Tuesday, December 24

Rumah..

Hi, rumah! Apa kabar?
Ini aku masih menunggu kereta yang akan membuat kita bertemu, tapi itupun setelah aku meminta bantuan beberapa angkot dan bis. Untuk bertemu denganmu..rumah. Merasakan hangatmu dan makanan enak itu.
Bukankah keren nanti jika kubilang, jarakku denganmu adalah separuh Indonesia, rumah?? Karena memang begitulah nanti jika aku sudah pindah. Sekarang jarak kita hanya satu sisi Pulau Jawa. Aku hanya perlu menyebrang sungai "kecil" macam brantas ato bengawan solo, itupun sudah di atas jembatan. Tak perlu bertarung dengan arus atau berkecipukan dengan gelombang.

Nanti aku akan menyebrang lautan hanya untuk bertemu denganmu, rumah. Sangat heroik bukan?? Tapi tidak lagi karena ada pesawat yang lebih heroik dari aku. Dia yang mengantarku menujumu nanti, rumah. Jadi, tak perlu bertarung dengan arus atau berkecipukan dengan gelombang. Tapi itupun setelah aku meminta bantuan beberapa angkot dan bis.
Hi,rumah!! Kira-kira sejauh apa ya aku bisa pergi darimu?? Agar aku bisa merindukanmu lebih lagi. Sebelum nanti seseorang membangunkan untukku rumah lain. Tapi kau akan tetap jadi rumahku bukan? Meskipun kau tak punya jendela besar seperti yang selalu kubayangkan. Ataupun taman bunga indah dan kolam ikan bergemericik mewah. Meskipun kadang aku bingung menentukan mana kamarku saat pulang.
Karena kau rumah, bangunan kecil itu, keluarga besar itu dan kenangan-kenangan itu... Aku pasti pulang meski pernah aku tak mau.
Hi, rumah! Aku senang kau selalu ada di sana, menungguku.. Yahh kuharap kau menungguku =)

No comments:

Post a Comment