Saturday, November 5

25 n0vember

Tanggal 25 November itulah yang lama dinanti tapi tak ingin cepat datang,,
Dan aku terlambat mengetahuinya, entah harus menyalahkan siapa.. diri sendirikah atau memang beginilah nasibnya... yang jelas beginilah nasibnya.

Aku hari ini benar-benar tak terurus...

Bangun jam delapan setelah tidur jam lima pagi..

Rambut tak disisir dua hari..

Perut mules tiap dua jam sekali..

Pakai anting-anting tak sepasang bagian kanan dan kiri.. anting-antingku yang seharga lima ribu yang kata Mira mirip punyanya personil taring babi yang biasa nongkrong di telinga sebelah kanan HILANG.. jadinya biar lubang anting telinga kananku tak menciut dan menghilang (seperti kata ibu), ku pakai saja anting emas yang sejak MTs ku pakai dan sudah tidak berwarna emas lagi di telinga kanan, dan yang kiri masih anting hitam mirip punya anggota taring babi seharga lima ribuan karena entah kapan aku sempat ke toko seberang jalan untuk membelinya lagi. Itupun kalo masih ada..

Tapi aku bersyukur karena Allah memberiku ketenangan.. bukan panik, bukan galau, tapi tenang

Tenang

Tenang

Tenang
...

*ditulis di tengah kejenuhan menerjemahkan kitab MULTIVARIAT halaman 77 sampai 83, setelah begadang semalaman mengerjakan ondel2 faces tugas MULTIVARIAT juga, karena baru ada sense mengerjakan pukul sepuluh malam padahal belum cari data. Hari ini puasa Arafah, besok tiga kali hari raya Qurban tidak makan sate di rumah... rumah pasti sepi...
Hp miniku sayang, temani aku ya... terima kasih sudah bekerja sangat keras bersamaku selama ini,,

Lancarkan tahun ini ya Rahmaan Ya Rahiim...

Setahun untuk pembantaian satu jam saja dan kebahagiaan saat wisuda,,,

Demi ibuk dan aba..
dan setiap do'a yang mengiringi saya ke Jakarta...

No comments:

Post a Comment