Tuesday, January 24

Dulu dan Sekarang


Hmmm...
Bekerja cepat bagi saya sekarang tidak semudah dahulu.
Dulu saya yang hidup di alam rimba dengan lima saudara harus bertindak cepat untuk mendapatkan jatah hidup yang memuaskan. Kalo ada kondangan dari tetangga nasi gurih dan ikan ayam, harus keroyokan makan, rebutan lauk, mangambil nasi banyak-banyak di'puluk'an tangan, mengunyah cepat-cepat dan menelan hampir tersedak.
Tiap ibuk beli sesuatau dari pasar haris dibelah-belah jadi lima potongan biar dapat semua. Tawuran nonton TV juga bisa makan korban. Yah, tidak seekstrim itu sih pertikaian yang terjadi pada kenyataannya, tetapi bagi saya yang cewek sendiri di antara empat pejantan master kerakusan cukuplah meninggalkan kenangan teraniaya yang kadang juga menyenangkan karena ada ibuk yang memperkuat sisi saya. Jadi kalau ada bungkusan datang pas lagi cuci piring harus buru-buru selesai biar ntar ga ketinggalan jatah. Atau biar cepat diizinkan main oleh abah-ibuk harus cepat-cepat menyelesaikan tugas.
Hal ini juga dapat dibuktikan dari proporsi tubuh kami, kakak pertama saya yang makannya lambat sampai sekarang masih awet kerempeng oleh sebab kalah saing, sedangkan kakak kedua, adek-adek dan saya membesar dengan sendirinya hehehe.  Kalau diingat sekarang, sepertinya dulu hidup itu penuh perjuangan =D.

Sekarang saya justru merindukan berbagai keamburadulan lima saudara tersebut. Kini kami sudah terpisah dan punya lahan makan sendiri-sendiri tak perlu saling berkelahi.

Berkaitan dengan itu, sekarang karena arena perjuangannya berbeda, rasanya pun berbeda. Dulu tugas bisa langsung selesai tanpa proses bertele-tele karena sesuai dengan talenta saya, mencuci piring misalnya, atau mencuci baju, menyapu atau jaga toko.
Lah sekarang, statistik-statistik itu tidak se-statis yang kalian kira sobat. Tugasnya mesti perlu waktu berrambut-rambut rontok untuk menyelesaikannya, perlu berbungkus-bungkus keripik sebagai sumber tenaga dan butuh satu dua batang Milo Choco bar sebagai pengaktif sel otak.
Pekerjaan saya melambatttt... Apalagi dekat-dekat UAS kayak gini, berasa pengen kloning diri sendiri buat suruh kuliah terus saya asli operasi plastik jadi Mark Zuckenberg buat berlibur ke kepulauan karibia, mantapppnyaa..
Tapi inti dari saya melambatt ini yang perlu saya benahi, kira-kira kenapa kah gerangan?? Adakah dikau tahu??

No comments:

Post a Comment