Sunday, January 15
Surat antara Kita
Teruntuk Izah besar di tahun-tahun yang akan datang
Mungkin kau sedang duduk di pojok kafe kecil langgananmu dengan secangkir moccacino sendirian menatap bingkai jendela di senja yang ramah saat kau membaca surat ini. Atau kau membaca ini sambil menyiapkan materi pelajaran IPA untuk anakmu yang tengah bermain disampingmu diberanda rumah kayu sambil menuggu suamimu pulang mencari nafkah. Apapun kehidupanmu dan bagaimanapun keadaanmu, aku dan Izah-izah setelahku akan berjuang agar kau menikmati masa-masamu kelaknya, sama persis seperti Izah-izah sebelumku. Ini aku, Izah tahun 2012. Kau tahu, Izah kecil pasti kaget melihatku karena Allah memberikan kehidupan untukku sekarang ini lebih dari apa yang dapat dibayangkan Izah kecil. Bahkan aku punya netbuk sendiri untuk menulis semua ini untukmu hehehe. Yah, kita patut bersyukur. Berharap kau juga akan berada pada keadaan yang lebih dari yang bisa kubayangkan, semoga.. meski kita tak tahu bagaimana sang Rabb menggariskan segalanya.
Aku sekarang masih tinggal di Humay, kau masih ingat kan?? masih di kamar ini. Aku tak tahu apakah nanti kau akan mengingat segalanya sedetail yang kulihat sekarang, tetapi setidaknya kau ingat kalau hidup di sini pernah menyenangkan. Aku hanya ingin memberitahu bahwa kami, aku dan Izah lainnya, menulis dan membuat kolom di dunia maya ini adalah untuk berkomunikasi denganmu. Kami menulisnya bukan karena ingin didengar atau dibaca oleh orang-orang di luar sana. (tetapi jika mereka mau membaca silahkan saja, semoga mereka bisa tahu rasanya hidup seperti kita). Kami menulisnya untukmu, untuk membuatmu tertawa nanti saat kau mengenang semuanya lagi. Karena kami tahu tak banyak yang bisa membuatmu tersenyum nyaman atau sekedar melamun sebentar. Kau bisa baca draft-draft yang kutulis atau banyak hal yang ingin kau kenang kembali satu per satu.
Hidupku mulai berbeda dengan Izah kecil. Tak ada lagi waktu makan yang terganggu karena harus melayani pembeli di toko kelontong depan rumah. Meladeni pelanggan dengan tangan kiri karena tangan kanan penuh sisa-sisa nasi, atau menimbang semen dengan tangan kanan berbumbu pecel. Aku sudah bisa makan dengan tenang sambil membaca komik atau cerita seperti yang selalu Izah kecil lakukan. Bahkan di sini aku bisa bertahan tanpa televisi. Pasti Izah kecil sudah menjerit-jerit kehilangan arah tanpa tivi, tanpa anime serialnya. Mungkin aku bisa bertahan karena tak ada lagi acara tivi yang aku harapkan.. proporsi acara tidak bermutu semakin berada di atas nol koma lima. Semoga di masamu semua sudah lebih baik.
Izah besar, jadi apapun kau nanti, kami mencoba mempersiapkan yang terbaik di sini. Dan kami berdo'a untukmu agar bahagia. Surat ini sampai di sini. Ingatlah bahwa semua yang ada di sini adalah surat untukmu, Surat antara kita.
Sincerely
Izah 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment