Seperti yang telah saya informasikan sebelumnya, keponakan kedua saya dari kakak kedua saya telah menghirup udara dunia. jadi, Hari ini saya pergi ke pasar Jatinegara dengan agenda acara membelikan kado teruntuk ponakan kedua saya tersebut. Saya pergi ke sebuah toko perlengkapan bayi yang namanya Baby Purnama kalo ga salah.. (bentar tak liat bungkusnya dulu...)... iya bener, baby purnama. di sono-di dalem tokonya- tersedia berbagai peralatan bayi yang bejibun.. dari keperluan bayi yang primer: baju, popok, bantal-guling-kasur,dot, piring, sendok, sabundan kosmetik(sandang dan papan tanpa pangan), kebutuhan skunder: kereta, bak mandi, boneka, mainan mpe kebutuhan tersier macam termometer seharga 200ribuan. Mulai dari bayi baru nongol mpe yang udah bisa ngaji alif,ba',ta'..*jadi promosi.
saya mulai bingung.. mau dibeliin apa coba?? semua benda-benda bayi udah tertata rapi tinggal dipilih, tapi tetep aja aku bingung mau dibeliin apa.
Friday, June 24
Thursday, June 23
Kisah Hape Izah
Pertama saya punya hape itu pas saya kelas tiga SMA, hape itu hape oleh-oleh dari teman ayahanda dari malaysia, jadi bahasanya bikin saya ngakak seminggu pertama pake hape itu. dari kata pesan=mesej, pengaturan jadi tetapan, inbox berubah jadi peti masuk dan macem-macem lagi.. saya lebih memilih pake bahasa inggris,lebih keren dan mudah difahami oleh otak jawa saya. saya lupa serinya. Sejenis hape monoponik kalo tidak salah bisa buat sms, telpon ma main game ecek-ecek lah.. itu cukup.
Tragedi yang terjadi saat saya bersama hape ini adalah..
Tragedi yang terjadi saat saya bersama hape ini adalah..
Tuesday, June 21
Efek Kangen Kampung
Gini nih, kalo kampus lagi bikin galau. Mentang-mentang kita digaji, hidup serasa dikuasai.. T_T.. Liat jadwal di kalender akademik, kami mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik yang minta ampun baiknya, dipaksa untuk tinggal di ibu kota Jakarta yang minta ampun sesaknya sampai SEMINGGU SEBELUM LEBARAN... minta ampun, asyemnya.. emaaakkkk!!! Maafkan anakmu yang ga bisa pulang,, belum lagi tiket yang pasti sudah mengalami inflasi tingkat dewa dan kereta api yang bebas tempat duduk. dan lagi-lagi kami tak berkutik.
Untuk mengenang rumah yang rasanya sudah lama sekali tak kuinjak lantainya, untuk mengenang bau padi di sawah dan asinnya pantai desaku dan hangatnya waktu sahur dan buka di tengah keluargaku.. mari kita terpejam sejenak dan mengembalikan masa-masa itu di ingatan. (ini emang lebay,, soalnya kemungkinan saya ditempatkan di tanah kelahiran saat lulus nanti, hanya kebesaranNya saja yang bisa membuat itu terjadi.. T_T)..
Apa yang kalian lakukan kalau bayangan rumah tiba-tiba memenuhi pelupuk mata?? Nangis, cari makanan rumah, nelpon rumah, tidur, bengong,,, aku?? NGEPEL.. yuph,ngepel. Saat di rumah adalah saat diri saya menjadi ibu rumah tangga yang lincah. Kalau ingat rumah rasanya pengen nyapu, ngepel.. jadi, kalau tiba-tiba tubuh saya jadi terlihat dengan rajinnya menyapu dan mengepel sekujur lantai kosan padahal bukan hak tubuh saya untuk piket maka saya sedang membayangkan diri ngepel rumah di kampoang nan jauh di mato dekat di hati (ya.. terkadang karena emang lantainya udah kotor banget..).
Ato tiba-tiba saya jadi rajin nyikat kamar mandi beserta toiletnya, itu juga terkadang karena saya kangen nyikat kamar mandi rumah. Ya, bisa dibilang kalau ingat rumah berarti ingat masa-masa tereksploitasi sebagai pembantu rumah tangga. Nyuci piring bisa dua puluh piring sekaligus, belum mangkok, sendok, centong, sablukan, panci baskom dan lain-lain,, nyuci piring bisa sejam lebih, plus multitasking sambil jaga toko, keren sekali..
MIJITIN IBU.. aku ingin memijat ibu kalau kangen rumah. Jadi ntar tiba-tiba ada bahu nganggur, entah milik siapa yang penting masih manusia.. pijat-pijat, yang dipijat sih asoy aja,, tapi rinduku tak terobati..T_T..
Nelpon rumah?? Itu pasti. Tapi masalah ini tidak sesedarhana itu. rumah adalah tempat tersantai sepanjang masa perkuliahan berlangsung. Di rumah tidak ada pemerasan otak,baik untuk mengerjakan paper ataupun untuk berpikir menu apa yang akan dimakan esok hari. Di rumah tak ada eksploitasi tubuh sampai tepar kelelahan. Di rumah tidak ada acara deadline tugas, tapi di rumah masih ada jarkom uang ikatan dinas keluar hehehe.. rumah memang sangat menyenangkan. Di rumah setiap pagi menu sudah terhidang dengan hangat tanpa perlu berjalan keliling area sekitar kosan dan yang paling penting.. GRATIS hehehe.. di rumah hidup berjalan dengan sangat teratur, bangun di jam yang tepat, mandi dengan kadar yang sesuai, kebutuhan tidur tercukupi, vitamin dan mineral terpenuhi setiap hari,,, rumah selalu menenangkan dengan caranya sendiri.
Jadi, agar pulang kampung menjadi acara terkeren dan memuaskan maka perlu dilakukan persiapan terbaik dan tercermat. Dengan cara, belajar yang rajin jadi ntar ga perlu remidi dan waktu remidi bisa dibuat pulang kampung dengan aman dan nyaman. Selesaikan semua tugas baru kita bisa pulang dengan tenang. Bismillah.. semua pasti ada hikmahnya,, karena libur panjangnya tidak di bulan puasa aku bisa keluyuran seenaknya,, hahaha.. hidup merdeka!!
Monday, June 20
Bunga Ilalang
Aku bunga ilalang. Kau setengah mati tertarik padaku tapi aku tahu kau takkan pernah mendekapku atau menjadikanku bunga hiasan di sudut ruang tamumu, Tuan Muda. Karena aku bunga ilalang.
Aku bunga ilalang yang kau temukan di balik hamparan danau tempat kau melempar batu saat kegalauan merintangi senyummu. Kau menunjukkan setiap muka carut-marutmu pada diriku si bunga ilalang karena ayunan bilur putihku menenangkan. Kita sepakat untuk berteman, tuan muda. Meski pertemanan kita harus terpisah petak danau berair hijau. Kau datang saat sore dengan kemeja kusut dan dasi dilonggarkan sebagian. Duduk menindih rumput kecil menghela nafas, menikmati angin senja dan ayunan bilur putih bunga ilalang, AKU.
Kita sepakat untuk berteman, Tuan Muda. Kita berteman dalam diam tanpa ucapan, tiap detik kau menatapku, tiap lontaran batu dari tanganmu dan tiap kecipak danau beriak menelan batu kecil itu, kau tak pernah bersuara. Kuduga kau bisu tapi helaan nafasmu mudah ku dengar dari sebrang danau ini.
Kita sepakat untuk berteman, Tuan Muda. Kita berteman dalam diam tanpa ucapan, tiap detik kau menatapku, tiap lontaran batu dari tanganmu dan tiap kecipak danau beriak menelan batu kecil itu, kau tak pernah bersuara. Kuduga kau bisu tapi helaan nafasmu mudah ku dengar dari sebrang danau ini.
Kau datang dengan suram, melempar batu-batu kecil dengan lontaran lengan tanpa tenaga, menatapku saat angin danau mengayunkan bilur putihku, hingga matahari tak tampak jingga lagi dan kau tersenyum damai beranjak pergi. Dengan senang hati aku mengakui, aku telah berhasil membuatmu tersenyum lagi. Aku merasa aku mampu berayun meski angin berhenti berhembus jika itu untukmu, Tuan Muda.
Aku dan kau tahu kita saling mengagumi satu sama lain. kau dengan pose dudukmu yang keren direrumputan dan aku dengan ayunan bilur putihku yang menenangkan. Kita bisa menjadi pasangan serasi di sepotong lukisan. Kau tersenyum saat aku selesai bicara ini, padahal kau tak dengar suaraku. Atau kau sebenarnya mendengar tapi ku tak tahu? Angin akan berhembus dan membuatku berayun saat kau menengadah melihatku, tapi angin akan diam kalau kau sedang menunduk sekilas menatap lututmu. Tidakkah itu irama yang kebetulan. Apakah kita berjodoh, Tuan Muda?
Aku dan kau tahu kita saling mengagumi satu sama lain. tapi kita terlalu takut untuk mengakui dan terlalu naif untuk menyadari. Satu bulirku berkata, kau datang ke sini hanya untuk melihatku. Tapi bulir yang lain berkata, dia pasti akan tersenyum pada semua ilalang berayun yang dia lihat. Mungkin sama sepertimu, kau mengira aku berayun karena beginilah takdirku sebagai rumpun liar, tapi kau tak menyadari aku berayun lebih lembut dan lebih menenangkan saat kau duduk di ujung danau, hanya untukmu. Kita berdua hanya bisa menunjukkan hal yang biasa kita lakukan. Apa yang mampu diperbuat bunga ilalang untuk menjadikanmu spesial? Dan apa yang dapat Tuan Muda lakukan untuk membuat bunga ilalang istimewa? Kita hanya diam menatap dari jauh, kau memberiku senyuman hangat dan aku berayun lembut menenangkanmu. Hanya itu.
Aku bunga ilalang. Berteman dengan semak liar yang takkan pantas berjajar dengan rumpun rimbun perdu mawarmu. Jika saja kau katakan kalau kau tersenyum memang hanya padaku si bunga ilalang, aku akan merelakan bulirku terbawa angin dan terbang ke sudut kontrakan kecilmu, sehingga kau bisa memandang ayunan bulir putihku yang menenangkan setiap hari. Tapi kau lebih memilih menyuruhku menantimu datang ke danau ini setiap senja menutup hari.
Tuesday, June 14
Zodiak
![]() |
| Add caption |
Kerja paling enak itu jadi peramal, kayak peramal zodiak gitu,, kalo salah ya ga ada yang nyalahin, orang Cuma ramalan. Bisa bener bisa juga ‘hang’. Kalo sekalinya bener dipuji-puji mpe abis semua kata pujian di bumi. Tapi tulisan ini juga bukan tulisan bertema AKU PENGEN JADI PERAMAL.. bagian zodiak yang biasa gw baca itu yang nyeritain sifat-sifat manusianya. Ini bisa bikin manggut-manggut kalo dirasa cocok, ngakak hebat kalo bertolak belakang ato motivasi yang keren kalo emang bagoos... gw suka berzodiak SAGITARIUS, lambangnya dan philosofinya, apapun itu.. tapi aku ga suka ramalan.. Cuma buat hepi-hepi aja,, di sini telah dicopas sebuah artikel tentang sifat seorang cewek sagitarius alias GW.. nah, mari kita liat apakah motivasi yang bisa kita dapat.. hehehe (semua tulisan dalam kurung itu kreasi tanggapan saya dan kepribadian saya yang lain..)
Sifat dan Karakter Cewek Zodiak Sagitarius (23 November - 20 Desember)
Wanita jangkung (tinggiku Cuma 156-an terakhir aku ngukur hehehe jangkung bo!!), langsing (doyan makan sewakul juga!! Hahaha) dan anggun (aamiin!!! Hehehe motivasi..entah kapan terjalani), yang akan berjalan dengan penuh kebanggaan bagaikan sedang berjalan di panggung kontes kecantikan (kadang berasa juga seh, angkat dagu dengan tegak preett..). Jika ia terpeleset, atau hampir jatuh, ia akan menutupinya dengan manis dan melanjutkan langkahnya dengan anggun dan meyakinkan (kalo ini mah sering, kalo lagi jalan di trotoar Otista III pas berangkat kuliah pake sepatu PDA little high heels,,wkwkwkwk.. malu ma sopir angkot kalo jatoh..). Ia pandai menggunakan make-up untuk mempercantik dirinya (belum tahu gw ni orang hehehe..). Ia selalu bisa melihat dunia secara positif (i’ll try a lot for this one..), maka wajahnya selalu nampak bahagia (sudah sumringahkah saya?? Hmm..). Ia tidak akan menyerah dengan mudah. Tipe wanita penuh percaya diri yang percaya pada penampilan dan gaya sendiri (tentu.. *sombong..).
Ia tidak akan mengikuti mode, tetapi selalu berusaha tampil dengan gaya yang berada diantara sederhana dan terlalu modern (dengan baju sumbangan tentunya hahaha..). Ia adalah orang yang sangat terbuka(aku cukup introvert loh.. untuk hal-hal tertentu..)., bahkan terkadang terlalu apa adanya (ini mah emang karena gw ga punya pa-apa..) Orangnya jujur,dan tidak pernah mencoba mencari masalah untuk orang lain (diusahakan.. hmm). Ia terkadang mengatakan hal yang tidak semestinya anda ingin dengar. Tapi dia juga bisa mengatakan banyak hal yang menyenangkan pada saat yang sama. Misalnya, ia mungkin akan berkata “Rasanya pengen deh kamu bisa dapet duit lebih banyak, jadi kamu bisa beli baju lebih bagusan, tapi mending tetep deh. Abis, kalau kamu terus mikirin dapet duit banyak, ntar malah jadi sibuk and ngga ada waktu buat aku.” Anda mungkin akan bingung mendengar kata-kata ini, apakah anda akan marah atau anda akan malah semakin menyayanginya (cieee,, co cweett.. yang ini aku ga tahu sih bener pa ga..).
Ia juga memiliki jiwa yang bebas dan tidak suka tinggal di rumah (pengennya sih gitu tapi terkadang ga ada ongkos buat keluar-keluar, kadang juga ga ada teman.. hiks-hiks..). Ia suka dilindungi, tetapi bukan berarti dia mau diperintah-perintah(aku rapuh.. wkwkwk). Ia tidak bisa menghargai pria lemah(tapi aku masih bisa menghormati orang lain.. weekkk!!). Jika ia berusaha mengungguli anda, maka anda harus tenang dan mencoba mengendalikan dia (macam kuda liar aja dikendalikan..) dengan membatasinya, dengan cara melakukan hal yang sama kepadanya. Ia akan mau mendengar anda jika ia menghormati anda. Ia suka menjadi diri sendiri dan menyukai cowok yang menjadi dirinya sendiri (semua cewek juga gitu kaleee..).
Ia adalah wanita yang tidak suka banyak tingkah(yuph,betul!!), jadi anda tidak akan mendengar dia akan berkata “Tebak,abis ini aku mau ngapain,” atau “tebak, aku lagi mikir apa” (ogah banget..), karena ia selalu mengatakan apa yang ada dipikirannya secara terbuka. Jika anda tidak bisa mengerti dirinya mengenai hal ini, maka anda akan sangat mudah putus dengannya.
Ia melihat masalah dalam hidupnya sebagai suatu episode lucu saja (lucu-lucu-lucu). Ia cenderung ceroboh, tetapi itu adalah sifat alaminya (waduh,, sifat alami??). Anda mungkin berpikir hal ini manis, tetapi mungkin bagi beberapa cowok tipe rapi, hal ini sangat mengesalkan (sory,yak..hehe). Ia sangat ramah, maka ia dapat dengan mudah membuat musuh menjadi teman akrab (mari berteman.. motivasi ini..). Ia memiliki selera yang baik dalam hal makanan (tau aja..), pakaian(*mikir..), dan layanan-layanan kelas satu (tapi ga pernah dapat hahahaha..). Bahkan mereka yang tergolong miskin dalam zodiak ini, akan selalu berusaha untuk mendapat yang terbaik (pasti dunk!!). Ia dapat membelanjakan uangnya seakan ia tidak mengerti susahnya mencari uang (hahaha.. bener ga ya??). Jika anda berpikir untuk meminjaminya uang, pikirkan ulang. Mereka cenderung paranoid.
Jika anda merasa menyukainya, dia mungkin sudah berpikir bahkan mengenai pernikahan, kehilangan kebebasan, dan seterusnya (enak aja..). Ia adalah wanita yang sangat menyukai sport(aku Cuma bisa lompat tali ma naik sepeda.. hehhe). Ia adalah wanita biasa yang mungkin saja berdandan seperti cewek tomboy (lalalallaa...). Ia memiliki lebih banyak teman cowok daripada teman cewek, dan terkadang bertingkah seperti cowok diantara temannya. Ia tidak mempedulikan gosip, maka ia terkadang pulang malam,dan tidak peduli apa yang digosipkan tetangga mengenai dirinya (kluyuran malam baik untuk menghilangkan otak, tapi tidak baik buat paruparu). Ia berpikir mengenai kedua sisi dari segala permasalahan sekaligus (positif-negatif), anda akan tahu sendiri, maka anda tidak perlu peduli apa yang dipikirkan orang (masih banyak yang harus dipikirkan..).
Penampilan yang polos dan kecerdikannya adalah pesona utamanya (jadi malu..: ]). Ia seringkali terluka oleh cinta (omong apa lu??), tetapi tidak pernah takut untuk mencari cinta yang baru, seakan ia menyanyikan “Do that to me one more time.” Ia suka jujur dan terbuka Ia tidak akan berputar-putar untuk mengatakan apa yang ia ingin katakan. Jika anda menemuinya dan mengatakan apa yang anda pikirkan langsung, maka ia akan mengagumi anda (betul-betul katakan saja semuanya,, itu lebih baik dan tidak merubah apapun).
Sifat-sifat Umum
Seorang tengah memanah adalah simbol dari tanda ini. Anak panah yang siap ditembakkan, merupakan target kehidupan seorang Sagitarius. Makhluk ini mempunyai kekuatan dan kecepatan seekor kuda, serta berpikir seorang manusia (dahsyat booo..). Seorang Sagitarius memiliki perasaan ingin tahu yang besar. Dan mereka selalu merasa perlu untuk menganalisa apa yang pernah didengar atau dilihatnya (umm ga juga). Mereka berusaha menunda pernikahan sejauh mungkin, karena pernikahan dianggapnya sebagai belenggu kebebasan (gw muslim,nikah juga perlu..). bagian tubuh yang mudah diserang penyakit adalah bagian pinggul dan paha. Rematik tampaknya senang mengganggu Sagitarius (wah, telak banget ni artikel..-____-“).
Karier
Dalam memilih karier, kebebasan merupakan syarat utama bagi mereka (pengen!!). Tapi tidak sedikit orang Sagitarius yang terbenam dalam pekerjaan rutin rumah obat, kantor atau pabrik. Mereka tidak akan mau menerima ini, kalau pendidikan mereka memungkinkan mencari pekerjaan lain. Tipe ini selalu melakukan segala sesuatu dengan cepat. Banyak Sagitarius yang bekerja sebagai penerjemah, filosofi, dan bekerja bagi tempat ibadah, hukum dan lain-lainnya. Kesenangannya bergerak di luar rumah membuatnya menjadi olahragawan terkemuka. Dan mereka juga menyukai kuda dan anjing, sehingga banyak pula Sagitarius yang bekerja di lapangan balap kuda atau anjing(aku lebih pilih kuda atau kelinci aja..).
yak begitulah komentar amburadul dari bocah abstrak..
masih ada yang mau baca tulisan ini??
Abu-abu Putih
Dari mana biasanya anda memulai saat anda berserita mengenai masa SMA anda yang dikata orang, tidak akan mudah terlupakan??
Bagi saya kehidupan SMA akan diawali dengan Upacara Bendera. Pada upacara bendera di SMA saya, setiap orang menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan yang telah mendarah daging di jiwa muda kami masing-masing. Petugas upacara mulai dari pengiar bendera, pemimpin upacara, pembaca doa dan UUD 1945 telah dilatih seminggu sebelumnya. barisan depan berjajar rapi sehingga terlihat indah jika dilihat orang-orang yang berlalu lalang digerbang sekolah. Barisan kedua kebelakang mengemban tugas mengobrol dengan sesama teman dan bersorak huu.. saat pengibar bendera khilaf- membuat bendera negara kita terbalik- serta mendengarkan dengan seksama kalau pembina upacara mengumumkan hari libur, sangat mendarah daging...
Aku?? Menikmati peran sebagai kelompok barisan kedua kebelakang. Bagaimana dengan Anda tuan dan nona yang budiman??
Bagian paling penting dari suatu SMA adalah kantin. Tempat nambal perut kosong, guyon ma teman, traktiran temulawak segelas, ato tempat mangkal kalo mangkir kelas (kalo kuping lagi bosen ma suara guru). Di SMA ada tiga kantin yang cukup ga cukup mencoba meredakan gejolak masa muda kami untuk bersosialisasi ato sekedar membangkitkan energi dan mengumpulkan ATP untuk sel-sel kecil kami yang bejibun. Pertama, KW.. dalam bahasa normal masyarakat pesisir di wilayah kecamatan, KW adalah penyebutan singkat untuk sebuah rumah makan yang katanya cukup bergengsi pada jaman itu, Kendil Wesi. Tapi di area SMA kecil saya KW= Kantin Wetan, kantin kecil yang menyediakan menu nasi bungkus minimalis, es temulawak warna-warni, es teh dan beberapa makanan ringan baik gorengan tanpa bungkus ato jajanan yang dibungkus di pabrik macam rech**sh ato mo**gi dan terletak di pojok timur(wetan) SMA. Kedua, WBL. Lagi, bagi masyarakat sekitar pesisir di wilayah kecamatan, WBL adalah satu tempat wisata baru pada jaman itu yang menyediakan wahana rekreasi pantai, atraksi adrenalin, gua Maharani, kebun binatang, pertokoan dan kuliner dalam satu komplek. Wisata Bahari Lamongan. Tapi di area SMA kecil saya WBL=Warung Bu Lek, kantin yang menyediakan menu yang sama sepanjang tahun, nasi pecel dan soto alakadarnya. Dan yang ketiga, Koperasi sekolah. Di sini tersedia banyak makanan ringan yang berat di ongkos bagi saya hehehe.. jajanan pabrik mewah dan kadang menampung barang/makanan jualan titipan para siswa.
yup yang terlupakan dan telah teringatkan.. Bakso AHONG.. di sini tempat mangkal makan di samping kantor guru BP. dengan manajemen penjualan separuh self services, anda bisa meracik sendiri isi bakso anda. tambah kubis ato bihun, tanpa bawang, tanpa vetsin ato tanpa mangkok juga boleh.. tempat traktiran kalo menang arisan, pengganti kue buat sobat yang ultah, laris manis dengan kuah jeroan yang mantab,,kayaknya ini yang bikin reumatik saya menggila, padahal saya juga jarang beli.. hehehe
SMA saya adalah SMA kecil kecamatan. Tiap kelasnya akan berisi papan tulis hitam, dengan kapur tulis putih dan penghapus berdebu tergeletak di meja guru, kadang bahkan di lantai. Dengan ubin abu-abu yang tertutupi tebalnya debu sepatu lusuh. Meja lebar kayu berplitur muram dengan coretan kreatif masyarakat kelas beralatkan tip-x ato ukiran dengan benda tajam. Meja dan bangku tertata lumayan rapi empat lajur dari kiri ke kanan. Dinding tertampel gambar buram pahlawan dan sedikit hiasan bekas lomba kebersihan kelas tanpa kemenangan hehehehe...
