Dia mengaku bernama
Mila. Seorang dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis bedah ortopedi
di FK UI. Orangnya rame, gampang bergaul, membuat orang lain akrab dengannya
dan memudahkanmu untuk mempercayainya. Dengan tubuhnya yang mungil kecil, rambut
lurus, berkawat gigi, celana jeans dan jaket pink dia bertemu denganku.
Dipertigaan jalanku menuju kosan, ditengah-tengah terburu-buruku untuk pulang
karena belum sholat dhuhur padahal sudah hampir jam dua dan diantara
termenungku memikirkan ketidakjelasan tentang semuanya.
Dia bertanya “ini
daerah pisangan ya,dek?”. Karena menurutku bukan jadi kukatakan padanya tidak
dan menurutku pisangan itu jauh. Dia terlihat kebingungan dengan hape
blackberrynya dan aku juga sedang terburu-buru jadi aku permisi. Beberapa
langkah dan dia memanggil. “Dek, kalo aku pinjam uangnya sepuluh ribu buat beli
bensin bisa ga??nanti diganti”. Wajahnya terlihat tidak enak tapi dia sangat
butuh. Kubilang padanya “kalo sepuluh ribu aja ada sih mbak, ga pa-pa” karena
aku ingin segera pulang. “Ah enggak ga ga, mending ga usah” dengan gerak tubuh
benar-benar tidak mau dan malu. Dia bertanya lagi di mana bank BRI yang dekat,
kujawab sebisaku tapi dia tidak mengerti. Dia malah membuatku agar menunjukkan
bank BRI itu naik mobilnya, wajah butuhnya membuatku ikut dengan senang hati. Itupun
karena dia menjanjikanku akan menungguku sholat di bank BRI dan mengantarku
pulang kembali. Dia habis lembur makanya kacau dan dia minta maaf berkali-kali
karena merepotkanku karena kesalahan pribadinya.
Belakangan aku tahu,
kartu atm-nya tertelan mesin atm, bensinnya habis dan tidak bawa uang kontan. Oh,
jadi begitu.. pikirku. Dia mengobrol sepanjang jalan, tidak menyempatkanku
untuk berfikir. Kenal dan tahu banyak tentang STIS, kampus abu-abuku. Dia
bilang anaknya baik-baik, maka dia percaya padaku, Katanya dia kenal STIS dari satu
teman bimbingan. Aku tidak tahu bimbingan apa yang dia maksud tapi aku tak tanya,
karena wajahnya bilang dia tak mau bercerita tentang itu. Beberapa orang enggan
memberitahu rahasia bukan? Karena aku juga punya beberapa. Jadi aku diam. Dia sempat
telpon-telponan dengan temannya saat itu, menceritakan musibah yang menimpanya saat itu. Dia bilang dia culik anak orang(aku) ke temannya
dengan nada bercanda dan tertawa sambil melihatku. Aku tersenyum saja. Dia curhat
tentang para perawat yang suka ngerumpi dan kerjanya malas, kecapekkan jadi
dokter. Dia bilang dia tinggal di bintaro di tengah keluarga kaya, cerita tentang ponakannya yang rame
dan sekolah di SD internasional dengan bahasa inggris yang lebih jago dari dia, aku
juga sedang kangen ponakanku. Dia juga panjang lebar menceritakan pengalamannya menulis skripsi dengan mesin ketik yang membuat jereng jari tangan. Aku juga sedang masa awal berkutat dengan skripsi. Kutanya tentang pasangannya dia cepat menjawab, pacarnya
di papua mengabdi jadi dokter juga, jadi dokter itu susah dan mahal pendidikannya makanya
tarifnya mahal. Dia ingin ke kalimantan untuk bekerja di sana, mengabdikan ilmunya
dan tidak memberikan tarif yang mahal. Aku juga terpikir untuk penempatan di Kalimantan. Kebetulan...
Dia mau beli alat untuk
operasi esok harinya dan harus dibawa ke suatu tempat dulu untuk disterilisasi.
Dia ingin meminjam uangku untuk membeli alat apapun itu. Aku di bawa ke BRI
jatinegara, aku sholat di sana. Niatnya ku kira dia akan langsung pulang
mengantarku tapi dia salah belok dan harus memutar melewati pasar Jatinegara
lagi. Di perjalanan memutar itu dia memastikan untuk meminjam uangku. Dan yah..
memang benar ini cerita tentang penipuan. Aku menyerahkan uangku padanya dan
dia mengantarku pulang. Kukirim rekeningku ke nomornya, seperti permintaannya,
agar ditransfer. Kutelpon direject, ku sms. Tak ada balas.. hilang.
Aku lupa kalo ini
jakarta dan aku hanya anak desa. Aku kagum dengan situasi psikologi yang dia
berikan padaku hingga aku yakin dia benar. Bahkan saat mengambil uang atmku pun
aku masih membaca bismillah. Mungkin ini teguran dari Allah karena minggu itu
aku sangat lalai... Astaghfirullahaladhim..
