Seorang yang kukenal tiba-tiba bilang kalau dia sedang marah dengan
suaminya. Dia dan suaminya pasangan muda, tak lama waktu berselang mereka
menikah. Dia tak akan kembali ke rumah
kalo suaminya tak mencarinya. Kenapa ia marah? Suaminya berjanji mengajaknya
jalan-jalan hari itu tetapi suaminya malah tidur.
Mungkin kalau anda bayangkan suami anda bergaya seperti Duta SO7 dan
menyairkan
“bila kulelah tetaplah di sini, jangan tinggalkan aku sendiri
Bila kumarah biarkan kubersandar jangan kau pergi untuk menghindar”
Mungkin amuk masa di hati anda akan berkurang bahkan mungkin hilang.
Pikirkan apa yang bisa anda berikan pada suami, bukan apa yang suami
berikan pada anda. Karena itulah yang selalu ibuku lakukan jika abaku marah. Ibu
akan duduk diam di sana, menjahit seragamku yang sobek mungkin, atau meracik
masakannya. Tetapi ibuku tidak pernah melarikan diri atau malah menantang
berdiri. Dan itulah yang tertinggal di memoriku untuk kupelajari. Jika ia marah,
tersenyumlah padanya maka ia akan berbuat sebaliknya saat anda tak lagi kuat
menahan amarah.
Tapi bagi anda lelaki, anda pun haruslah menyadari kalau setiap istri
selalu menanti anda mewujudkan janji meski ia tak pernah bertanya. Karena sang
istri selalu percaya pada anda. Karena pada akhirnya nanti kalian akan duduk
saling menemani di senja yang sepi dengan angin sepoi-sepoi, tersenyum menghitung
nafas masing-masing, dan bersyukur telah menghabiskan nafas itu bersama-sama.
Yah,, untuk anda suamiku nanti (cieee.. padahal ga ada bayangan sama sekali
hahaha). Saat saya lupa dan saya terpaksa marah, tolong ingatkan saya akan hal
ini dengan tersenyum, karena saya percaya pada anda.

No comments:
Post a Comment