaki itu selalu berkata pada hatinya tentang sang nona.
"Ibu pasti akan senang, insya Allah, jikalau aku mampu membawamu sebagai menantunya.  Dengan senyum dan gerak tubuhmu yang ramah, Ibu akan senang membanggakanmu pada teman-temannya.
Ayah pasti akan bangga, insya Allah, jikalau aku mampu menjadikanmu anaknya. Dengan cara bicaramu yang lembut, ayah akan senang membicarakan segalanya kepadamu.
Aku pasti akan tenang, insya Allah, meninggalkan rumah dan harta bendaku bersamamu karena kehormatanmu tetap akan terjaga dengan agama.
Aku pasti tak akan khawatir, insya Allah, menyerahkan anak-anakku kelak untuk kau didik dengan ilmu jasmani dan rohani yang kau miliki.
Aku pasti akan nyaman, insya Allah, membicarakan segala urusanku kepadamu dan mendengarkan sudut pandangmu untuk mencerahkan pikiran buntuku.
Aku pasti akan terus tersenyum, insya Allah, setiap aku pulang ke rumah kita karena akhirnya aku bisa kembali melihatmu setelah sekian waktu berkutat dengan duniaku.
Aku pasti akan berusaha keras berjuang, insya Allah, karena ada kau yang menopangku dari belakang.
Aku akan bahagia dunia akhirat, insya Allah, jikalau aku mampu meraih separuh agamaku bersamamu".

Kau tanya bagaimana aku tahu apa yang dipikirkannya??
Karena aku hanya pohon kecil di sudut jalan yang tetap statis sehingga aku bisa melihat perubahan di setiap tarikan otot wajahnya. Berbeda denganmu, Angin.. yang selalu berlalu-lalang. Setidaknya rasakanlah tarikan nafas orang-orang seperti itu, Angin.. yang berharap dapat berjodoh dengan Nona-nona Mutiara...



*Berharap ini bisa jadi hadiah untuk saudari2ku yang selalu kukagumi di hari Kartini..