Saturday, December 14

Desember

Petang ini dia harus terpaksa kuyup karena aku, demi agar aku tidak kebasahan jadi ia relakan payungnya di atas kepalaku. Sedang ia sendiri tunggang langgang dengan butir- butir hujan diujung-ujung rambutnya yang ikal. "mau berbagi?" tawarku. Dia bilang tidak. Biar dia bilang iya pun aku akan bilang "tidak boleh!!". Lalu kenapa aku bertanya?? Entahlah..
(diilhami saat pulang bareng teman, dia ga bawa payung dan aku bawa)

Sore ini aku menyiapkan segalanya dua porsi. Membeli sup buah dua gelas, nasi dua bungkus, sayur untuk dua orang dan ikan goreng dua ekor. Ini semua karena dia akan benar-benar datang. Bukan dia yang menyapa di pintu masuk kantor sambil bilang selamat pagi, padahal dia ada di ujung lain bumi. Bukan dia yang menemaniku berdiri di samping mesin fotokopi padahal dia sedang sibuk mengurus urusannya sendiri. Bukan dia yang menyuruhku melihat langit padahal ia malah sedang merunduk mungkin mencari kuaci.
Bukan dia yang khayalanku tapi dia yang asli.
(muncul dipikiran saat minta dititipin adek kosan beli makan, jadi harus beli dua porsi)
Aku bingung, harus melihat ke bola matamu yang kiri, atau bola matamu yang kanan atau diantara keduanya? Di atas hidung kecilmu itu? Maka aku malah memilih melihat sendok dan garpu di depanku. Sudah cukup aku memikirkan maka aku ingin bertanya. Aku ingin bertanya tapi betapa takutnya aku jika nanti jawabanmu malah meruntuhkan setiap asumsiku tentang hatimu. Mungkin karena tak sanggup maka sudahlah. Aku mau bilang, Kau sadar tidak sih kalau aku akan pergi jauh??
(tetiba kepikiran saat nafsu makan menurun)
Ini cuma cerita, kawan. Ya tuhan!! Sulit sekali membuat kalian percaya kalau ini cuma cerita, tiba-tiba muncul saja di kepala. Percayalah padaku, karena bukankah kita berada di pihak yang sama? Aku juga penasaran siapa dia yang mau menerima orang yang kenormalannya diragukan seperti aku.
Ini desember kan ya?? Wajarlah kalau galau, gerimisnya selalu begitu... =D

No comments:

Post a Comment