Monday, October 13

Terima kasih, Vivin

Tadi pagi, masih riweh berkutat dengan wara-wiri kantor yang belum juga menemukan masa rehat. Sedari awal masuk rasanya belum sempat leha-leha tanpa pikiran, membuat setiap kesempatan luang selalu dimanfaatkan untuk tiduran dengan anggapan hidupku tak punya beban..
Makin parah lagi karena setiap rutinitas rohani yang terbangun mulai surut dan surut. Dan semangat itu malah menjadi seperti lampion terbang yang semakin meninggi dan meninggi menjauh dariku yang semakin merosot dan merosot.. Mungkin kelihatannya tidak parah, tapi apa jadinya kalau terus berlanjut dan berlarut-larut??
Dan disanalah ia. Seorang kawan yang terlalu sering menjadi perantaraku mengingat bahwa setiap muslim itu bersaudara. Sekali lagi, tuhanku yang baik itu, menjadikan ia perantara untuk mengingatkanku dengan lembut.

Vivin namanya. Ia, yang sekarang di zona Waktu Indonesia Timur, mengirimkan padaku, yang ada di zona Waktu Indonesia Barat, sebuah buku lewat adik tingkat di Jakarta.
Memburu berkah amatlah berat, tapi justru di dalamnyalah ada banyak rasa nikmat.
_Salim A. Fillah
Dan aku hanya bisa mengucap terima kasih yang tak sopan di wall fesbuknya.. Terima kasih, Vivin.
"Nona..
hutang apa kau padaku sampai kau berbuat begini baik dan perhatian..
Aku hanya punya mata uang do'a untuk dibarter dengan segala kebaikanmu. Melihat adanya aku, mata uang itu hanya keping-keping logam karatan. Tapi mengingat Maha Kuasaku pengasih dan penyayang, yakinlah sudah kebaikanmu akan terganjar.
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, hadiahilah ia seperti yang dia hadiahkan kepadaku… berlapisーlapis keberkahan.. =)
vivin, bukunya sampai, sungguh kejutan yang terlalu menyenangkan.. terima kasih.. (ToT)"

No comments:

Post a Comment