Wednesday, March 28

BBM Naik, Demo dan Seragam Kami


Antara tanggal 26-30 Maret 2012, sekolah tinggiku yang biasa dipenuhi warna biru (seragam kami) dengan gedung abu-abu dan latar langit mendung kelabu di musim hujan berangin, sekarang menunjukkan pola warna-warni, membuatku merasa baru sembuh dari efek buta warna sebagian. Yup, kami kuliah tanpa seragam biru kebanggaan kami itu. Alasannya adalah terkait kenaikan BBM yang direncanakan akan terjadi pada bulan april mendatang. Kami melepas seragam bukan karena ikut melakukan demo "ala kami" untuk menentang kebijakan pemerintah. Kami adalah para generasi yang dididik untuk berbakti pada pemerintah dalam melayani rakyat Indonesia jadi kami dilarang mendemo kebijakan pemerintah (mungkin diantara kalian ada yang bilang kami bukan mahasiswa sebenarnya, tapi percayalah.. di sini kami berusaha semampunya untuk memperbaiki keadaan dari sisi yang lain, insya Allah..). Lalu apa hubungannya baju bebas kami dengan kenaikan BBM kalau begitu?? Masih tetap karena demo. Kampus menginstruksikan untuk melepas atribut kepemerintahan kami untuk sementara dalam rangka mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti disekap para demonstran karena berseragam pemerintah atau dijadikan sandra atau dibakar hidup-hidup karena mereka kehabisan ban bekas dan sejenisnya. Jadi, untuk keamanan melepas seragam adalah jalan terbaik.

Sebenarnya heran juga. Kami kuliah dipinggiran kota Jakarta, hampir ga ada badan pemerintah yang pantas di demo di wilayah sekitar sini setahu saya hehehe.. Kami juga kosnya ga jauh-jauh amat, tinggal jalan kaki lewat lorong-lorong tikus sudah sampai di kampus..Tapi untuk jaga-jaga jangan2 nanti dilewatin masa yang lagi long march dan keselamatan teman-teman kami yang tinggal di Jakarta dan jauh dari kampus kebijakan tanpa seragam pun diberlakukan.

Pertama kali diumumkan di auditorium kami untuk bebas seragam, aku yang hampir tidak punya koleksi baju resmi sama sekali garuk-garuk kepala sedang mahasiswa lain bersorak bergembira. Adalah hari senin itu hari terekspresif sepanjang sejarah sekolah tinggi kami. Para mahasiswa yang memang punya bakat unjuk diri -yang selama ini terlapisi seragam biru abadi- hari itu menjadi individu yang sealay-alaynya.. kata adik tingkat, untuk hari senin itu ada teman2nya yang sengaja belanja baju baru dan macam lagi. Semua jenis baju dan sepatu, berbagai gaya kerudung dan pernak-perniknya campur aduk jadi satu. "macam mall saja kampus kita" salah satu komentar kawan sebelah. Saya sih tidak melihat kejadiannya langsung karena pada hari itu saya tidak ada jadwal kuliah, syukurlah.. Yah, kapan lagi bisa bergaya di dalam kelas secara legal, Setiap individu tak kan menyia-nyiekan kesempatannya. Awalnya hanya hari senin dan selasa saja diberlakukan kebijakan ini, tetapi sekarang malah sampai seminggu dan baru minggu depan kami boleh pake seragam lagi. Ini karena para demonstran masih banyak yang daftar buat demo lagi hari-hari berikutnya. Beberapa mulut kawan mulai panik karena kehabisan baju hahaha... aku rindu seragam biru telur asin itu.

