Monday, March 19

Jauh

Tak menyangka betapa seringnya dulu kita saling bertukar sapa dan kini tiba-tiba saja jarak itu semakin merentang..Dan bayanganmu terlihat kecil di kejauhan...
Entah jarak dan waktu yang penjangnya keterlaluan atau memang engkau tak lagi memandang aku sebagai seseorang yang perlu diberitahu saat kau bahagia atau menanggung luka? Aku ingin tahu. Aku ingin tahu keluh kesahmu sama seperti dulu saat kau tak punya malu mengatakan segalanya dengan bertubi-tubi kepadaku. Sakit hatimu, bahagiamu, jerit bathinmu, hingga teriakan puasmu. Semua aku tahu. Tapi itu dulu.

Kini hingar bingar aromamu hanya sesekali tertangkap ujung saraf hidungku, dan otakku mulai tumpul untuk mengenalimu. Mungkin nanti akan ada cara di mana kita bisa bercengkerama seperti seharusnya kita. Bukan dialog antara dua orang yang terpaksa bicara.

No comments:

Post a Comment