Saturday, December 13

Nona kecil

Hai nona kecil..
Salam kenal..
Kita belum pernah bertatap muka sebelumnya, tapi sudah kulihat fotomu. Kau tenang dan nyaman dalam gendongam ibumu.
Hai nona kecil..
Apa kabar??
Kau tak kenal aku, tentu.. Tapi aku tahu ibumu. Orang yang kukagumi karena bijaksananya. Semoga kau turut mewarisi sifat itu bersama anyaman gen yang kau dapat darinya.
Hai nona kecil..
Kita punya nama yang sama.
Meski hanya satu kata.
Namamu adalah hadiah terindah yang diberikan ibumu padaku.

Desember

Datanglah kesini, tuan muda..
Ilalang sedang bagus-bagusnya di bulan desember. Tanaman hijau berujung putih menyemak di bawah pepohonan. Seperti semak bunga biru di bawah pohon pinus yang pernah kutonton di acara teletubbies, siaran yang muncul dari tivi di perut lala.

Desember di sini seperti Jakarta. Hujan melulu. Membuat akhir pekan lebih sering kuhabiskan bergulung-gulung di kasur dengan buku bacaan. Dinding kamarku jadi dingin dan kain batik berjabatan selimut dengan setia menyelimuti sebatas leher.

Hai, Izah 24

Selamat siang izah..
Ini ditulis di tempat orang menunggu taksi di bandara soekarno-hatta. Menunggu seorang teman untuk bersama kembali ke pulau rantau.
Hari ini 7 desember, dan yang terlintas dibenakmu sejak pagi adalah apa yang dilakukan ibumu tepat hari ini 24 tahun yang lalu?
Aku lahir ditanggal ini, tapi orang tuaku bilang aku lahir malam hari. Jadi kalau kau mengucapkan ulang tahun jam 12 pagi tanggal 7 desember, ibuku bahkan mungkin belum merasa mules perut saat itu dan akupun belum lahir.

Monday, October 13

Terima kasih, Vivin

Tadi pagi, masih riweh berkutat dengan wara-wiri kantor yang belum juga menemukan masa rehat. Sedari awal masuk rasanya belum sempat leha-leha tanpa pikiran, membuat setiap kesempatan luang selalu dimanfaatkan untuk tiduran dengan anggapan hidupku tak punya beban..
Makin parah lagi karena setiap rutinitas rohani yang terbangun mulai surut dan surut. Dan semangat itu malah menjadi seperti lampion terbang yang semakin meninggi dan meninggi menjauh dariku yang semakin merosot dan merosot.. Mungkin kelihatannya tidak parah, tapi apa jadinya kalau terus berlanjut dan berlarut-larut??
Dan disanalah ia. Seorang kawan yang terlalu sering menjadi perantaraku mengingat bahwa setiap muslim itu bersaudara. Sekali lagi, tuhanku yang baik itu, menjadikan ia perantara untuk mengingatkanku dengan lembut.

Tuesday, September 30

Hari Statistik Nasional

Seperti Hari Pendidikan yang diperingati oleh para guru dan siswa atau Hari Jadi TNI untuk para tentara, Hari Statistik Nasional merupakan hari besar bagi para pejuang data. Hari istimewa ini diperingati serentak oleh seluruh Badan Pusat Statistik (BPS) di setiap kabupaten/kota dan provinsi di penjuru Republik Indonesia.

Hari Statistik merujuk pada hari dimana undang-undang mengenai penyelenggaraan sensus dan survei  yaitu  UU No 7 tahun 1960 yang disahkan tanggal 26 September 1960. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan sebagai Hari Statistik Nasional. Badan Pusat Statistik sendiri merupakan sebuah badan sensus yang sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka dengan nama Centraal Kantoor voor de Statistiek (CKS). Badan inilah yang melakukan penghitungan jumlah penduduk di masa penjajahan karena kesadaran Bangsa Belanda pada masa itu mengenai pentingnya data bagi perencanaan ke depan suatu wilayah.

Wednesday, August 27

Menyapamu.. (2)

Memujimu mudah..
Dengan segala keelokan, senyum manis dan hatimu yang baik, memujimu pastilah mudah. Tapi mengolok-olokmu jauh lebih menyenangkan.