Tuan dan nona demonstran,
Mohon berdemolah dengan nurani, jangan dengan anarki. Tanpa bakar-bakar ban, mending camping rame-rame bereng pemulung di depan gedung DPR terus bakar-bakar jagung, numpang mandi, numpang ng-AC, numpang cuci baju dan lain-lain di gedung DPR karena itu gedung milik rakyat dan para miskinner punya hak di sana. Demo tanpa tendang-tendang fasilitas umum karena yang dipake benerin ntarnya itu juga rakyat juga. Harusnya bisa buat gaji guru malah untuk memperbaiki kerusakan yang anda buat. Demo tanpa menghalangi rutinitas warga, karena itu menganggu rakyat mendaatkan rezekinya. Sebelum demo tolong luruskan niat kalau anda bergerak memang untuk rakyat bukan karena sokongan nasi bungkus upah anda berteriak-teriak sepanjang siang, sepanjang jalan. Renungkan apakah benar kebijakan pemerintah salah atau memang manfaatnya untuk jangka panjang.Jika memang salah, tolong bantu carikan solusi yang lebih memungkinkan untuk dijalani.
Kami tahu pemerintah itu SH*T, belum juga pecus meratakan hasil dari sumber daya alam kita yang berlimpah. Kami juga bilang DPR itu S*CK, karena tidak pernah ada yang mengusulkan "potong saja gaji kami dan jadikan anggaran kesehatan" malah bikin kantor kerjanya macam hotel. Para koruptor itu F*CK, karena semua diembat habis untuk diri sendiri. Dan birokrasi kita na'udzubillah tak terkatakan rumitnya. (semoga saya ga digantung gara-gara kalimat ini). Akan tetapi, mohon sadarlah.. beberapa orang di sana entah sebagian besar atau sebagian kecil berjuang untuk mencapai kebaikan bersama. Hanya saja mungkin mereka masih kalah dan menunggu kita generasi selanjutnya untuk berjuang bersama-sama.

Tuan dan Nyonya di gedung pemerintahan,
Saya bukan orang terpelajar macam anda, dan juga tidak bijaksana. Saya mengerti kebijakan yang anda keluarkan telah melalui berbagai pertimbangan dan perhitungan yang melibatkan banyak pihak. Tapi kenapa anda tidak pernah berbicara baik pada kami, kami jadi tak mengerti. Layaknya hubungan suami-istri, komunikasi adalah jalan terbaik untuk saling memahami. Jika anda sebagai suami terus bekerja tanpa memberi tahu betapa sayangnya anda pada istri dan tak berkata kalau anda bekerja untuk sang istri, tentu sang istri akan berpikir anda lebih mencintai pekerjaan dan uang dibanding dia. Analog bukan dengan yang terjadi.. anda bekerja keras untuk kami sang rakyat tapi tak pernah mengkomunikasikannya, sehingga kami rakyat yang suka berprasangka mulai termakan omongan tetangga yang tak ingin kita harmonis lagi. Mohon edukasikan kebijakan yang anda ambil kepada kami rakyat yang tak tahu apa-apa ini. Sering-seringlah berkomunikasi, meminta pendapat kami, mengajak kami berjuang bersama anda. Karena kemakmuran bukan hanya tanggung jawab anda, tetapi kami juga ikut dalam usaha mewujudkannya.

Sunday, March 25

Friend's Luv Story

Dari sekian trilyun cerita yang disusun oleh ilahi tentang pertautan dua hati, ini adalah salah satunya. Diantara sekian kisah tentang ketertarikan pada pertemuan pertama, ini justru rasa yang terpupuk dari masa ke masa. Adalah satu tulang rusuk dan pemiliknya yang bertemu tanpa ada desir di hati, angin yang berhembus aneh atau pertanda lain saat pertama bersua. Tapi setelah berbagi setiap cerita, hati mereka sepakat untuk bersama.
Tulang rusuknya adalah kakak kelasku di masa-masa SMA dulu, dan cerita ini memang telah terangkai sejak masa itu. Sedangkan sang pemilik adalah teman seangkatanku di SMA juga. Karena cukup kaget dengan pernikahannya yang dadakan tanpa ngundang-ngundang dan saya juga pengen denger sendiri uraian tentang istilah hati alias cinta dari pelaku langsungnya bukan dari cerita karangan ala novel atau sinema, maka saya meminta teman ini untuk menceritakan sedikit kisah antara dia dan tulang rusuknya. 

Saat menulis ini saya belum dapat izin dari orangnya sebenernya..=D jadi ini akan jadi ringkasan saja, heheehe...
Karena terlalu merendah atau entahlah, teman saya ini mengatakan kalau kisahnya sama dengan pasangan lainnya yang putus nyambung dan semacamnya. Kenal pertama di suatu kegiatan siswa, dengan calon tulang rusuknya sebagai senior dan dia adalah newby. Dan seperti pepatah jawa "tresno jalaran soko kulino", kebersamaan membuat keduanya kian dekat. Dari kegiatan sekolah sampai sesi curhat.. umm.. temanku mengatakannya dengan kalimat "karena kami saling curhat maka kami bisa mengerti perasaan satu sama lain. Itulah yang membuat kami akhirnya jadian. :)"...

