Wednesday, December 25

Jambu Air

Jambu air di desaku disebut "klampok". Iya, jambu air yang itu. Yang merah tapi juga ada yang hijau. Yang buahnya berair segar dan lebih menggiurkan saat kemarau. Yang kadang berbiji kadang tidak maka lebih sering dicangkok.
Klampok itu sudah tertanam di depan dan belakang rumah jauh sebelum aku lahir. Katanya sejak abah kecil, kakek yang menanamnya. Dan hingga kini pohon-pohon itu sudah berbuah berkali-kali-kali. Lebih sering daripada seringnya aku mengingatnya akhir-akhir ini.

Tuesday, December 24

Rumah..

Hi, rumah! Apa kabar?
Ini aku masih menunggu kereta yang akan membuat kita bertemu, tapi itupun setelah aku meminta bantuan beberapa angkot dan bis. Untuk bertemu denganmu..rumah. Merasakan hangatmu dan makanan enak itu.
Bukankah keren nanti jika kubilang, jarakku denganmu adalah separuh Indonesia, rumah?? Karena memang begitulah nanti jika aku sudah pindah. Sekarang jarak kita hanya satu sisi Pulau Jawa. Aku hanya perlu menyebrang sungai "kecil" macam brantas ato bengawan solo, itupun sudah di atas jembatan. Tak perlu bertarung dengan arus atau berkecipukan dengan gelombang.

Monday, December 16

Penting?? Ga..

Eeza: za,kok postingan kita makin ga penting yak?? Ga pa-pa nih buat izah masa depan??
Eeza: emang dulu pernah penting gitu postingannya??
Eeza: ya ga penting sih =_=a
Eeza: teruss?? Postingan qta itu postingan paling ga penting di dunia, cuy.. Ga penting juga kalo dibicarain hmmm
Eeza:  ya kan khawatir aja ma izah masa depan 0:)
Eeza: udah deh,,tulis aja, apa yang mau ditulis, biar si izah masa depan tahu kalo isi otaknya pada ga penting.. Jadi semoga aja dia jadi sadar dan menjadi lebih penting dikit mikirnya.
Eeza: umm,, gitu ya..
Eeza: iya,, ga penting juga ngomongin ini.. Kalau ada kita udah dapat penghargaan dari orang- orang ga penting sebagai postingan paling ga penting, tapi kita ga dapet karena saking ga pentingnya bikin penghargaan ga penting kayak gitu...
Eeza: hhmmm.. Btw, ini perlu diposting ga??
Eeza: penting ga sih masih dibahas.. Udahlah, ga penting
Eeza: hmmm ...

Otak Jumpalitan

Otak gw tumpang tindih wkwkwk jumpalitan,, up side down *halah..
Pan gw barusan dari bukfer ke 33 Jakarta yak kemaren ini hari sabtu tanggal 9 november. Nah, gua tuh khilaf beli buku banyak wkwkwk dan macem2 gitu..tapi khilafnya udah diniatin sih *hlah maksudnya udah diniatin bawa uang segitu dan harus habis hehehe tapi ga nyangka kalo dapet segitu banyak kekeke. Ya..itu juga karena gua ngincernya toko yang diskonnya GedE hohoho

Hubungannya sama otak gw yang jumpalitan??
Karena gw bacanya selang- seling, buku ini satu bab, pindah buku lainnya se-bab,lanjut buku lainnya lagi.. haduh-haduh ..
Dari mulai bukunya bang Pidi Baiq yang bahasanya tumpang tindih ga peduli EYD dan ceritanya yang muncrat kemana-mana dg setting Bandung masa kini, lanjut bukunya pak Sudjiwotedjo dengan cerita khas wayang yang disambungin ke keadaan sosial Endonesa, ditambah Emha Ainun Najib masih masalah sosial budaya dengan setting yang lebih religius dan tetep aja menclak menclok kemana-mana, habis itu masih ada buku sejarah Pak Harto dengan bahasa baku dan setting yang merupakan realita, ada juga sejarah banjir Jakarta yang diambil dari tesis pengarangnya nyeritain gimana jakarta bisa banjir, sejak kapan dan gimana nanggulanginnya.. Gw merasa butuh beli buku ini karena bagaimanapun gw dan kosan gw merupakan bagian dari banjir jakarta itu sendiri, kami terkait erat..bukan cuman sebagai penikmat banjir dijalanan yak, tapi udah masuk ke area pribadi kami loh ya..itu bajir udah berani masuk kamar segala cuy..gw juga beli buku tentang cara mengkudeta negara dan analisis ekonomi dan sejarah Indonesia gw,, pengen tahu sejarah yang ga dicantumin di buku sekolah dulu hehehehe..

Yahhhh, dibaca aja, ga ada yang disesali saat membaca... Tapi jangan lupa juga baca qur'annya brooo.. Hmmmm

Welcome 23

Ini catatan pindah umur, iya, aku barusan ulang tahun. Bulan desember ini, yang tanggalnya sama kayak judul album Sheila On 7 itu. Rasanya seperti dapat kado spesial satu album lagu hihihi. Padahal alasan kenapa itu album dikasih judul 7 Desember aku juga ga mau cari tahu, anggap aja memang karena untukku hehehe
Yahh, udah 23. Jadi inget film "Number 23" yang dimainin sama siapa sih itu yang main "Ace Ventura". Biasanya kan dia maen film yang lucu dan abstrak, tapi film yang ini thriller gitu, bagus deh, Terus hubungannya film itu sama 23 tahunnya dirimu apa?? Ya ga ada. Kan aku bilang cuman inget =p

Saturday, December 14

Desember

Petang ini dia harus terpaksa kuyup karena aku, demi agar aku tidak kebasahan jadi ia relakan payungnya di atas kepalaku. Sedang ia sendiri tunggang langgang dengan butir- butir hujan diujung-ujung rambutnya yang ikal. "mau berbagi?" tawarku. Dia bilang tidak. Biar dia bilang iya pun aku akan bilang "tidak boleh!!". Lalu kenapa aku bertanya?? Entahlah..
(diilhami saat pulang bareng teman, dia ga bawa payung dan aku bawa)

Thursday, November 7

Aku Peri

Meskipun hari-hari setelah dewasa ini banyak yang bilang aku terlalu gagah untuk jadi seorang nona, waktu kecil dulu aku tetaplah anak perempuan yang manis dan disayang mama..*halah..
Tapi ini serius loh, jaman aku kecil itu ibuk suka makein baju princess2 gitu, yang rok lebar, yang pita-pita, yang pink, yang blink-blink dan semacamnya. Maklumlah ya,, aku adalah anak perempuan pertama setelah kedua kakakku yang lelaki. Aku juga suka mainin riasan, terutama rambut.. ya dikepang tiga, ya diikat ekor kuda, ya diapain ajalah. Dulu itu kan banyak acara musik anak-anak yang bisa jadi panutan bagi aku kecil untuk mengolah model rambut. Hmm.. Aku jadi heran sejak kapan aku jadi lebih nyaman pake baju kasual maskulin daripada baju-baju unyu milik kaum feminim. 

Umm,, ini sebenarnya ga ada kaitannya dengan betapa manisnya aku di masa lampau *preeett..
Tentang "aku peri" di sini itu bukan mau mengambil sisi peri yang berbaju cemerlang, atau peri yang punya tongkat dengan ujung bintang (aku lebih suka tongkat biksu yang kayak kemoceng di pelm yoko atau tongkat pemukul anjing milik bocah tua nakal hehe). Yang mau diambil di sini adalah tentang baiknya ibu peri yang membantumu menyelesaikan pekerjaanmu yang tak sanggup kau kerjakan. hmmm..


Mungkin emang dasarnya aku baik kali ya hehe,, atau karena kasih sayang ibuku yang sungguh bejibun untuk ditampung, muncul keinginan untuk selalu membuat ibuku itu senang. Karena ibuku itu sudah susah payah mengurus semuanya tanpa libur atau dapat cuti bersama. Sedang aku?? Mainnya yang tanpa cuti.

Nah,, hadiah apa yang ibuku itu suka? Aku juga tidak tahu, kalau dikasih bunga, ibuku akan bilang "opo tho nduk??" dan aku hanya garuk-garuk kepala. Kalau dikasih coklat, ibu juga tidak suka dan pastilah malah aku yang lahap. Kalau dikasih uang, ibuku akan suka..tapi akunya yang tidak =D.

Tapi aku punya satu hal yang bisa kulakukan. Aku bisa jadi peri untuk ibuku hihihi..

Pasti senangkan kalian kalau pas punya kerjaan buuuaaaanyak, udah didaftar mau ngerjain apa dulu lalu ini lalu itu lalu lalang, tapi ketiduran eh begitu bangun semua sudah rapi jali selesai??? Kalau aku sih senang. Dan itulah satu-satunya cara yang aku bisa untuk membuat ibu senang =). Tiap ibu ke pasar, aku akan pastikan kalau rumah sudah rapi dan lantai sudah di pel kinclong. Kalau ibu lagi pergi aku akan pastikan toilet dan dapur sudah wangi. Yahhh, mungkin tidak semua hal bisa aku lakukan. Tapi membantu meringankan beban ibu sebelum disuruh membuat ibuku itu senang. Karena biasanya biar disuruh pun aku masih harus menunggu mood datang, kadang nunggu iklan dulu pas nonton kartun, biasaaaa anak kecil hehehe

Sampai sekarang juga kalau dirumah aku masih suka jadi peri, buat ibuku itu. Karena melakukan kebaikan demi orang lain akan membuat kita lebih nyaman, seperti ibuku itu yang melakukan semuanya demi kami. Dan melihat orang lain senang karena usaha kita, bisa membuat hati lebih bahagia. Ibuk terima kasih sudah mengajariku jadi baik =)

Wednesday, November 6

Terima Kasih Jakarta

Jakarta itu traumatis,tentu... Tapi Jakarta juga baik. Akan sangat baik kalau kau bisa mampir bertemu Jakarta sekali seumur hidupmu, setahun dua tahun mungkin. Jakarta baik, tapi kadang dia harus jahat sama orang.

Jakarta menerima semua orang tanpa lihat-lihat. Jakarta menerima orang kaya, Jakarta menerima orang miskin. Jakarta menerima yang baik dan Jakarta juga menerima yang jahat. Jakarta mengizinkan orang mencuri, Jakarta juga membantu kalau kau mau menolong orang lemah.
Jakarta bahkan menerimaku, orang yang sudah berprasangka buruk padanya dan yang sampai sekarang ingin kabur darinya. Meski aku jahat padanya, Jakarta masih memberiku hadiah setiap hari, seperti kebun kecil bunga matahari di atas toko roti Tegal yang kukasih tau ke kamu waktu itu. Jakarta tau saja kalau aku suka itu. Orang yang kusukai saja belum tentu tau hihihi.

Jakarta juga kadang-kadang menyebalkan. Hmmm...sudah tau aku lagi bete misalnya tapi malah main-main sama perasaan. Lagi kangen rumah malah ditunjukin jejeran warung soto lamongan. Lagi kangen orang malah ditunjukin plang dokter yang namanya sama, huft..entah Jakarta yang iseng atau nama orang itu yang pasaran. Sudahlah,,,

Jakarta selalu bilang waspada, tiap aku berada dikerumunan, di dalam busway yang sebenarnya transjakarta itu misalnya. Jakarta selalu bilang hati-hati, tiap aku beli barang-barang yang ada banyak benda jelek di dalamnya seperti kata tivi misalnya. Jakarta selalu bilang tersenyumlah, tiap aku mulai sedih melihat langitnya yang asap misalnya. Jakarta selalu bilang sabar sebentar, tiap aku antri atau menunggu di halte yang overload itu misalnya. Jakarta selalu punya cerita di pinggiran jalannya, di sudut pertokoanya, di dalam gedung-gedung mewahnya, di kolong jembatannya. yahhh.. di setiap tempat.

Jakarta punya banyak wajah. Jakarta berwajah kumuh saat bertemu pemulung misalnya, karena Jakarta tahu mereka takkan sanggup bertemu Jakarta yang gemerlap dan Jakarta akan berwajah gemerlap saat bertemu dengan juragan misalnya karena Jakarta tahu mereka takkan sanggup bertemu Jakarta yang kumuh. Jakarta itu pengertian. Jadi kalau di berwajah pencopet misalnya saat bertemu denganmu, mungkin ada yang mau dia sampaikan.

Dengan banjir, Jakarta ngasih tahu kalau ga banjir itu nyaman. Dengan sungai comberan, Jakarta ngasih tahu kalau jaga kali tetep bersih itu penting. Dengan macet, Jakarta ngasih tahu kalau manajemen lalu lintas dan kendaraan itu dibutuhkan. Dengan adanya orang yang suka saling olok, Jakarta ngasih tau kalau menghormati orang lain itu harus. Jakarta mengajariku banyak hal, jadi pandai-pandai aja menyimpulkan.

Kata Jakarta, setiap hal punya banyak sudut pandang, seperti dirinya. Setiap orang juga punya alasan di setiap keputusan yang diambilnya. Jadi, jangan mengira apa yang kau sangkakan tentang seseorang adalah benar. Kata Jakarta.


Sudah lima tahun.
Sudah lima tahun lebih aku di Jakarta, dan dalam dua tiga bulan lagi.. aku akan pergi, Jakarta!!
Za, jangan lupa Jakarta ya...

Om Gie dan Pak Pram

Hi, Gie.. apakah Indonesia sekarang sudah lebih baik?? 
Kalau kau masih hidup mungkin kau sudah bosan menuliskan penderitaan negara tercintamu ini di buku diari. Mungkin karena itu umurmu dipendekkan oleh tuhan, jadi kau mati dengan memeluk mimpi bahwa negara ini bisa lebih baik lagi suatu saat nanti. 

Baru saja baca postingan di blog salah satu teman yang menyumbangkan sekian persen kerinduannya pada puncak gunung. Sebagai anak gunung, dia pasti mengenal Gie sebagai profesor layaknya ahli fisika mengingat Einstein. Temanku ini suka di panggil T, dan ini artikelnya => http://tinooon.blogspot.com/2012/11/catatan-perjalanan-soe-hok-gie-ke.html



Sekarang sudah 2013. Di Indonesia mata uang terkecilnya adalah seratus rupiah dan satu bungkus nasi di Jakarta minimal 5ribu, inipun tipe yang MSSS (menu sangat sederhana sekali). Tapi sepertinya Indonesia dulu dan sekarang sama seperti toko yang isinya sama berantakan tapi etalasenya terpoles dengan lebih indah dan wahh. 

Tentang catatan Gie, aku baru baca yang sampai tamat itu yang diambil dari skripsinya, tentang pemberontakan PKI di Madiun. Judul bukunya "Orang-orang dipersimpangan Kiri Jalan" yang kubeli pas jalan ke Monas mo lihat acara festival malamnya pak Jokowi. Begitu lihat tanpa mikir langsung beli, pokoknya pengen banget baca (kayaknya aku udah pernah cerita ini.. ya sudahlah). Feeling pas baca catatan orang jaman pergolakkan itu menakjubkan pokoknya,, cerita-cerita yang mencoba dikubur oleh pemerintah masa orde baru. Jadi tahu bagaimana kelamnya Indonesiaku dulu, tawuran ideologi, konflik politik dan huwaaa.. kelam pokoknya. Ada juga bukunya yang Catatan Sang Demonstran, aku udah download ebooknya tapi masih males baca.. udah baca awalnya, tapi agak males bacanya.. hee maaph om Gie, pengen baca langsung pas om Gie udah gedhe.. tapi dari baca pas masa kecilnya itu aku jadi tahu, bagaimana sifat Gie yang sangat peduli pada keadilan tercipta dengan latar belakang Indonesia masa itu. Indonesia muda, masih mencari jati diri tapi diperebutkan orang-orang yang mau menang sendiri. Karena Indonesiaku kaya.

Ada lagi buku yang menceritakan Indonesia masa lampau. Kalau pengen liat dari segi budaya dan sosial, bukunya pak Pramoedya Ananta Toer itu sangat bagus. Udah diakui oleh dunia internasional. Bukunya juga banyak yang ga boleh terbit jaman dulu karena terlalu jujur menurutku. Semuanya terceritakan,, ya jelek ya buruk, dan pemikirannya pun frontal bebas untuk kaliber jaman itu yang maish sangat kejawen dengan kewajiban untuk menghormati orang yang berkedudukan lebih tinggi.
Aku juga udah nyari beberapa bukunya pak Pram, tapi buku2nya termasuk langka, jadi sekarang masih banyak yang soldout dan belum nyetak ulang. Bayangin dari tahun berapa itu buku terbit masih aja sold out. Sampai sekarang masih dalam proses nyari sih. Dari aku punya uang mpe uangnya habis lagi, mpe ada uang lagi sampe bokek lagi hahahaha.. itu buku belum juga ditangan. 

Yah,, harus bilang banyak-banyak terima kasih sama om-om berdua, kedua orang ini juga banyak menghadapi berbagai perlakuan yang ga baik dari penguasa masa itu karena yah.. yang kubilang tadi, terlalu jujur menceritakan suasana pada jamannya. Pak Pram bahkan dipenjara dan dibuang. Bedanya, kalau Gie ceritanya real/nyata karena emang bentuknya kayak diari dan karangan penelitian, sedangkan pak Pram itu lebih ke sastra fiksi. Unggulnya, karena pake dasar fiksi, pak Pram jadi lebih bebas dalam menceritakan berbagai hal. Soalnya ga bakal ada yang protes karena tidak menyinggung orang tertentu secara langsung, padahal yang diceritakan memang terjadi di kehidupan nyata..kan cuman fiksi.

kalau tahu buku tentang Indonesia masa lampau yang lain, kasih tahu dong.. =D

Monday, October 28

Gila

Akhir-akhir ini aku jadi menggila..
Terlepas dari sifat gilaku yang biasanya..
Pokoknya ini gila, jadi tidak terkontrol pdhal dulu sangat terjaga..
Hmmmmm apanya yang salah, cuy???

Hati-hati izah..jangan main-main..
Tu kann kalimat ini juga tidak biasanya huwaaaaaa

Wednesday, July 10

Ibuk dan Do'a-do'a

Baru seminggu yang lalu saya selesai membaca dua buah buku Asma Nadia yang membuat saya teringat IBU. Kata mbak Asma, di kata pengantar, memang untuk tujuan itulah buku itu diterbitkan. Isi buku pertama adalah tentang Doa. Kisah-kisah nyata tentang doa dan keajaibannya. Doa yang memberi kekuatan, doa yang dikabulkan, doa yang tidak dikabulkan dan doa-doa yang lain. Tentang keluarga, jodoh, sakit, cobaan atau ujian. Buku kedua fiksi, cerita pencarian seorang anak terhadap ibunya. Sempat bikin mata berkaca-kaca karena ingat ibu, bukan karena ceritanya hehe. Judul2 buku-buku ini aku lupa, sebentar aku ke kamar Hafshoh dulu buat lihat lagi. Maklum, aku hanya pinjam..
umm.. bukunya "catatan hati di setiap doaku" dan "cinta di ujung sajadah"... sepertinya =D

Membaca buku ini membuatku teringat satu masa yang membuatku berdoa dengan memohon dan bukan asal omong, bagaimana bersujud dengan mengingat tuhan dan sepertinya menjadi awal bagaimana aku mulai berjilbab.

Aku hidup dengan nyaman saat kecil, nyaman dalam artian sama dengan anak-anak lain tetanggaku. Tidak ada penganiayaan masa kecil yang membuatku memilih jadi psikopat, tidak ada hinaan masa kecil yang membuatku menjadi orang paling rendah diri sedunia, tidak ada kekerasan yang memberiku pilihan jadi preman kampung atau semacamnya. Semua damai saja, meskipun jika kuingat-ingat lagi, pastinya dulu keluargaku bukanlah orang berada. Tapi aba-ibuk berhasil membuatku tidak menyadarinya. Yahh.. terlepas dari aku yang terlalu cuek mungkin ya...

Dulu berdoa hanyalah sekedar ritual bagiku, sesuatu yang dibaca saat selesai sholat atau saat aku menginginkan hal-hal seperti semoga nilai ujianku tidak jelek, semoga besok guru cuma ngasih tugas dan tidak masuk, semoga ibuk dapat snack yang kuinginkan dari pasar atau lainnya. Doa-doa kecil dari seorang anak kecil, tanpa menengadah tangan dan terucap dihati saat bermain atau nonton TV. Hingga suatu hari ibuku jatuh sakit.

Aku kelas 1 MTs kalau tidak salah, maaf.. aku memang buruk dalam mengingat, Ibuku jatuh sakit. Bisa kau bayangkan, ibuku yang tak pernah lemas atau kuyu barang sekali tiba-tiba jatuh sakit dan tak lagi mampu berdiri. Ibuku yang selalu aktif meyiapkan sarapan pagi tiba-tiba hanya terbaring lunglai. Ibuku yang sejak shubuh hingga malam hari tak pernah kehabisan acara bersih-bersih dan mengurus toko kami tiba-tiba tak mampu melakukan apapun, bahkan buang air kecil hanya bisa memakai baskom mini di atas kasur yang biasa ia tiduri. Ibuku jatuh sakit.

Di antara sakitnya ibukku memanggilku dengan suara lirih pelan. "Zah, nanti kalo ibuk ga bisa mengembalikan baju yang ibuk pinjam dari bibi, kamu yang balikin ya.. letakkan di lemari paling bawah kamar bibi. Nanti kalo ibuk udah ga bisa... " Aku tidak ingat lagi apa yang dikatakan ibuk dengan suara pelan dan patah-patah saat itu. Aku hanya menekuk lutut di depan ibuk, menyembunyikan tangis dengan menelungkupkan wajah.

Aku hanya anak kecil. Tak sanggup membayangkan bagaimana jika ibuku tak ada lagi di tengah-tengah kami. Aku hanya bisa membantu sedikit dari segunung pekerjaan rumah tangga dari mengurus rumah, ayah, adik-adikku, toko kami, pepohonan jambu air di belakang rumah, bahkan ayam-ayam ternak itu. Aku hanya anak kecil perempuan satu-satunya dengan dua adik kecil yang masih harus bergelung-gelung di pelukan ibuk. Aku hanya anak kecil, kawan.. yang tak sanggup membayangkan jika ibukku tidak bisa kusentuh lagi. Sakit ibukku sungguh parah meski aku tak tahu apa. sakit ibukku juga cukup lama untuk sekedar disebut sakit biasa.

Saat itu aku mulai berdoa. Aku berdoa antara adzan dan iqomah karena Dia bilang akan mengabulkannya. Aku berdoa di dalam sujud akhir sholat karena Dia bilang itu ijabah. Aku berdoa, bersungguh-sungguh agar ibuku sembuh. "Ya Allah, sembuhkanlah ibukku.. hamba rasa hamba tak sanggup dan kau tak akan memberi apa yang hamba tak sanggup. Sembuhkanlah ibukku Ya Allah, karena Engkau Maha Pengabul do'a. Engkau sendiri yang berfirman, tak ada yang tak mungkin bagiMu..Hamba masih butuh ibuk..". Aku terus berdo'a hingga saat itu tiba. Ibukku sembuh.

Ibukku sembuh. Ibukku benar-benar sembuh. Sampai sekarang ibukku masih bisa tertawa dan sehat, meski tak boleh terlalu capek. Dan aku tahu bagaimana berdoa dengan mengingatNya, tidak lagi sholat dengan memikirkan film kartun kesukaanku hehe, dan aku tahu Allah akan selalu ada. Alhamdulillah...

Ibuk mengenalkan aku pada do'a. Lewat ibuk, Allah memperkenalkanku pada ijabahnya do'a, dan Ibuk yang pasti selalu memberikan do'a..untukku =)
Setiap wanita harus rajin berdo'a, kawan.. mereka harus tahu bagaimana berdoa, karena merekalah yang harus mendoakan anak mereka, suami mereka, orang-orang tersayang mereka. Do'a adalah senjata terampuh para ibu, agar anaknya sholeh-sholehah dan keluarganya sejahtera. Ibu akan selalu berdo'a. Saat ia lemah dan tak mampu melakukan apa-apa, ia masih punya do'a. Saat tak tahu lagi harus menodong pertolongan pada siapa, ia masih punya do'a. Dan akan selalu punya.

Yah, Oleh sebab itulah aku tak pernah bosan meminta do'a. do'a wajib dari orang tua dan tambahan do'a sebanyak-banyaknya dari teman dan kawan. Pasti kalian juga tahu kan,, setiap UTS, UAS, Skripsi atau apapun aku akan selalu minta do'a. lewat sms, status fb, note fb, foto atau gambar yang mungkin beberapa bisa menghibur dan akhirannya adalah meminta kalian untuk sejenak berdoa untukku. Setiap ujian malas belajar, misalnya.. ada balasan sms, comment fb ato lainnya yang berisi untaian doa, meski bercanda ato sedikit agak gila, selalu membuat bersemangat untuk kembali membuka buku lagi..berusaha lagi.. "zah, itu udah didoain, masak kamu ga mau ngasih perantara biar beneran bisa ngerjain soalnya. Kalo kamu ga baca mana kesimpen di otak.. udah baca aja, biar ntar bisa diingetin ma Allah mana jawaban yang harus di tulis.. kalo ga pernah baca mana bisa inget, brur!!"dialog pada diri sendiri.. meski kadang juga masih suka tidur pas ngapalin.. yah, itu emang tidak terhindarkan =D..

Dan sekarang inipun, aku ingin minta do'anya, cuy.. hehe agar segera ditempatkan di tempat yang terbaik menurutNya dan aku bisa dengan lapang hati mengikhlaskannya. aaamiiinnn!!!!! Terima kasih, kawan.. rasanya aku tak akan sanggup melalui segalanya tanpa do'a dari kalian..=)

Saturday, July 6

Skripsi, Ummm..

Ok, za.. mari berkisah tentang skripsi..
Ini bukan menjelaskan apa yang kubuat dalam skripsiku yak.. jadi tenanglah. Lagipula aku sendiri sudah tidak ingat lagi detailnya hahaha.. *gembel..
Kemaren saja pas ditanya oleh orang subdit "skripsi kamu apa??" aku diam lama, "umm.. skripsi saya pake frontier pak alatnya, untuk nyari apa itu umm... sebentar pak saya search dulu". (buka internet dan cari kata frontier, karena penyakit lupa istilahku kambuh lagi).. "tentang efisiensi perusahaan, pak" jawabku, diingatkan oleh google tentang kata "efisiensi" itu... si bapak yang tanya langsung me-"masak skripsi sendiri lupa"-kan aku.. heleh-heleh aku nyengir..

Skripsiku kemaren itu sebenarnya salah niat. Dari awal pembuatannya, aku hanya berniat menjadikannya sebagai alat untuk lulus. Jadinya sekarang memang cuma bisa jadi alat untuk lulus, sejauh ini tidak lebih. Padahal seharusnya, selain sebagai komoditas yang bisa membuatmu lulus, skripsi juga bisa dipake sebagai tiket ke luar negeri untuk diikutkan dalam paper internasional misalnya, atau sebagai bahan diskusi di forum-forum yang bisa membesarkan namamu suatu hari nanti, mungkin. Bisa juga jadi batu loncatan untuk kuliah di luar negeri, atau membantu memecahkan masalah sosial-ekonomi negara ini yang semakin menjadi-jadi, atau alternatif lain skripsi juga bisa dijadikan dongeng pengantar tidur anak-anakmu kelak, menjadi bahan gosip saat nongkrong dengan tetangga atau mungkin juga bisa dirubah jadi naskah film romantis/horor/tragedi kalau bisa...hmm..

Skripisi itu SESUATU. Selama tingkat dua-tiga, para kakak tingkat dan dosen itu sudah mewanti-wanti untuk mencari topik skripsi sesegera mungkin. Tapi berhubung aku orang yang tepat waktu, kuanggap hal itu belum cukup umur untuk dipirkirkan *ngekkk. Bagaimana bisa mikirin skripsi, orang otak baru aktif ngerjain tugas aja pas injury time hehehe. Pertama-tama juga banyak hal yang simpang-siur dipikiran untuk urusan topik, mulai dari skripsi yang idealis, cari dosen pembimbing yang mumpuni dan baik.. harus membantu memecahkan masalah, pake alat statistik yang canggih, alat yang dipake harus sesuai kebutuhan.. ga usah alay kayak mau bunuh tokek pake bom atom Hiroshima, harus yang orisinil,, blablabal-blablabla,, yahhh.. itu semua benar, kawan.. tapi terkadang data yang  kita butuhkan tak selamanya di tangan. Jadi selamat berjuang.. *acungkan tinju ke langit..

Awal-awal masa pengerjaan skripsi itu juga merupakan masa paceklik konsentrasi. Mau ngerjain bab I, alaaah masih berapa hari ini.. nonton aja dulu, otak mulai tak serius. Mau ngerjain revisi, alaaahh masih seminggu lagi.. santai aja dulu, pikiran mulai tak fokus. Alhasil, semua tulisan yang terpampang di lembar-lembar kertas putih ber-hard cover itu adalah hasil dari perasan-perasan terakhir sari-sari otak..=D. Yang penting bisa lulus-yang penting bisa lulus.. mantra yang terus diulang-ulang dipikiran. Dimasa-masa ini juga tambah parah.. gara-gara jam kuliah berkurang drastis cuma tiga pertemuan satu minggu padahal sebelum2nya bisa sampe megap-megap tiap hari ful sesi, jadinya pengen maen kemana-mana, muter2 ke sana sini, padahal skripsi terkatung-katung minta perhatian. Akhirnya malah malam pengajuan revisi harus lembur sampe pagi karena baru ada motivasi. Urusan print-printan juga jadi sejuta erornya... mamaaaakkk..

Ada masanya stres melanda, menggila, membabi buta *halah.. Banyak hal kuinginkan sejak pertama menginjak Jakarta tapi tak pernah kulakukan dari tingkat satu sampai tiga, malah kulakukan saat masa genting tahap akhir skripsi. Aku malah naek gunung Gede, ikut pendakian umum, padahal dari kemaren-kemaren pengen ikut tapi ga pernah kelakuan, oleh sebab selain tak ada waktu juga tak ada uang. Untuk pertama kalinya aku pergi ke GJUI (Gelar Jepang Universitas Indonesia), padahal dari dulu pengen tapi ga pernah pergi. Aku juga kelayapan ke banyak tempat kalo lagi trauma lihat laptop dan folder skripsi. Pernah juga seolah skripsi menghantui setiap langkah, lagi suntuk pengen kluyuran lah pas nyebrang jalan malah lihat plat nomor mobil belakangnya TFP, itu mah bagian dari skripsikuuuuu Total Factor Productivity (TFP) aaaaarrgrgghhhhh... pergi kau, pergiii.. *jambak-jambak rambut

Hingga akhirnya tiba masa semua mencapai puncaknya. Giliran panik banyak-banyak berdoa biar dapat dosen penguji yang baik hati dan rajin menabung, menabung kesabaran di ruangan sidang bersama kami. Yang dapat dosen baik syukur alhamdulillah, yang dapat dosen inversnya harus siap2 bawa banyak tutup panci buat jadi tameng tusukan-tusukan pedih dosen penguji, atau mungkin bisa pake kanuragan atau tenaga dalam macam naruto dan hunterXhunter. Hingga satu jam penentuan itu berlalu, kumpulkan berkas-berkas dan rekomendasi.. tinggal hari-hari perbaikan dan tanda tangan. Hmmm... tidakkah ini melegakan, meski belum berakhir seluruh perjuangan, kawan... tapi bukit tertinggi telah terdaki.

Bagian paling mengharukan dari sebuah perjuangan skripsi adalah.. bagaimana aku dan semua kawan serasa senasib. Seperti masyarakat tahanan yang menghadapi pintu sel yang sama, ujian yang sama dan dikejar-kejar oleh deadline yang sama. Satu jatuh yang lain membantu untuk bangkit. Kesadaran bahwa saat aku stres bukan hanya aku yang stres, saat data terhambat bukan hanya aku yang mengalami, saat metode buntu yang lain juga ada yang bernasib sama. Kami harus satu takdir, wisuda di hari yang sama. Do'a-do'a bertaburan di sekeliling kami, membimbing kami menuju pintu gerbang kelulusan itu. Hari dimana kami berkostum TOGA. Bersama-sama =))

Sudah berlalu, Bagiku..
*Perjuangkan skripsimu dengan serius semampu kemampuanmu, nak.. kau tak tahu apakah penyesalan atau kegembiraan yang menyertai kelulusanmu. Karena banyak kawan yang bilang "Seharusnya skripsiku bisa lebih baik dari itu". _'Seharusnya', kata yang menandakan bahwa sesuatu tidak terjadi.

Untuk yang sedang berjuang menyusul, Semoga lekas sampai dengan bahagia... =)

Thursday, July 4

Indonesia dan Kebanggaan

Banyak postingan di internet bilang menjadi manusia yang terlahir di tahun 90-an merupakan keberuntungan tak tergantikan.. Dan bagiku, yang terlahir menjadi generasi Indonesia, menjalani masa pertumbuhan di tahun 90-an memiliki arti yang lebih tak tergantikan.

Sebagai orang yang terlahir di masa itu, generasi kami adalah generasi yang tahu bagaimana caranya bangga pada negeri. Zamrud Khatulistiwa kami. Macan Asia kami. Bhineka Tunggal Ika kami. Masyarakat ramah kami. Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi kami. INDONESIA kami...
Mudah kami katakan kalau negara kami super keren. Kami bangga kami Indonesia.

Dan lihat apa yang terjadi hari -hari ini,, sungguh patah hati. Korupsi melumpuhkan Macan kami, zamrud kami terbakar satu persatu-sedikit demi sedikit. Bhineka kami tak lagi Ika. Mereka yang ramah tak lagi menyapa-hanya tersisa saling curiga. Negeri subur makmur menyisakan kelaparan pada rakyatnya..
Semakin hari kebanggaan itu meluntur seperti kain yang keseringan dicuci, dicuci dengan caci maki rakyat pada wakilnya. Memudar seperti pelitur kayu yang keseringan tertempa hujan, hujan hujatan antar sesama masyarakat kami yang "ramah". Mengelupas seperti cat yang keseringan terkena panas, panas persaingan  sengit para pejabatnya.