Mari kita intip fasilitasnya, satu perpustakaan kecil yang ditunggu oleh seorang mbak yang gahar saat dibutuhkan. Hanya beberapa deret lemari dan buku yang terbit saat kami masih di sekolah dasar bahkan lebih tua lagi. Beberapa makalah yang membuat kagum karena ditulis dengan masin ketik tanpa terjadi salah pencet huruf. Ada juga buku dengan tulisan jepang full tanpa ada huruf latinnya sama sekali, saya juga tidak mengerti kenapa itu ada di situ padahal di SMA kami tidak ada pelajaran bahasa Jepang. Beberapa masih bisa diharapkan seperti majalah Horison tentang sastra Indonesia kesukaan teman saya, dan mungkin yang lain. Lab komputer yang sering tutup untuk perbaikan (siswa peminat TI tak bisa berharap banyak). Lab bahasa untuk mendengarkan beberapa lagu dan nonton pelm. Lab IPA dengan gelas2 percobaan dan replika tengkorak berdebu dan terabaikan. Satu lapangan multi fungsi yang selalu ramai di jam istirahat oleh siswa-siswa kelebihan energi untuk bermain sepak bola keroyokan yang pemainnya lebih dari sebelas setiap regu, tanpa aturan, terserah mau masuk kelompok A dan membelot ke kelompok B dalam selang waktu satu detik kemudian. Asal tendang dan goal dan semua senang.
Itu keadaan saat saya di sana. Semua masih bisa dieksploitasi untuk dijadikan bahan ajar bagi kami. Itu dulu saat saya di sana, ada yang bilang SMA kini getting better time by time.. semoga..
Ukeh.. bagian lain dari SMA yang ga mungkin ga ada adalah GURUnya. Guru udah jadi biang yang harus dilawan bersama kalo udah ngasih pe-er2 bejibun.. (udah lama ga bilang pe-er hehehe..). macam kue kering, guru pun banyak jenisnya. Dari mulai guru yang baik hati kayak roti lapis legit, akrab ma anak-anak seperti roti sus lembut, biasa-biasa aja kayak roti bolu, ato yang nyengat kayak combro ekstra pedas.. mulai dari pak guru biologi yang lebih cucok jadi guru agama, guru agama yang temperamental karena darah tinggi, pak guru bahasa inggris yang caper ma siswi-siswinya, guru BP yang bikin panik karena selalu nagih uang SPP dan guru BP yang lagi nunggu jodoh, guru matematika yang kebapakkan dan motivated, guru fisika yang jadi gacoan anak-anak tapi akhirnya menikah hehehe.. bu guru biologi yang too care to her beloved student mpe semua materi pelajarannya diwariskan dan dikeluarkan dalam ulangan mpe satu nomor jadi bercabang-cabang fewh.. pak guru KWN semi militer yang merangkap sebagai detektor ketidakrapian di pintu gerbang. Guru kimia yang lebih sensitif saat hamil, bu guru fisika yang keibuan dan ngayomi.. bu guru geografi yang berdedikasi hingga mengilhami salah satu kawan untuk mengikuti jejaknya.. guru sejarah dengan mata antik seperti kumbang dan rambut perak. Guru seni lama yang cocok jadi sinterklas dan guru seni baru yang ga pernah ganti baju kalo ngajar. Guru bahasa Indonesia yang umm... dan bonus kepala sekolah yang jarang masuk kantor.. banyak lah yang antik-antik..
Masa SMA masa berteman, banyak teman banyak rejeki.. contohnya saya yang sering kena traktir hehe.. kluyuran bareng, heboh berjamaah,, share banyak hal ini-itu.. berbagi mimpi dan cita-cita masa depan yang entah tercapai ato Cuma jadi angan selamanya. Jalan-jalan sekenanya tanpa tahu arah dan peta. Kumpul-kumpul kongkow-kongkow bareng menghabiskan waktu dan menghabiskan setangkai es krim di pinggir pantai di belakang Indom*rt kecamatan. Kluyuran nonton perayaan agustusan sambil nenggak es wawan mpe sore baru pulang hampir ga dapet angkot. Contekan satu kelas ngerjaen LKS berlembar-lembar. Heboh berbagi cerita dan bergosip ria tentang SMA, organisasi, artis ibu kota, guru baik dan memaki guru yang dianggap tidak sejalan. Curhat tentang hidup dan perasaan. Berbagi hobi dan olah raga, musik dan teknologi, ajang mejeng dan bergaya dengan aksesoris imut lucu anak SMA ato yang bergaya sok dewasa. Terkantuk-kantuk dengerin guru ceramah tentang negara. Keroyokan baca komik, bahkan saat guru lagi ngajar ngomong ngalor ngidul tak ada yang peduli. Pujian dan cacian jadi satu disaksikan papan tulis yang bisu.
Ga lengkap ngomongin masa SMA tanpa ngomongin romansanya. Ada yang nemuin pacar mpe sekarang belon putus. Ada yang udah nikah.. ada yang naksir ato ngefans kakak tingkat, berkikik-kikik tiap “yang dimaksud” lewat dan menyiapkan senyum terbaik dan mempesona... berharap pada teman sekelas, memandangnya tiap hari.. niat masuk sekolah hanya untuk ketemu si dia (pantes ilmu ga masuk-masuk). Ada yang backstreet tapi nyatanya ketauan juga. Ada yang pacarnya jauh di lain SMA, ada yang emang udah saling suka tapi tetep aja ga mau bilang. Ada yang putus nyambung tiap bulan, ada juga yang gonta-ganti pacar. Ada yang awet mesra mpe bikin yang lain ngiri. Naksir guru ganteng.. pedekate ke adek kelas, berlagak keren.. banyak juga yang bahagia jadi jomblo tanpa pusing ke mana jalan ma yayank, ato pake baju apa kalo ketemu. Ada juga yang patah hati, hatinya tak disambut hingga menangis lirih meski lelaki. Banyak cerita tentang hati,,,
Aku?? Masa itu aku sibuk mengincar orang-orang yang bisa kupinjam komiknya,, merapal mantra kutukan bagi yang ga mau minjamin aku komik,, menampung curhatan beberapa teman.. memenuhi otakku dengan ilmu dari guru (bewh.. rugi ntar, sekolah bayar juga, aku ga dapat beasiswa..). menampung traktiran kawan. Bolos kalo lagi bosen.. tapi bukan berarti aku tak punya cerita indah tentang dia untuk anak cucuku kelak wkwkwk...
Tiga tahun SMA ga bakal bisa dirangkum dalam ribuan kata,, jadi, berharap saja ingatan kita masih sanggup menampung semuanya..
Bagi saya kehidupan SMA akan diawali dengan Upacara Bendera. Pada upacara bendera di SMA saya, setiap orang menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan yang telah mendarah daging di jiwa muda kami masing-masing. Petugas upacara mulai dari pengiar bendera, pemimpin upacara, pembaca doa dan UUD 1945 telah dilatih seminggu sebelumnya. barisan depan berjajar rapi sehingga terlihat indah jika dilihat orang-orang yang berlalu lalang digerbang sekolah. Barisan kedua kebelakang mengemban tugas mengobrol dengan sesama teman dan bersorak huu.. saat pengibar bendera khilaf- membuat bendera negara kita terbalik- serta mendengarkan dengan seksama kalau pembina upacara mengumumkan hari libur, sangat mendarah daging...
Aku?? Menikmati peran sebagai kelompok barisan kedua kebelakang. Bagaimana dengan Anda tuan dan nona yang budiman??
Bagian paling penting dari suatu SMA adalah kantin. Tempat nambal perut kosong, guyon ma teman, traktiran temulawak segelas, ato tempat mangkal kalo mangkir kelas (kalo kuping lagi bosen ma suara guru). Di SMA ada tiga kantin yang cukup ga cukup mencoba meredakan gejolak masa muda kami untuk bersosialisasi ato sekedar membangkitkan energi dan mengumpulkan ATP untuk sel-sel kecil kami yang bejibun. Pertama, KW.. dalam bahasa normal masyarakat pesisir di wilayah kecamatan, KW adalah penyebutan singkat untuk sebuah rumah makan yang katanya cukup bergengsi pada jaman itu, Kendil Wesi. Tapi di area SMA kecil saya KW= Kantin Wetan, kantin kecil yang menyediakan menu nasi bungkus minimalis, es temulawak warna-warni, es teh dan beberapa makanan ringan baik gorengan tanpa bungkus ato jajanan yang dibungkus di pabrik macam rech**sh ato mo**gi dan terletak di pojok timur(wetan) SMA. Kedua, WBL. Lagi, bagi masyarakat sekitar pesisir di wilayah kecamatan, WBL adalah satu tempat wisata baru pada jaman itu yang menyediakan wahana rekreasi pantai, atraksi adrenalin, gua Maharani, kebun binatang, pertokoan dan kuliner dalam satu komplek. Wisata Bahari Lamongan. Tapi di area SMA kecil saya WBL=Warung Bu Lek, kantin yang menyediakan menu yang sama sepanjang tahun, nasi pecel dan soto alakadarnya. Dan yang ketiga, Koperasi sekolah. Di sini tersedia banyak makanan ringan yang berat di ongkos bagi saya hehehe.. jajanan pabrik mewah dan kadang menampung barang/makanan jualan titipan para siswa.
yup yang terlupakan dan telah teringatkan.. Bakso AHONG.. di sini tempat mangkal makan di samping kantor guru BP. dengan manajemen penjualan separuh self services, anda bisa meracik sendiri isi bakso anda. tambah kubis ato bihun, tanpa bawang, tanpa vetsin ato tanpa mangkok juga boleh.. tempat traktiran kalo menang arisan, pengganti kue buat sobat yang ultah, laris manis dengan kuah jeroan yang mantab,,kayaknya ini yang bikin reumatik saya menggila, padahal saya juga jarang beli.. hehehe
SMA saya adalah SMA kecil kecamatan. Tiap kelasnya akan berisi papan tulis hitam, dengan kapur tulis putih dan penghapus berdebu tergeletak di meja guru, kadang bahkan di lantai. Dengan ubin abu-abu yang tertutupi tebalnya debu sepatu lusuh. Meja lebar kayu berplitur muram dengan coretan kreatif masyarakat kelas beralatkan tip-x ato ukiran dengan benda tajam. Meja dan bangku tertata lumayan rapi empat lajur dari kiri ke kanan. Dinding tertampel gambar buram pahlawan dan sedikit hiasan bekas lomba kebersihan kelas tanpa kemenangan hehehehe...
Mari kita intip fasilitasnya, satu perpustakaan kecil yang ditunggu oleh seorang mbak yang gahar saat dibutuhkan. Hanya beberapa deret lemari dan buku yang terbit saat kami masih di sekolah dasar bahkan lebih tua lagi. Beberapa makalah yang membuat kagum karena ditulis dengan masin ketik tanpa terjadi salah pencet huruf. Ada juga buku dengan tulisan jepang full tanpa ada huruf latinnya sama sekali, saya juga tidak mengerti kenapa itu ada di situ padahal di SMA kami tidak ada pelajaran bahasa Jepang. Beberapa masih bisa diharapkan seperti majalah Horison tentang sastra Indonesia kesukaan teman saya, dan mungkin yang lain. Lab komputer yang sering tutup untuk perbaikan (siswa peminat TI tak bisa berharap banyak). Lab bahasa untuk mendengarkan beberapa lagu dan nonton pelm. Lab IPA dengan gelas2 percobaan dan replika tengkorak berdebu dan terabaikan. Satu lapangan multi fungsi yang selalu ramai di jam istirahat oleh siswa-siswa kelebihan energi untuk bermain sepak bola keroyokan yang pemainnya lebih dari sebelas setiap regu, tanpa aturan, terserah mau masuk kelompok A dan membelot ke kelompok B dalam selang waktu satu detik kemudian. Asal tendang dan goal dan semua senang.
Itu keadaan saat saya di sana. Semua masih bisa dieksploitasi untuk dijadikan bahan ajar bagi kami. Itu dulu saat saya di sana, ada yang bilang SMA kini getting better time by time.. semoga..
Ukeh.. bagian lain dari SMA yang ga mungkin ga ada adalah GURUnya. Guru udah jadi biang yang harus dilawan bersama kalo udah ngasih pe-er2 bejibun.. (udah lama ga bilang pe-er hehehe..). macam kue kering, guru pun banyak jenisnya. Dari mulai guru yang baik hati kayak roti lapis legit, akrab ma anak-anak seperti roti sus lembut, biasa-biasa aja kayak roti bolu, ato yang nyengat kayak combro ekstra pedas.. mulai dari pak guru biologi yang lebih cucok jadi guru agama, guru agama yang temperamental karena darah tinggi, pak guru bahasa inggris yang caper ma siswi-siswinya, guru BP yang bikin panik karena selalu nagih uang SPP dan guru BP yang lagi nunggu jodoh, guru matematika yang kebapakkan dan motivated, guru fisika yang jadi gacoan anak-anak tapi akhirnya menikah hehehe.. bu guru biologi yang too care to her beloved student mpe semua materi pelajarannya diwariskan dan dikeluarkan dalam ulangan mpe satu nomor jadi bercabang-cabang fewh.. pak guru KWN semi militer yang merangkap sebagai detektor ketidakrapian di pintu gerbang. Guru kimia yang lebih sensitif saat hamil, bu guru fisika yang keibuan dan ngayomi.. bu guru geografi yang berdedikasi hingga mengilhami salah satu kawan untuk mengikuti jejaknya.. guru sejarah dengan mata antik seperti kumbang dan rambut perak. Guru seni lama yang cocok jadi sinterklas dan guru seni baru yang ga pernah ganti baju kalo ngajar. Guru bahasa Indonesia yang umm... dan bonus kepala sekolah yang jarang masuk kantor.. banyak lah yang antik-antik..
Masa SMA masa berteman, banyak teman banyak rejeki.. contohnya saya yang sering kena traktir hehe.. kluyuran bareng, heboh berjamaah,, share banyak hal ini-itu.. berbagi mimpi dan cita-cita masa depan yang entah tercapai ato Cuma jadi angan selamanya. Jalan-jalan sekenanya tanpa tahu arah dan peta. Kumpul-kumpul kongkow-kongkow bareng menghabiskan waktu dan menghabiskan setangkai es krim di pinggir pantai di belakang Indom*rt kecamatan. Kluyuran nonton perayaan agustusan sambil nenggak es wawan mpe sore baru pulang hampir ga dapet angkot. Contekan satu kelas ngerjaen LKS berlembar-lembar. Heboh berbagi cerita dan bergosip ria tentang SMA, organisasi, artis ibu kota, guru baik dan memaki guru yang dianggap tidak sejalan. Curhat tentang hidup dan perasaan. Berbagi hobi dan olah raga, musik dan teknologi, ajang mejeng dan bergaya dengan aksesoris imut lucu anak SMA ato yang bergaya sok dewasa. Terkantuk-kantuk dengerin guru ceramah tentang negara. Keroyokan baca komik, bahkan saat guru lagi ngajar ngomong ngalor ngidul tak ada yang peduli. Pujian dan cacian jadi satu disaksikan papan tulis yang bisu.
Ga lengkap ngomongin masa SMA tanpa ngomongin romansanya. Ada yang nemuin pacar mpe sekarang belon putus. Ada yang udah nikah.. ada yang naksir ato ngefans kakak tingkat, berkikik-kikik tiap “yang dimaksud” lewat dan menyiapkan senyum terbaik dan mempesona... berharap pada teman sekelas, memandangnya tiap hari.. niat masuk sekolah hanya untuk ketemu si dia (pantes ilmu ga masuk-masuk). Ada yang backstreet tapi nyatanya ketauan juga. Ada yang pacarnya jauh di lain SMA, ada yang emang udah saling suka tapi tetep aja ga mau bilang. Ada yang putus nyambung tiap bulan, ada juga yang gonta-ganti pacar. Ada yang awet mesra mpe bikin yang lain ngiri. Naksir guru ganteng.. pedekate ke adek kelas, berlagak keren.. banyak juga yang bahagia jadi jomblo tanpa pusing ke mana jalan ma yayank, ato pake baju apa kalo ketemu. Ada juga yang patah hati, hatinya tak disambut hingga menangis lirih meski lelaki. Banyak cerita tentang hati,,,
Aku?? Masa itu aku sibuk mengincar orang-orang yang bisa kupinjam komiknya,, merapal mantra kutukan bagi yang ga mau minjamin aku komik,, menampung curhatan beberapa teman.. memenuhi otakku dengan ilmu dari guru (bewh.. rugi ntar, sekolah bayar juga, aku ga dapat beasiswa..). menampung traktiran kawan. Bolos kalo lagi bosen.. tapi bukan berarti aku tak punya cerita indah tentang dia untuk anak cucuku kelak wkwkwk...
Tiga tahun SMA ga bakal bisa dirangkum dalam ribuan kata,, jadi, berharap saja ingatan kita masih sanggup menampung semuanya..
Seseorang
Cerita mengenai siapa lelaki yang kusukai mungkin akan menarik bagi sebagian Anda. Tetapi ini bukan cerita tentang itu, sayang sekali...
Ini cerita tentang darimana seorang aku jatuh cinta pada kesederhanaan, ternganga oleh tebalnya tameng kesabaran dan terapung nyaman dalam kolam hangat kasih sayang. Ini tentang ibuku...
Ibuku adalah ibu terbaik di dunia. Di seluruh ruang angkasa. Kebaikan ibu alien-pun akan kalah dibandingkan dengan kebaikan ibuku. Sssttt...tidak usah ribut protes ibu Andalah yang terbaik, bukankah kebaikan seseorang itu subyektif?? Ini noteku...terserah aku mau menulis apa.. Anda tak terima, tulis saja note sendiri... Jadi sekali lagi, ibuku adalah ibu terbaik di dunia.
Ibuku wanita sederhana, ibuku bukan orang yang mengerti perpolitikan negara atau bagaimana gejolak perekonomian Indonesia, yang penting bagi ibuku adalah berapa kenaikan harga beras dan bumbu dapur serta keperluan rumah tangga lainnya.
Ibuku bukan intelektual. Tidak biasa membicarakan bagaimana atom-atom di dunia saling berinteraksi atau suatu molekul terbentuk. Tidak tahu hukum Newton atau bagaimana gaya gravitasi bekerja. Tapi ibuku guru pertama yang memberitahuku bagaimana hidup berjalan. Meski dengan cara sederhana tanpa penjelasan rumit seperti yang dibicarakan para profesor.
Ibuku tidak pernah tahu tingkat inflasi setiap bulannya, atau nilai tukar rupiah dengan dolar dalam sistem perdagangan, dan tak juga pernah sekolah manajemen. tetapi ibuku mampu mengelola toko kelontong kecilnya selama lebih dari dua puluh lima tahun dan mengumpulkan cukup banyak pelanggan setia tanpa kursus marketing.
Ibuku tidak pernah balajar ilmu pertanian ato bagaimana kumbang membantu bunga menjadi buah dan biji. Tapi ibuku berhasil menemukan cara hingga enam pohon jambu air kami berbuah lebat, besar dan renyah tanpa ulat. Hingga mendatangkan rezeki tambahan bagi keluarga kami. Dan sempat-sempatnya membagikan tips yang dia temukan ke produsen lain saingannya.
Ibuku tipe ibu yang lebih suka menenangkan anaknya saat si anak bersitegang dengan teman mainnya. Bukan tipe ibu yang terlalu menyayangi anaknya hingga malah mengasah parang dan menyiapkan seribu amunisi untuk mendatangi rumah orang tua lawan anaknya dan mencerca mereka habis-habisan. Ibuku juga bukan tipe ibu yang terlalu tak percaya pada kebaikan anaknya hingga malah melayangkan setiap tamparan dan cacian menusuk hati kecil si anak dan melebamkan kulitnya, membuat si kecil merasa tidak ada harganya di dunia. Ibkuu akan berkata “tidak pa-pa, kamu lapar? Ibu baru goreng ikan, ayo makan... cup-cup..” mengelus pundakku, selalu bisa dibujuk dengan gratisan.
Teringat masa kecil, saat ibu menyimakku mengahafalkan surat pendek Al-Qur’an di malam hari sambil mencuci baju di ruang tamu karena tak kan sempat mencucinya di siang hari. Satu bak besar tanpa bantuan, baju kami semua, dan aku hanya bisa bermain busa sabun. hampir setiap hari seperti itu..
Ibu tak pernah memujiku dalam hal apapun, tetapi saat ada orang yang memujiku ibu akan tersenyum bangga dan aku senang. Merasa ibu telah memujiku lebih dari pujian orang yang memujiku. Ibu tak pernah mengucapkan selamat dengan kata-kata, ibu mengucapkan selamat menggunakan mimik wajah bahagia.
Jika marah ibu hanya akan diam dan itu mengerikan. Tidak berkata apa-apa padaku meski aku sudah bersikap sebaik dan semanja mungkin. Ibu hanya akan diam hingga hatinya lega dan akhirnya menyahut apa yang ku katakan. Beda dengan kami ,anak-anaknya saat marah, kami mengamuk dan membuat setiap barang berantakan. Lagi-lagi menyusahkan ibuku.
Seingatku, ibuku juga tidak pernah terlihat panik di depan anak-anaknya. Saat banyak angin dan suara guntur di musim hujan yang terdengar sangat dahsyat bagi aku kecil di rumah semi permanen kami yang tanpa peredam suara, melihat wajah ibuku semua akan baik-baik saja. Dan di banyak kejadian lain ibuku akan berjuang untuk tetap tampak tenang untuk menenangkan anak-anaknya.
Ibuku cantik meski setahuku seumur hidup ibuku tidak pernah ke salon meski hanya sekedar potong rambut. Ibuku sederhana, tersenyum ramah pada pelanggan tokonya. Bahkan terkadang aku berpikir ibuku terlalu baik untuk terlahir sebagai manusia yang kata malaikat, pembuat kerusakan di muka bumi
Hehehe....
Ibuku juga bukan ibu sempurna yang cantik jelita seperti putri raja. Manusia juga tak luput dari khilaf, dan ibuku manusia seutuhnya. Pernah ibuku mengambil tanpa bilang dan menjual buku paket sekolah yang aku pinjam di perpustakaan ke tukang barang bekas, karena mengira itu buku bekas yang kusimpan di bawah kasur. Akhirnya aku harus membayar sejumlah uang untuk mengganti buku pinjaman itu di akhir tahun ajaran agar ijazahku bisa dibawa pulang. ibuku menderita kerugian karena uang ibuku jugalah yang digunakan untuk membayar uang kehilangan ke perpustakaan, berhubung aku belum punya pemasukkan dan hanya bisa membelanjakan hehe. padahal uang yang diterimanya dari tukang loak tidaklah seberapa. Karena mata duitan Ibuku jadi terlalu bersemangat... hehe..
Ibuku juga menjadikan salah satu berkas penting milikku yang susah payah ku lengkapi untuk syarat kelulusan sebagai bungkus CABE dan BAWANG di toko kelontong kami, ohh God!! akhirnya aku harus mengulang semuanya dari awal..fewh.. tapi semuanya berjalan sangat menyenangkan kalau diingat. Banyak cerita tentang ibuku.
Aku juga harus bersyukur Ibuku bukan tipe ibu yang ember ke tetangga tentang kebiasaan kacau anaknya. Bisa dibayangkan percakapan ibuku dan ibu lain kalau itu sampai terjadi. “anak saya itu masih suka ngompol kalau tidur padahal udah gedhe.. fufufu” kata ibu lain menjatuhkan harga diri anaknya. Ibuku menyahut “ kalau anak saya paling Cuma bentur-benturin kepalanya ke tiang kikiki.. *giggling...-____-“a.. untung saja..
Maaf ibu, ibuku dengan susah payah membesarkanku. Anak perempuan satu-satunya. Berharap jika aku besar, dia takkan menanggung amanat kerapian rumah dan keperluan rumah tangga lainnya sendirian. Tapi aku pergi. Aku pergi meninggalkan ibuku. Dan ibuku harus bekerja sendirian di rumah kami. LAGI... tapi terima kasih Allah telah mendatangkan banyak bantuan untuk ibuku,, hingga ibuku bisa tersenyum menyambutku pulang.. setiap aku pulang ke rumah.. rumah kami.. see, my mom is the best mom ever..
Ini cerita tentang darimana seorang aku jatuh cinta pada kesederhanaan, ternganga oleh tebalnya tameng kesabaran dan terapung nyaman dalam kolam hangat kasih sayang. Ini tentang ibuku...
Ibuku adalah ibu terbaik di dunia. Di seluruh ruang angkasa. Kebaikan ibu alien-pun akan kalah dibandingkan dengan kebaikan ibuku. Sssttt...tidak usah ribut protes ibu Andalah yang terbaik, bukankah kebaikan seseorang itu subyektif?? Ini noteku...terserah aku mau menulis apa.. Anda tak terima, tulis saja note sendiri... Jadi sekali lagi, ibuku adalah ibu terbaik di dunia.
Ibuku wanita sederhana, ibuku bukan orang yang mengerti perpolitikan negara atau bagaimana gejolak perekonomian Indonesia, yang penting bagi ibuku adalah berapa kenaikan harga beras dan bumbu dapur serta keperluan rumah tangga lainnya.
Ibuku bukan intelektual. Tidak biasa membicarakan bagaimana atom-atom di dunia saling berinteraksi atau suatu molekul terbentuk. Tidak tahu hukum Newton atau bagaimana gaya gravitasi bekerja. Tapi ibuku guru pertama yang memberitahuku bagaimana hidup berjalan. Meski dengan cara sederhana tanpa penjelasan rumit seperti yang dibicarakan para profesor.
Ibuku tidak pernah tahu tingkat inflasi setiap bulannya, atau nilai tukar rupiah dengan dolar dalam sistem perdagangan, dan tak juga pernah sekolah manajemen. tetapi ibuku mampu mengelola toko kelontong kecilnya selama lebih dari dua puluh lima tahun dan mengumpulkan cukup banyak pelanggan setia tanpa kursus marketing.
Ibuku tidak pernah balajar ilmu pertanian ato bagaimana kumbang membantu bunga menjadi buah dan biji. Tapi ibuku berhasil menemukan cara hingga enam pohon jambu air kami berbuah lebat, besar dan renyah tanpa ulat. Hingga mendatangkan rezeki tambahan bagi keluarga kami. Dan sempat-sempatnya membagikan tips yang dia temukan ke produsen lain saingannya.
Ibuku tipe ibu yang lebih suka menenangkan anaknya saat si anak bersitegang dengan teman mainnya. Bukan tipe ibu yang terlalu menyayangi anaknya hingga malah mengasah parang dan menyiapkan seribu amunisi untuk mendatangi rumah orang tua lawan anaknya dan mencerca mereka habis-habisan. Ibuku juga bukan tipe ibu yang terlalu tak percaya pada kebaikan anaknya hingga malah melayangkan setiap tamparan dan cacian menusuk hati kecil si anak dan melebamkan kulitnya, membuat si kecil merasa tidak ada harganya di dunia. Ibkuu akan berkata “tidak pa-pa, kamu lapar? Ibu baru goreng ikan, ayo makan... cup-cup..” mengelus pundakku, selalu bisa dibujuk dengan gratisan.
Teringat masa kecil, saat ibu menyimakku mengahafalkan surat pendek Al-Qur’an di malam hari sambil mencuci baju di ruang tamu karena tak kan sempat mencucinya di siang hari. Satu bak besar tanpa bantuan, baju kami semua, dan aku hanya bisa bermain busa sabun. hampir setiap hari seperti itu..
Ibu tak pernah memujiku dalam hal apapun, tetapi saat ada orang yang memujiku ibu akan tersenyum bangga dan aku senang. Merasa ibu telah memujiku lebih dari pujian orang yang memujiku. Ibu tak pernah mengucapkan selamat dengan kata-kata, ibu mengucapkan selamat menggunakan mimik wajah bahagia.
Jika marah ibu hanya akan diam dan itu mengerikan. Tidak berkata apa-apa padaku meski aku sudah bersikap sebaik dan semanja mungkin. Ibu hanya akan diam hingga hatinya lega dan akhirnya menyahut apa yang ku katakan. Beda dengan kami ,anak-anaknya saat marah, kami mengamuk dan membuat setiap barang berantakan. Lagi-lagi menyusahkan ibuku.
Seingatku, ibuku juga tidak pernah terlihat panik di depan anak-anaknya. Saat banyak angin dan suara guntur di musim hujan yang terdengar sangat dahsyat bagi aku kecil di rumah semi permanen kami yang tanpa peredam suara, melihat wajah ibuku semua akan baik-baik saja. Dan di banyak kejadian lain ibuku akan berjuang untuk tetap tampak tenang untuk menenangkan anak-anaknya.
Ibuku cantik meski setahuku seumur hidup ibuku tidak pernah ke salon meski hanya sekedar potong rambut. Ibuku sederhana, tersenyum ramah pada pelanggan tokonya. Bahkan terkadang aku berpikir ibuku terlalu baik untuk terlahir sebagai manusia yang kata malaikat, pembuat kerusakan di muka bumi
Hehehe....
Ibuku juga bukan ibu sempurna yang cantik jelita seperti putri raja. Manusia juga tak luput dari khilaf, dan ibuku manusia seutuhnya. Pernah ibuku mengambil tanpa bilang dan menjual buku paket sekolah yang aku pinjam di perpustakaan ke tukang barang bekas, karena mengira itu buku bekas yang kusimpan di bawah kasur. Akhirnya aku harus membayar sejumlah uang untuk mengganti buku pinjaman itu di akhir tahun ajaran agar ijazahku bisa dibawa pulang. ibuku menderita kerugian karena uang ibuku jugalah yang digunakan untuk membayar uang kehilangan ke perpustakaan, berhubung aku belum punya pemasukkan dan hanya bisa membelanjakan hehe. padahal uang yang diterimanya dari tukang loak tidaklah seberapa. Karena mata duitan Ibuku jadi terlalu bersemangat... hehe..
Ibuku juga menjadikan salah satu berkas penting milikku yang susah payah ku lengkapi untuk syarat kelulusan sebagai bungkus CABE dan BAWANG di toko kelontong kami, ohh God!! akhirnya aku harus mengulang semuanya dari awal..fewh.. tapi semuanya berjalan sangat menyenangkan kalau diingat. Banyak cerita tentang ibuku.
Aku juga harus bersyukur Ibuku bukan tipe ibu yang ember ke tetangga tentang kebiasaan kacau anaknya. Bisa dibayangkan percakapan ibuku dan ibu lain kalau itu sampai terjadi. “anak saya itu masih suka ngompol kalau tidur padahal udah gedhe.. fufufu” kata ibu lain menjatuhkan harga diri anaknya. Ibuku menyahut “ kalau anak saya paling Cuma bentur-benturin kepalanya ke tiang kikiki.. *giggling...-____-“a.. untung saja..
Maaf ibu, ibuku dengan susah payah membesarkanku. Anak perempuan satu-satunya. Berharap jika aku besar, dia takkan menanggung amanat kerapian rumah dan keperluan rumah tangga lainnya sendirian. Tapi aku pergi. Aku pergi meninggalkan ibuku. Dan ibuku harus bekerja sendirian di rumah kami. LAGI... tapi terima kasih Allah telah mendatangkan banyak bantuan untuk ibuku,, hingga ibuku bisa tersenyum menyambutku pulang.. setiap aku pulang ke rumah.. rumah kami.. see, my mom is the best mom ever..
Trilogi Pasca SMA(3)
Babak terakhir dari episode keamburadulan pasca SMA. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik. Sebenarnya,diterima di STIS adalah penipuan terbesar yang pernah terjadi dalam hidup saya. Bayangkan, setahu saya masuk STIS ntar itu kerja di BPS dan BPS itu kerjanya nyensus>> ukeh. Jadi kebayang lah ntar belajarnya paling begini, begitu , begono nyatat-nyatat lalala orang di SMA tahunya statistik paling Cuma rata-rata, median, modus cukup. La di sini mpe muntaber mbahas S-T-A-T-I-S-T-I-K.... (statistik aja mbulet,, awas aja kalo ada yang nemuin ilmu baru- Dinamistik,, saya ... kasih selamat ajalah -,-)..
Ready,, ntah kutukan ato apa, kakak-kakak saya dan saya sendiri tiap daftar kuliah ditemenin aba itu ga ada yang masuk hahahaha... tapi kalau kami daftar sendiri, tanpa ditemenin aba, alhamdulillah we got it!!! Dulu kakak pertama daftar di kuliahannya yang sekarang juga tanpa ditemenin aba, kakak kedua saya diantar daftar STIS ga masuk, tapi pas daftar STAN bareng temannya aja, MASUK... nah, saya diantar daftar STAN ma aba ga masuk. Daftar sendirian- beneran sendirian- ke STIS,, DAPET hehehe... yang SNMPTN juga...(saya tidak bermaksud apa-apa kok, ba.. pisss, emang udah harus mandiri).
Yap, saya meniti jalan ke STIS benar-benar tanpa teman, “iya-iya,,sama kamu.. tenang!!”.. kepribadian lain saya NGAMUK... saya daftar ke STIS sehari setelah tes SNMPTN, sekalian di Surabaya.. saya tidak tahu kantornya disebelah mana,naik angkotnya apa, ga punya pintu ajaib Doraemon, ga ada antar jemput limousin mewah..bewh... tapi setidaknya saya punya telpon dan nomor telpon BPS propinsi Jawa Timur, tempat pendaftarannya-tapi sekarang udah bisa daftar on-line, jadi tidak perlu keliling kota, teman2-... akhirnya saya telpon.
Tut-tut-tut..
“halo, selamat siang” suara ibu-ibu.
Intinya saya dapat rute angkot kesana...
Saya sudah wanti-wanti bakal rame kayak STAN gitu daftarnya, tapi
SIIIINNNGGG!!!
Cuma empat biji doank yang duduk mencar-mencar di belasan kursi yang disediakan. Ga salah tempat kan ini?? Ternyata benar... akhirnya saya mendaftar, pulang ke rumah teduh pak de, berlindung dari sengatan Surabaya yang mampu membuat saya menenggak es cincau segelas besar tanpa nafas... ngilu kepala.. @_@
Hari-H tes STIS,, malemnya itu sumpah..saya benar-benar sudah eneg, mata blur, perut sembelit, otak komat-kamit kalau liat soal.. akhirnya saya cuman nonton bioskop trans TV. Ga peduli dunia mau berkata apa.. hwahahaha
Pagi hari setelah menikmati jus dan sarapan pagi,, saya berangkat. Jam enam pagi tepatnya, saya harus berangkat pagi-pagi karena lagi-lagi tempat tes yang waktu itu ada di Universitas Bhayangkara termasuk area ujung kulon bagi rumah pak de ku yang di Kabupaten Sumenep, tiga perempat jalan ke tempat tes AMG dulu... fewwh.. liat banyak banget orang-orang.. para saingan yang harus dijegal, dengan usaha yang benar tentunya hehehe... tapi saat itu ga ada sama sekali pikiran kayak gitu, yang ada Cuma.. ”ayo izah, terakhir,, habis ini kita pulang...” “siph,boss...” jawab kepribadian lain saya...uwokeh..
Nyari tempat duduk. Kelasnya sempit dengan jubelan bangku-bangku kecil, bangku kuliah. Pas masuk, kelas udah hampir penuh, aku kebagian duduk paling belakang, nomor dua atau tiga dari pojok. Kalau pas SNMPTN ma STAN duduknya lega-lega jauh-jauhan, ini mepet banget duduknya.. saya bisa main PANCO dengan teman sebelah kalau saya mau.. dahsyat.. bangkunya kecil,, aku kangen bangku SMA yang semeja makan dan enak buat tiduran.. pokoknya pas ini kangen banget ma masa SMA, soalnya nuansa ruangannya bener2 kayak SMA.. riuh ramenya, beda ma tes-tes sebelumnya yang duduknya jauhan dan mayarakatnya sepi, pada pegang buku2 ga jelas..
Saya juga liat beberapa orang yang ikut tes STAN. Darimana saya tahu? Karena sepertinya dia punya masalah yang sama dengan saya mengenai busana.. memakai setelan yang sama saat daftar ke mana-mana... he-he..
Tesnya dibagi tiga, pertama ngerjain matematika. Ada bundel sendiri dikerjakan dalam waktu yang ditetukan. Selesai, taruh bundel soal di samping meja. Kedua bahas inggris kalau ga salah, sama, ada bendel sendiri-selesai-taruh samping meja. Ketiga tes pengetahuan umum, semuanya dikerjakan dalam satu lembar jawaban. Yak waktu habis.. pengumuman2.. bubar rame-rame... aku??ngawang... pokoknya pulang,,
Pas harinya pengumuman lulus tahap I, saya ke warnet desa sebelah... yup-yup... nomor saya ada.. nama saya ada.. nyawa saya?? Alhamdulillah masih bergelayutan.. saking ga percayanya ada adek2 yang lagi ngenet disamping saya (warnetnya ga ada pembatasnya, jadi di sini kita juga bisa main panco ma teman sebelah hehe) “ dek, bacain nama ini dunk!!” katrok abizz.. “Raudlatul Faizah..” kata adeknya, melihatku dengan pikiran 'ni kakak udah gedhe ga bisa baca main internet pula-freak intinya'. “ahh.. bener,, aku..” kata hatiku sumringah, susah banget nahan senyum, ampuunnn!! Pas pulang naik sepeda, sepanjang perjalanan dari desa sebelah otot sekitar mulutku kaku pengen melengkung ke atas. Kalau orang liat pasti dikiranya aku baru dapat jodoh guanteng wkwkwkwk... mpe rumah, kabarin mama-papa,,BERSYUKUR.. wait for level II.
Tes kedua itu tes psikologi. Ada tes IQ suruh ngitung-ngitung, tes logika suruh milih-milih yang cucok, uji imajinasi suruh gambar-gambar apa kek, uji konsistensi jawaban, suruh jawab pertanyaan satu bendel buku yang mirip-mirip tapi acak..lucu lah pokoknya. Sebelum tes ini juga ada masalah yang aneh. Menurut perintah, yang digunakan dalam tes kali ini adalah pensil HB bukan 2B seperti tes sebelumnya. kalau saya bukan tipe orang yang meributkan hal itu,, saya juga cuman bawa pensil 2B. Tapi ada segerombolan masyarakat pengikut tes tahap dua ribut di samping saya-waktu itu saya dapat tempat duduk di paling belakang-. “emang harus pake pensil HB yak??” kata yang satu.. “katanya ntar goresan tangan kita ga kebaca” kata yang lain. “busyet dah, udah kayak Vincent Van Gogh aja yang ngoreksi”pikirku.. tiba-tiba ada satu tokoh lagi masuk, dia bawa pensil HB, baru beli “di belakang ada toko yang jual” dialognya.. huh, daripada ntar kelulusan saya dipertanyakan karena ke-HB-an pensil saya, akhirnya saya ikut menjadi anggota RMPKP (Rombongan Masyarakat Peduli Ke-HB-an Pensil) membeli pensil HB di warung belakang.cukup sampai di sini, semua berjalan lancar bagi saya. Selain tes psikologi ada juga tes wawancara, saya dapat dua hari setelahnya. Ini wawancara paling geje, tanpa persiapan dan lagi-lagi tanpa otak,, saya ga mau cerita tentang ini tapi yang ditanyain itu urutan undang-undang dan sejenisnya gitu, macem-macem,, kerasa banget kualat guru KWN jaman SMA.. yang jelas di sini saya pertama kali hipotermia kedinginan dan ingin digosok-gosok pake minyak goreng mendidih... brrrr....
Pengumuman tes tahap II saya ketahui dari telpon kakak kedua saya karena warnet tutup terus.. Alhamdulillah,,,
Tes tahap III... ini tes kesehatan. Rumah sakitnya dipilihin tapi ga dibayarin, Rumah Sakit Bhayangkara. Tes ketiga ini diadakan pas bulan puasa.. (pokoknya trayek mpe sampai ke STIS itu luamaaaaa banget,, tesnya berantai sebulan lebih baru bisa lega..). panas-panas ke Surabaya pas puasa, tapi anehnya saya merasa itu hari yang indah. Untuk sekali ini saya tidak mampir ke rumah pak de. Langsung ke rumah sakit, liat ada mbak-mbak jaga di kotak kecil lagi nganggur..setelah tanya, mbak itu bilang lewat koridor sebelah kanan,, saya jalan.. pas sampai arah yang dituju ada lorong saya masuk saja, ternyata itu lorong ruang operasi. Saya jalan dengan wajah sumringah melewati dua tiga kelompok orang saling berpelukan dan menguatkan sedang menunggu lampu merah pintu operasi dimatikan. kenapa kamu lewat sini,,?? Ishhh.. masih senyum lagi... tumben kepribadian lain saya waras, bulan puasa kali yak...
tesnya itu pertama, tes urine, trus disedot darahnya satu suntikan gedhe, habis itu tes rongent ma tes gigi.. aku lupa tes apalagi.. yang aku ingat di lembar tes gigku, gigi depan nomor dua sebelah kanan di silang, dibagian bawah aku liat artinya=copot, dan dua geraham belakang dicontreng, artinya=bolong... gigiku sayang.. bayarnya dulu 350 ribu dari kantong sendiri.. selesai-pulang,,, tidur-buka puasa...horeee...
Pengumuman lulus tahap III disampaikan oleh kakak kedua saya melalui telepon di akhir bulan puasa dan tidak sampai seminggu setelah hari raya, saya sudah harus berangkat ke Jakarta... setelah sampai di Jakarta dan daftar ulang saya resmi sebagai calon sarjana dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik..nasib saya sudah tidak tak jelas lagi..
kenapa saya cerita tentang ini? karena saya punya masalah,, saya tidak pernah tahu apa tujuan saya. saya memilih perguruan tinggi yang kata orang merupakan pilihan hidup dan mati, penentu masa depan seperti memilih kucing dalam karung. tidak jelas apakah dia sehat, ato pantatnya jerawatan. saya suka kejutan hidup jadi saya serahkan semua-muanya pada-Nya. mungkin bukan saya saja yang mengalami tapi karena jalan hidup sudah diaspal ke arah di mana kita sekarang berada ikuti saja alurnya, syukuri dan beri yang terbaik. meskipun kadang jalan tak selamanya beraspal, berbatu-batu juga bagus untuk penderita reumatik.(ending)
*hari ini sama dengan tiga tahun lalu, telah diadakan tes tahap satu Ujian Saringan Masuk Sekolah Tinggi Ilmu Statistik serentak di seluruh nusantara... kami tunggu Anda menjadi keluarga kami...
Ready,, ntah kutukan ato apa, kakak-kakak saya dan saya sendiri tiap daftar kuliah ditemenin aba itu ga ada yang masuk hahahaha... tapi kalau kami daftar sendiri, tanpa ditemenin aba, alhamdulillah we got it!!! Dulu kakak pertama daftar di kuliahannya yang sekarang juga tanpa ditemenin aba, kakak kedua saya diantar daftar STIS ga masuk, tapi pas daftar STAN bareng temannya aja, MASUK... nah, saya diantar daftar STAN ma aba ga masuk. Daftar sendirian- beneran sendirian- ke STIS,, DAPET hehehe... yang SNMPTN juga...(saya tidak bermaksud apa-apa kok, ba.. pisss, emang udah harus mandiri).
Yap, saya meniti jalan ke STIS benar-benar tanpa teman, “iya-iya,,sama kamu.. tenang!!”.. kepribadian lain saya NGAMUK... saya daftar ke STIS sehari setelah tes SNMPTN, sekalian di Surabaya.. saya tidak tahu kantornya disebelah mana,naik angkotnya apa, ga punya pintu ajaib Doraemon, ga ada antar jemput limousin mewah..bewh... tapi setidaknya saya punya telpon dan nomor telpon BPS propinsi Jawa Timur, tempat pendaftarannya-tapi sekarang udah bisa daftar on-line, jadi tidak perlu keliling kota, teman2-... akhirnya saya telpon.
Tut-tut-tut..
“halo, selamat siang” suara ibu-ibu.
Intinya saya dapat rute angkot kesana...
Saya sudah wanti-wanti bakal rame kayak STAN gitu daftarnya, tapi
SIIIINNNGGG!!!
Cuma empat biji doank yang duduk mencar-mencar di belasan kursi yang disediakan. Ga salah tempat kan ini?? Ternyata benar... akhirnya saya mendaftar, pulang ke rumah teduh pak de, berlindung dari sengatan Surabaya yang mampu membuat saya menenggak es cincau segelas besar tanpa nafas... ngilu kepala.. @_@
Hari-H tes STIS,, malemnya itu sumpah..saya benar-benar sudah eneg, mata blur, perut sembelit, otak komat-kamit kalau liat soal.. akhirnya saya cuman nonton bioskop trans TV. Ga peduli dunia mau berkata apa.. hwahahaha
Pagi hari setelah menikmati jus dan sarapan pagi,, saya berangkat. Jam enam pagi tepatnya, saya harus berangkat pagi-pagi karena lagi-lagi tempat tes yang waktu itu ada di Universitas Bhayangkara termasuk area ujung kulon bagi rumah pak de ku yang di Kabupaten Sumenep, tiga perempat jalan ke tempat tes AMG dulu... fewwh.. liat banyak banget orang-orang.. para saingan yang harus dijegal, dengan usaha yang benar tentunya hehehe... tapi saat itu ga ada sama sekali pikiran kayak gitu, yang ada Cuma.. ”ayo izah, terakhir,, habis ini kita pulang...” “siph,boss...” jawab kepribadian lain saya...uwokeh..
Nyari tempat duduk. Kelasnya sempit dengan jubelan bangku-bangku kecil, bangku kuliah. Pas masuk, kelas udah hampir penuh, aku kebagian duduk paling belakang, nomor dua atau tiga dari pojok. Kalau pas SNMPTN ma STAN duduknya lega-lega jauh-jauhan, ini mepet banget duduknya.. saya bisa main PANCO dengan teman sebelah kalau saya mau.. dahsyat.. bangkunya kecil,, aku kangen bangku SMA yang semeja makan dan enak buat tiduran.. pokoknya pas ini kangen banget ma masa SMA, soalnya nuansa ruangannya bener2 kayak SMA.. riuh ramenya, beda ma tes-tes sebelumnya yang duduknya jauhan dan mayarakatnya sepi, pada pegang buku2 ga jelas..
Saya juga liat beberapa orang yang ikut tes STAN. Darimana saya tahu? Karena sepertinya dia punya masalah yang sama dengan saya mengenai busana.. memakai setelan yang sama saat daftar ke mana-mana... he-he..
Tesnya dibagi tiga, pertama ngerjain matematika. Ada bundel sendiri dikerjakan dalam waktu yang ditetukan. Selesai, taruh bundel soal di samping meja. Kedua bahas inggris kalau ga salah, sama, ada bendel sendiri-selesai-taruh samping meja. Ketiga tes pengetahuan umum, semuanya dikerjakan dalam satu lembar jawaban. Yak waktu habis.. pengumuman2.. bubar rame-rame... aku??ngawang... pokoknya pulang,,
Pas harinya pengumuman lulus tahap I, saya ke warnet desa sebelah... yup-yup... nomor saya ada.. nama saya ada.. nyawa saya?? Alhamdulillah masih bergelayutan.. saking ga percayanya ada adek2 yang lagi ngenet disamping saya (warnetnya ga ada pembatasnya, jadi di sini kita juga bisa main panco ma teman sebelah hehe) “ dek, bacain nama ini dunk!!” katrok abizz.. “Raudlatul Faizah..” kata adeknya, melihatku dengan pikiran 'ni kakak udah gedhe ga bisa baca main internet pula-freak intinya'. “ahh.. bener,, aku..” kata hatiku sumringah, susah banget nahan senyum, ampuunnn!! Pas pulang naik sepeda, sepanjang perjalanan dari desa sebelah otot sekitar mulutku kaku pengen melengkung ke atas. Kalau orang liat pasti dikiranya aku baru dapat jodoh guanteng wkwkwkwk... mpe rumah, kabarin mama-papa,,BERSYUKUR.. wait for level II.
Tes kedua itu tes psikologi. Ada tes IQ suruh ngitung-ngitung, tes logika suruh milih-milih yang cucok, uji imajinasi suruh gambar-gambar apa kek, uji konsistensi jawaban, suruh jawab pertanyaan satu bendel buku yang mirip-mirip tapi acak..lucu lah pokoknya. Sebelum tes ini juga ada masalah yang aneh. Menurut perintah, yang digunakan dalam tes kali ini adalah pensil HB bukan 2B seperti tes sebelumnya. kalau saya bukan tipe orang yang meributkan hal itu,, saya juga cuman bawa pensil 2B. Tapi ada segerombolan masyarakat pengikut tes tahap dua ribut di samping saya-waktu itu saya dapat tempat duduk di paling belakang-. “emang harus pake pensil HB yak??” kata yang satu.. “katanya ntar goresan tangan kita ga kebaca” kata yang lain. “busyet dah, udah kayak Vincent Van Gogh aja yang ngoreksi”pikirku.. tiba-tiba ada satu tokoh lagi masuk, dia bawa pensil HB, baru beli “di belakang ada toko yang jual” dialognya.. huh, daripada ntar kelulusan saya dipertanyakan karena ke-HB-an pensil saya, akhirnya saya ikut menjadi anggota RMPKP (Rombongan Masyarakat Peduli Ke-HB-an Pensil) membeli pensil HB di warung belakang.cukup sampai di sini, semua berjalan lancar bagi saya. Selain tes psikologi ada juga tes wawancara, saya dapat dua hari setelahnya. Ini wawancara paling geje, tanpa persiapan dan lagi-lagi tanpa otak,, saya ga mau cerita tentang ini tapi yang ditanyain itu urutan undang-undang dan sejenisnya gitu, macem-macem,, kerasa banget kualat guru KWN jaman SMA.. yang jelas di sini saya pertama kali hipotermia kedinginan dan ingin digosok-gosok pake minyak goreng mendidih... brrrr....
Pengumuman tes tahap II saya ketahui dari telpon kakak kedua saya karena warnet tutup terus.. Alhamdulillah,,,
Tes tahap III... ini tes kesehatan. Rumah sakitnya dipilihin tapi ga dibayarin, Rumah Sakit Bhayangkara. Tes ketiga ini diadakan pas bulan puasa.. (pokoknya trayek mpe sampai ke STIS itu luamaaaaa banget,, tesnya berantai sebulan lebih baru bisa lega..). panas-panas ke Surabaya pas puasa, tapi anehnya saya merasa itu hari yang indah. Untuk sekali ini saya tidak mampir ke rumah pak de. Langsung ke rumah sakit, liat ada mbak-mbak jaga di kotak kecil lagi nganggur..setelah tanya, mbak itu bilang lewat koridor sebelah kanan,, saya jalan.. pas sampai arah yang dituju ada lorong saya masuk saja, ternyata itu lorong ruang operasi. Saya jalan dengan wajah sumringah melewati dua tiga kelompok orang saling berpelukan dan menguatkan sedang menunggu lampu merah pintu operasi dimatikan. kenapa kamu lewat sini,,?? Ishhh.. masih senyum lagi... tumben kepribadian lain saya waras, bulan puasa kali yak...
tesnya itu pertama, tes urine, trus disedot darahnya satu suntikan gedhe, habis itu tes rongent ma tes gigi.. aku lupa tes apalagi.. yang aku ingat di lembar tes gigku, gigi depan nomor dua sebelah kanan di silang, dibagian bawah aku liat artinya=copot, dan dua geraham belakang dicontreng, artinya=bolong... gigiku sayang.. bayarnya dulu 350 ribu dari kantong sendiri.. selesai-pulang,,, tidur-buka puasa...horeee...
Pengumuman lulus tahap III disampaikan oleh kakak kedua saya melalui telepon di akhir bulan puasa dan tidak sampai seminggu setelah hari raya, saya sudah harus berangkat ke Jakarta... setelah sampai di Jakarta dan daftar ulang saya resmi sebagai calon sarjana dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik..nasib saya sudah tidak tak jelas lagi..
kenapa saya cerita tentang ini? karena saya punya masalah,, saya tidak pernah tahu apa tujuan saya. saya memilih perguruan tinggi yang kata orang merupakan pilihan hidup dan mati, penentu masa depan seperti memilih kucing dalam karung. tidak jelas apakah dia sehat, ato pantatnya jerawatan. saya suka kejutan hidup jadi saya serahkan semua-muanya pada-Nya. mungkin bukan saya saja yang mengalami tapi karena jalan hidup sudah diaspal ke arah di mana kita sekarang berada ikuti saja alurnya, syukuri dan beri yang terbaik. meskipun kadang jalan tak selamanya beraspal, berbatu-batu juga bagus untuk penderita reumatik.(ending)
*hari ini sama dengan tiga tahun lalu, telah diadakan tes tahap satu Ujian Saringan Masuk Sekolah Tinggi Ilmu Statistik serentak di seluruh nusantara... kami tunggu Anda menjadi keluarga kami...
Trilogi Pasca SMA(2)
Setelah bertukar sapa dan main cubit-cubitan ama Perguruan Tinggi Negeri, saya juga juga ngobrol-ngobrol ringan dan minum teh bareng Perguruan Tinggi Kedinasan. Apa itu Perguruan tinggi Kedinasan?? PTK itu tempat anda-anda bisa berjuang jadi PNS tanpa jual sawah ato tanah ato nguras tabungan hidup mama-papa. Yang anda butuhkan tinggal bawa otak anda, kumpulkan sebanyak mungkin keberuntungan yang anda punya dan jangan lupa masukkan unsur kekuasaan tuhan yang unlimited dan BUUUM.. jika keberuntungan anda mencukupi dan tuhan mengijinkan, jadilah anda PNS, kalo ga masuk ya.. berarti asumsi belum terpenuhi hehehe (lebih lengkapnya tanya google aja yak). Nah, itulah yang dicari oleh keluarga saya.
Jika ikut tes PTN niatannnya hanya untuk coba-coba, ikut PTK menyimpan harapan tersendiri. Dua kakak saya berhasil masuk kuliah gratisan, jadi tidak ada salahnya bagi ayahanda saya untuk mengumpankan saya pada yang gratis-gratis juga, berhubung devisa keluarga kami tidak mampu menaggung APBN yang ada jika saya kuliah di PTN hohoho...
Saya ikut tiga tes PTK,: STAN, AMG dan STIS. Di trilogi bagian dua ini yang diulas adalah STAN dan AMG. Yang STIS, ntar-ntar akan diceritain karena disanalah aku berhasil mendarat keras, terantuk-antuk batu, melayang anggun, timbul tenggelam sampai sekarang dalam proses mencoba keluar.
Pertama STAN, PTK ini direkomendasikan oleh ayahanda kepada kakak kedua saya dan kakak saya tembus, sekarang sudah hidup berkeluarga dengan bonus dua anak(btw, ponakanku yang kedua baru lahir seminggu lalu loh!! Hehehe) kalo kakak pertama saya sedang dalam proses berkeluarga, ini kok jadi muncrat kemana-mana alurnya.... balik ke STAN.
Tahap awal dari semua kompetisi adalah MENDAFTAR.. kalo daftar PTK saya bareng masyarakat edan[teman SMA-red], daftar STAN saya ditemani penjaga setia saya, ayahanda, ditambah seorang teman masa kecil. Begitu nyampek tempat pendaftaran, yang tampak adalah antrian puanjaaaaangg buanggggeetttt, ga jelas ekornya dimana. Maklumlah, menurut sepengetahuan saya, STAN merupakan PTK yang paling dikenal. Bahkan beberapa orang menganggap PTK ya Cuma STAN doank,, padahal bejibun euy!! Dari yang setengah gratis, gratis semua, mpe yang dapat bonus atm langsung keisi kayak almamater saya sekarang hwehehehe ...
Habis ngantri lama yang berasa berjam-jam dikelilingi tuan dan nona rasanya..huft..NGANTUK hahaha..
Setelah sejam lebihan lah, akhirnya masuk juga ke ruang pendaftaran. Cek ini-cek itu, tempel photo, gunting-gunting lalala jadi deh kartu ujianku. Level satu-completed. Sayangnya, temenku ada yang berkasnya kurangjadi dia mesti balik dan belum dapat kartu ujiannya.
Udah daftar dan tahu hari ma tempat ujiannya, go home... tiba-tiba hari-H ujian tinggal besok, akhirnya saya pergi ke Surabaya. Waktu itu saya tesnya di kampus Universitas Airlangga. Pas hari-H ini saya itu lagi kena batuk jam-jaman.. maksudnya tiap jam berapa tiba-tiba batuk berdahak dan lama.. Nah, tragedi terjadi saat tes yang berlangsung selama tiga jam dan bikin encok itu sudah berjalan sekitar satu jam.
Saya, Eeza Fayza dengan penuh rasa hormat mulai batuk nyembur-nyembur ga jelas. Dahak-dahak yang biasa akrab dengan tenggorokan melakukan kudeta dan pembebasan diri...aaarrrgghh... ke toilet?? Ga boleh keluar ruangan selama tes, hp aja disuruh matiin, kalo mpe bunyi sepersekian detik aja, dari siapapun yang nelpon, sepenting apapun kabarnya, pemilik hp dinyatakan GUGUR!!
Kembali ke adegan batuk hebat yang saya alami, untungnya saya bawa tissue, akhirnya saya ludahkan dahak itu ke tissue,, tapi tissue saya saat itu merupakan sumber daya yang langka dan tidak dapat diperbaharui. Inti kalimat tissue saya punah-habis-tak bersisa. Begitu dahak keluar lagi, saya encerkan dengan ludah dan .. menelannya lagi.. hyakkk!! Yes i did it... oh my... maaf anda harus membaca semua ini, siapa suruh baca!!kagak ada yang nyuruh juga,, setelah berlangsung selama hampir satu jam yang terasa lambreto sangat, akhirnya sutradara hidup saya mengijinkan saya ganti adegan menjadi cewek yang sibuk ngerjain soal, bukan sibuk menelan dahak..
Alhamdulillah!! Saya bisa bilang saya tidak akan heran kalau masyarakat seruangan saya saat itu tidak lulus semua karena variabel batuknya saya sangat berpengaruh pada konsentrasi masyarakat dan tingkat kelulusan hehehe maaf nona dan tuan yang bahkan tidak saya kenal jika saya mengganggu, semoga anda menerima takdir terbaik dari Yang Kuasa. Level two-completed. Dan hasil yang saya dapat adalah jika hipotesis nol yang ada menyatakan saya lulus, maka dari hasil tes menyatakan tolak H0,, yeah.. padahal soal tes yang paling sering saya kerjakan adalah USM STAN, bukan karena ingin lulus tapi karena soalnya lucu-lucu hehehe (lucu!? -__-“a). Tapi ternyata takdir saya lebih keren sekarang. Alhamdulillah!!bisa dibilang untung saya ga keterima di STAN hohoho.. tiap orang punya takdir terbaiknya sendiri-sendiri, trust me!!
Kedua AMG, aku lupa dapat info ini dari mana, yang jelas saya search di internet dan dapat syarat-syarat pendaftaran. Saya tertarik ke AMG emang dari awal ga pengen kerja kantoran, kalo jadi PNS kan identik dengan kantor, aturan libur ma birokrasi ini itu, begini begitu, semrawut!! Jadi seenggaknya saya pikir kalo di AMG pasti ada kerja lapangannya dulu, ngetes gempa, thawaf ngelilingi gunung berapi ato apa kek, yang penting ga di kantor.. jadi, siapkan berkas berangkat!!
Sebenernya saya daftar AMG itu sama harinya dengan daftar STAN. Karena kelamaan nunggu daftar di STANnya yang antriannya macam ular anaconda disambung-sambung, saya dan ayahanda kesorean, udah naik angkot tapi kalo diterusin pasti telat dan udah tutup. Soalnya, tempat daftar AMG itu ada di dalemnya bandar udara juanda, di samping landasan terbangnya,bok!! Gile ga tuh!! Akhirnya saya dititipkan ke rumah pak de saya biar besok pagi bisa daftar, besok itu adalah hari terakhir pendaftaran. Niatnya sih, saya berangkat sendiri ke tempat pendaftaran. Tapi karena pak de takut saya ilang selama saya berada di bawah tanggung jawabnya akhirnya saya diantar sampe tujuan.
Keesokkan harinya, karena tempat pak de saya dengan bandara Juanda ibaratnya kayak Ujung Kulon ma Kabupaten Sumenep, kami berangkat jam 6 pagi. Wush.. saya selalu suka keluar rumah pagi-pagi udara pertama yang menyentuh pori-pori,MENYEGARKAN. Jalanan masih lengang, matahari juga belum jingga. Nyampe di kawasan bandara kami beli sarapan di warung soto madura nyam-nyam, ditraktir pak de tentunya.. lanjutkan perjalanan.
Nyampe di gerbang markas Angkatan Udara, diperiksa-periksa.. silahkan masuk. Tanya-tanya dimana tempat daftar, jalan lagi.. saya ga tahu itu belok kemana aja, saya setia saja duduk di jok belakang sepeda motor pak de. Mau kemana kek tu sepeda motor peduli amat, di sono isinya tentaraaaa semua. Lagi larilah, jaga, bengong dll.. tiba di suatu gerbang pagar besi kecil, disuruh nyerahin KTP baru boleh masuk, katanya kantornya tinggal belok dan lurus, ukeh,pak.
Kalian tahu gerbang itu menuju ke mana, ke tempat pesawat terbang landas.. lapangannya luaaaasss. Dan ada satu pesawat lagi jalan-jalan, kayaknya habis arisan ma pesawat lain, apa coba?? I’m amazed, katrok, liat begituan kan Cuma di tipi, biasanya yang keliatan juga depannya bandara, yang ini pantatnya bandara tahu..trus katanya lagi, jalan yang kami lalui itu adalah jalan yang biasa dilalui rombongan presiden kalo berkunjung. jadi presiden itu ga lewat jalan depan bandara, tapi lewat jalan pantat..hwahahaha( smug ini bukan bagian dari penghinaan publik sssttt!!)
Masih naik sepeda motor ma terpukau, pak de lurus aja, tapi kok udah dead end, buntu. “mungkin rumah yang tadi, de? Di kana jalan..” kami mundur. Dan benar saja, sebuah bangunan kecil sederhana itu adalah tempat pendaftaran AMG. Saya tahu dari plang nama bangunan yang mirip plang posyandu di balai desa yang terbuat dari kayu dengan tulisan muram dan cat baret-baret mengelupas, kehabisan energi melawan kroyokan hujan dan panas tapi masih kebaca. BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA sekarang udah jadi BMKG, jadi paling udah diganti. katanya sih itu cuma kantor administrasi, masih ada kantor lain yang berisis peralatan canggih gitu lah intinya. trus tempat daftar AMG itu terbatas di jawa cuma ada di Jakarta ma Surabaya aja-pada waktu itu-. jadi ada orang jogja dan semarang yan gbareng datang pagi-pagi ke sana, barusan naik kereta.
Pendaftaran belum dibuka, menunggu. Niatnya, pak de Cuma nganter trus balik ke sekolahan karena ada rapat, pak de-ku guru. Tapi karena tahu aku Cuma dafar jadi ditungguin-ga jadi rapat. Aku udah bilang ditinggal ga pa-pa,nanti saya akan langsung pulang kampung habis daftar dari terminal purabaya ke wilangun dan go home.. tapi lagi-lagi pak de menolak. Padahal kan aku pengen nyasar di bandara huhuhu... bayangin kalo saya nyasar dan ga sengaja masuk pesawat jurusan Jepang, ih wao!! “ mbak saya nyasar, gimana ini mbak?” dialog saat pesawat udah terbang landas. “ga pa-pa dek, nanti ikut kakak saja ya! Kita jalan-jalan di tokyo” jawab kaka pramugari nan cantik dan cling saya di bandara Narita!!! – BANGUN-BANGUN!! Setelah dapat kartu tesnya, pulang...lalalala..
Tes di AMG dibagi dua hari. Aku lupa tesnya apa aja. Tesnya diadain di departemen agama, lokasinya juga di area bandara juanda, tapi area luaran lah. Pak de ga bisa nganterin jadi minta bantuan temannya karena lagi-lagi pak de ga mau aku ilang karena saya dari desa ga kenal rumitnya kota besar. Padahal saya inien sekali ilang hahaha.. baru kali itu saya kluyuran di daerah situ. Kalo nyasar trus tanya pak polisi seenggaknya kan saya ada alasan “ tadi habis daftar AMG,pak!” kalo nyasar pas lagi ga ngapa-ngapain kan lucu “ saya iseng, pak . pengen nyasar” ngak!!
Pas ujian, yang dites di AMG itu bahasa inggris, matematika ma fisika kalo ga salah. Soal dibagi, mati loh!! belajar fisika cuma dibengongin aja bukunya, ni angka diapain, rumus m kali w kali g kali apa lagi?? Mampus lo.. Cuma bisa ngerjain berapa gitu hahaha, belum lagi kalo yang daftar udah sarjana tesnya uraian hahaha bisa-bisa saya gambar saja gunung berapi sudah meletus wkwkwkwk.. dan bisa ditebak saya tidak masuk hahaha.. lega rasanya, soalnya saya baru tahu kalau di AMG yang tipe pendidikannya taruna itu memuat unsur militer. Trus tes kesehatannya harus benar-benar sehat, gigiku yang ompong sebelah ga masuk dalam daftar.. lagi-lagi alhamdulillah saya ga masuk AMG hehehe..karena saya sekarang sudah diterima di tempat yang sesuai seperti yang saya inginkan, Allah Maha Tahu yang terbaik... alhamdulillah!!
Gitu doank sih yang bagian ini,, lain kali lagi.. (unending)
*Selama saya di Surabaya berkali buat tes-tes dan uji signifikansi, saya nebeng di rumah pak de-suaminya kakak perempuan ibu saya. Terima kasih buat keluarga De Noor yang mau dititipin makhluk seperti saya, menyediakan jus sehat tiap pagi dan sarapan yang menyehatkan. Terima kasih banyak....
Jika ikut tes PTN niatannnya hanya untuk coba-coba, ikut PTK menyimpan harapan tersendiri. Dua kakak saya berhasil masuk kuliah gratisan, jadi tidak ada salahnya bagi ayahanda saya untuk mengumpankan saya pada yang gratis-gratis juga, berhubung devisa keluarga kami tidak mampu menaggung APBN yang ada jika saya kuliah di PTN hohoho...
Saya ikut tiga tes PTK,: STAN, AMG dan STIS. Di trilogi bagian dua ini yang diulas adalah STAN dan AMG. Yang STIS, ntar-ntar akan diceritain karena disanalah aku berhasil mendarat keras, terantuk-antuk batu, melayang anggun, timbul tenggelam sampai sekarang dalam proses mencoba keluar.
Pertama STAN, PTK ini direkomendasikan oleh ayahanda kepada kakak kedua saya dan kakak saya tembus, sekarang sudah hidup berkeluarga dengan bonus dua anak(btw, ponakanku yang kedua baru lahir seminggu lalu loh!! Hehehe) kalo kakak pertama saya sedang dalam proses berkeluarga, ini kok jadi muncrat kemana-mana alurnya.... balik ke STAN.
Tahap awal dari semua kompetisi adalah MENDAFTAR.. kalo daftar PTK saya bareng masyarakat edan[teman SMA-red], daftar STAN saya ditemani penjaga setia saya, ayahanda, ditambah seorang teman masa kecil. Begitu nyampek tempat pendaftaran, yang tampak adalah antrian puanjaaaaangg buanggggeetttt, ga jelas ekornya dimana. Maklumlah, menurut sepengetahuan saya, STAN merupakan PTK yang paling dikenal. Bahkan beberapa orang menganggap PTK ya Cuma STAN doank,, padahal bejibun euy!! Dari yang setengah gratis, gratis semua, mpe yang dapat bonus atm langsung keisi kayak almamater saya sekarang hwehehehe ...
Habis ngantri lama yang berasa berjam-jam dikelilingi tuan dan nona rasanya..huft..NGANTUK hahaha..
Setelah sejam lebihan lah, akhirnya masuk juga ke ruang pendaftaran. Cek ini-cek itu, tempel photo, gunting-gunting lalala jadi deh kartu ujianku. Level satu-completed. Sayangnya, temenku ada yang berkasnya kurangjadi dia mesti balik dan belum dapat kartu ujiannya.
Udah daftar dan tahu hari ma tempat ujiannya, go home... tiba-tiba hari-H ujian tinggal besok, akhirnya saya pergi ke Surabaya. Waktu itu saya tesnya di kampus Universitas Airlangga. Pas hari-H ini saya itu lagi kena batuk jam-jaman.. maksudnya tiap jam berapa tiba-tiba batuk berdahak dan lama.. Nah, tragedi terjadi saat tes yang berlangsung selama tiga jam dan bikin encok itu sudah berjalan sekitar satu jam.
Saya, Eeza Fayza dengan penuh rasa hormat mulai batuk nyembur-nyembur ga jelas. Dahak-dahak yang biasa akrab dengan tenggorokan melakukan kudeta dan pembebasan diri...aaarrrgghh... ke toilet?? Ga boleh keluar ruangan selama tes, hp aja disuruh matiin, kalo mpe bunyi sepersekian detik aja, dari siapapun yang nelpon, sepenting apapun kabarnya, pemilik hp dinyatakan GUGUR!!
Kembali ke adegan batuk hebat yang saya alami, untungnya saya bawa tissue, akhirnya saya ludahkan dahak itu ke tissue,, tapi tissue saya saat itu merupakan sumber daya yang langka dan tidak dapat diperbaharui. Inti kalimat tissue saya punah-habis-tak bersisa. Begitu dahak keluar lagi, saya encerkan dengan ludah dan .. menelannya lagi.. hyakkk!! Yes i did it... oh my... maaf anda harus membaca semua ini, siapa suruh baca!!kagak ada yang nyuruh juga,, setelah berlangsung selama hampir satu jam yang terasa lambreto sangat, akhirnya sutradara hidup saya mengijinkan saya ganti adegan menjadi cewek yang sibuk ngerjain soal, bukan sibuk menelan dahak..
Alhamdulillah!! Saya bisa bilang saya tidak akan heran kalau masyarakat seruangan saya saat itu tidak lulus semua karena variabel batuknya saya sangat berpengaruh pada konsentrasi masyarakat dan tingkat kelulusan hehehe maaf nona dan tuan yang bahkan tidak saya kenal jika saya mengganggu, semoga anda menerima takdir terbaik dari Yang Kuasa. Level two-completed. Dan hasil yang saya dapat adalah jika hipotesis nol yang ada menyatakan saya lulus, maka dari hasil tes menyatakan tolak H0,, yeah.. padahal soal tes yang paling sering saya kerjakan adalah USM STAN, bukan karena ingin lulus tapi karena soalnya lucu-lucu hehehe (lucu!? -__-“a). Tapi ternyata takdir saya lebih keren sekarang. Alhamdulillah!!bisa dibilang untung saya ga keterima di STAN hohoho.. tiap orang punya takdir terbaiknya sendiri-sendiri, trust me!!
Kedua AMG, aku lupa dapat info ini dari mana, yang jelas saya search di internet dan dapat syarat-syarat pendaftaran. Saya tertarik ke AMG emang dari awal ga pengen kerja kantoran, kalo jadi PNS kan identik dengan kantor, aturan libur ma birokrasi ini itu, begini begitu, semrawut!! Jadi seenggaknya saya pikir kalo di AMG pasti ada kerja lapangannya dulu, ngetes gempa, thawaf ngelilingi gunung berapi ato apa kek, yang penting ga di kantor.. jadi, siapkan berkas berangkat!!
Sebenernya saya daftar AMG itu sama harinya dengan daftar STAN. Karena kelamaan nunggu daftar di STANnya yang antriannya macam ular anaconda disambung-sambung, saya dan ayahanda kesorean, udah naik angkot tapi kalo diterusin pasti telat dan udah tutup. Soalnya, tempat daftar AMG itu ada di dalemnya bandar udara juanda, di samping landasan terbangnya,bok!! Gile ga tuh!! Akhirnya saya dititipkan ke rumah pak de saya biar besok pagi bisa daftar, besok itu adalah hari terakhir pendaftaran. Niatnya sih, saya berangkat sendiri ke tempat pendaftaran. Tapi karena pak de takut saya ilang selama saya berada di bawah tanggung jawabnya akhirnya saya diantar sampe tujuan.
Keesokkan harinya, karena tempat pak de saya dengan bandara Juanda ibaratnya kayak Ujung Kulon ma Kabupaten Sumenep, kami berangkat jam 6 pagi. Wush.. saya selalu suka keluar rumah pagi-pagi udara pertama yang menyentuh pori-pori,MENYEGARKAN. Jalanan masih lengang, matahari juga belum jingga. Nyampe di kawasan bandara kami beli sarapan di warung soto madura nyam-nyam, ditraktir pak de tentunya.. lanjutkan perjalanan.
Nyampe di gerbang markas Angkatan Udara, diperiksa-periksa.. silahkan masuk. Tanya-tanya dimana tempat daftar, jalan lagi.. saya ga tahu itu belok kemana aja, saya setia saja duduk di jok belakang sepeda motor pak de. Mau kemana kek tu sepeda motor peduli amat, di sono isinya tentaraaaa semua. Lagi larilah, jaga, bengong dll.. tiba di suatu gerbang pagar besi kecil, disuruh nyerahin KTP baru boleh masuk, katanya kantornya tinggal belok dan lurus, ukeh,pak.
Kalian tahu gerbang itu menuju ke mana, ke tempat pesawat terbang landas.. lapangannya luaaaasss. Dan ada satu pesawat lagi jalan-jalan, kayaknya habis arisan ma pesawat lain, apa coba?? I’m amazed, katrok, liat begituan kan Cuma di tipi, biasanya yang keliatan juga depannya bandara, yang ini pantatnya bandara tahu..trus katanya lagi, jalan yang kami lalui itu adalah jalan yang biasa dilalui rombongan presiden kalo berkunjung. jadi presiden itu ga lewat jalan depan bandara, tapi lewat jalan pantat..hwahahaha( smug ini bukan bagian dari penghinaan publik sssttt!!)
Masih naik sepeda motor ma terpukau, pak de lurus aja, tapi kok udah dead end, buntu. “mungkin rumah yang tadi, de? Di kana jalan..” kami mundur. Dan benar saja, sebuah bangunan kecil sederhana itu adalah tempat pendaftaran AMG. Saya tahu dari plang nama bangunan yang mirip plang posyandu di balai desa yang terbuat dari kayu dengan tulisan muram dan cat baret-baret mengelupas, kehabisan energi melawan kroyokan hujan dan panas tapi masih kebaca. BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA sekarang udah jadi BMKG, jadi paling udah diganti. katanya sih itu cuma kantor administrasi, masih ada kantor lain yang berisis peralatan canggih gitu lah intinya. trus tempat daftar AMG itu terbatas di jawa cuma ada di Jakarta ma Surabaya aja-pada waktu itu-. jadi ada orang jogja dan semarang yan gbareng datang pagi-pagi ke sana, barusan naik kereta.
Pendaftaran belum dibuka, menunggu. Niatnya, pak de Cuma nganter trus balik ke sekolahan karena ada rapat, pak de-ku guru. Tapi karena tahu aku Cuma dafar jadi ditungguin-ga jadi rapat. Aku udah bilang ditinggal ga pa-pa,nanti saya akan langsung pulang kampung habis daftar dari terminal purabaya ke wilangun dan go home.. tapi lagi-lagi pak de menolak. Padahal kan aku pengen nyasar di bandara huhuhu... bayangin kalo saya nyasar dan ga sengaja masuk pesawat jurusan Jepang, ih wao!! “ mbak saya nyasar, gimana ini mbak?” dialog saat pesawat udah terbang landas. “ga pa-pa dek, nanti ikut kakak saja ya! Kita jalan-jalan di tokyo” jawab kaka pramugari nan cantik dan cling saya di bandara Narita!!! – BANGUN-BANGUN!! Setelah dapat kartu tesnya, pulang...lalalala..
Tes di AMG dibagi dua hari. Aku lupa tesnya apa aja. Tesnya diadain di departemen agama, lokasinya juga di area bandara juanda, tapi area luaran lah. Pak de ga bisa nganterin jadi minta bantuan temannya karena lagi-lagi pak de ga mau aku ilang karena saya dari desa ga kenal rumitnya kota besar. Padahal saya inien sekali ilang hahaha.. baru kali itu saya kluyuran di daerah situ. Kalo nyasar trus tanya pak polisi seenggaknya kan saya ada alasan “ tadi habis daftar AMG,pak!” kalo nyasar pas lagi ga ngapa-ngapain kan lucu “ saya iseng, pak . pengen nyasar” ngak!!
Pas ujian, yang dites di AMG itu bahasa inggris, matematika ma fisika kalo ga salah. Soal dibagi, mati loh!! belajar fisika cuma dibengongin aja bukunya, ni angka diapain, rumus m kali w kali g kali apa lagi?? Mampus lo.. Cuma bisa ngerjain berapa gitu hahaha, belum lagi kalo yang daftar udah sarjana tesnya uraian hahaha bisa-bisa saya gambar saja gunung berapi sudah meletus wkwkwkwk.. dan bisa ditebak saya tidak masuk hahaha.. lega rasanya, soalnya saya baru tahu kalau di AMG yang tipe pendidikannya taruna itu memuat unsur militer. Trus tes kesehatannya harus benar-benar sehat, gigiku yang ompong sebelah ga masuk dalam daftar.. lagi-lagi alhamdulillah saya ga masuk AMG hehehe..karena saya sekarang sudah diterima di tempat yang sesuai seperti yang saya inginkan, Allah Maha Tahu yang terbaik... alhamdulillah!!
Gitu doank sih yang bagian ini,, lain kali lagi.. (unending)
*Selama saya di Surabaya berkali buat tes-tes dan uji signifikansi, saya nebeng di rumah pak de-suaminya kakak perempuan ibu saya. Terima kasih buat keluarga De Noor yang mau dititipin makhluk seperti saya, menyediakan jus sehat tiap pagi dan sarapan yang menyehatkan. Terima kasih banyak....
Tidak Tak Beruntung
Aku beruntung terlahir di ssekitar tahun 90-an.. tahun-tahun yang aman, bukan arena perang macam zaman penjajahan atau masa agresi Belanda di sekitar tahun 1945. Bukan juga di tahun 1965-an saat pembantaian PKI sedang hot.. aku terlahir di sekitar tahun 90-an yang sangat sesuai bagi seseorang anak kecil untuk tumbuh dan menjadi seseorang yang hampir bisa besar seperti aku ini.
Aku beruntung menikmati masa kecil di awal-awal tahun 90-an yang nyaman. Masa di mana BULUTANGKIS lebih seru di tonton daripada ‘inbox’ atau ‘dahsyat’ dan penggemar power rangers, dragon ball dan pendekar Yoko lebih mudah dideteksi daripada penggila Cinta Fitri. suatu zaman di mana selera musik masih sesuai umur karena ada Papa T. Bob, Tasya, Trio Kwek-kwek yang keranjingan berkarya sehingga si kecil aku tak perlu terjebak di tengah hiruk pikuk lagu cinta picisan dan sensualitas Kucing Garong. Dan aku mensyukuri saat dimana acara-acara animal yang bercerita tentang kodok beracun lebih sering dimunculkan di TV dibanding frekuensi acara gosip keglamoran selebritis. Aku menikmati masa di mana individualisme belum berperan banyak dalam permainan anak-anak...kau harus lari menjemput setiap anak tetangga agar bisa bermain dengan seru, bukan hanya dengan mengklik beberapa tombol dan menatap layar tanpa kedip. Aku beruntung di masa kecilku, aku terlebih dahulu melihat capung terbang sebelum terkagum dengan helikopter, aku sudah ahli mengupas jeruk sebelum mengenal Marimas. Aku beruntung aku tahu bagaimana proses padi dan segala sesuatunya ditanam dan dipetik. Aku beruntung melihat wujud nyata ikan yang akan kumakan,bukan ikan fillet yang tipis, jadi aku tidak pernah menjadi anak kecil yang membayangkan fillet-fillet itu berenang di lautan. Aku beruntung masih merasakan riuh tetes hujan yang segar di bulan desember saat udara belum penuh karbon dan benda kimiawi seperti masa kini. Aku beruntung sekali...
aku beruntung melalui masa remaja awalku di sekitar tahun 2000-an, jadi aku tak perlu terjebak dalam adat-istiadat 4l@y yang menjadi jantung peradaban remaja tahun 2010-an... di tahun itu, aku menikmati banyaknya anime japan yang bertebaran yang mengajarkanku bermimpi tinggi, berteman baik dan berkomunikasi dengan benda-benda yang tak bicara. Aku beruntung aku hidup dan tumbuh dalam habitat yang bersih dengan seminimal mungkin efek kontaminasi keburukan menciptakan fondasi kehidupan yang selalu mengharapkan kedamaian.. selaras dengan power rangers yang bekerja sama menyalesaikan kerusuhan alien dari luar angkasa. Aku beruntung terlahir di desa kecil pinggir pantai di tengah organisasi keluarga yang sederhana, jadi aku tak perlu pontang-panting membuat diriku tampil dengan bejibun aksesoris seperti yang remaja lain lakukan. aku beruntung dalam masa awal perkembanganku, aku punya dasar untuk membedakan hitam dan putih karena duniaku di masa itu tidak seabu-abu sekarang ini.
Aku beruntung menjadi remaja besar yang cukup punya pendirian, setidaknya untuk memilih arus yang menuntunku ke arah lautan lepas dan bukan rawa-rawa buntu. Satu hal cukup aku syukuri, saat Allah menjatuhkan komik di jalan hidupku karena benda itu mengenalkanku pada banyak orang, dan sejauh yang aku tahu manusia yang suka baca komik adalah orang-orang BAIK hehehe... dan bahkan perspektif dalam sebuah komik lebih patut kuhargai daripada cara pandang sinetron tak berkualitas.
Aku beruntung saat ini lebih memilih menonton spongebob Squarepants daripada terjebak dalam ketertarikan semu film-film sejenis ‘suster ngesot mengeramasi pocong’ dan sejenisnya. Aku bersyukur menjadi manusia yang tidak suka AC karena aku berpaetisipasi dalam penghematan energi masa depan meski tampak jelas tidak signifikan. Aku beruntung menjadi orang yang tahu rasanya terik matahari dan tahu banyaknya cobaan bagi pedestrian di trotoar Jakarta bukan orang yang senantiasa berada dalam mobil ber-AC yang bahkan sepatunyapun tak pernah menjejak wujud tanah yang sesungguhnya. Aku beruntung menjadi seorang aku. aku beruntung menjadi amanat dari aba dan ibukku, menjadi adik dari kakak-kakakku , manjadi kakak yang kadang sadis dari adik-adikku, menjadi teman dari teman-temanku meski hanya sebatas bertukar hai di sudut jalan... menjadi tokoh pelengkap dari adegan yang dilewati tokoh-tokoh disekitarku..
Aku beruntung aku masih mampu mensyukuri hidupku yang sangat sempurna ini.. aku beruntung aku bersyukur dan aku bersyukur aku beruntung...Alhamdulillah...
... i am perfectly i am... terlahir di saat yang tepat untuk menciptakan karakter seperti yang sekarang ini aku jalani karena terkadang terbersit rasa kasihan melihat adiku harus tumbuh di masa para penerus generasi merasa patah hati. Bagaimana dunia bisa begitu berbeda padahal aku juga belum genap menjalani usiaku yang kedua puluh... dunia dan Indonesia yang aku tahu saat kecil berbeda dengan yang aku kenal saat ini. Entah karena dulu otakku masih terlalu imut untuk menampung hal-hal global dan mendunia atau memang beginilah dunia yang mengiringiku tumbuh berkembang. Bertobatlah generasi yang memulai ketidakbaikkan ini, berjuanglah generasi yang berniat memperbaiki ketidakbaikkan ini, bersabarlah generasi yang melanjutkan kebaikan dari generasi sebelum ini.
Aku beruntung menikmati masa kecil di awal-awal tahun 90-an yang nyaman. Masa di mana BULUTANGKIS lebih seru di tonton daripada ‘inbox’ atau ‘dahsyat’ dan penggemar power rangers, dragon ball dan pendekar Yoko lebih mudah dideteksi daripada penggila Cinta Fitri. suatu zaman di mana selera musik masih sesuai umur karena ada Papa T. Bob, Tasya, Trio Kwek-kwek yang keranjingan berkarya sehingga si kecil aku tak perlu terjebak di tengah hiruk pikuk lagu cinta picisan dan sensualitas Kucing Garong. Dan aku mensyukuri saat dimana acara-acara animal yang bercerita tentang kodok beracun lebih sering dimunculkan di TV dibanding frekuensi acara gosip keglamoran selebritis. Aku menikmati masa di mana individualisme belum berperan banyak dalam permainan anak-anak...kau harus lari menjemput setiap anak tetangga agar bisa bermain dengan seru, bukan hanya dengan mengklik beberapa tombol dan menatap layar tanpa kedip. Aku beruntung di masa kecilku, aku terlebih dahulu melihat capung terbang sebelum terkagum dengan helikopter, aku sudah ahli mengupas jeruk sebelum mengenal Marimas. Aku beruntung aku tahu bagaimana proses padi dan segala sesuatunya ditanam dan dipetik. Aku beruntung melihat wujud nyata ikan yang akan kumakan,bukan ikan fillet yang tipis, jadi aku tidak pernah menjadi anak kecil yang membayangkan fillet-fillet itu berenang di lautan. Aku beruntung masih merasakan riuh tetes hujan yang segar di bulan desember saat udara belum penuh karbon dan benda kimiawi seperti masa kini. Aku beruntung sekali...
aku beruntung melalui masa remaja awalku di sekitar tahun 2000-an, jadi aku tak perlu terjebak dalam adat-istiadat 4l@y yang menjadi jantung peradaban remaja tahun 2010-an... di tahun itu, aku menikmati banyaknya anime japan yang bertebaran yang mengajarkanku bermimpi tinggi, berteman baik dan berkomunikasi dengan benda-benda yang tak bicara. Aku beruntung aku hidup dan tumbuh dalam habitat yang bersih dengan seminimal mungkin efek kontaminasi keburukan menciptakan fondasi kehidupan yang selalu mengharapkan kedamaian.. selaras dengan power rangers yang bekerja sama menyalesaikan kerusuhan alien dari luar angkasa. Aku beruntung terlahir di desa kecil pinggir pantai di tengah organisasi keluarga yang sederhana, jadi aku tak perlu pontang-panting membuat diriku tampil dengan bejibun aksesoris seperti yang remaja lain lakukan. aku beruntung dalam masa awal perkembanganku, aku punya dasar untuk membedakan hitam dan putih karena duniaku di masa itu tidak seabu-abu sekarang ini.
Aku beruntung menjadi remaja besar yang cukup punya pendirian, setidaknya untuk memilih arus yang menuntunku ke arah lautan lepas dan bukan rawa-rawa buntu. Satu hal cukup aku syukuri, saat Allah menjatuhkan komik di jalan hidupku karena benda itu mengenalkanku pada banyak orang, dan sejauh yang aku tahu manusia yang suka baca komik adalah orang-orang BAIK hehehe... dan bahkan perspektif dalam sebuah komik lebih patut kuhargai daripada cara pandang sinetron tak berkualitas.
Aku beruntung saat ini lebih memilih menonton spongebob Squarepants daripada terjebak dalam ketertarikan semu film-film sejenis ‘suster ngesot mengeramasi pocong’ dan sejenisnya. Aku bersyukur menjadi manusia yang tidak suka AC karena aku berpaetisipasi dalam penghematan energi masa depan meski tampak jelas tidak signifikan. Aku beruntung menjadi orang yang tahu rasanya terik matahari dan tahu banyaknya cobaan bagi pedestrian di trotoar Jakarta bukan orang yang senantiasa berada dalam mobil ber-AC yang bahkan sepatunyapun tak pernah menjejak wujud tanah yang sesungguhnya. Aku beruntung menjadi seorang aku. aku beruntung menjadi amanat dari aba dan ibukku, menjadi adik dari kakak-kakakku , manjadi kakak yang kadang sadis dari adik-adikku, menjadi teman dari teman-temanku meski hanya sebatas bertukar hai di sudut jalan... menjadi tokoh pelengkap dari adegan yang dilewati tokoh-tokoh disekitarku..
Aku beruntung aku masih mampu mensyukuri hidupku yang sangat sempurna ini.. aku beruntung aku bersyukur dan aku bersyukur aku beruntung...Alhamdulillah...
... i am perfectly i am... terlahir di saat yang tepat untuk menciptakan karakter seperti yang sekarang ini aku jalani karena terkadang terbersit rasa kasihan melihat adiku harus tumbuh di masa para penerus generasi merasa patah hati. Bagaimana dunia bisa begitu berbeda padahal aku juga belum genap menjalani usiaku yang kedua puluh... dunia dan Indonesia yang aku tahu saat kecil berbeda dengan yang aku kenal saat ini. Entah karena dulu otakku masih terlalu imut untuk menampung hal-hal global dan mendunia atau memang beginilah dunia yang mengiringiku tumbuh berkembang. Bertobatlah generasi yang memulai ketidakbaikkan ini, berjuanglah generasi yang berniat memperbaiki ketidakbaikkan ini, bersabarlah generasi yang melanjutkan kebaikan dari generasi sebelum ini.
Trilogi Pasca SMA
Di sini akan dibeberkan hal-hal yang terjadi di masa-masa status saya mengalami ketidakstabilan. Mantan pelajar yang belum jelas akan belajar lagi atau akan belajar kehidupan tanpa pena. Berhasil lulus SMA dengan tidak memalukan, dapat ijazah dan langsung hengkang...hohoho..[miss you SMA-ku], meski terjadi sedikit malapetaka yang ... sudahlah, lupakan!
Nah, benda-benda yang ngetren bagi para mantan siswa yang lulus dan ingin melanjutkan pendidikan lagi -entah karena gengsi, tidak ada pekerjaan lain atau karena idealisme membangun negri- adalah sipenmaru/UMNPTN/SPMB yang di zaman saya itu berubah menjadi singkatan yang cukup sumbang menurut saya..heh-heh..SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), yang karena sumbang diolah agar sedikit merdu menjadi SENAMPETAN oleh arek-arek SMA-ku.
Apa itu PETAN?? Dalam bahasa jawa kuno, yang dimaksud petan adalah suatu kegiatan bersejarah yang dapat saling menguatkan hubungan persaudaraan di zaman nenek moyang produsen sampo tidak pernah keramas. Singkatnya, petan adalah kegiatan pembantaian KUTU RAMBUT yang dilakukan dua orang atau lebih dengan cara memilah-milah rambut.
Jadi kawan-kawan, bisa dibayangkan apa yang ada di otakku saat kata SNMPTN disebut dengan nada yang lebih merdu?? Bukan deretan banyak bangku berisi nona dan tuan yang mengisi soal dengan hening tetapi deretan banyak pasangan, yang mana orang yang ada di belakang duduk sedikit lebih tinggi dan mulai memilah-milah rambut orang yang ada di depannya dan mengincar kutu rambut secara serentak sesauai aba-aba, dan hal ini dilakukan dengan wajah ceria dan diiringi musik senam kesehatan jasmani dan instruktur yang duduk di panggung kecil di depan barisan. Itulah SENAMPETAN...sesat!!
Jadilah suatu hari, saya dan beberapa teman senasib se-SMA, berangkat ke ibukota propinsi Surabaya untuk mendaftar di acara akbar SNMPTN itu. Dengan menggenggam sejumlah uang untuk membeli formulir, tanpa rencana, tanpa persiapan, tanpa OTAK, berangkatlah saya diiringi restu ibu+aba.
Mengisi formulir, kepribadian lain saya mulai terbahak-bahak tak terkendali dan memaki-maki. Sedangkan kepribadianku yang memegang kontrol berusaha sekuat mungkin agar tetap tenang di tengah kumpulan nona dan tuan di sekitarku. ( kalau teriak-teriak sekarang nanti kau bisa terkenal, itu sangat bertentangan dengan tujuan hidup kita!!tenanglah!!).
Tanpa melakukan riset mendalam mengenai fakultas, jurusan dan PTN yang saya inginkan, saya pelototi saja daftar nama-nama jurusan yang tersedia sambil sesekali bergumam “hahaha...ada ya jurusan kayak gini?! Belajar apa ya di jurusan ini?? Wah namanya lucu, imut-imut ...Blablabla..” NGEK!!
Keputusan. yak, akhirnya saya memutuskan. Jurusan yang kira-kira banyak menerima mahasiswa meskipun tidak jelas di dalamnya nanti saya akan mempelajari apa dan bagaimana nasib saya saat embel-embel sarjananya sudah ada di belakang deretan nama. Pilihan pertama..entah khilaf atau kerasukan... saya pilih jurusan Pertambangan di ITB (BUWOCAH GEMBLOONG!!! Setidaknya bawa secuil otakmu!!) Cuma tahu tambang batu kapur di desa sebelah aja udah sotoy masuk pertambangan, ... pilihan kedua...dengan sadar bahwa bahkan saya baru menyadari keberadaan jurusan itu di permukaan bumi untuk yang pertama kalinya...saya menulis jurusan Teknik Geomatika di Institut teknologi Sepuluh November Surabaya (seenggaknya kebayang lah,,ada geo-geonya,,pasti ada hubungannya ma bumi-bumian,,/ terserah kau saja!!). keyakinan saya saat itu adalah apapun bisa dipelajari jadi yuk kita kemon!!...ukeh, serahkan formulir-pulang....
Belajar-belajar-belajar...
SNMPTN-SNMPTN-SNMPTN.....
Menunggu-menunggu-menunggu...
Namaku muncul di koran!!hehehe...saya lolos..jurusan TEKNIK GEOMATIKA ITS Surabaya!! Ih,wa0w!! Aje gile!!ga nyangka ada yang tembus,,hahaha... padahal tidak jelas apa yang saya lakukan saat tes SNMPTN.alhamdulillah... tapi kabar yang mengiringinya yang tidak seru, keluarga saya harus membayar uang pendaftaran 5-6juta, belum lagi jurusan teknik akan lebih mahal untuk praktek-prakteknya,,lalala... keluarga memutuskan untuk menunggu kabar dari USM STIS saja dulu dan melepas kesempatan ini.
Yah, seenggaknya lumayanlah buat gaya-gayaan kalo ditanya. “ngelanjutin kuliah di mana?”, saya menjawab “ teknik geomatika, ITS” (ajiibb!!! ITS gitu loh!padahal kayaknya saya keterima karena kuota yang daftar kurang hehehe..prospeknya pasti bagus, berhubung Indonesia punya bakat untuk kena gempa..) sambil menikmati wajah-wajah tidak mengerti dan berharap mereka tidak bertanya apa itu teknik geomatika karena saya sendiri tidak punya materi tentang itu di otak saya,,,dan sampai sekarang pun saya tidak pernah tahu tentang apa itu teknik geomatika,, kalau diantara anda ada yang tahu, saya berharap anda dengan senang hati menceritakan pada saya.
Hmm, sedangkal itulah pengalaman saya dengan yang namanya perguruan tinggi negri selain itu saya tidak tahu lagi... padahal sudah terbayang serunya pontang-panting cari beasiswa terus kalo lulus daftar ke BMKG untuk meneliti sifat kebumian Indonesia,, bekerja di lapangan, bergosip tentang gunung berapi dan bercanda mengenai gempa tektonik, melanjutkan studi ke Jepang yang ahli dalam gempa-menggempa dan begini begitu begono..hmmm...aromanya menyenangkan. Tapi takdir belum mempertemukan kami sobat.. harapan memang selalu indah,.. (un-ending)
Nah, benda-benda yang ngetren bagi para mantan siswa yang lulus dan ingin melanjutkan pendidikan lagi -entah karena gengsi, tidak ada pekerjaan lain atau karena idealisme membangun negri- adalah sipenmaru/UMNPTN/SPMB yang di zaman saya itu berubah menjadi singkatan yang cukup sumbang menurut saya..heh-heh..SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), yang karena sumbang diolah agar sedikit merdu menjadi SENAMPETAN oleh arek-arek SMA-ku.
Apa itu PETAN?? Dalam bahasa jawa kuno, yang dimaksud petan adalah suatu kegiatan bersejarah yang dapat saling menguatkan hubungan persaudaraan di zaman nenek moyang produsen sampo tidak pernah keramas. Singkatnya, petan adalah kegiatan pembantaian KUTU RAMBUT yang dilakukan dua orang atau lebih dengan cara memilah-milah rambut.
Jadi kawan-kawan, bisa dibayangkan apa yang ada di otakku saat kata SNMPTN disebut dengan nada yang lebih merdu?? Bukan deretan banyak bangku berisi nona dan tuan yang mengisi soal dengan hening tetapi deretan banyak pasangan, yang mana orang yang ada di belakang duduk sedikit lebih tinggi dan mulai memilah-milah rambut orang yang ada di depannya dan mengincar kutu rambut secara serentak sesauai aba-aba, dan hal ini dilakukan dengan wajah ceria dan diiringi musik senam kesehatan jasmani dan instruktur yang duduk di panggung kecil di depan barisan. Itulah SENAMPETAN...sesat!!
Jadilah suatu hari, saya dan beberapa teman senasib se-SMA, berangkat ke ibukota propinsi Surabaya untuk mendaftar di acara akbar SNMPTN itu. Dengan menggenggam sejumlah uang untuk membeli formulir, tanpa rencana, tanpa persiapan, tanpa OTAK, berangkatlah saya diiringi restu ibu+aba.
Mengisi formulir, kepribadian lain saya mulai terbahak-bahak tak terkendali dan memaki-maki. Sedangkan kepribadianku yang memegang kontrol berusaha sekuat mungkin agar tetap tenang di tengah kumpulan nona dan tuan di sekitarku. ( kalau teriak-teriak sekarang nanti kau bisa terkenal, itu sangat bertentangan dengan tujuan hidup kita!!tenanglah!!).
Tanpa melakukan riset mendalam mengenai fakultas, jurusan dan PTN yang saya inginkan, saya pelototi saja daftar nama-nama jurusan yang tersedia sambil sesekali bergumam “hahaha...ada ya jurusan kayak gini?! Belajar apa ya di jurusan ini?? Wah namanya lucu, imut-imut ...Blablabla..” NGEK!!
Keputusan. yak, akhirnya saya memutuskan. Jurusan yang kira-kira banyak menerima mahasiswa meskipun tidak jelas di dalamnya nanti saya akan mempelajari apa dan bagaimana nasib saya saat embel-embel sarjananya sudah ada di belakang deretan nama. Pilihan pertama..entah khilaf atau kerasukan... saya pilih jurusan Pertambangan di ITB (BUWOCAH GEMBLOONG!!! Setidaknya bawa secuil otakmu!!) Cuma tahu tambang batu kapur di desa sebelah aja udah sotoy masuk pertambangan, ... pilihan kedua...dengan sadar bahwa bahkan saya baru menyadari keberadaan jurusan itu di permukaan bumi untuk yang pertama kalinya...saya menulis jurusan Teknik Geomatika di Institut teknologi Sepuluh November Surabaya (seenggaknya kebayang lah,,ada geo-geonya,,pasti ada hubungannya ma bumi-bumian,,/ terserah kau saja!!). keyakinan saya saat itu adalah apapun bisa dipelajari jadi yuk kita kemon!!...ukeh, serahkan formulir-pulang....
Belajar-belajar-belajar...
SNMPTN-SNMPTN-SNMPTN.....
Menunggu-menunggu-menunggu...
Namaku muncul di koran!!hehehe...saya lolos..jurusan TEKNIK GEOMATIKA ITS Surabaya!! Ih,wa0w!! Aje gile!!ga nyangka ada yang tembus,,hahaha... padahal tidak jelas apa yang saya lakukan saat tes SNMPTN.alhamdulillah... tapi kabar yang mengiringinya yang tidak seru, keluarga saya harus membayar uang pendaftaran 5-6juta, belum lagi jurusan teknik akan lebih mahal untuk praktek-prakteknya,,lalala... keluarga memutuskan untuk menunggu kabar dari USM STIS saja dulu dan melepas kesempatan ini.
Yah, seenggaknya lumayanlah buat gaya-gayaan kalo ditanya. “ngelanjutin kuliah di mana?”, saya menjawab “ teknik geomatika, ITS” (ajiibb!!! ITS gitu loh!padahal kayaknya saya keterima karena kuota yang daftar kurang hehehe..prospeknya pasti bagus, berhubung Indonesia punya bakat untuk kena gempa..) sambil menikmati wajah-wajah tidak mengerti dan berharap mereka tidak bertanya apa itu teknik geomatika karena saya sendiri tidak punya materi tentang itu di otak saya,,,dan sampai sekarang pun saya tidak pernah tahu tentang apa itu teknik geomatika,, kalau diantara anda ada yang tahu, saya berharap anda dengan senang hati menceritakan pada saya.
Hmm, sedangkal itulah pengalaman saya dengan yang namanya perguruan tinggi negri selain itu saya tidak tahu lagi... padahal sudah terbayang serunya pontang-panting cari beasiswa terus kalo lulus daftar ke BMKG untuk meneliti sifat kebumian Indonesia,, bekerja di lapangan, bergosip tentang gunung berapi dan bercanda mengenai gempa tektonik, melanjutkan studi ke Jepang yang ahli dalam gempa-menggempa dan begini begitu begono..hmmm...aromanya menyenangkan. Tapi takdir belum mempertemukan kami sobat.. harapan memang selalu indah,.. (un-ending)
Baru Secuil
Kau pikir pernah terbayang diotakku aku akan pergi ke jakarta?? Sama sekali tidak. Sejak kecil aku sudah mewanti-wanti diriku untuk tidak pergi ke Jakarta. tidak cocok dengan insting saya yang liar. Lagipula kakakku sudah ada yang di Jakarta, jadi seenggaknya aku ingin cari kota lain untuk digentayangi. Bandung mungkin, atau Jogja, Solo, Surabaya juga tidak apa-apa.
Tapi yah, apa boleh buat yang gratis adanya di Jakarta hwehehe..
yak, cerita bagaimana aku, anak kampung buta arah, tanggal dan hari ini, bisa dapat tiket gratis untuk hidup empat tahun di Jakarta akan diceritakan di lain waktu. yang penting akhirnya aku sampai di ibukota negara Indonesia ini dengan selamat sentousa adil dan makmur..aamiin!!
pertama datang ke Jakarta, kami -aku,kakakku dan beberapa orang jatim yang belum terlalu kukenal dan sanak keluarga yang mengantar- naik bus sewaan. tanah yang pertama ku jejak saat tiba di Jakarta adalah tanah di sekitar jalan raya Ottoiskandar Dinata, Jakarta Timur. Tidak jauh dari Kampung Melayu yang terkenal banyak premannya. [tapi sampai sekarang aku belum pernah liat preman di Jakarta..hmmm..]. Di bagian Jakarta yang kuhuni ini jangan harap akan melihat gedung pencatek langit dan benda-benda Jakarta lain yang biasa muncul di tipi. di sini biasa aja,,,coz bisa dibilang ini itu pinggirannya Jakarta, yah..ga pinggir-pinggir amat lah...
satu, pertama datang kami tak punya tempat tinggal, jadi setelah daftar ulang kami langsung di ajak oleh mbak-mas tetua untuk mencari kosan. Dalam keadaan belum mandi dua hari sejak berangkat dari tanah kelahiran dan beberapa encok ringan di persendian, kami bergerombol rame-rame berangkat menyusuri daerah sekitar setelah menitipkan koper di tempat penampungan sementara. Semoga ini menimbulkan kesan baik di mata orang Jakarta...hohoho...dan terbukti sampai sekarang tidak ada yang mendemo kosan kami karena bau badan.
dua, aku dan seorang nona berinisial R-kami sama-sama dari jatim- mendapatkan kamar kos yang lumayan murah untuk berdua setelah berputar-putar melalui labirin jalan tikus jakarta yang aduhai njelimetnya bagiku- bocah yang sejak lahir hanya mengenal jalan gang balai desa, gang pak Amin dan gang Mubin di desanya-. Labirin ini berakibat fatal di beberapa hari ke depan. Saat aku dan nona berinisial R, pindahan dari tempat penampungan ke kosan.. nyasar tiga kali di jalan yang sama dan ketemu bapak-bapak yang sama padahal perasaan kami sudah mengambil arah jalan yang berbeda.. pake topengmu dan lempeng ma senyum2 aja ditanyainn ma bapaknya ngekos dimana, la wong kami sendiri ga tahu kosannya dimana??... kutukan sejak lahir memang tidak mudah hilang meski mandi kembang tujuh rupa...
tiga, saat melewati labirin untuk cari kosan, aku dan nona berinisial R masih menjiwai sopan santun ala orang jawi merunduk-runduk tiap lewat depan orang dengan niat permisi. mbak yang ngantar? enjoy aja jalan cepat tak peduli.. tapi aku tidak sekatrok orang yang melepas sandalnya saat masuk ke indomart ya,, lagipula di jakarta masih ada adat permisi numpang lewat tapi minus acara merundukkan badan dengan tangan menjulur ke bawah...
empat, sebelum pindah ke kosan, kami ditampung di sebuah kontrakan mbak-mbak. Dan pertama kali masuk kamar mandi rumah kontrakan mahasiswa, aku disuguhi mading,,pamflet2 karya mahasiswa yang peduli lingkungan..pesan hemat air, buang rambut rontok, matiin kran, tuntunan cara piket bersihin kamar mandi yang baik dan benar lalala-lalala..saking banyaknya mpe lupa tujuanku masuk ke kamar itu adalah untuk mandi,,,
Lima, saat berangkat ke Jakarta aku hanya membawa dua setel baju untuk keluar, dua setel baju untuk di rumah, beberapa benda yang dibutuhkan wanita, peralatan mandi yang terdiri dari sabun badan, sabun muka, sikat gigi, odol, beberapa sampo sachet dan.. sudah.. semuanya ku masukkan ke dalam ransel yang kubeli seharga 35ribu di pasar wage kecamatan, di tambah satu kardus air mineral yang berisi dua kaleng biskuit k*ng guan, satu untukku, satu lagi untuk kakakku.. ibu memang penyayang..hiks-hiks.. itu saja?? Ya, itu saja. Berbeda dengan anggota rombongan lain yang membawa koper-koper guedhe..ransel2 besar, plus masih bawa tas jinjing pula... aku tidak bisa membayangkan apa saja isinya. Bagaimana aku bisa begitu simple?? Itu karena aku belajar dari masternya...Kakakku. Dia melanglang buana bertahun-tahun di jakarta hanya dengan satu ransel barang bawaan..jadi kenapa aku harus bawa banyak barang? kalau kakakku bisa kenapa aku tidak.?? Alasan yang bagoes!!
Alhasil, jadilah persiapanku pergi ke jakarta untuk merantau empat tahun sama saja seperti persianpanku ke surabaya selama dua hari.. dan akibatnya, kemanapun aku pergi baju yang kupakai ya itu-itu aja..hwahahaha... sampai suatu hari seorang teman berkata “ kemaren darimana? Kok lewat sono? “. Kubilang “ kok tahu?!”. Dia bilang “ sapa lagi yang pake baju itu, kerudung itu ma celana itu kalo bukan kamu...”. aku dan dia “ hahaha...”. asyem!!
Enam, hidup di Jakarta yang terlintas dipikiran adalah “ pasti mahal”.. tapi aku menanggapinya tidak seperti nona berinisial R, teman sekamarku. Pertama datang ke Jakarta, dia membawa semua peralaatan yang dia butuhkan agar tidak perlu membelinya di Jakarta yang mahal. Kapas korek kuping, gunting kuku, gantungan baju, deterjen klo ga salah tusuk gigi juga dan benda-benda lainnya,, aku curiga dia juga menyimpan paku, obeng, pompa sepeda dan peralatan pertukangan di kantong ranselnya yang lain agar tidak usah menyewa tukang bila ada benda-benda miliknya yang rusak.. tapi sepertinya tebakanku salah.. dia cukup normal untuk tidak membawanya. Akhirnya aku membeli benda2 yang kubutuhkan di Jakarta. aku juga menodong nona berinisial R untuk patungan membeli bak dan timba karena takut di kosan baru nanti kami tidak punya bak untuk mencuci,,tapi tebakanku salah lagi hehehe..di kosan baru, timba-timba berserakan...sorry!! nona berinisial R juga melakukan perhitungan rumit agar dia tetap hemat dalam segala hal.
Tujuh, masalah makanan. Aku anak pantai yang setiap hari makan ikan segar dengan harga murah. Setibanya di Jakarta, sasaran utamanya gorengan..hedeh.. mati gaya,, harga ikan pindang layang di rumah seribu bisa dapat tiga di Jakarta berubah nama jadi ikan cuek dan berubah harga jadi duaribulimaratus. Bisa bangkrut kalau makan ikan tiap hari.. pilihan lain, aku dan nona berinisial R membeli telur dan mie instan agar lebih murah, dan karena sarapanku berubah jadi telur setiap pagi, gatal-gatal karena alergi yang sudah padam di masa SMA jedi bergejolak lagi.. garuk-garuk-salep 88..
Kau tahu apa yang dilakukan oleh nona berinisial R. Dia menggunakan bumbu ajaib untuk menciptakan menu sehari-hari, bawang putih, bawang merah, garam= oseng-oseng; bawang putih, bawang merah, garam, santan=lodeh; bawang putih, bawang merah, garam, kecap= semur; dan begitu seterusnya. Aku yakin asalkan ada bawang merah, bawang putih dan garam dia bisa survive di amazon sekalipun..
Delapan, kegiatan awal di Jakarta yang paling aneh, aku yang terbiasa di rumah bangun pagi, mandi, pergi ke pasar dan menjaga toko merasa sebagai pengangguran sangat kentara di Jakarta. pagi-pagi bangun tidak jelas mau ngapain. Akhirnya, nonton Spongebob Squarepants,,hohoho.. nona berinisial R nimbrung. Me+nona berinisial R+Spongebob Squarepants= wakakakakkakakaakk................
Sembilan, sebagai partner pertama di Jakarta, aku dan nona berinisial R saling tahu kalo kami sama-sama pas2an. Pernah dia sakit karena apgi-pagi minum salah satu produk vitamin C sebelum sarapan. Hasilnya dia mencret-mencret berhari-hari dan hampir pingsan di jalan. Sikapku?? Karena aku tak punya modal untuk menawarinya sesuatu, aku biarkan saja dia hahaha... yah, andai aku anak orang kaya, mungkin aku akan langsung melarikannya ke rumah sakit pertamina segera, mungkin..hehehe.... untungnya ada kakak tingkat sama-sama jatim berhati emas, mbak rischy,menawarkan teh dan susu untuknya. Syukurlah. Mengenai mbak rischy ini, dia adalah jenis orang yang ga tegaan. Bahkan mungkin saat menonton adegan seseorang tertusuk jarum pada suatu film komedi dia akan segera menutup lekat matanya. Kasihan dia harus tinggal sekosan bersama kami yang hobi nonton pelm psikopat..wkwkwk. [saat tulisan ini dibuat, mbak rischy sedang mengandung anak pertamanya].
Balik ke partner saya, kami saling tahu kalau kami bukan kelas ekonomi yang mampu, kami berhemat, aku menggantungkan diri dari biskuit k*ng guan yang kubawa dan dia pada snacknya juga jadi tidak perlu membeli jajanan untuk beberapa waktu. Pada suatu ketika, karena sadar akan tidak baiknya makan gorengan tiap hari, aku membeli teh hijau yang katanya dapat mencegah karsinogen. Aku seduh tehku dan meminumnya di depan tivi di ruang tengah.
Tiba-tiba nona berinisial R masuk dan berkata tegas dan curiga “teh siapa itu?” seakan tidak percaya aku mampu membeli kantung teh. Langsung saja kujawab “teh-ku lah, aku beli”. Dia mungkinkhawatir aku mencuri atau memalak orang karena nyidam pengen minum teh tapi tak punya duit..hmm... Di suatu hari yang lain, aku melihatnya menyeruptu teh, aku dengan curiga berkata “teh siapa itu?”. Dia sengit menjawab “tehku lah,aku beli”. Aku dan dia “hahaha..”. imej tak ber-uang melekat erat...
Sepuluh, Hitungan ini masih berlanjut hingga sekarang.mulai upil yang berasa tambah banyak, AC kampus yang dinginnya berasa tulangku yang rematik lagi diakupuntur dan sebagainya dan sebagainya.. Banyak hal terjadi saat proses adaptasi diperantauan, seperti aku di Jakarta ... bagaimana proses adaptasimu??
Tapi yah, apa boleh buat yang gratis adanya di Jakarta hwehehe..
yak, cerita bagaimana aku, anak kampung buta arah, tanggal dan hari ini, bisa dapat tiket gratis untuk hidup empat tahun di Jakarta akan diceritakan di lain waktu. yang penting akhirnya aku sampai di ibukota negara Indonesia ini dengan selamat sentousa adil dan makmur..aamiin!!
pertama datang ke Jakarta, kami -aku,kakakku dan beberapa orang jatim yang belum terlalu kukenal dan sanak keluarga yang mengantar- naik bus sewaan. tanah yang pertama ku jejak saat tiba di Jakarta adalah tanah di sekitar jalan raya Ottoiskandar Dinata, Jakarta Timur. Tidak jauh dari Kampung Melayu yang terkenal banyak premannya. [tapi sampai sekarang aku belum pernah liat preman di Jakarta..hmmm..]. Di bagian Jakarta yang kuhuni ini jangan harap akan melihat gedung pencatek langit dan benda-benda Jakarta lain yang biasa muncul di tipi. di sini biasa aja,,,coz bisa dibilang ini itu pinggirannya Jakarta, yah..ga pinggir-pinggir amat lah...
satu, pertama datang kami tak punya tempat tinggal, jadi setelah daftar ulang kami langsung di ajak oleh mbak-mas tetua untuk mencari kosan. Dalam keadaan belum mandi dua hari sejak berangkat dari tanah kelahiran dan beberapa encok ringan di persendian, kami bergerombol rame-rame berangkat menyusuri daerah sekitar setelah menitipkan koper di tempat penampungan sementara. Semoga ini menimbulkan kesan baik di mata orang Jakarta...hohoho...dan terbukti sampai sekarang tidak ada yang mendemo kosan kami karena bau badan.
dua, aku dan seorang nona berinisial R-kami sama-sama dari jatim- mendapatkan kamar kos yang lumayan murah untuk berdua setelah berputar-putar melalui labirin jalan tikus jakarta yang aduhai njelimetnya bagiku- bocah yang sejak lahir hanya mengenal jalan gang balai desa, gang pak Amin dan gang Mubin di desanya-. Labirin ini berakibat fatal di beberapa hari ke depan. Saat aku dan nona berinisial R, pindahan dari tempat penampungan ke kosan.. nyasar tiga kali di jalan yang sama dan ketemu bapak-bapak yang sama padahal perasaan kami sudah mengambil arah jalan yang berbeda.. pake topengmu dan lempeng ma senyum2 aja ditanyainn ma bapaknya ngekos dimana, la wong kami sendiri ga tahu kosannya dimana??... kutukan sejak lahir memang tidak mudah hilang meski mandi kembang tujuh rupa...
tiga, saat melewati labirin untuk cari kosan, aku dan nona berinisial R masih menjiwai sopan santun ala orang jawi merunduk-runduk tiap lewat depan orang dengan niat permisi. mbak yang ngantar? enjoy aja jalan cepat tak peduli.. tapi aku tidak sekatrok orang yang melepas sandalnya saat masuk ke indomart ya,, lagipula di jakarta masih ada adat permisi numpang lewat tapi minus acara merundukkan badan dengan tangan menjulur ke bawah...
empat, sebelum pindah ke kosan, kami ditampung di sebuah kontrakan mbak-mbak. Dan pertama kali masuk kamar mandi rumah kontrakan mahasiswa, aku disuguhi mading,,pamflet2 karya mahasiswa yang peduli lingkungan..pesan hemat air, buang rambut rontok, matiin kran, tuntunan cara piket bersihin kamar mandi yang baik dan benar lalala-lalala..saking banyaknya mpe lupa tujuanku masuk ke kamar itu adalah untuk mandi,,,
Lima, saat berangkat ke Jakarta aku hanya membawa dua setel baju untuk keluar, dua setel baju untuk di rumah, beberapa benda yang dibutuhkan wanita, peralatan mandi yang terdiri dari sabun badan, sabun muka, sikat gigi, odol, beberapa sampo sachet dan.. sudah.. semuanya ku masukkan ke dalam ransel yang kubeli seharga 35ribu di pasar wage kecamatan, di tambah satu kardus air mineral yang berisi dua kaleng biskuit k*ng guan, satu untukku, satu lagi untuk kakakku.. ibu memang penyayang..hiks-hiks.. itu saja?? Ya, itu saja. Berbeda dengan anggota rombongan lain yang membawa koper-koper guedhe..ransel2 besar, plus masih bawa tas jinjing pula... aku tidak bisa membayangkan apa saja isinya. Bagaimana aku bisa begitu simple?? Itu karena aku belajar dari masternya...Kakakku. Dia melanglang buana bertahun-tahun di jakarta hanya dengan satu ransel barang bawaan..jadi kenapa aku harus bawa banyak barang? kalau kakakku bisa kenapa aku tidak.?? Alasan yang bagoes!!
Alhasil, jadilah persiapanku pergi ke jakarta untuk merantau empat tahun sama saja seperti persianpanku ke surabaya selama dua hari.. dan akibatnya, kemanapun aku pergi baju yang kupakai ya itu-itu aja..hwahahaha... sampai suatu hari seorang teman berkata “ kemaren darimana? Kok lewat sono? “. Kubilang “ kok tahu?!”. Dia bilang “ sapa lagi yang pake baju itu, kerudung itu ma celana itu kalo bukan kamu...”. aku dan dia “ hahaha...”. asyem!!
Enam, hidup di Jakarta yang terlintas dipikiran adalah “ pasti mahal”.. tapi aku menanggapinya tidak seperti nona berinisial R, teman sekamarku. Pertama datang ke Jakarta, dia membawa semua peralaatan yang dia butuhkan agar tidak perlu membelinya di Jakarta yang mahal. Kapas korek kuping, gunting kuku, gantungan baju, deterjen klo ga salah tusuk gigi juga dan benda-benda lainnya,, aku curiga dia juga menyimpan paku, obeng, pompa sepeda dan peralatan pertukangan di kantong ranselnya yang lain agar tidak usah menyewa tukang bila ada benda-benda miliknya yang rusak.. tapi sepertinya tebakanku salah.. dia cukup normal untuk tidak membawanya. Akhirnya aku membeli benda2 yang kubutuhkan di Jakarta. aku juga menodong nona berinisial R untuk patungan membeli bak dan timba karena takut di kosan baru nanti kami tidak punya bak untuk mencuci,,tapi tebakanku salah lagi hehehe..di kosan baru, timba-timba berserakan...sorry!! nona berinisial R juga melakukan perhitungan rumit agar dia tetap hemat dalam segala hal.
Tujuh, masalah makanan. Aku anak pantai yang setiap hari makan ikan segar dengan harga murah. Setibanya di Jakarta, sasaran utamanya gorengan..hedeh.. mati gaya,, harga ikan pindang layang di rumah seribu bisa dapat tiga di Jakarta berubah nama jadi ikan cuek dan berubah harga jadi duaribulimaratus. Bisa bangkrut kalau makan ikan tiap hari.. pilihan lain, aku dan nona berinisial R membeli telur dan mie instan agar lebih murah, dan karena sarapanku berubah jadi telur setiap pagi, gatal-gatal karena alergi yang sudah padam di masa SMA jedi bergejolak lagi.. garuk-garuk-salep 88..
Kau tahu apa yang dilakukan oleh nona berinisial R. Dia menggunakan bumbu ajaib untuk menciptakan menu sehari-hari, bawang putih, bawang merah, garam= oseng-oseng; bawang putih, bawang merah, garam, santan=lodeh; bawang putih, bawang merah, garam, kecap= semur; dan begitu seterusnya. Aku yakin asalkan ada bawang merah, bawang putih dan garam dia bisa survive di amazon sekalipun..
Delapan, kegiatan awal di Jakarta yang paling aneh, aku yang terbiasa di rumah bangun pagi, mandi, pergi ke pasar dan menjaga toko merasa sebagai pengangguran sangat kentara di Jakarta. pagi-pagi bangun tidak jelas mau ngapain. Akhirnya, nonton Spongebob Squarepants,,hohoho.. nona berinisial R nimbrung. Me+nona berinisial R+Spongebob Squarepants= wakakakakkakakaakk................
Sembilan, sebagai partner pertama di Jakarta, aku dan nona berinisial R saling tahu kalo kami sama-sama pas2an. Pernah dia sakit karena apgi-pagi minum salah satu produk vitamin C sebelum sarapan. Hasilnya dia mencret-mencret berhari-hari dan hampir pingsan di jalan. Sikapku?? Karena aku tak punya modal untuk menawarinya sesuatu, aku biarkan saja dia hahaha... yah, andai aku anak orang kaya, mungkin aku akan langsung melarikannya ke rumah sakit pertamina segera, mungkin..hehehe.... untungnya ada kakak tingkat sama-sama jatim berhati emas, mbak rischy,menawarkan teh dan susu untuknya. Syukurlah. Mengenai mbak rischy ini, dia adalah jenis orang yang ga tegaan. Bahkan mungkin saat menonton adegan seseorang tertusuk jarum pada suatu film komedi dia akan segera menutup lekat matanya. Kasihan dia harus tinggal sekosan bersama kami yang hobi nonton pelm psikopat..wkwkwk. [saat tulisan ini dibuat, mbak rischy sedang mengandung anak pertamanya].
Balik ke partner saya, kami saling tahu kalau kami bukan kelas ekonomi yang mampu, kami berhemat, aku menggantungkan diri dari biskuit k*ng guan yang kubawa dan dia pada snacknya juga jadi tidak perlu membeli jajanan untuk beberapa waktu. Pada suatu ketika, karena sadar akan tidak baiknya makan gorengan tiap hari, aku membeli teh hijau yang katanya dapat mencegah karsinogen. Aku seduh tehku dan meminumnya di depan tivi di ruang tengah.
Tiba-tiba nona berinisial R masuk dan berkata tegas dan curiga “teh siapa itu?” seakan tidak percaya aku mampu membeli kantung teh. Langsung saja kujawab “teh-ku lah, aku beli”. Dia mungkinkhawatir aku mencuri atau memalak orang karena nyidam pengen minum teh tapi tak punya duit..hmm... Di suatu hari yang lain, aku melihatnya menyeruptu teh, aku dengan curiga berkata “teh siapa itu?”. Dia sengit menjawab “tehku lah,aku beli”. Aku dan dia “hahaha..”. imej tak ber-uang melekat erat...
Sepuluh, Hitungan ini masih berlanjut hingga sekarang.mulai upil yang berasa tambah banyak, AC kampus yang dinginnya berasa tulangku yang rematik lagi diakupuntur dan sebagainya dan sebagainya.. Banyak hal terjadi saat proses adaptasi diperantauan, seperti aku di Jakarta ... bagaimana proses adaptasimu??
Nama??
Sama kayak makhluk-makhluk lain yang wujud maupun enggak di bumi Allah ini, gw juga punya nama,bro.. gw suka nama gw dan gw bersyukur dikasih nama itu ma ortu gw. Artinya cucok,bo’.. Raudlatul Faizah. Kata pertama artinya taman.. tapi lebih dikonotasikan ke taman surga, keren,kan.. mungkin ortu berharap tiap orang yang liat gw akan senang kayak liat taman. Meskipun kalo diliat langsung kayak taman kaktus serabutan kali yak?? Kata yang kedua bisa diartiin keberuntungan,,dan gw ngerasa gw emang orang paling beruntung meski ga pernah tembus kupon undian gratis pas lagi jalan sehat tujuh belasan... banyak keberuntungan lain yang lebih patut bwt gw syukuri..
Kombinasinya juga beda,,biasanya kata Raudlatul pasti digandengin ke kata Jannah(surga) atau Athfal(anak-anak, taman kanak-kanak maksudnya).. tapi gw beda..Faizah. bukan nama yang pasaran kan,, tapi belakangan gw baru tahu kalo Roudlo itu ngetren buat nama wartel. Pas jalan ke Malang dalam rangka reuni SD gw liat nama wartel Roudlo. Pas balik ke Jakarta, wartel di belakang kosan namaya Roudlo juga. Kalian ngerti apa yang pengen gw sampein di sini??enggak??ya sudah..
Meski nama cuma satu, panggilan bisa bejibun. Pas baru lahir mpe lulus sekolah dasar di madrasah ibtidaiyah dengan normal semua orang yang kenal gw panggil gw faizah. Pas masuk Madrasah Tsanawiyah yang setara SMP tambah panggilan baru Roudlo,nama depan yang dipake... entah siapa yang mulai. Meski cuma satu kata cara manggilnya pun bisa bejibun juga.. ada yang Dlo, ada lagi yang Roud, pake inisial eR-eF, satu teman manggil tempurung ( yang satu ni gw lupa gimana bisa dapet), pernah hampir dipanggil Ulfa, tahu dari mana?? Raudlat-ULFA-izah..high creativity, tapi untung ga awet. Fewh!!
Masa SMA masih pake Roudlo, dengan berbagai style abstrak juga. Ada yang panggil ndela, dengan penekanan mubadzir, artikulasi uncontrolable dan gerak lidah macam buntut cicak putus di bagian “nde”-la...tepuk tangan!! ada lagi yang dengan gaya enteng panggil Rondo. Ada juga yang normal dan memanggilku roudlo dengan suara dan gerak organ mulut tepat guna.
Pas kuliah panggilan beda lagi, mulai dari Faiz, bisa juga izah, yang kadang karena ketidakfasihan yang punya lidah atau unsur bawaan lahir berubah jadi Ijah, ada yang bilang “temenku namanya juga sama Faizah, tapi dipanggilnya Icha, panggil Icha aja yak?”. Batinku, jangan! Terlalu imoet untuk imej liar macam gw..hohoho. untung gw ga akrab ma orangnya. Tapi pernah dipanggil Icha juga ma anak-anak kecil ingusan samping kosan. Dipanggil mbak padahal usia gw lebih muda juga iya,,,wajah bijaksana emang mau gimana lagi..tapi dalam waktu dekat ini juga dipanggil nenek, emang gw segitu keriputnya yak??..dibilang ganteng juga pernah...wkwkwkwk. terakhir sekarang ini, Tupperware.. kalau kalian tahu sebelah mana dari bagian lahir dan bathin gw yang bisa disambungen ma benda bermerk Tupperware itu,,aku akan, aku akan... entahlah apa yang akan aku lakukan pada loe-loe pade.. dipanggil "itchy" oleh sebab biar keramas setiap hari tetep aja garuk2 kepala,,entah efek stres ato makhluk-makhluk kasat mata tertentu..ada lagi cacing,,perasaan aku tidak berbakat menggeliat ataupun punya kebiasaan bernafas lewat pori-pori...belum lagi julukan-julukan amburadul yang ga ketampung diotak.
Dari nama panggilan sampai dengan cara orang-orang memanggil nama lengkap gw, pasti macem-macem. Gw suka kalo ada orang yang kesulitan melafalkan nama gw.. pernah kejadian pas SMA, guru baru pelajaran seni. Kebiasaan zaman SMA pas ada guru baru pasti tu guru ngabsen kita satu-satu. Ni guru lancar aja bacain nama-nama teman dari absen nomor satu terus ngeliat yang mana orangnya.nah pas giliran nama gw, ntu guru diam beberapa jenak, eh tiba-tiba yang keluar dari mulutnya cuma “ Faizah”. Ngik,, mana nama depan gw?? Akhirrnya gw angkat tangan dengan mengutuk kepribadian lain gw yang tertawa ngakak dalam otak .. ne guru ga bisa baca nama gw cari aman aja daripada salah baca, ukeh diterima... ada juga dosen non-muslim yang bingung baca ejaan bahasa arab yang dilatinkan membaca nama gw jadi raud-latul-faizah... ukeh,pak. It’s ok, anda sudah berusaha.
Apapun lo manggil gw, gw terima..itu akan memperkaya khaasanah kenamapanggilanan gw,, ga jelas juga apa maksudnya, tapi gw hargai waktu yang digunakan oleh otak lo-lo pade untuk cari nama panggilan spesial buat gw... hohoho
Yang penting bukan nama panggilannya, tapi niat lo buat manggil gw, mau ngasih duit kek, ato gratisan gitu... soalnya gw termasuk orang yang malas nyebut nama ma orang yang Cuma sekejap gw kenal, orang yang ketemu di kereta misalnya... jadi terserah mau manggil apa, kebanyakan sih mbak, ya iyalah..wajah jawa tulen kayak gitu masak mau dipanggil nee-chan... [mungkin ntar klo gw terdampar di Jepang bakal dipanggil gitu kali yak??hohoho].
Kombinasinya juga beda,,biasanya kata Raudlatul pasti digandengin ke kata Jannah(surga) atau Athfal(anak-anak, taman kanak-kanak maksudnya).. tapi gw beda..Faizah. bukan nama yang pasaran kan,, tapi belakangan gw baru tahu kalo Roudlo itu ngetren buat nama wartel. Pas jalan ke Malang dalam rangka reuni SD gw liat nama wartel Roudlo. Pas balik ke Jakarta, wartel di belakang kosan namaya Roudlo juga. Kalian ngerti apa yang pengen gw sampein di sini??enggak??ya sudah..
Meski nama cuma satu, panggilan bisa bejibun. Pas baru lahir mpe lulus sekolah dasar di madrasah ibtidaiyah dengan normal semua orang yang kenal gw panggil gw faizah. Pas masuk Madrasah Tsanawiyah yang setara SMP tambah panggilan baru Roudlo,nama depan yang dipake... entah siapa yang mulai. Meski cuma satu kata cara manggilnya pun bisa bejibun juga.. ada yang Dlo, ada lagi yang Roud, pake inisial eR-eF, satu teman manggil tempurung ( yang satu ni gw lupa gimana bisa dapet), pernah hampir dipanggil Ulfa, tahu dari mana?? Raudlat-ULFA-izah..high creativity, tapi untung ga awet. Fewh!!
Masa SMA masih pake Roudlo, dengan berbagai style abstrak juga. Ada yang panggil ndela, dengan penekanan mubadzir, artikulasi uncontrolable dan gerak lidah macam buntut cicak putus di bagian “nde”-la...tepuk tangan!! ada lagi yang dengan gaya enteng panggil Rondo. Ada juga yang normal dan memanggilku roudlo dengan suara dan gerak organ mulut tepat guna.
Pas kuliah panggilan beda lagi, mulai dari Faiz, bisa juga izah, yang kadang karena ketidakfasihan yang punya lidah atau unsur bawaan lahir berubah jadi Ijah, ada yang bilang “temenku namanya juga sama Faizah, tapi dipanggilnya Icha, panggil Icha aja yak?”. Batinku, jangan! Terlalu imoet untuk imej liar macam gw..hohoho. untung gw ga akrab ma orangnya. Tapi pernah dipanggil Icha juga ma anak-anak kecil ingusan samping kosan. Dipanggil mbak padahal usia gw lebih muda juga iya,,,wajah bijaksana emang mau gimana lagi..tapi dalam waktu dekat ini juga dipanggil nenek, emang gw segitu keriputnya yak??..dibilang ganteng juga pernah...wkwkwkwk. terakhir sekarang ini, Tupperware.. kalau kalian tahu sebelah mana dari bagian lahir dan bathin gw yang bisa disambungen ma benda bermerk Tupperware itu,,aku akan, aku akan... entahlah apa yang akan aku lakukan pada loe-loe pade.. dipanggil "itchy" oleh sebab biar keramas setiap hari tetep aja garuk2 kepala,,entah efek stres ato makhluk-makhluk kasat mata tertentu..ada lagi cacing,,perasaan aku tidak berbakat menggeliat ataupun punya kebiasaan bernafas lewat pori-pori...belum lagi julukan-julukan amburadul yang ga ketampung diotak.
Dari nama panggilan sampai dengan cara orang-orang memanggil nama lengkap gw, pasti macem-macem. Gw suka kalo ada orang yang kesulitan melafalkan nama gw.. pernah kejadian pas SMA, guru baru pelajaran seni. Kebiasaan zaman SMA pas ada guru baru pasti tu guru ngabsen kita satu-satu. Ni guru lancar aja bacain nama-nama teman dari absen nomor satu terus ngeliat yang mana orangnya.nah pas giliran nama gw, ntu guru diam beberapa jenak, eh tiba-tiba yang keluar dari mulutnya cuma “ Faizah”. Ngik,, mana nama depan gw?? Akhirrnya gw angkat tangan dengan mengutuk kepribadian lain gw yang tertawa ngakak dalam otak .. ne guru ga bisa baca nama gw cari aman aja daripada salah baca, ukeh diterima... ada juga dosen non-muslim yang bingung baca ejaan bahasa arab yang dilatinkan membaca nama gw jadi raud-latul-faizah... ukeh,pak. It’s ok, anda sudah berusaha.
Apapun lo manggil gw, gw terima..itu akan memperkaya khaasanah kenamapanggilanan gw,, ga jelas juga apa maksudnya, tapi gw hargai waktu yang digunakan oleh otak lo-lo pade untuk cari nama panggilan spesial buat gw... hohoho
Yang penting bukan nama panggilannya, tapi niat lo buat manggil gw, mau ngasih duit kek, ato gratisan gitu... soalnya gw termasuk orang yang malas nyebut nama ma orang yang Cuma sekejap gw kenal, orang yang ketemu di kereta misalnya... jadi terserah mau manggil apa, kebanyakan sih mbak, ya iyalah..wajah jawa tulen kayak gitu masak mau dipanggil nee-chan... [mungkin ntar klo gw terdampar di Jepang bakal dipanggil gitu kali yak??hohoho].
Suamiku dan Istriku
*di waktu lampau, kita hanya kenal. tersenyum dan menyapa saat bertemu dan berlalu. aku tak pernah tahu seperti apa kehidupan menemanimu di waktu kau sedang tak tertangkap mataku. Akupun tak terlalu peduli, kau sama dengan setiap manusia yang berlalu-lalang di depanku tiap hari. satu masa dalam beberapa detik, entah apa yang kita obrolkan dengan kawan lain hingga keisenganmu keluar-seperti yang biasa kau lakukan-, kau bilang dengan nada datar "kau'kan yang akan menemaniku di sisa hidupku nanti?" lurus menatap wajahku. isengmu kambuh jadi kujawab saja " Insya Allah, kalau memang jodoh" aku tertawa. sorakan dan tawa kawan lain menutup adegan.
_aku mengagumimu dengan sebab kau wanita sederhana. menatap dunia dengan bola mata sederhana. tapi isi kepalamu bukan hal-hal yang sederhana. bukan apa-apa tapi hanya kekaguman. aku menyukaimu karena kau tahu bagaimana menghargai kebebasan dan batasan yang kau miliki. kau tak pernah muncul dalam ingatanku dalam mode merah jambu, kau biasa saja. hingga aku dengar jawabanmu saat aku iseng berkata "kau'kan yang akan menemaniku di sisa hidupku nanti?" lurus kutatap wajahmu dengan niat bercanda. " Insya Allah, kalau memang jodoh" kau bilang. bagimu itu tak serius tapi bagiku itu terasa lain. aneh. aku, kau dan kawan lain tertawa tapi aku merasa aku mulai menyukaimu dengan cara lain, dengan mode merah jambu.
*aku menyalahkanmu. keisenganmu yang satu itu membuatku tidak lagi tenang.
_aku tak percaya tawaranku benar-benar kau terima pada akhirnya. dan kini aku bebas menggenggam tanganmu kemanapun kaki menjejak bumi. kau... istri terbaik yang kudapatkan dengan keisengan yang tidak pernah kurencanakan.
*awal bersamamu, menikmati setiap adegan yang telah diplot di naskah Ilahi. kepala kita saling berbenturan saat membereskan gudang bahkan mampu menjadi kenangan yang indah. gesekan tangan tak sengaja yang membuat hati berdesir hingga akhirnya kau genggam tanganku, menimbulkan warna semu merah dan panas di wajah. caramu duduk menemaniku dan mendengar setiap hal yang keluar dari mulutku. aku menyukaimu karena entah kenapa kepadamu bisa kuceritakan segalanya. keisenganmu yang meneleponku dan curhat mengenai istrimu yang cerewet, jutek, tapi begitu memahamimu apa adanya dan memberikan senyum terhangat saat kau pulang seolah aku teman sekantormu. dan di akhir kau bilang "maaf salah sambung". cara memuji yang paling kusukai. kau tahu saat aku hanya ingin diam dan kau dengan sabar menemaniku duduk beralas pasir tanpa berkata apa-apa selama berjam-jam bahkan sampai kau tak sengaja tertidur kelelahan, nafasmu naik turun menenangkan.
_aku bahagia memilikimu. aku bahagia berjodoh denganmu. aku bahagia melihatmu tersenyum padaku di pagi hari. terima kasih telah menerimaku apa adanya. mempercayakan semua isi kepala dan hatimu yang luar biasa itu kepadaku. caramu menusuk perutku dengan lima jarimu saat kau jengkel dengan keisenganku. aku ingin memujimu tapi aku tak bernyali di depanmu jadi kutelpon saja kau pura-pura salah sambung, maafkan aku. paling menyenangkan saat aku mendengarkan cerita panjang lebar darimu tentang banyak hal. kau tak pernah melihatku saat kau bicara tentang ini itu, kau hanya memandang ke depan saat kita duduk berdampingan, membuatku dengan puas menatapmu lekat, apa kau sadar? meski aku pernah tertidur karena buaian suaramu itu. aku bahagia memilikimu.
*ingat saat kau harus mengepel dengan kikuk menggunakan tangan kiri dirumah baru kita karena tangan kananmu kugenggam erat selama tiga jam gara-gara aku trauma pada cicak yang tiba-tiba melompat ke ujung jari tengahku di ruang makan? Maafkan aku, tapi aku benar-benar takut pada cicak sejak entah kapan. Tapi aku tak takut pada reptil lain, buaya sekalipun, jadi aku tidak akan merepotkanmu lagi. Setiap gerak tubuhmu selalu menenangkanku.
_kau tahu aku benar-benar ingin beternak cicak agar kau tak pernah melepaskan genggamanmu dari telapak tanganku. tapi aku tahu kau akan memilih pindah rumah kalau kau tahu ada lusinan cicak di rumah baru kita hehehe. aku merasa seperti ksatria saat kau bergantung padaku meski hanya sebatas genggaman tangan saat itu. meski di menit pertama aku ketakutan melihatmu bergetar hebat hanya karena dilompati seekor cicak kecil. Tapi kau berlahan tenang dan malah sibuk tersenyum melihatku kuwalahan mengontrol kain pel dengan tangan kiri. Kau mulai belajar iseng sekarang.
*aku senang kau memenuhi mahar tambahan yang aku minta. meski kau kaget pada awalnya. "aku ingin mas selalu mengingatkanku kalau mas dan aku bukan makhluk yang abadi, mas bisa pergi kapanpun Allah ingin, begitu juga aku". kau tahu alasan kenapa aku menambahkan mahar seperti itu? karena aku sangat takut akan sangat tergantung padamu untuk bahagia. kalau kau terus mengingatkanku, aku akan merasa siap saat kau tidak lagi ada. seperti sekarang ini saat aku mencium lembut batu pusaramu dengan kesabaran yang telah kupersiapkan sejak pertama kau sanggupi maharku.
_aku mengagumimu dengan sebab kau wanita sederhana. menatap dunia dengan bola mata sederhana. tapi isi kepalamu bukan hal-hal yang sederhana. bukan apa-apa tapi hanya kekaguman. aku menyukaimu karena kau tahu bagaimana menghargai kebebasan dan batasan yang kau miliki. kau tak pernah muncul dalam ingatanku dalam mode merah jambu, kau biasa saja. hingga aku dengar jawabanmu saat aku iseng berkata "kau'kan yang akan menemaniku di sisa hidupku nanti?" lurus kutatap wajahmu dengan niat bercanda. " Insya Allah, kalau memang jodoh" kau bilang. bagimu itu tak serius tapi bagiku itu terasa lain. aneh. aku, kau dan kawan lain tertawa tapi aku merasa aku mulai menyukaimu dengan cara lain, dengan mode merah jambu.
*aku menyalahkanmu. keisenganmu yang satu itu membuatku tidak lagi tenang.
_aku tak percaya tawaranku benar-benar kau terima pada akhirnya. dan kini aku bebas menggenggam tanganmu kemanapun kaki menjejak bumi. kau... istri terbaik yang kudapatkan dengan keisengan yang tidak pernah kurencanakan.
*awal bersamamu, menikmati setiap adegan yang telah diplot di naskah Ilahi. kepala kita saling berbenturan saat membereskan gudang bahkan mampu menjadi kenangan yang indah. gesekan tangan tak sengaja yang membuat hati berdesir hingga akhirnya kau genggam tanganku, menimbulkan warna semu merah dan panas di wajah. caramu duduk menemaniku dan mendengar setiap hal yang keluar dari mulutku. aku menyukaimu karena entah kenapa kepadamu bisa kuceritakan segalanya. keisenganmu yang meneleponku dan curhat mengenai istrimu yang cerewet, jutek, tapi begitu memahamimu apa adanya dan memberikan senyum terhangat saat kau pulang seolah aku teman sekantormu. dan di akhir kau bilang "maaf salah sambung". cara memuji yang paling kusukai. kau tahu saat aku hanya ingin diam dan kau dengan sabar menemaniku duduk beralas pasir tanpa berkata apa-apa selama berjam-jam bahkan sampai kau tak sengaja tertidur kelelahan, nafasmu naik turun menenangkan.
_aku bahagia memilikimu. aku bahagia berjodoh denganmu. aku bahagia melihatmu tersenyum padaku di pagi hari. terima kasih telah menerimaku apa adanya. mempercayakan semua isi kepala dan hatimu yang luar biasa itu kepadaku. caramu menusuk perutku dengan lima jarimu saat kau jengkel dengan keisenganku. aku ingin memujimu tapi aku tak bernyali di depanmu jadi kutelpon saja kau pura-pura salah sambung, maafkan aku. paling menyenangkan saat aku mendengarkan cerita panjang lebar darimu tentang banyak hal. kau tak pernah melihatku saat kau bicara tentang ini itu, kau hanya memandang ke depan saat kita duduk berdampingan, membuatku dengan puas menatapmu lekat, apa kau sadar? meski aku pernah tertidur karena buaian suaramu itu. aku bahagia memilikimu.
*ingat saat kau harus mengepel dengan kikuk menggunakan tangan kiri dirumah baru kita karena tangan kananmu kugenggam erat selama tiga jam gara-gara aku trauma pada cicak yang tiba-tiba melompat ke ujung jari tengahku di ruang makan? Maafkan aku, tapi aku benar-benar takut pada cicak sejak entah kapan. Tapi aku tak takut pada reptil lain, buaya sekalipun, jadi aku tidak akan merepotkanmu lagi. Setiap gerak tubuhmu selalu menenangkanku.
_kau tahu aku benar-benar ingin beternak cicak agar kau tak pernah melepaskan genggamanmu dari telapak tanganku. tapi aku tahu kau akan memilih pindah rumah kalau kau tahu ada lusinan cicak di rumah baru kita hehehe. aku merasa seperti ksatria saat kau bergantung padaku meski hanya sebatas genggaman tangan saat itu. meski di menit pertama aku ketakutan melihatmu bergetar hebat hanya karena dilompati seekor cicak kecil. Tapi kau berlahan tenang dan malah sibuk tersenyum melihatku kuwalahan mengontrol kain pel dengan tangan kiri. Kau mulai belajar iseng sekarang.
*aku senang kau memenuhi mahar tambahan yang aku minta. meski kau kaget pada awalnya. "aku ingin mas selalu mengingatkanku kalau mas dan aku bukan makhluk yang abadi, mas bisa pergi kapanpun Allah ingin, begitu juga aku". kau tahu alasan kenapa aku menambahkan mahar seperti itu? karena aku sangat takut akan sangat tergantung padamu untuk bahagia. kalau kau terus mengingatkanku, aku akan merasa siap saat kau tidak lagi ada. seperti sekarang ini saat aku mencium lembut batu pusaramu dengan kesabaran yang telah kupersiapkan sejak pertama kau sanggupi maharku.
aku ingin begini,, aku ingin begitu..
huft...
sambil menunggu pagi...
apa yang akan kita bahas kali ini...??
keinginan,,,apa yang paling manusia seperti aku ini inginkan adalah...aku tidak tahu..aku tidak ingin tahu..
saat masa kecil aku ingin jadi sedikit lebih besar,,saat aku agak besar aku ingin agar aku agak lebih besar lagi,,,setelah aku menjadi agak lebih besar lagi, aku jadi ingin sedikit lebih besar lagi, setelah aku jadi sedikit lebih besar lagi..kadang aku juga ingin lebih kecil lagi, ato sdikit lebih kecil lagi .. lagi, dan lagi, dan ... sebenarnya bukan begitu, sih..
intinya adalah, keinginanku tidak pernah selesai dan tidak pernah jelas,,yah, setidaknya aku masih punya keinginan..
keinginan masa kecilku sampai sekarang yang belum berubah sedikit lebih kecil atau lebih besar adalah..aku ingin punya SAUDARA KEMBAR..hohoho-yang IDENTIK-...membayangkan kami ada dua tapi hanya tercatat satu di akta kelahiran,, aku bisa sekolah tiga hari saja seminggu dan sisanya sang "twin sister" yang akan melanjutkan segalanya,,aku bisa merampok bank dan dia yang ditangkap polisi,,fufufu wonderful life...bahkan aku sudah membayangkan aku adalah anak adopsi yang terpisah dari saudara kembarnya dan diangkat anak oleh orang lewat karena papi mami tak punya anak perempuan pada saat itu....sampai sekarang aku masih berharap menemukan orang yang mirip denganku sehingga aku bisa merampok bank dengan leluasa huahahaha..tapi,keinginan hanyalah keinginan...lagipula, sudah ada uang ID yang menyokong kehidupanku,jadi merampok sudah bukan merupakan fokus utama seorang aku.
Dan berhubungan dengan itu, hal yang paling aku inginkan saat ini adalah,,UAS DITIADAKAN,,yeeaaaahhhh...
entah sindrom apa ini, saat UAS ini mendekat rasanya ada yang salah dengan udara yang kuhirup, nasi yang kumakan, lantai yang kupijak, kutu yang berdiam di rambutku..jiah...rasanya seperti, seperti, seperti kuda yang disuruh ngupas kuaci...TIDAK BERKUTIK..ngek-ngok.. Bahkan, seorang teman, sebut saja namanya Maharanny (memang nama sebenarnya) bernadzar bersedia menyucikan baju seorang teman lain, sebut saja namanya Mira, jika UAS ditiadakan..Astaghfirullah...bumi memang sudah tua..
bekas-bekas sisa perjuangan memasukkan berbagai materi kuliah di otak tidak berbekas ...digalipun fosilnya sudah berubah jadi minyak bumi,,MELELEH..yang tersisa tinggal cakaran-cakaran abstrak di dinding gua..pilihan untuk memasukkan semua materi ke dalam otak lagi dalam waktu singkat malah seperti menyuruh tyrannosaurus mencari kutu di badan kuda yang sedang mengupas kuaci..TRIPLE TIDAK BERKUTIK..
Dan kabar surgawi itu datang...uas diundur tanggal 21, jadwal menyusul...buwah,,kuda termotivasi mengupas kuaci dan tyrannosaurus mengunci target kutunya,,,
Tapi tetap saja,,mengupas kuaci dengan kaki kuda pasti sulit, sampai sekarang mau baca buku saja mesti selang-seling satu halaman tewas lima menit, godaan nonton pelm menbuncah, mpe sempet-sempetnya nulis note abstrak tentang keabstrakan diri sendiri, nafsu makan menggila sisa efek dari madura, terbiasa hidup tanpa mikir selama 2 minggu membuat setiap sel, organ dan jaringan tubuhku terlena, ..Akan tetapi, sulit bukan berarti tidak bisa,tidak bisa bukan berarti harus menyerah pada nasib menjadi seekor kuda..yap-yap mari terus berusaha mengupas kuaci..ummm,,sepertinya ada yang salah..aku ngomong apa ya tadi????0_o"
untuk seluruh angkatan 50 baik yang merasakan hal yang sama dengan saya atau tidak, atau mungkin lebih parah dari saya,,mari kita berdo'a untuk kesuksesan setiap hal yang kita lakukan..jangka pendeknya UAS di depan,,agak-agak panjangan dikit peka-el kita bersama...jangka panjangnya setiap cita-cita kita...BERDO'A MENURUT KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN MASING_MASINg..BERDO'A DIPERSILAHKAN...
*yang bukan angkatan 50 tapi membaca note ini juga dimohon do'anya,yak...
sambil menunggu pagi...
apa yang akan kita bahas kali ini...??
keinginan,,,apa yang paling manusia seperti aku ini inginkan adalah...aku tidak tahu..aku tidak ingin tahu..
saat masa kecil aku ingin jadi sedikit lebih besar,,saat aku agak besar aku ingin agar aku agak lebih besar lagi,,,setelah aku menjadi agak lebih besar lagi, aku jadi ingin sedikit lebih besar lagi, setelah aku jadi sedikit lebih besar lagi..kadang aku juga ingin lebih kecil lagi, ato sdikit lebih kecil lagi .. lagi, dan lagi, dan ... sebenarnya bukan begitu, sih..
intinya adalah, keinginanku tidak pernah selesai dan tidak pernah jelas,,yah, setidaknya aku masih punya keinginan..
keinginan masa kecilku sampai sekarang yang belum berubah sedikit lebih kecil atau lebih besar adalah..aku ingin punya SAUDARA KEMBAR..hohoho-yang IDENTIK-...membayangkan kami ada dua tapi hanya tercatat satu di akta kelahiran,, aku bisa sekolah tiga hari saja seminggu dan sisanya sang "twin sister" yang akan melanjutkan segalanya,,aku bisa merampok bank dan dia yang ditangkap polisi,,fufufu wonderful life...bahkan aku sudah membayangkan aku adalah anak adopsi yang terpisah dari saudara kembarnya dan diangkat anak oleh orang lewat karena papi mami tak punya anak perempuan pada saat itu..
Dan berhubungan dengan itu, hal yang paling aku inginkan saat ini adalah,,UAS DITIADAKAN,,yeeaaaahhhh...
entah sindrom apa ini, saat UAS ini mendekat rasanya ada yang salah dengan udara yang kuhirup, nasi yang kumakan, lantai yang kupijak, kutu yang berdiam di rambutku..jiah...rasanya seperti, seperti, seperti kuda yang disuruh ngupas kuaci...TIDAK BERKUTIK..ngek-ngok.. Bahkan, seorang teman, sebut saja namanya Maharanny (memang nama sebenarnya) bernadzar bersedia menyucikan baju seorang teman lain, sebut saja namanya Mira, jika UAS ditiadakan..Astaghfirullah...bumi memang sudah tua..
bekas-bekas sisa perjuangan memasukkan berbagai materi kuliah di otak tidak berbekas ...digalipun fosilnya sudah berubah jadi minyak bumi,,MELELEH..yang tersisa tinggal cakaran-cakaran abstrak di dinding gua..pilihan untuk memasukkan semua materi ke dalam otak lagi dalam waktu singkat malah seperti menyuruh tyrannosaurus mencari kutu di badan kuda yang sedang mengupas kuaci..TRIPLE TIDAK BERKUTIK..
Dan kabar surgawi itu datang...uas diundur tanggal 21, jadwal menyusul...buwah,,kuda termotivasi mengupas kuaci dan tyrannosaurus mengunci target kutunya,,,
Tapi tetap saja,,mengupas kuaci dengan kaki kuda pasti sulit, sampai sekarang mau baca buku saja mesti selang-seling satu halaman tewas lima menit, godaan nonton pelm menbuncah, mpe sempet-sempetnya nulis note abstrak tentang keabstrakan diri sendiri, nafsu makan menggila sisa efek dari madura, terbiasa hidup tanpa mikir selama 2 minggu membuat setiap sel, organ dan jaringan tubuhku terlena, ..Akan tetapi, sulit bukan berarti tidak bisa,tidak bisa bukan berarti harus menyerah pada nasib menjadi seekor kuda..yap-yap mari terus berusaha mengupas kuaci..ummm,,sepertinya ada yang salah..aku ngomong apa ya tadi????0_o"
untuk seluruh angkatan 50 baik yang merasakan hal yang sama dengan saya atau tidak, atau mungkin lebih parah dari saya,,mari kita berdo'a untuk kesuksesan setiap hal yang kita lakukan..jangka pendeknya UAS di depan,,agak-agak panjangan dikit peka-el kita bersama...jangka panjangnya setiap cita-cita kita...BERDO'A MENURUT KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN MASING_MASINg..BERDO'A DIPERSILAHKAN...
*yang bukan angkatan 50 tapi membaca note ini juga dimohon do'anya,yak...
Kampus Warna Kelabu
Memang ada yang beda pada tahun ajaran baru di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik tahun ini. Bagi saya sendiri yang sejak SD sampai SMA hampir tidak pernah mendapat berbagai perlengkapan baru pada tahun ajaran barupun ikut terharu.
Bagaimana tidak, mengawali masa perkuliahan baru dengan hati baru setelah menghapus salah di hari yang fitri. Aula baru yang megah dan mewah. Kabar bahwa gedung baru sudah bisa digunakan, jadi saya sudah bisa nyasar di kampus.
Belum lagi seragam baru yang wajib kita beli dan kita gunakan pada awal apel hari perkuliahan. Membuat nuansa kebaruan itu semerbak di udara. Sampai-sampai banyak sekali teman-teman yang update status di fb mengatakan hal tersebut di atas pada malam apel perdana. Apakah anda termasuk salah satunya? Kalau saya tentu tidak.
Akan tetapi apakah patut disalahkan kalau kami selaku mahasiswa merasa kecewa. Harapan menghuni kampus yang keren masih harus menunggu beberapa bulan lagi. Berbagai keluhanpun bermunculan menanggapi keadaan ini.
Mulai dari antrian lift saat pergantian jam yang hampir sama dengan antrian busway pada jam kerja dan kepengapannya yang menurut beberapa pihak seperti sesaknya KRL komuter ekonomi biasa Depok-Jakarta pada jam ramainya.
Saya saja yang mulai tingkat dua lalu selalu berangkat saat injury time karena percaya dengan kekuatan langkah kaki kini harus berangkat setengah jam lebih awal dari kosan. Khawatir terjebak kemacetan lift. Belum lagi pada jam pergantian matkul yang hanya 15 menit padahal harus sholat dan makan.
Saya pernah mengantri selama setengah jam hanya untuk turun ke lantai satu. Saya lebih memilih naik tangga darurat jika boleh. Sampai sekarang saya masih belum bisa percaya kalau lift untuk mahasiswa hanya ada dua. Pasti ada lift lain yang disembunyikan di suatu tempat,pasti 0_o.
Gawatnya lagi beberapa kali lift mati dan membuat mahasiswa terjebak didalamnya, saling berebut oksigen. Belum nanti jika absen fingerprint diberlakukan, terbayang sudah dunia saya yang lebih semrawut dari biasanya.
Masalah utamanya adalah listrik yang belum mengalir sesuai daya. Hal ini juga yang menjadi penyebab lift beberapa kali tewas saat bertugas. Efek lainnya, AC di kelas mati, viewerpun tak berkutik dibuatnya. Ruang kelas menjadi ajang sauna bersama dosen dan mahasiswa. Tanpa viewer beberapa dosen kesulitan menyampaikan materi. Tanpa AC mahasiswa kesulitan menerima materi karena harus membagi konsentrasi untuk mengaktifkan kipas tangan. Tidak adanya tempat sampah. Sarana dan prasarana kampus yang belum semuanya ada. Perpustakaan, kantin dan lab.komputer masih dalam tahap penyiapan.
Semua tentang kampus kita tercinta ini memang masih jauh dari sempurna. Berbagai keterbatasan yang ada memang perlu dilalui untuk menjadi lebih baik. Tak ada yang bisa disalahkan karena saya pun percaya semua pihak sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjadikan STIS lebih baik. Daripada memperbanyak mengeluh pada kampus, alangkah lebih baiknya kita mulai memberikan kontribusi untuk kampus dan negara dengan cara yang kita bisa. Setelah berbagai kemudahan yang telah kita nikmati selama ini.
Seperti kata ketua STIS, fisik(gedung) kita sudah dibangun menjadi lebih baik, giliran kita menjadi bathin yang lebih baik. Pl0k pl0k pl0k..
Apakah n0te ini bisa disebut k0ntribusi??hehehe..
Bagaimana tidak, mengawali masa perkuliahan baru dengan hati baru setelah menghapus salah di hari yang fitri. Aula baru yang megah dan mewah. Kabar bahwa gedung baru sudah bisa digunakan, jadi saya sudah bisa nyasar di kampus.
Belum lagi seragam baru yang wajib kita beli dan kita gunakan pada awal apel hari perkuliahan. Membuat nuansa kebaruan itu semerbak di udara. Sampai-sampai banyak sekali teman-teman yang update status di fb mengatakan hal tersebut di atas pada malam apel perdana. Apakah anda termasuk salah satunya? Kalau saya tentu tidak.
Akan tetapi apakah patut disalahkan kalau kami selaku mahasiswa merasa kecewa. Harapan menghuni kampus yang keren masih harus menunggu beberapa bulan lagi. Berbagai keluhanpun bermunculan menanggapi keadaan ini.
Mulai dari antrian lift saat pergantian jam yang hampir sama dengan antrian busway pada jam kerja dan kepengapannya yang menurut beberapa pihak seperti sesaknya KRL komuter ekonomi biasa Depok-Jakarta pada jam ramainya.
Saya saja yang mulai tingkat dua lalu selalu berangkat saat injury time karena percaya dengan kekuatan langkah kaki kini harus berangkat setengah jam lebih awal dari kosan. Khawatir terjebak kemacetan lift. Belum lagi pada jam pergantian matkul yang hanya 15 menit padahal harus sholat dan makan.
Saya pernah mengantri selama setengah jam hanya untuk turun ke lantai satu. Saya lebih memilih naik tangga darurat jika boleh. Sampai sekarang saya masih belum bisa percaya kalau lift untuk mahasiswa hanya ada dua. Pasti ada lift lain yang disembunyikan di suatu tempat,pasti 0_o.
Gawatnya lagi beberapa kali lift mati dan membuat mahasiswa terjebak didalamnya, saling berebut oksigen. Belum nanti jika absen fingerprint diberlakukan, terbayang sudah dunia saya yang lebih semrawut dari biasanya.
Masalah utamanya adalah listrik yang belum mengalir sesuai daya. Hal ini juga yang menjadi penyebab lift beberapa kali tewas saat bertugas. Efek lainnya, AC di kelas mati, viewerpun tak berkutik dibuatnya. Ruang kelas menjadi ajang sauna bersama dosen dan mahasiswa. Tanpa viewer beberapa dosen kesulitan menyampaikan materi. Tanpa AC mahasiswa kesulitan menerima materi karena harus membagi konsentrasi untuk mengaktifkan kipas tangan. Tidak adanya tempat sampah. Sarana dan prasarana kampus yang belum semuanya ada. Perpustakaan, kantin dan lab.komputer masih dalam tahap penyiapan.
Semua tentang kampus kita tercinta ini memang masih jauh dari sempurna. Berbagai keterbatasan yang ada memang perlu dilalui untuk menjadi lebih baik. Tak ada yang bisa disalahkan karena saya pun percaya semua pihak sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjadikan STIS lebih baik. Daripada memperbanyak mengeluh pada kampus, alangkah lebih baiknya kita mulai memberikan kontribusi untuk kampus dan negara dengan cara yang kita bisa. Setelah berbagai kemudahan yang telah kita nikmati selama ini.
Seperti kata ketua STIS, fisik(gedung) kita sudah dibangun menjadi lebih baik, giliran kita menjadi bathin yang lebih baik. Pl0k pl0k pl0k..
Apakah n0te ini bisa disebut k0ntribusi??hehehe..
Ekosistem
Ya baiklh,mari qt lihat..
Skrg ini,tahun 2010,saat krtas dan pena msh dgunakn untk menulis,blum dpajang d musium..
Aq terjbak dlm dunia yg menurt mreka mengrikan tp bgq menyenangkn,,
Bgyan dr khdupan yg bhkan tak prnh t'byangkn akan trlwati..
Bsma 0rg2 yg bhkn tak p'nah q kenal sblumnya..
Aq dp'tmukn dg mreka 0lh tkdir krg lbh stu stngah thun yg lalu dlm suatu ek0sistem kcil yg semrawut..
Kami bkn pemilik,pncipta atau penguasa ek0sistm ini..
Kmi hanya stu dr sekian generasi yg mlanjutkn kerajaan kecil kami yg dwariskan 0leh leluhur kami yg baik budiman..
Krena spti adanya kehdupan,manusia datang dan pergi..
Mari kuperknalkn dg ek0sistem mungil kami dtngah blantara jakarta..Ek0sistem Humair0'..
Bg sbgyn manusia yg memakai bju sragm biru telur asin yg sering b'sliweran d 0tista raya akan tahu crita ttg apa ini. Krn kelbhan sdkit 'rahmat' yg dbrikan Allah pd kmi m'bwt kmi sdkit lbh terkenal adany..
Kami b'kumpul pd ek0sistem ini krn memiliki visi yg sma mengenai perlunya udra sgar bg tbuh manusia dan keingnan baik untk brhemat..
Pmilik sah dan p'byar pajak bumi dan bngunan dr tmpat kmi bertduh adalh pria yg istmewa.senang t'snyum dan b'canda,menanykn kadaan kmi hmpir tiap hri,mengujungi kmi,mengundang kmi menginap drumhnya tiap ad waktu u/menemui istrinya yg cntik,kami memang9lny bapak..
Kami hdup tenang dlm b2rpa epis0de,dan t'kadang freaking up dlm epis0de yg lain. Aku tak brani blg mana pr0p0rsi dr 2 epis0de it yg lbh bsar..
Hujan punya arti bsar dlm ek0sistm kami. Hujan slalu mengingtkn kami akan rumah ini dmanpun kmi b'pijak, dan menympatkn dri slg b'sms sesibuk appun kmi..'k0sn bnjir ga?','bragq dbwah,tl0g truhn atas!'..dan b2rap sms stngah panik lainy. Jk memang hdiah hjan it dtang,mka kmi mengdakn pesta kcil saat kmi plg. B'main air dg sapu,kain pel,timba dan tawa..meski agk enc0k dakhr pesta..
Bgman kmi kuat m't0lerir smuanya,b'bagi dlm tiap keadaan,dan ttap tmpak n0rmal dluar??it dluar nalar 0takq,,ang9ap sja kmi dpelet tmpat antik ini..
Msyrakt p'huni ek0sistm ini tlah terlath u/survive..
Adibatul hasanah, satu2ny penghuni 0rde tgkt 1,angktn plg tua,sering b'bgi rzeki namun mmiliki k0nsep dan definisi nada yg b'bda dg kbnyakan ang90ta lain..
Mbk kiki,0rde tgkt 2,menung9u wisuda dg snyum manis..
Armelia zukma kumala,aktifis d kgiatan apapun akdmik atapun tdak slma ia bs giat.Suci melati,pemaaf krn pelupa..rntal k0mputr bg yg tak punya.N0fita istiana,pr0fs0r d0kt0r kteraturn dan jadwal..para penghuni 0rde tgkat 3,pnjga stabiltas nsi0nal ek0sistem kami..
Dan dr 0rde tgkt 4..N0va nurviana,skretaris yg sbuk dkampus shg tdk smpt mengikuti traing p'buatn jadwal piket dr ment0r suci melati..Maharanny diwid prasetyawati,p0lisi humair0' yg t'0bsesi pd murid ajar dn kcantikn dri sndri..Lusi dwi ryanti,k0ki humair0 yg p'nh memkn k0rbn dn m'jbt sbge pnimbun uang k0s..Mira ayu isnainy,plg rajin memsak u/dri sndiri dan dangkt sbg mb0k kas yg tak kn menagih sblum anda nung9k lbh dr 3 buln..terakhr..Raudlatul faizah,menylesaikn bgian p'tukangan dn dangkt sbg mb0k beras dg prestasi memuaskn,dan bs dang9ap ckup n0rml..
Kmi dsni,dlm lingkungn kcil kmi,,jk anda ingn tau lbh bnyak ttg kmi dtang saja,,:-)
Skrg ini,tahun 2010,saat krtas dan pena msh dgunakn untk menulis,blum dpajang d musium..
Aq terjbak dlm dunia yg menurt mreka mengrikan tp bgq menyenangkn,,
Bgyan dr khdupan yg bhkan tak prnh t'byangkn akan trlwati..
Bsma 0rg2 yg bhkn tak p'nah q kenal sblumnya..
Aq dp'tmukn dg mreka 0lh tkdir krg lbh stu stngah thun yg lalu dlm suatu ek0sistem kcil yg semrawut..
Kami bkn pemilik,pncipta atau penguasa ek0sistm ini..
Kmi hanya stu dr sekian generasi yg mlanjutkn kerajaan kecil kami yg dwariskan 0leh leluhur kami yg baik budiman..
Krena spti adanya kehdupan,manusia datang dan pergi..
Mari kuperknalkn dg ek0sistem mungil kami dtngah blantara jakarta..Ek0sistem Humair0'..
Bg sbgyn manusia yg memakai bju sragm biru telur asin yg sering b'sliweran d 0tista raya akan tahu crita ttg apa ini. Krn kelbhan sdkit 'rahmat' yg dbrikan Allah pd kmi m'bwt kmi sdkit lbh terkenal adany..
Kami b'kumpul pd ek0sistem ini krn memiliki visi yg sma mengenai perlunya udra sgar bg tbuh manusia dan keingnan baik untk brhemat..
Pmilik sah dan p'byar pajak bumi dan bngunan dr tmpat kmi bertduh adalh pria yg istmewa.senang t'snyum dan b'canda,menanykn kadaan kmi hmpir tiap hri,mengujungi kmi,mengundang kmi menginap drumhnya tiap ad waktu u/menemui istrinya yg cntik,kami memang9lny bapak..
Kami hdup tenang dlm b2rpa epis0de,dan t'kadang freaking up dlm epis0de yg lain. Aku tak brani blg mana pr0p0rsi dr 2 epis0de it yg lbh bsar..
Hujan punya arti bsar dlm ek0sistm kami. Hujan slalu mengingtkn kami akan rumah ini dmanpun kmi b'pijak, dan menympatkn dri slg b'sms sesibuk appun kmi..'k0sn bnjir ga?','bragq dbwah,tl0g truhn atas!'..dan b2rap sms stngah panik lainy. Jk memang hdiah hjan it dtang,mka kmi mengdakn pesta kcil saat kmi plg. B'main air dg sapu,kain pel,timba dan tawa..meski agk enc0k dakhr pesta..
Bgman kmi kuat m't0lerir smuanya,b'bagi dlm tiap keadaan,dan ttap tmpak n0rmal dluar??it dluar nalar 0takq,,ang9ap sja kmi dpelet tmpat antik ini..
Msyrakt p'huni ek0sistm ini tlah terlath u/survive..
Adibatul hasanah, satu2ny penghuni 0rde tgkt 1,angktn plg tua,sering b'bgi rzeki namun mmiliki k0nsep dan definisi nada yg b'bda dg kbnyakan ang90ta lain..
Mbk kiki,0rde tgkt 2,menung9u wisuda dg snyum manis..
Armelia zukma kumala,aktifis d kgiatan apapun akdmik atapun tdak slma ia bs giat.Suci melati,pemaaf krn pelupa..rntal k0mputr bg yg tak punya.N0fita istiana,pr0fs0r d0kt0r kteraturn dan jadwal..para penghuni 0rde tgkat 3,pnjga stabiltas nsi0nal ek0sistem kami..
Dan dr 0rde tgkt 4..N0va nurviana,skretaris yg sbuk dkampus shg tdk smpt mengikuti traing p'buatn jadwal piket dr ment0r suci melati..Maharanny diwid prasetyawati,p0lisi humair0' yg t'0bsesi pd murid ajar dn kcantikn dri sndri..Lusi dwi ryanti,k0ki humair0 yg p'nh memkn k0rbn dn m'jbt sbge pnimbun uang k0s..Mira ayu isnainy,plg rajin memsak u/dri sndiri dan dangkt sbg mb0k kas yg tak kn menagih sblum anda nung9k lbh dr 3 buln..terakhr..Raudlatul faizah,menylesaikn bgian p'tukangan dn dangkt sbg mb0k beras dg prestasi memuaskn,dan bs dang9ap ckup n0rml..
Kmi dsni,dlm lingkungn kcil kmi,,jk anda ingn tau lbh bnyak ttg kmi dtang saja,,:-)
Subscribe to:
Comments (Atom)