Dan ini yang ia katakan saat aku tanya apa yang dia sukai dari tulang rusuknya..
"Yang q sukai??? em....opo yo...
kayax gak ada jawaban untuk pertanyaan ini dho (dho itu namaku..), coz kita gak perlu alasan untuk bisa menyukai orang lain. Untuk bisa menyukai orang lain yang kita butuhkan hanya pengertian. Bisa memahami apa yang jadi kekurangan mbak *** (nama tulang rusuknya) n q menutupi dengan kelebihanq (nek nduwe), begitu juga sebaliknya. Itulah sebenarnya yang membuat sebuah hubungan bisa langgeng, bukan qt menyukai qt karena orang itu sehobi dengan qt ato mungkin sama derajat sosialx dengan qt ato mungkin sama kayax dengan qt. Justru klo qt menyukai seseorang dengan cara yang seperti itu maka ketika qt menemukan kekurangan dari orang yang qt sukai, qt justru akan menjauh. Cintai kekasihmu dengan kekurangx, jangan hanya dari kelebihanx.".

Amboiii... bijak benar kawanku ini, sobat... =D


Dan kisah sampai ia memutuskan meminang sang istri...
"Suatu saat q sadar bahwa ke-khawatiran itulah yang membuat q takut, bukan ketakutanq yang membuat q khawatir. Dan dengan pemikiran yang cukup panjang dan bermodal sedikit keyakinan bahwa perkara rejeki dan jodoh adalah kuasa Allah dan q hanya cukup berusaha untuk mendapatkan berkahnya maka q putuskan untuk menikahi istriq pada tanggal 9 Februari 2012.
Yang namax dilamar ama orang yang disayang y seneng dho, malah ortu kami juga seneng karena daripada pacaran melulu, dipandang mata juga gak sedep, mending nikah n pacaran lagi biar lebih romantis pacaranx. hehehe
Banyak orang2 terdekatq yang (mungkin bisa dikatakan) kaget dengan berita nikahq. bahkan ibuq sendiripun mengira bahwa q telah menghamili mbak ***. tapi q jelaskan semua dengan sejelas2x hingga ibuq mengerti dengan keadaanq. bukan hanya ibuq yang mengira kami menikah karena “kecelakaan”, tetanggaq, bulek, n mungkin da jg temen yang mengira gitu. tapi q males jelasinnya, bagiq yang penting restu ortu udah
q kantongin buat modal nikah. karena nikah tanpa restu orang tua juga gak akan mendapat restu dari Allah. 

:)"


Begitulah,, Keputusan yang cukup berani menurut saya, berhubung teman saya ini cukup awut-awut hidupnya hahaha (piisss..v), belum lagi nafkah yang harus ditangungnya dan tanggung jawab lainnya tapi kalau serius jangan diragukan hasilnya. Selamat menempuh hidup baru kawan, ... =)

Ceritakan Padaku


Gw pengen membuat kumpulan cerita dari teman-teman baik dekat, baru kenal, udah lama tak bersua atau macam-macam orang lainnya. Tentang hidup, hati, sakit, prestasi dan apa saja. Jadi gw bisa nginget mereka dari cerita itu buat menuh-menuhin blog juga hahaha, dan menambah kebijaksanaan tentu saja. Kalau bisa nanti pengen keluyuran terus nanya-nanya orang di jalan hohoho. Tapi kayaknya ga bisa sekarang...hmm..
Jadi, kalau kalian punya cerita,,,, ceritakan padaku..=)


Umm... Dan juga kisah tentang keluarga...=)

Wednesday, March 21

Balada Dosen

Sebenarnya ini tidak hanya terjadi pada dosen saja, tetapi menimpa berbagai pengajar seperti guru SD sederajat, SMP sederajat, juga SMA sederajat. Dari jaman saya cuma bisa bengong samapi sekarang saya bisa rada-rada mikir.
Dulu saya selalu mengira bahwa guru atau kita sebut saja para pengajar adalah orang paling pintar karena hafal berbagai materi tentang apa yang mereka ajarkan di depan kami semua, murid-muridnya yang bertampang dongo yang mendengarkan dengan mulut terbuka... yah ga segitunya juga sih, karena yang lain lebih memilih bertampang dongo melihat keluar jendela tak peduli. Seiring berjalannya waktu, saya jadi berubah. Tak lagi salut karena para pengajar itu bisa hafal segalanya, tapi saya jadi salut karena mereka tak juga bosan membicarakan segala hal yang sama selama bertahun-tahun, mengulang-ngulang pelajaran dari bulan Juni sampai Juni lagi, dari jam tujuh pagi sampai sore hari dan berulang lagi.

