Saturday, January 21

Aku Ingin Ibuk Bisa Terbang

Dan akhirnya saya tadi tidur saja dalam keadaan setengah lapar, terbangun dengan suara gledek jedar-jeder dari langit hujan, angin dan deras dengan kelaparan yang melebihih batas toleransi diri. Badan panas dan puyeng, biasalah.. efek kalo kelaparan dan ga ada uang. Jadi kepikiran.. ibuk masak apa ya di rumah?? pasti ibuk langsung terbang ke sini kalau tahu aku kelaparan dan kalau beliau diberi keistimewaan bisa terbang. Enak juga ya punya ibuk bisa terbang, kalo kecil dulu pas sore pasti ditimang-timang di puncak tiang listrik, kalo layangan nyangkut tinggal teriak maaakkkk, atau ibuk ga perlu susah payah naik tangga untuk bungkusin buah jambu air kami yang pohonnya tinggi-tinggi untuk menambah nafkah. Tapi kalau ibuk bisa terbang pasti nanti jadi terkenal dan tidak punya waktu untuk mengajariku mencuci piring dengan benar, menyisir rambutku pelan-pelan dengan minyak atau sekedar meluangkan waktu agar aku bisa bergelung di punggungnya. 

Andaikan boleh, aku ingin ibuk bisa terbang malam ini saja. Punggungku sakit,buk. tidak ada tangan ibuk yang memijatnya dengan satu atau dua pijatan yang nyaman.
Andaikan boleh, aku ingin ibuk bisa terbang malam ini saja. Lidahku kelu, buk.Merindukan masakanmu dengan bahan segar dan kasih sayang.
Andaikan boleh, aku ingin ibuku bisa terbang malam ini saja. Bahkn ibukku bilang beliau rindu memasak untukku tapi aku hanya bisa bilang maaf, buk aku tak bisa pulang.
Andaikan boleh, aku ingin ibuk bisa terbang malam ini saja. Betapa aku merindukan tangan itu yang selalu kucium tiap meninggalkan rumah, mengalirkan restunya ke sekujur tubuhku.
Andaikan boleh, aku ingin ibuk bisa terbang malam ini saja. Akan kutunggu beliau datang di ufuk langit malam

Atau setidaknya izinkanlah aku yang bisa terbang memenuhi panggilannya malam ini saja...


Dengan segala kelembutan dan ketegasannya "IBUK"

No comments:

Post a Comment