Ini tentang Nona Mira....
Entah kenapa, sejak kemaren, dia terobsesi manggil saya dengan sebutan Icah atau itjah atau whatever..
Yah, tau sendirilah. Misalnya kalian punya temen terus temen kalian bilang "aku punya temen, namanya Icah" , yang kebayang di otak pasti cewk manis, kalem, lincah, ngegemesin (ingat kita sedang membicarakan manusia di sini, bukan kucing), suka manja-manja.. lah aku? beringas... memang saya punya kepribadian yang lemah lembut dan baik hati, tetapi, dengan cuaca dingin seperti ini di mana kepribadian terajin saya pun males mandi, karena nyeri rematik yang menjadi-jadi, walhasil kepribadian "mencak-mencak" inilah yang menguasai. Si lemah lembut dan baik hati biasanya muncul saat sedang dapet ilham tobat atau pas lagi puasa karena dialah yang paling sedikit menghabiskan energi. Nah, sekarang coba bayangin, saya yang beringas di tereak-treakin kaka icah-kaka icah dengan nada suara bermanja-manja ala nona Mira yang begitu rupa... pengen motekin jari orang satu-satu atau cabut-cabut bulu idung gorilla rasanya.
Ini berawal dari suatu sore yang mendung di kampus abu-abu gedung dua dengan adegan yang tidak usah saya ceriatakan di sini. Intinya, karena penyakit anti-dingin ini semakin merajalele di kelas akibat berbenturan dengan AC, saya bertingkah primitif (kata nona Mira, saya sendiri tidak ingat apa yang saya lakukan, itu bukan saya... itu kepribadian saya yang lain.. atau.. yang lainnya lagi..). Dan, ini membuat nona Mira histeris. Saya yang biasa bertingkah gak juelas di kosan tetapi tampil adem ayem di kampus sekarang menampilkan kegejean di muka umum. Hmm... Dia jadi bertingkah seperti fans berat saya, ampuuunnn... Padahal saya baru menunjukkan sepersekian milimeter dari pesona yang saya miliki wkwkwkwk
Dan nona Mira, saya terima anda memanggil saya apa saja. Tapi tolong nada manjanya dieliminasi agar orang tidak mengira saya dan anda memiliki sejenis hubungan yang "nggilani" di mata orang lain. Terima kasih atas apresiasinya beberapa hari ini.
No comments:
Post a Comment