Menyapamu mudah.
Lewat segala satelit yang diluncurkan ke angkasa, menyapamu pastilah mudah. Tapi akan sangat berbeda jika dengan menatap matamu, tersenyum padamu dan mengatakan "hai.." tanpa perantara apapun selain udara.

Mencintaimu mudah..
Tapi mengatakannya padamu akan butuh kata yang lebih sulit dari pada mudah.

Tuesday, August 26

Ayo Baca

Aku angin Engkaulah samudra..

.. Mengingatkan saya mengapa dulu saya jatuh cinta pada cerita kriminal.

What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?

Mau kubilang lantang..
... atau kupendam dalam diam
Tetap saja kusebut (dia) cinta.

Empat frase dari empat buku yang baru kubeli secara online yang ongkos kirimnya ke kantor di kecamatanku setara dengan satu buku..

Aku masih miris kenapa harga buku mahal.. Begh.

Tak tahan ingin membaca diantara penyiapan pencairan POK, pembuatan laporan SBMN, buku rilis PDRB pengeluaran kabupaten, kegiatan rutin distribusi, pemeriksaan sakernas susenas, plus nggantiin para masyarakat kantor yang mau ratekda.. *hiks
Laahaula wa laa quuata illa billah..
Aamiin =)

Sepeda

Dengan bersepada dari pasar sungailiat sampai rumah di RSS pemda aq jadi sadar kalau dataran Bangka tidak datar-datar saja..

Aku juga menyadari, angin adalah gaya gesek yang sulit kau kalahkan saat kau sudah bertahun-tahun tak bersepeda dengan rute panjang, dengan kondisi perut hanya sarapan beberapa sendok pasta lafonte instan, siang yang panas dengan kostum jaket tebal.. Beberapa kayuhan di tanjakan aku memilih berjalan dan menuntunnya..

Yupp..
Aku baru beli sepeda hari minggu kemren. Alat refreshing yang sudah lama ku impikan hehe
Let's have fun and be healty =D
Kalo sempet.. Jiahhh preett..

Monday, August 18

Menyapamu..

Baiklah..
Ini aku. Duduk di balkon hotel di atas kursi yang kuseret dari meja rias, menunggu matahari muncul sambil menahan diri mati-matian untuk tidak menyapamu.

Menyapamu mudah.
Lewat segala satelit yang diluncurkan ke angkasa, menyapamu pastilah mudah. Tapi akan sangat berbeda jika dengan menatap matamu, tersenyum padamu dan mengatakan "hai.." tanpa perantara apapun selain udara.

Hei-hei..
Keinginan menyapamu tidak pernah sebesar ini sebelumnya. Mungkin kita memang terlalu jauh terpisah. Dan sialnya.. Sepertinya kau tak mempedulikannya.

Sampai pada satu kesempatan, aku sadar. Kita memang tak pernah saling menyapa. Aku menyapamu. Tak pernah melalui perantara udara. Aku menyapamu. Berharap kau punya frekuensi pikiran yang sama. Aku menyapamu. Tanpa kata tanpa suara.

Saturday, June 14

Entahlah

Hari ini minggu, dengan mendung yang menggantung sedari awal pagi, belum puas rupanya langit menjatuhkan hujan semalaman.

hmm suasana yang menambah galau keadaan.

Hei, tulislah sebuah buku kata mereka.
Jika aku membuat buku, aku akan takut.. Takut kalo akhir ceritanya tidak sama dengan kenyataan, tapi aku lebih takut lagi kalau kenyataannya akan sama dengan cerita yang ku karang-karang.

Saturday, March 29

Loooongweekendtraffic (2)

Keadaan bis:
gerah pasti, keringat di mana-mana, lepek.. Kayaknya kalau Alissya Soebandono numpang ini bus juga udah ga kelihatan cantik lagi deh
musik dangdut untuk menenangkan penumpang diputar keras2 kayak mantenan. Untung yang 90an, kalau dangdut oplosan bisa-bisa gw....joget *halah..
Para bapak udah banyak yang top less padahal bentuknya kalau ga bulet ya tulang belulang, ga ada yang six pack buat cuci mata, mumpung di atas pusar kan bukan aurat wkwkwk *salah fokus..=D
Para penjual masih aja ngider, nyerobot ngambil jalan diantara himpitan para penumpang yang pada lepek semua, tapi kadang butuh sih.. Beli minum dan camilan..

Loooongweekendtraffic

Hai,Za..
Fewh... Hari ini mantap cuy
Malam minggu
Dengan banyak lelaki
Backsound music dangdut 90an
Coba tebak aq di mana?? =D

Sunday, March 2

Suka

Dia berharap perasaannya akan seperti bunga matahari. Jatuh cinta pada matahari, menantinya tiap pagi hingga beberapa hari kemudian ia mati, seperti yang sudah-sudah.
Baginya semakin cepat perasaan itu mati akan semakin baik.

Kau pikir gampang apa membawa-bawa kenangan tentangmu selama ini??

Awalnya dia kira perasaan ini akan cepat pergi, seperti yang sebelumnya. Maka sejak kecil ia tak pernah takut pada rasa suka. Ia yakin mampu mengendalikan hatinya. Semua perasaan itu akan sama, ia akan datang dan lama-lama akan pudar. Tapi sekali ini ia salah perhitungan, jika suka kali ini akan pergi lalu kapan suka itu akan pergi? Suka yang ini betah sekali di hatinya. Sampai-sampai ia ragu kalau suka yang ini bisa memudar dan pergi. Jangan-jangan suka yang ini adalah abadi. Ia bingung.

Musim Hujan Belum Berakhir

Air-air itu mulai gugur berduyun-duyun dari awan-awan yang terlalu dingin, mungkin mencoba mengejar kehangatan di celah-celah tanah.
Dan tanah-tanah itu sudah sedari awal tak mampu menghangatkan malah terdistraksi dan ikut larut berlalu pergi, pasrah menjadi lumpur.
Lumpur-lumpur itu datang mengambang-ngambang bersama air-air yang menyusupi celah-celah pintu.Pintu-pintu itu padahal sudah bertanggul.
Air yang masuk menyerap habis hangatnya lantai. Membikin lantai-lantai marmer di rumah kami menggigil, aq bisa merasakannya. Para lantai itu membagi dinginnya dengan kakiku yang mengeriput.

Musim hujan di kota ini terasa begitu panjang. Tanpa petani-petani, hujan di kota ini lebih sering dirutuki.

Saturday, February 8

Kota ini

Kota ini mendengung. Sejak pagi kota ini selalu mendengung, suara lampunya yang hingar bingar, pendingin udara, komputer yang menyala, genset-genset gedung dan jalan rayanya. Orang-orangnya juga mendengung, mendengungkan masalah hidupnya ataupun masalah orang lain. Keluhan yang mendengung. Bukan dengung macam dengung serangga penanda hijaunya alam ataupun dengung ghunnah dalam bacaan Al-Qur'an. Dengungnya mendengung. Bahkan hujan lebat ini pun tak jelas suaranya karena jalan rayanya yang mendengung. Sampai-sampai tiap orang mulai menciptakan kebisingannya sendiri yang lebih bernada dengan earphone ditelinga mereka.

Thursday, January 23

Anak Magang

Ya, ya.. Satu kabar yang langsung membabat habis kadar serotonin yang susah payah kukumpulkan dengan menonton anime selama seminggu ini. Sepertinya aku butuh ekstasi atau morphine. =.="
Aku sepakat tak akan menulis apapun tentang masa transisi ini sampai nanti nasib kami jelas. Karena aku sadar benar jika kutulis sekarang akan ada satu dua paragraf yang berisi caci maki. Tapi ya sudahlah... Tuhan, maafkan kami yang bersyukur dengan keluhan.

Monday, January 20

Maret katanya

Hi, zahh... Sudah selesai kecewanya??
Hmmm sudah. Semoga..
Biar sudah janji ga bakal berharap juga pasti kau berharap bukan? Kalau izah tahun 2012 tahu dia pasti mencak-mencak, tapi sudahlah =)

Hei-hei.. Tiap jalan punya susahnya masing-masing bukan? Kau sudah begitu dimudahkan jadi tak pantaslah kau mengeluh. Sedih boleh, kecewa silahkan..tapi jangan terlalu lama, sayang. Semua itu bisa memakan hatimu, menenggelamkan semangatmu.,,
Allah sedang menyuruhmu menunggu sesuatu, zah.,
Allah sedang menyuruhmu menunggu sesuatu..

Prajab maret berarti penempatan anggap saja mei hmmm