Wednesday, March 14
Oleh-oleh kosan untuk kami yang pulkam
Diluar para anak atas dan anak depan sedang ngepel ruang tamu yang sudah seminggu dibiarkan kebanjiran hingga lumpurnya mengering membentuk semacam permadani kecoklatan yang kering kerontang. kenapa sampai seminggu?? Yah, karena kami kekurangan tenaga pengepel, semua sedang pulang kampung saat banjir terjadi. Saya dan Nona berinisial R yang datang pertama ke kosan (tepatnya saya yang datang pertama) langsung lemes dan menarik nafas dalam setelah membuka pintu untuk pertama kalinya. Bentuk kosannya udah ga karu-karuan. Udah kayak berlapis coklat kental manis di bagian yang basah dan kayak emperan sawah pas musim kemarau di bagian yang kering, udah kayak banjir lahar dingin. Belum lagi para tikus dan entah hewan-hewan apalagi yang ukiran jejaknya tidak saya kenali sepertinya berusaha membuat lukisan masterpiece abstrak di lapisan lumpur setengah kering itu dengan kakinya untuk menyambut kedatangan kami. ohh God!! satu jam pertama saya cuma keliling-keliling dan memotret, linglung, tak jelas. Planning awal habis perjalanan mau langsung tepar seharian karena encok semua tidur di kereta tetapi kuasa tuhan berkehendak lain... saya ga tega mau tidur dengan kondisi mengenaskan macam itu, membawa nightmare tersendiri sepertinya.
Sambil menunggu Nona R yang baru sampai Cikampek, saya ngosek kamar mandi. Begitu Nona R datang kami langsung MAKAAAANNN... hahaha, ya iyalah.. isi tenaga dulu, ntar kalo tengah-tengah ngepel kita pingsan kelaparan terus nyungsruk di lumpur bisa masuk koran internasional nanti. Akhirnya saya dan Nona berinisial R mulai membersihkan kamar kami dan ruang tengah mulai dari jam 8 mpe jam duabelasan. Mau bersihin ruang tamu sekalian tapppiiii.. Kami menyerah.. engsel tangan udah pada jerit-jerit suruh ngosek lantai hampir empat jam karena lumpur yang mengering tak mau hengkang jika cuma dengan guyuran air. Belum lagi lubang buangan air yang dulunya bisa langsung srok-srok keluar pintu, sekarang cuman berupa lingkaran berdiameter ga sampe 10 cm,,pewhh... Udah mau kita bobol aja itu tanggul pake palu, tapi ga bisa..hahaha.. entah palunya yang kurang ampuh, temboknya yang ampuh banget atau banjir lumpur ini sangat ampuh membuat tangan saya kiyu (jawa=lemes). Meski ngepel dengan keadaan mengenaskan begitu dan cuma berdua, masih bisa-bisanya kami meluangkan tenaga untuk ngakak bersama dan mentertawakan nasib, kata Nona R " tetangga pasti menyangka kita senang sekali kalau kebanjiran".... =D
Selesai... mandi... ZZzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..... bangun... adedeedehhdeh LINU_LINU... count*rpain.. lumayan... tapi baru hilang tuntas tiga hari kemudian..-_-"... gatal-gatal... salep 88 hohoho... ternyata gatal-gatalnya karena ada ulat bulu jatuh ke bak air kamar mandi huwaaa...
Sorenya Nona R ngajar, aku .. dapat sms "ka izah, lesnya besok aja ya".. alhamdulillah.. hehehe
lalu dapat sms lagi dari Nona R yang isinya..dia ga jadi ngajar karena muridnya malah nonton konser.. padahal udah naik angkot ke sana... kasian-kasian...=D
Selang beberapa hari Nona Mira pulang, dan taraaaaa... lantainya berkarpet baru warna coklat, LUMPUR. mulailah ia mengepel dari jam empat pagi mpe sekitar jam tujuhan, harusnya sih tidak selama itu karena cuma ngepel kamarnya aja, tapi karena sifat air yang blusak-blusuk ke tempat yang rendah sedangkan kamar Nona Mira adalah dataran kosan paling tinggi, air berlumpur dari kamar pada keluyuran ke seluruh ruang makan, akhirnya Nona Mira encok juga...hohoho
Dan pagi ini jeng Lusi, baru tiba dan langsung ngepel ruang depan bersama adek-adek, dan sekarang humay kami kinclong lagi seluruhnyaaa... yayyy... Kehidupan akan berjalan normal lagi sekarang, meskipun senormal-normalnya hidup di sini tetp aja masuk kategori less-normal hoohoho ato too normal to be true kekeke...
Begitulah kejutan yang menyenangkan dari kosan kami, dulu saat Mr, Dudung belum wafat, Mr. D lah yang membersihkan lumpur kalo kosan kebanjiran saat kami pulkam, jadi kami tinggal ngepel aja kalau nyampek kosan. Bagian luar kosan juga terawat dengan baik, bunga-bunganya, selokannya, rumput-rumput liarnya, semuanya rapi. Yahh.. semoga amal ibadah Mr.D diterima di sisiNya dan dterima amal kebaikkannya.
*gambar di uplod kalo saya ke warnet ato udah daftar WiFi gratis di kampus...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment