Tuesday, June 14

Tidak Tak Beruntung

Aku beruntung terlahir di ssekitar tahun 90-an.. tahun-tahun yang aman, bukan arena perang macam zaman penjajahan atau masa agresi Belanda di sekitar tahun 1945. Bukan juga di tahun 1965-an saat pembantaian PKI sedang hot.. aku terlahir di sekitar tahun 90-an yang sangat sesuai bagi seseorang anak kecil untuk tumbuh dan menjadi seseorang yang hampir bisa besar seperti aku ini.

Aku beruntung menikmati masa kecil di awal-awal tahun 90-an yang nyaman. Masa di mana BULUTANGKIS lebih seru di tonton daripada ‘inbox’ atau ‘dahsyat’ dan penggemar power rangers, dragon ball dan pendekar Yoko lebih mudah dideteksi daripada penggila Cinta Fitri. suatu zaman di mana selera musik masih sesuai umur karena ada Papa T. Bob, Tasya, Trio Kwek-kwek yang keranjingan berkarya sehingga si kecil aku tak perlu terjebak di tengah hiruk pikuk lagu cinta picisan dan sensualitas Kucing Garong. Dan aku mensyukuri saat dimana acara-acara animal yang bercerita tentang kodok beracun lebih sering dimunculkan di TV dibanding frekuensi acara gosip keglamoran selebritis. Aku menikmati masa di mana individualisme belum berperan banyak dalam permainan anak-anak...kau harus lari menjemput setiap anak tetangga agar bisa bermain dengan seru, bukan hanya dengan mengklik beberapa tombol dan menatap layar tanpa kedip. Aku beruntung di masa kecilku, aku terlebih dahulu melihat capung terbang sebelum terkagum dengan helikopter, aku sudah ahli mengupas jeruk sebelum mengenal Marimas. Aku beruntung aku tahu bagaimana proses padi dan segala sesuatunya ditanam dan dipetik. Aku beruntung melihat wujud nyata ikan yang akan kumakan,bukan ikan fillet yang tipis, jadi aku tidak pernah menjadi anak kecil yang membayangkan fillet-fillet itu berenang di lautan. Aku beruntung masih merasakan riuh tetes hujan yang segar di bulan desember saat udara belum penuh karbon dan benda kimiawi seperti masa kini. Aku beruntung sekali...

aku beruntung melalui masa remaja awalku di sekitar tahun 2000-an, jadi aku tak perlu terjebak dalam adat-istiadat 4l@y yang menjadi jantung peradaban remaja tahun 2010-an... di tahun itu, aku menikmati banyaknya anime japan yang bertebaran yang mengajarkanku bermimpi tinggi, berteman baik dan berkomunikasi dengan benda-benda yang tak bicara. Aku beruntung aku hidup dan tumbuh dalam habitat yang bersih dengan seminimal mungkin efek kontaminasi keburukan menciptakan fondasi kehidupan yang selalu mengharapkan kedamaian.. selaras dengan power rangers yang bekerja sama menyalesaikan kerusuhan alien dari luar angkasa. Aku beruntung terlahir di desa kecil pinggir pantai di tengah organisasi keluarga yang sederhana, jadi aku tak perlu pontang-panting membuat diriku tampil dengan bejibun aksesoris seperti yang remaja lain lakukan. aku beruntung dalam masa awal perkembanganku, aku punya dasar untuk membedakan hitam dan putih karena duniaku di masa itu tidak seabu-abu sekarang ini.

Aku beruntung menjadi remaja besar yang cukup punya pendirian, setidaknya untuk memilih arus yang menuntunku ke arah lautan lepas dan bukan rawa-rawa buntu. Satu hal cukup aku syukuri, saat Allah menjatuhkan komik di jalan hidupku karena benda itu mengenalkanku pada banyak orang, dan sejauh yang aku tahu manusia yang suka baca komik adalah orang-orang BAIK hehehe... dan bahkan perspektif dalam sebuah komik lebih patut kuhargai daripada cara pandang sinetron tak berkualitas.

Aku beruntung saat ini lebih memilih menonton spongebob Squarepants daripada terjebak dalam ketertarikan semu film-film sejenis ‘suster ngesot mengeramasi pocong’ dan sejenisnya. Aku bersyukur menjadi manusia yang tidak suka AC karena aku berpaetisipasi dalam penghematan energi masa depan meski tampak jelas tidak signifikan. Aku beruntung menjadi orang yang tahu rasanya terik matahari dan tahu banyaknya cobaan bagi pedestrian di trotoar Jakarta bukan orang yang senantiasa berada dalam mobil ber-AC yang bahkan sepatunyapun tak pernah menjejak wujud tanah yang sesungguhnya. Aku beruntung menjadi seorang aku. aku beruntung menjadi amanat dari aba dan ibukku, menjadi adik dari kakak-kakakku , manjadi kakak yang kadang sadis dari adik-adikku, menjadi teman dari teman-temanku meski hanya sebatas bertukar hai di sudut jalan... menjadi tokoh pelengkap dari adegan yang dilewati tokoh-tokoh disekitarku..

Aku beruntung aku masih mampu mensyukuri hidupku yang sangat sempurna ini.. aku beruntung aku bersyukur dan aku bersyukur aku beruntung...Alhamdulillah...

... i am perfectly i am... terlahir di saat yang tepat untuk menciptakan karakter seperti yang sekarang ini aku jalani karena terkadang terbersit rasa kasihan melihat adiku harus tumbuh di masa para penerus generasi merasa patah hati. Bagaimana dunia bisa begitu berbeda padahal aku juga belum genap menjalani usiaku yang kedua puluh... dunia dan Indonesia yang aku tahu saat kecil berbeda dengan yang aku kenal saat ini. Entah karena dulu otakku masih terlalu imut untuk menampung hal-hal global dan mendunia atau memang beginilah dunia yang mengiringiku tumbuh berkembang. Bertobatlah generasi yang memulai ketidakbaikkan ini, berjuanglah generasi yang berniat memperbaiki ketidakbaikkan ini, bersabarlah generasi yang melanjutkan kebaikan dari generasi sebelum ini.

No comments:

Post a Comment