Tuesday, December 20

Sebuah Pengingat Hidup


Dia mengaku bernama Mila. Seorang dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis bedah ortopedi di FK UI. Orangnya rame, gampang bergaul, membuat orang lain akrab dengannya dan memudahkanmu untuk mempercayainya. Dengan tubuhnya yang mungil kecil, rambut lurus, berkawat gigi, celana jeans dan jaket pink dia bertemu denganku. Dipertigaan jalanku menuju kosan, ditengah-tengah terburu-buruku untuk pulang karena belum sholat dhuhur padahal sudah hampir jam dua dan diantara termenungku memikirkan ketidakjelasan tentang semuanya. 

Dia bertanya “ini daerah pisangan ya,dek?”. Karena menurutku bukan jadi kukatakan padanya tidak dan menurutku pisangan itu jauh. Dia terlihat kebingungan dengan hape blackberrynya dan aku juga sedang terburu-buru jadi aku permisi. Beberapa langkah dan dia memanggil. “Dek, kalo aku pinjam uangnya sepuluh ribu buat beli bensin bisa ga??nanti diganti”. Wajahnya terlihat tidak enak tapi dia sangat butuh. Kubilang padanya “kalo sepuluh ribu aja ada sih mbak, ga pa-pa” karena aku ingin segera pulang. “Ah enggak ga ga, mending ga usah” dengan gerak tubuh benar-benar tidak mau dan malu. Dia bertanya lagi di mana bank BRI yang dekat, kujawab sebisaku tapi dia tidak mengerti. Dia malah membuatku agar menunjukkan bank BRI itu naik mobilnya, wajah butuhnya membuatku ikut dengan senang hati. Itupun karena dia menjanjikanku akan menungguku sholat di bank BRI dan mengantarku pulang kembali. Dia habis lembur makanya kacau dan dia minta maaf berkali-kali karena merepotkanku karena kesalahan pribadinya.

Belakangan aku tahu, kartu atm-nya tertelan mesin atm, bensinnya habis dan tidak bawa uang kontan. Oh, jadi begitu.. pikirku. Dia mengobrol sepanjang jalan, tidak menyempatkanku untuk berfikir. Kenal dan tahu banyak tentang STIS, kampus abu-abuku. Dia bilang anaknya baik-baik, maka dia percaya padaku, Katanya dia kenal STIS dari satu teman bimbingan. Aku tidak tahu bimbingan apa yang dia maksud tapi aku tak tanya, karena wajahnya bilang dia tak mau bercerita tentang itu. Beberapa orang enggan memberitahu rahasia bukan? Karena aku juga punya beberapa. Jadi aku diam. Dia sempat telpon-telponan dengan temannya saat itu, menceritakan musibah yang menimpanya saat itu. Dia bilang dia culik anak orang(aku) ke temannya dengan nada bercanda dan tertawa sambil melihatku. Aku tersenyum saja. Dia curhat tentang para perawat yang suka ngerumpi dan kerjanya malas, kecapekkan jadi dokter. Dia bilang dia tinggal di bintaro di tengah keluarga kaya, cerita tentang ponakannya yang rame dan sekolah di SD internasional dengan bahasa inggris yang lebih jago dari dia, aku juga sedang kangen ponakanku. Dia juga panjang lebar menceritakan pengalamannya menulis skripsi dengan mesin ketik yang membuat jereng jari tangan. Aku juga sedang masa awal berkutat dengan skripsi. Kutanya tentang pasangannya dia cepat menjawab, pacarnya di papua mengabdi jadi dokter juga, jadi dokter itu susah dan mahal pendidikannya makanya tarifnya mahal. Dia ingin ke kalimantan untuk bekerja di sana, mengabdikan ilmunya dan tidak memberikan tarif yang mahal. Aku juga terpikir untuk penempatan di Kalimantan. Kebetulan...

Dia mau beli alat untuk operasi esok harinya dan harus dibawa ke suatu tempat dulu untuk disterilisasi. Dia ingin meminjam uangku untuk membeli alat apapun itu. Aku di bawa ke BRI jatinegara, aku sholat di sana. Niatnya ku kira dia akan langsung pulang mengantarku tapi dia salah belok dan harus memutar melewati pasar Jatinegara lagi. Di perjalanan memutar itu dia memastikan untuk meminjam uangku. Dan yah.. memang benar ini cerita tentang penipuan. Aku menyerahkan uangku padanya dan dia mengantarku pulang. Kukirim rekeningku ke nomornya, seperti permintaannya, agar ditransfer. Kutelpon direject, ku sms. Tak ada balas.. hilang.

Aku lupa kalo ini jakarta dan aku hanya anak desa. Aku kagum dengan situasi psikologi yang dia berikan padaku hingga aku yakin dia benar. Bahkan saat mengambil uang atmku pun aku masih membaca bismillah. Mungkin ini teguran dari Allah karena minggu itu aku sangat lalai... Astaghfirullahaladhim..

