Jakarta itu traumatis,tentu... Tapi Jakarta juga baik. Akan sangat baik kalau kau bisa mampir bertemu Jakarta sekali seumur hidupmu, setahun dua tahun mungkin. Jakarta baik, tapi kadang dia harus jahat sama orang.
Jakarta menerima semua orang tanpa lihat-lihat. Jakarta menerima orang kaya, Jakarta menerima orang miskin. Jakarta menerima yang baik dan Jakarta juga menerima yang jahat. Jakarta mengizinkan orang mencuri, Jakarta juga membantu kalau kau mau menolong orang lemah.
Jakarta bahkan menerimaku, orang yang sudah berprasangka buruk padanya dan yang sampai sekarang ingin kabur darinya. Meski aku jahat padanya, Jakarta masih memberiku hadiah setiap hari, seperti kebun kecil bunga matahari di atas toko roti Tegal yang kukasih tau ke kamu waktu itu. Jakarta tau saja kalau aku suka itu. Orang yang kusukai saja belum tentu tau hihihi.
Jakarta juga kadang-kadang menyebalkan. Hmmm...sudah tau aku lagi bete misalnya tapi malah main-main sama perasaan. Lagi kangen rumah malah ditunjukin jejeran warung soto lamongan. Lagi kangen orang malah ditunjukin plang dokter yang namanya sama, huft..entah Jakarta yang iseng atau nama orang itu yang pasaran. Sudahlah,,,
Jakarta selalu bilang waspada, tiap aku berada dikerumunan, di dalam busway yang sebenarnya transjakarta itu misalnya. Jakarta selalu bilang hati-hati, tiap aku beli barang-barang yang ada banyak benda jelek di dalamnya seperti kata tivi misalnya. Jakarta selalu bilang tersenyumlah, tiap aku mulai sedih melihat langitnya yang asap misalnya. Jakarta selalu bilang sabar sebentar, tiap aku antri atau menunggu di halte yang
overload itu misalnya. Jakarta selalu punya cerita di pinggiran jalannya, di sudut pertokoanya, di dalam gedung-gedung mewahnya, di kolong jembatannya. yahhh.. di setiap tempat.
Jakarta punya banyak wajah. Jakarta berwajah kumuh saat bertemu pemulung misalnya, karena Jakarta tahu mereka takkan sanggup bertemu Jakarta yang gemerlap dan Jakarta akan berwajah gemerlap saat bertemu dengan juragan misalnya karena Jakarta tahu mereka takkan sanggup bertemu Jakarta yang kumuh. Jakarta itu pengertian. Jadi kalau di berwajah pencopet misalnya saat bertemu denganmu, mungkin ada yang mau dia sampaikan.
Dengan banjir, Jakarta ngasih tahu kalau ga banjir itu nyaman. Dengan sungai comberan, Jakarta ngasih tahu kalau jaga kali tetep bersih itu penting. Dengan macet, Jakarta ngasih tahu kalau manajemen lalu lintas dan kendaraan itu dibutuhkan. Dengan adanya orang yang suka saling olok, Jakarta ngasih tau kalau menghormati orang lain itu harus. Jakarta mengajariku banyak hal, jadi pandai-pandai aja menyimpulkan.
Kata Jakarta, setiap hal punya banyak sudut pandang, seperti dirinya. Setiap orang juga punya alasan di setiap keputusan yang diambilnya. Jadi, jangan mengira apa yang kau sangkakan tentang seseorang adalah benar. Kata Jakarta.
Sudah lima tahun.
Sudah lima tahun lebih aku di Jakarta, dan dalam dua tiga bulan lagi.. aku akan pergi, Jakarta!!
Za, jangan lupa Jakarta ya...