Sudah kubilang aku bukan tipe seperti itu.
1.Pertama,aku bahkan tak ingat kapan pertama kali aku mengenal cara berlari seperti itu,tertawa seperti itu,sillouet seperti itu. Dulu aku masih terlalu egois untuk mengisi otakku dengan perihal orang lain,yang ada hanya aku,diriku,bajuku,suaraku,tanganku,hanya aku. Dan tiba-tiba tanpa sadar,Ooh..dia seperti itu,cara berlari seperti itu,tertawa seperti itu,sillouet seperti itu.Aku mulai meluangkan ruang. Tak hanya dalam bulan tapi dalam bilangan tahun,aku melihatnya dan menambah koleksi di otakku. Aku bisa mengamatinya dari dekat. Lama setelah itu aku tahu aku mengaguminya. Sekarang kami berteman dan koleksi di otakku semakin samar-samar.
Dia bijaksana
2.Pertama,secara sadar aku melihatnya pertama kali saat memasuki kelas. Bagiku saat itu dia seperti orang tersesat yg menyalakan obor terang agar diperhatikan oleh helikopter penyelamat dan teman disekitar hanya sekumpulan pohon nyiur melambai-lambai. Padahal dia sama diamnya dg teman baruku yang lain,melambai-melambai. Tapi itu tidak lama,semua kembali normal,suasana kelas baru yang biasa. Orang inilah yang membuatku gemetaran pertama kali pada episode kehidupanku di masa datang, entah karena aku belum sarapan atau apa. Memperhatikannya dari jauh, tapi itupun dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Jangan sampai orang mencurigai aku menyukainya. Lihat dia,lihat orang lain, Lihat dia,lihat orang lain..untuk membuatnya spesial kau harus menspesialkan orang lain juga, itu akan jadi semak yang bagus untuk menyembunyikan bunga liarmu. Ingin menyapanya kau harus sapa yang lain-lain dulu, ingin memberinya sesuatu beri yang lain-lainnya dulu. Penghilangan kecurigaan yang merepotkan.
Dia cukup bersahabat
3.pertama,saat menemuinya pertama kali aku tersentak dengan karakternya. Bahkan mataku tak bisa lepas. Tidak seperti yang lain aku masih bisa menyimpannya dalam petiku sendiri. Tapi dia terlalu,sangat terlalu..aku memperhatikan tiap detailnya sebisaku. Benar-benar tidak bisa di ungkapkan.
Dia sangat egois
4.pertama,aku tak hanya punya tiga,aku punya banyak.
Menjadi pengagum rahasia, berbeda dengan menyukai seseorang bagiku.
Bagian tersulitnya adalah tetap menjaganya sebagai 'secret'. Tidak mengatakan pada orang lain meski orang terdekatmu sekalipun. Tapi disitulah kesenangannya,bagaimana aku mati-matian tidak membicarakanmu. Melihatmu dengan jelas tapi tetap tersembunyi. Kadang kau menoleh saat aku sedang menganalisa, tapi aku hanya akan memasang tampang bosan dan melihat ke penjuru yang lain,menspesialkan yang lain. Mendengar tanggapan orang lain untukmu.
Aku hanya pengagum rahasia, mengamati karaktermu dari jauh, mengambil nasehat dari keseharianmu, tanpa ada manusia yang tahu. Kau membantuku mengembangkan karakterku. Kalau tidak bisa menjaganya tetap rahasia bukan pengagum rahasia namanya.
No comments:
Post a Comment