Seperti Hari Pendidikan yang
diperingati oleh para guru dan siswa atau Hari Jadi TNI untuk para tentara, Hari
Statistik Nasional merupakan hari besar bagi para pejuang data. Hari
istimewa ini diperingati serentak oleh seluruh Badan Pusat Statistik (BPS) di
setiap kabupaten/kota dan provinsi di penjuru Republik Indonesia.
Hari Statistik merujuk pada hari
dimana undang-undang mengenai penyelenggaraan sensus dan survei yaitu UU No 7 tahun 1960 yang disahkan tanggal
26 September 1960. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan sebagai Hari
Statistik Nasional. Badan Pusat Statistik sendiri merupakan sebuah badan sensus
yang sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka dengan nama Centraal Kantoor voor de Statistiek (CKS).
Badan inilah yang melakukan penghitungan jumlah penduduk di masa penjajahan
karena kesadaran Bangsa Belanda pada masa itu mengenai pentingnya data bagi
perencanaan ke depan suatu wilayah.
Hari Statistik Nasional kali ini
mengangkat tema “Dengan Semangat Hari Statistik Nasional Kita
Tumbuhkembangkan Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Statistik”.
Masyarakat, Data dan Pembangunan merupakan satu rangkaian yang terhubung
melalui badan negara yang satu ini, Badan Pusat Statistik. BPS bergerak dalam penyelenggaraan
penyediaan data. Jumlah penduduk, jumlah tenaga kerja, inflasi, PDRB (Produk
Domestik Regional Bruto), IHK (Indeks Harga konsumen), Nilai tukar Petani (NTP)
dan berbagai produk lainnya yang dibutuhkan pemerintah, badan internasional,
akademisi ataupun pihak konsumen data lainnya dihidangkan oleh BPS.
Kebutuhan akan data semakin
meningkat sepanjang waktu. Bukan hanya dari segi kuantitas data yang diminta, namun
juga dari sisi kualitas data yang dihasilkan. Peran serta masyarakat yang
menyadari pentingnya data semakin meningkat. Masyarakat semakin kritis mengenai
data yang dihasilkan BPS.
Meningkatnya peran masyarakat
sebagai pengawas dan pemerhati data merupakan hal yang sangat baik. Namun peran
masyarakat yang tidak kalah penting merupakan peran masyarakat sebagai bibit data
itu sendiri. Sebagian besar data yang dihasilkan BPS berasal dari masyarakat,
baik individu, rumah tangga, organisasi, badan usaha atau lainnya. Masyarakat
merupakan responden yang akan menjawab berbagai kuesioner yang telah dirancang
dengan proses panjang agar bisa ditanyakan untuk semua golongan di seluruh
wilayah Indonesia yang beragam. Sayangnya, terkadang masyarakat belum bisa
sepenuhnya menyumbangkan jawaban jujur yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah
untuk mengambil kebijakan. Dibutuhkan kerjasama dari pemerintah pusat maupun
daerah, pihak akademisi, statistisi atau masyarakat yang lebih mengerti
untuk membantu meyebarkan edukasi akan
pentingnya data secara luas.
Selain perencanaan survei yang
matang, metode survei yang dapat dipertanggungjawabkan, pelatihan petugas yang
baik, Proses pengolahan data yang teliti, kesediaan
masyarakat untuk menyumbangkan jawaban sebenar-benarnya merupakan poin penting
bagi tersedianya data yang berkualitas. Karena, tanpa sumbangan jawaban
dari masyarakat sebagai responden tidak akan ada Data Untuk Pembangunan.
Untuk itu, dengan semangat Hari
Statistik Nasional, mari kita tumbuhkembangkan peran masyarakat dalam
pembangunan statistik.
_Postingan yang telat mosting.. hmmm
No comments:
Post a Comment