Baiklah..
Ini aku. Duduk di balkon hotel di atas kursi yang kuseret dari meja rias, menunggu matahari muncul sambil menahan diri mati-matian untuk tidak menyapamu.
Menyapamu mudah.
Lewat segala satelit yang diluncurkan ke angkasa, menyapamu pastilah mudah. Tapi akan sangat berbeda jika dengan menatap matamu, tersenyum padamu dan mengatakan "hai.." tanpa perantara apapun selain udara.
Hei-hei..
Keinginan menyapamu tidak pernah sebesar ini sebelumnya. Mungkin kita memang terlalu jauh terpisah. Dan sialnya.. Sepertinya kau tak mempedulikannya.
Sampai pada satu kesempatan, aku sadar. Kita memang tak pernah saling menyapa. Aku menyapamu. Tak pernah melalui perantara udara. Aku menyapamu. Berharap kau punya frekuensi pikiran yang sama. Aku menyapamu. Tanpa kata tanpa suara.
No comments:
Post a Comment