Semakin salut lagi pada para dosen di sini, bayangkan... setiap dosen mengajar lebih dari dua kelas setiap tahunnya, bahkan terkadang ada yang sampai empat kelas bahkan lebih selama seminggu. Bagi dosen dengan mata kuliah berdasar logika matematika mungkin bosan-bosan tidak, setidaknya materi yang mereka ajrkan tetap itu dan terkontrol. Tetapi bagi dosen yang menggawangi matkul yang sifatnya bisa dibaca sendiri oleh para siswanya, sehingga mereka sadar pastinya lebih banyak mhsiswa yang tidak memperhatikan, maka mereka menyisipkan guyonan, cerita masa muda, Indonesia pada zaman dahulu kala, ataupun kisah mahabarata kalau perlu, dan cerita ini akan diulang-ulang di semua kelas pada hari itu atau hari-hari berikutnya. Biasanya di kosan akan ada percakapan seperti ini
teman= "udah diceritain tentang ini belum sama pak Z??".. 
saya= "kayaknya belum, emang gimana??".. 
teman= "ituloh bla bla bla..bla bla bla.." dan seterusnya dan seterusnya.
saya= "ohhh..." kalau biasa aja, "hahahahah..." kalau emang lucu, "hah, serius??" kalau memang butuh komen kaya gitu. Dan alhasil, saat besoknya sang dosen menceritakan tentang itu saya tinggal mesem-mesem doank.. =)


Ada dosen yang bilang jangan bilang siapa-siapa tapi beliaunya sendiri yang menceritakan di semua kelas, jadinya cerita itu menjadi rahasia umum. Saya terkadang bingung sebenarnya cerita ini memang rahasia ataukah saya yang terlalu menepati janji?? . Ada juga dosen yang guyonan sepanjang waktu dari tahun beheula sampai bertahun-tahun yang akan datang, bahkan cerita paling lucu kalau diceritakan ratusan kali pastinya bosan juga. Pantas saja terkadang dosen saya satu itu menarik nafas dalam setelah selesai bercerita, seolah "hufftt..cerita yang ini sudah".. bagi kami para mahasiswa yang baru dengar sekali sih tertawa saja, karena memang lucu. Ada juga kawan yang merasa sudah sepatutnya tertawa alias terkadang terpaksa mengerek bibir untuk sekedar mesem padahal guyonan sang dosen tidak lucu untuk menghormati beliaunya. Ada juga dosen yang mengajar dengan menjelaskan slide-slide yang secara kasat mata sudah sangat jelas, biasanya, dulu pas jaman saya, beliau ini masuk setengah jam setelah jam masuk dan keluar setengah jam sebelum jam keluar karena bahan yang dibicarakan sudah habis. Entahlah bagaimana nasib bapak ini setelah absensi handkey diaktifkan, alias bapaknya ga boleh telat dan ga boleh pulang cepat. Ada juga yang saking bepengalamannya sang dosen hingga semua berjalan sangat teratur, jam 10.00 masuk=>10.01 greeting dan tanya tugas=>10.10 materi pada halaman ke-a=>11.05 berpindah ke halaman ke-b=>11.45 menulis a-b-c di papan tulis=> 12.05 kembali membahas buku diktat => 12.27 mulai penutupan =>12.30 meninggalkan kelas tigapuluh menit sebelum jam berakhir dan berharap kami berdiskusi tentang matkul yang barusan beliau ajarkan.. kami?? ayolaahh... tentu saja kami langsung pulang..=D


Jadi, itulah kunci kenapa para dosen dan guru-guru masa kecil saya begitu faham akan apa yang mereka katakan. mengulang dan mengulang,,, pantas saja mereka selalu mengatakannya, ternyata mereka telah membutikannya sendiri .hmm....

sallute to all my teacher!!! =)