Dari sekian trilyun cerita yang disusun oleh ilahi tentang pertautan dua hati, ini adalah salah satunya. Diantara sekian kisah tentang ketertarikan pada pertemuan pertama, ini justru rasa yang terpupuk dari masa ke masa. Adalah satu tulang rusuk dan pemiliknya yang bertemu tanpa ada desir di hati, angin yang berhembus aneh atau pertanda lain saat pertama bersua. Tapi setelah berbagi setiap cerita, hati mereka sepakat untuk bersama.
Tulang rusuknya adalah kakak kelasku di masa-masa SMA dulu, dan cerita ini memang telah terangkai sejak masa itu. Sedangkan sang pemilik adalah teman seangkatanku di SMA juga. Karena cukup kaget dengan pernikahannya yang dadakan tanpa ngundang-ngundang dan saya juga pengen denger sendiri uraian tentang istilah hati alias cinta dari pelaku langsungnya bukan dari cerita karangan ala novel atau sinema, maka saya meminta teman ini untuk menceritakan sedikit kisah antara dia dan tulang rusuknya.
Saat menulis ini saya belum dapat izin dari orangnya sebenernya..=D jadi ini akan jadi ringkasan saja, heheehe...
Karena terlalu merendah atau entahlah, teman saya ini mengatakan kalau kisahnya sama dengan pasangan lainnya yang putus nyambung dan semacamnya. Kenal pertama di suatu kegiatan siswa, dengan calon tulang rusuknya sebagai senior dan dia adalah newby. Dan seperti pepatah jawa "tresno jalaran soko kulino", kebersamaan membuat keduanya kian dekat. Dari kegiatan sekolah sampai sesi curhat.. umm.. temanku mengatakannya dengan kalimat "karena kami saling curhat maka kami bisa mengerti perasaan satu sama lain. Itulah yang membuat kami akhirnya jadian. :)"...
Dan ini yang ia katakan saat aku tanya apa yang dia sukai dari tulang rusuknya..
"Yang q sukai??? em....opo yo...
kayax gak ada jawaban untuk pertanyaan ini dho (dho itu namaku..), coz kita gak perlu alasan untuk bisa menyukai orang lain. Untuk bisa menyukai orang lain yang kita butuhkan hanya pengertian. Bisa memahami apa yang jadi kekurangan mbak *** (nama tulang rusuknya) n q menutupi dengan kelebihanq (nek nduwe), begitu juga sebaliknya. Itulah sebenarnya yang membuat sebuah hubungan bisa langgeng, bukan qt menyukai qt karena orang itu sehobi dengan qt ato mungkin sama derajat sosialx dengan qt ato mungkin sama kayax dengan qt. Justru klo qt menyukai seseorang dengan cara yang seperti itu maka ketika qt menemukan kekurangan dari orang yang qt sukai, qt justru akan menjauh. Cintai kekasihmu dengan kekurangx, jangan hanya dari kelebihanx.".
Amboiii... bijak benar kawanku ini, sobat... =D
Dan kisah sampai ia memutuskan meminang sang istri...
"Suatu saat q sadar bahwa ke-khawatiran itulah yang membuat q takut, bukan ketakutanq yang membuat q khawatir. Dan dengan pemikiran yang cukup panjang dan bermodal sedikit keyakinan bahwa perkara rejeki dan jodoh adalah kuasa Allah dan q hanya cukup berusaha untuk mendapatkan berkahnya maka q putuskan untuk menikahi istriq pada tanggal 9 Februari 2012.
Yang namax dilamar ama orang yang disayang y seneng dho, malah ortu kami juga seneng karena daripada pacaran melulu, dipandang mata juga gak sedep, mending nikah n pacaran lagi biar lebih romantis pacaranx. hehehe
Banyak orang2 terdekatq yang (mungkin bisa dikatakan) kaget dengan berita nikahq. bahkan ibuq sendiripun mengira bahwa q telah menghamili mbak ***. tapi q jelaskan semua dengan sejelas2x hingga ibuq mengerti dengan keadaanq. bukan hanya ibuq yang mengira kami menikah karena “kecelakaan”, tetanggaq, bulek, n mungkin da jg temen yang mengira gitu. tapi q males jelasinnya, bagiq yang penting restu ortu udah
q kantongin buat modal nikah. karena nikah tanpa restu orang tua juga gak akan mendapat restu dari Allah.
:)"
Begitulah,, Keputusan yang cukup berani menurut saya, berhubung teman saya ini cukup awut-awut hidupnya hahaha (piisss..v), belum lagi nafkah yang harus ditangungnya dan tanggung jawab lainnya tapi kalau serius jangan diragukan hasilnya. Selamat menempuh hidup baru kawan, ... =)
wahaha, moga ni artikel bisa laris diliat orang sedunia. :P
ReplyDeletebanyak kok yang liat, dari amerika, rusia dll... kayaknya mereka nyasar, yog hahahaha
ReplyDeleteaamiinn, tapi hehehe