Jam 00.42 WIB. Menikmati dingin AC bandara Soekarno Hatta demi mencari udara bebas beban kerja. Berasa sudah tidur cukup lama dengan bantal tas isi wafer coklat yang remuk tertindih. Hari ini nginep di bandara bareng teman kantor yang terlelap di deretan kursi sebelah. Kami, para buruh negara yang ingin pulang.
Ini jadi obat terakhir untuk melepas penat, tapi terasa saking penatnya sampai aku lupa bagaimana mulai merangkai kata. Duh, dunia. Padahal dulu cita-citaku bekerja di ranah yang tidak perlu berpikir macam-macam tentang dunia. Sekarang malah harus menahan beban kesejahteraan negara. Tuntutan instansi ini memang makin aduhai saja. Setiap staf harus ngerti ini itu, tahu ini itu, bisa ini itu. Coba aku jadi tukang cuci piring di kapal pesiar. Aku akan punya cukup banyak waktu untuk menghayal dan menciptakan cerita. Di sini, setiap tetes pikiran terrkuras untuk kerja, saat menghayal otakku sudah lelah. Begh..
Hai Izah.. Beberapa hari ini kita insomnia tanpa perlu kopi. Aku juga heran, kau pasti juga heran hahaha.. Mana ada dalam sejarah izah ga bisa tidur. Asal menguap sedikit langsung hilang nyawa zzzzz haha. Kita harus melakukan sesuatu..tapi apa?? Entah. Ayolah tidur sana.. Biarkan matamu lelap terpaksa.
Terminal 2F. 11/05/17
No comments:
Post a Comment