TETAPI.. menurutku dia bukan tipe cewek penipu sadis yang menggaet asal-asalan korbannya. Sebelum menyatakan tujuannya, dia memastikan banyak hal tentang keuanganku. Sepertinya dia tahu dari salah satu temannya kalau kami ini sekolah pemerintah yang dibayar mahal sehingga dia datang meminta bagian sebagai rakyat yang “baik”. Saat kubilang kalau pendapatanku Cuma delapan ratus ribu rupiah itu saja dia juga terdengar sedikit kecewa, nada suaranya berubah tapi dia menutupinya dengan pendapat bahwa dia kagum aku bisa hidup di Jakarta hanya dengan bekal segitu tiap bulannya. Dan aku jamin kalau aku hanya cerita tentang itu pasti dia tidak jadi tega mengikis tabungan hidupku yang tak seberapa. Tapi dia juga bertanya apakah aku ada pendapatan lain.hmmm... “ Anak stis biasanya ngajar kan ya? Privat gitu.. kamu ngajar juga ga?”. Yah.. tentu kujawab iya. Aku juga lancar saja menyebut berapa bayaranku padahal biasanya aku tidak begitu suka bercerita tentang angka-angka. Dia juga bertanya apakah aku sudah punya laptop atau ada keinginan lain. intinya adalah, dia ingin memastikan kalau uang yang akan dia ambil memang tidak sedang kubutuhkan dan saat dia berhasil mengambil uang itu, aku masih bisa bernafas dan hidup dengan normal. Dia juga menjanjikan akan membawakan daging sambal goreng dan sungguh, aku bersumpah perkataan itu merupakan rayuan maut bagi mahasiswa bokek  yang lapar.. tetep...

Ada banyak kejanggalan tapi aku tak hirau, aku tak tanya. Dia tidak ikut ke dalam ATM, katanya dia sholat tapi pas ada di musholla BRI dia mengaku sedang menstruasi. Tidak menghitung uang yang kuberikan. Bahkan aku sempat mengingat nomor plat mobilnya -B 1324 CFQ- tapi aku agak ragu dengan tiga huruf terakhir. Aku juga bercanda dan mencoba melihat wajahnya dari depan untuk mengingat dengan jelas wajahnya. Dia telalu banyak bercerita untuk ukuran orang Jakarta yang biasanya ekstra super duper waspada. Beberapa sikapnya kutemukan aneh, seperti saat seolah-olah memarmerkan BBMnya, menyatakan seolah dia kaya tapi tanpa maksud pamer. Dia juga bercerita tentang kedokteran, hal-hal umum tapi banyak, seperti jangan minum soda, minuman buatan macam teh gelas atau minum kalengan lain. Banyak-banyak minum susu, susu itu baik untuk tubuh. Aku disuruh minum susu full cream karena dibilangnya aku kurus dan tulangku kecil. Yah anggap aja, aku dapat konsultasi dengan biaya mahal hari itu. pewhhh..

Dan percaya atau tidak, sebenarnya saat itu kepribadian lainku sudah berbisik-bisik tentang adanya kemungkinan ketidakjujuran atau kepenipuanan si mbak ini. Tetapi percaya atau tidak kepribadianku yang lain seolah-olah ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi korban penipuan. See.. mulai lagi keanehanku, tapi aku serius. Saat perjalanan pulang-dan uang yang kuberikan yang tanpa dihitung itu- yang disuruhnya untuk diletakkan di laci dashboardnya saja itu-kupandangi saja uang itu, berpikir bahwa aku masih bisa batal meminjamkannya karena aku butuh untuk apa kek, tapi tidak. Aku sudah berpikir kalau memang itu penipuan, toh uang ID bulan ini sudah keluar dan sisa saldoku masih cukup untuk hidup jika ditambah dengan gaji mengajar. “kau yakin??” bisik otakku, dan bagian lain kepribadianku Cuma tersenyum.

Setidaknya ini pelajaran. Jangan mudah percaya dan nyantai aja diajak jalan sama orang asing (kalau disuruh jangan bicara dengan orang asing, aku tidak bisa karena aku hobi ngomong sama orang yang ga dikenal hehehehe..). Kalau bisa tanyakan KTP-nya, dompetnya, buka jatidirinya jangan hanya dari omongan aja, selalu pelihara sikap skeptis. Jangan mudah iba. Catat nomor mobilnya. Foto bareng dia. Kenalkan dia ke orang lain. suruh nraktir dulu, bayarin utang kalian dulu.. kalau gini mah kalian yang nipu. Yah,, tetaplah bersyukur karena itu adalah keputusan yang sudah kau buat dan Allah Maha Kaya.. buktinya aku hidup sampai sekarang. makan kenyang, tidur tenang , meski kadang geje ga ketulungan..

Dan akhirnya, pengeluaran itu tercatat sebagai Pengeluaran Ekstra Besar yang Tidak Terduga...

*Dan buat temen-temen STIS mohon lebih waspada karena udah banyak yang ngincar kalian... dari pencurian, penipuan dan ada juga yang mengalami adegan penculikan meski katanya pada akhirnya dibalikin tanpa hasil. Jangan lupa shodaqohnya, manfaatkan uang rakyat dengan baik... gudluck semuanya...=D

2 comments:

  1. lumayan buat nraktir orang...=D
    karena udah ketipu, aku ga jadi traktir kau war wkwkwkwk

    ReplyDelete