TETAPI.. menurutku dia
bukan tipe cewek penipu sadis yang menggaet asal-asalan korbannya. Sebelum menyatakan
tujuannya, dia memastikan banyak hal tentang keuanganku. Sepertinya dia tahu
dari salah satu temannya kalau kami ini sekolah pemerintah yang dibayar mahal
sehingga dia datang meminta bagian sebagai rakyat yang “baik”. Saat kubilang
kalau pendapatanku Cuma delapan ratus ribu rupiah itu saja dia juga terdengar
sedikit kecewa, nada suaranya berubah tapi dia menutupinya dengan pendapat
bahwa dia kagum aku bisa hidup di Jakarta hanya dengan bekal segitu tiap
bulannya. Dan aku jamin kalau aku hanya cerita tentang itu pasti dia tidak jadi
tega mengikis tabungan hidupku yang tak seberapa. Tapi dia juga bertanya apakah
aku ada pendapatan lain.hmmm... “ Anak stis biasanya ngajar kan ya? Privat gitu..
kamu ngajar juga ga?”. Yah.. tentu kujawab iya. Aku juga lancar saja menyebut
berapa bayaranku padahal biasanya aku tidak begitu suka bercerita tentang
angka-angka. Dia juga bertanya apakah aku sudah punya laptop atau ada keinginan
lain. intinya adalah, dia ingin memastikan kalau uang yang akan dia ambil
memang tidak sedang kubutuhkan dan saat dia berhasil mengambil uang itu, aku
masih bisa bernafas dan hidup dengan normal. Dia juga menjanjikan akan
membawakan daging sambal goreng dan sungguh, aku bersumpah perkataan itu
merupakan rayuan maut bagi mahasiswa bokek yang lapar.. tetep...
Ada banyak kejanggalan
tapi aku tak hirau, aku tak tanya. Dia tidak ikut ke dalam ATM, katanya dia
sholat tapi pas ada di musholla BRI dia mengaku sedang menstruasi. Tidak
menghitung uang yang kuberikan. Bahkan aku sempat mengingat nomor plat mobilnya
-B 1324 CFQ- tapi aku agak ragu dengan tiga huruf terakhir. Aku juga bercanda
dan mencoba melihat wajahnya dari depan untuk mengingat dengan jelas wajahnya. Dia
telalu banyak bercerita untuk ukuran orang Jakarta yang biasanya ekstra super
duper waspada. Beberapa sikapnya kutemukan aneh, seperti saat seolah-olah
memarmerkan BBMnya, menyatakan seolah dia kaya tapi tanpa maksud pamer. Dia juga
bercerita tentang kedokteran, hal-hal umum tapi banyak, seperti jangan minum
soda, minuman buatan macam teh gelas atau minum kalengan lain. Banyak-banyak
minum susu, susu itu baik untuk tubuh. Aku disuruh minum susu full cream karena
dibilangnya aku kurus dan tulangku kecil. Yah anggap aja, aku dapat konsultasi
dengan biaya mahal hari itu. pewhhh..
Dan percaya atau tidak,
sebenarnya saat itu kepribadian lainku sudah berbisik-bisik tentang adanya
kemungkinan ketidakjujuran atau kepenipuanan si mbak ini. Tetapi percaya atau
tidak kepribadianku yang lain seolah-olah ingin merasakan bagaimana rasanya
menjadi korban penipuan. See.. mulai lagi keanehanku, tapi aku serius. Saat perjalanan
pulang-dan uang yang kuberikan yang tanpa dihitung itu- yang disuruhnya untuk
diletakkan di laci dashboardnya saja itu-kupandangi saja uang itu, berpikir
bahwa aku masih bisa batal meminjamkannya karena aku butuh untuk apa kek, tapi
tidak. Aku sudah berpikir kalau memang itu penipuan, toh uang ID bulan ini
sudah keluar dan sisa saldoku masih cukup untuk hidup jika ditambah dengan gaji
mengajar. “kau yakin??” bisik otakku, dan bagian lain kepribadianku Cuma tersenyum.
Setidaknya ini
pelajaran. Jangan mudah percaya dan nyantai aja diajak jalan sama orang asing
(kalau disuruh jangan bicara dengan orang asing, aku tidak bisa karena aku hobi
ngomong sama orang yang ga dikenal hehehehe..). Kalau bisa tanyakan KTP-nya, dompetnya,
buka jatidirinya jangan hanya dari omongan aja, selalu pelihara sikap skeptis.
Jangan mudah iba. Catat nomor mobilnya. Foto bareng dia. Kenalkan dia ke orang
lain. suruh nraktir dulu, bayarin utang kalian dulu.. kalau gini mah kalian
yang nipu. Yah,, tetaplah bersyukur karena itu adalah keputusan yang sudah kau
buat dan Allah Maha Kaya.. buktinya aku hidup sampai sekarang. makan kenyang, tidur tenang , meski kadang geje ga ketulungan..
Dan akhirnya, pengeluaran itu tercatat sebagai Pengeluaran Ekstra Besar yang Tidak Terduga...
*Dan buat temen-temen
STIS mohon lebih waspada karena udah banyak yang ngincar kalian... dari
pencurian, penipuan dan ada juga yang mengalami adegan penculikan meski katanya
pada akhirnya dibalikin tanpa hasil. Jangan lupa shodaqohnya, manfaatkan uang
rakyat dengan baik... gudluck semuanya...=D
brp rupee jah?
ReplyDeletelumayan buat nraktir orang...=D
ReplyDeletekarena udah ketipu, aku ga jadi traktir kau war wkwkwkwk