Thursday, July 4

Indonesia dan Kebanggaan

Banyak postingan di internet bilang menjadi manusia yang terlahir di tahun 90-an merupakan keberuntungan tak tergantikan.. Dan bagiku, yang terlahir menjadi generasi Indonesia, menjalani masa pertumbuhan di tahun 90-an memiliki arti yang lebih tak tergantikan.

Sebagai orang yang terlahir di masa itu, generasi kami adalah generasi yang tahu bagaimana caranya bangga pada negeri. Zamrud Khatulistiwa kami. Macan Asia kami. Bhineka Tunggal Ika kami. Masyarakat ramah kami. Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi kami. INDONESIA kami...
Mudah kami katakan kalau negara kami super keren. Kami bangga kami Indonesia.

Dan lihat apa yang terjadi hari -hari ini,, sungguh patah hati. Korupsi melumpuhkan Macan kami, zamrud kami terbakar satu persatu-sedikit demi sedikit. Bhineka kami tak lagi Ika. Mereka yang ramah tak lagi menyapa-hanya tersisa saling curiga. Negeri subur makmur menyisakan kelaparan pada rakyatnya..
Semakin hari kebanggaan itu meluntur seperti kain yang keseringan dicuci, dicuci dengan caci maki rakyat pada wakilnya. Memudar seperti pelitur kayu yang keseringan tertempa hujan, hujan hujatan antar sesama masyarakat kami yang "ramah". Mengelupas seperti cat yang keseringan terkena panas, panas persaingan  sengit para pejabatnya.

Bagimana semua bisa berbalik?? Dulu orang-orang luar sana yang menimba ilmu di tanah kita, tapi kenapa kita yang kalah dari segi kemakmuran rakyatnya?? Dulu kita berhasil menjadi lumbung padi bagi dunia, tapi kenapa sekarang kita sendiri yang mengais nasi di tanah subur ini?? Dulu kita yang membantu negara-negara tetangga merdeka, tapi kenapa sekarang kita sendiri yang terjajah??

Negeriku sekarat karena KETIDAKPEDULIAN, kawan.. di sini hanya sekumpulan orang-orang yang berkompetisi memenangkan rejekinya sendiri-sendiri.

Bayangkan jiwa mereka yang tumbuh di masa hari ini, negeri mereka tak lagi dibanggakan. Kalimat negatif bermunculan "Ah, Indonesia bisa apa??". "Indonesia mah kalah mulu tau". "Indonesia ga akan bisa kayak gitu!!". Jadilah mereka lebih hafal lagu Korea daripada lagu Indonesia Raya atau Pancasila. Lebih suka gaya Amerika daripada tata krama daerahnya. Bahkan anak sekarang tak tahu apa itu zamrud khatulistiwa,,

Aku masih ingat bagaimana caranya bangga pada Negeri ini. Karena masih banyak yang peduli, tentu... peduli untuk berkarya, peduli untuk memajukan bangsa, peduli untuk membangun kesejahteraan bersama dan peduli untuk berdoa, kawan.... berdoa agar negeri ini kembali merebut takdir kejayaannya..

No comments:

Post a Comment