Bagimana semua bisa berbalik?? Dulu orang-orang luar sana yang menimba ilmu di tanah kita, tapi kenapa kita yang kalah dari segi kemakmuran rakyatnya?? Dulu kita berhasil menjadi lumbung padi bagi dunia, tapi kenapa sekarang kita sendiri yang mengais nasi di tanah subur ini?? Dulu kita yang membantu negara-negara tetangga merdeka, tapi kenapa sekarang kita sendiri yang terjajah??

Negeriku sekarat karena KETIDAKPEDULIAN, kawan.. di sini hanya sekumpulan orang-orang yang berkompetisi memenangkan rejekinya sendiri-sendiri.

Bayangkan jiwa mereka yang tumbuh di masa hari ini, negeri mereka tak lagi dibanggakan. Kalimat negatif bermunculan "Ah, Indonesia bisa apa??". "Indonesia mah kalah mulu tau". "Indonesia ga akan bisa kayak gitu!!". Jadilah mereka lebih hafal lagu Korea daripada lagu Indonesia Raya atau Pancasila. Lebih suka gaya Amerika daripada tata krama daerahnya. Bahkan anak sekarang tak tahu apa itu zamrud khatulistiwa,,

Aku masih ingat bagaimana caranya bangga pada Negeri ini. Karena masih banyak yang peduli, tentu... peduli untuk berkarya, peduli untuk memajukan bangsa, peduli untuk membangun kesejahteraan bersama dan peduli untuk berdoa, kawan.... berdoa agar negeri ini kembali merebut takdir kejayaannya..

Monday, June 10

Negeri Para Bedebah yang Di Ujung Tanduk

Umm..
Jadi begini, udah sejak dulu gw pengen nyatet buku apa aja yang udah gw baca dan apa aja yang gw sukai dari buku yang gw baca itu.. Tapiii, yah namanya juga manusia, kita cuman bisa berencana dan realisasinya tuhan yang menentukan. Jika kemalasan memiliki passion yang lebih kuat, mau gimana lagi.. hehehe.. *sesat..

Nah, sekarang gw mau memulai untuk melakukan hal yang udah gw pengenin dari dulu itu. Jadi, zah.. lu masih inget udah baca apaan aja, mengingat sebagian besar buku yang lu baca itu buku pinjaman ato buku boleh nemu di gudang yang ga diketahui lagi riwayatnya setelah lu baca.. Smuga dengan ini bisa membantu lu memetakan otak lu yang kadang ga jelas kordinatnya itu, yak sip..

Di sini gw ga bakal nyritain tentang sinopsisnya, karena gw sendiri ga suka di kasih spoiler. Jadi kalo gw nanya "eh, buku ini bagus ga??", lu cukup bilang aja "bagus" ato "biasa" ato "keren beudh!!" itu sudah cukup ga perlu mpe meluber nyritain isi buku dari kata pengantar-daftar isi-mpe-epilognya.. itu benar-benar ga perlu...

Dan sebagai awal, buku pertama itu ya.. buku karangan TERE-lije yang judulnya Negeri Para Bedebah dan sekuelnya yaitu Negeri di Ujung Tanduk. Buku kedua baru selesai gw baca semingguan yang lalu, jadi detail ceritanya sendiri udah pada burem, sedangkan buku pertama udah ga kehitung hari lagi kapan gw baca, jadi lebih blur lagi  =D




Tokoh utama dari buku ini adalah Thomas, seorang konsultan finansial, yang harus menyelamatkan satu bank yang mau collapse, karena melibatkan nama keluarganya. Sedangkan di buku kedua si Thomas ini buka satu bidang lagi yaitu konsultan politik dan harus menyelamatkan kliennya dari jeratan mafia hukum. Cerita terangkai apik dan dengan gaya bahasa yang gw suka  *bagian yang paling gw suka dari Bang Tere emang bahasanya sih.. hehe

Baca buku Bang Tere yang satu ini itu kayak nonton pelm box office hollywood konspirasi macam Bourne Trilogy ato buku Dan Brown tapi settingnya di Indonesia *bagian kerennya. Ceritanya juga diambil dari kejadian asli di negara kita tercinta ini, di buku pertama settingnya adalah kasus Bank Century (yang menjelaskan bagaimana kasus ini bisa terjadi) dan di buku kedua settingnya adalah pemilihan presiden beberapa tahun yang akan datang. Banyak kemiripan yang gw rasain pas baca buku ini karena sepertinya pengarangnya emang sengaja hmmm.. misalnya saja:
  • Nama klien yang harus diselamatkan di buku kedua berinisial JD, yang punya latar belakang seperti walikota Jakarta sekarang. Tapi tentang dia punya dua anak perempuan jadi lebih mirip Obama =D
  • Asisten Thomas, Maggie, yang bisa melakukan segalanya jadi mirip seperti Tony Stark di Iron Man, sampai2 gw selalu menanti di akhir kalo si Thomas akan suka sama Maggie hahahaha..
  • dan lain-lain wkwkwkwk..pan udah gw bilang ingatan gw burem kekekeke

Dua buku ini memang agak berbeda dengan buku-buku bang Tere sebelumnya yang selalu berisi filosofi hidup dan bagaimana manusia seharusnya hidup. Tapi di sini  Bang Tere juga masih memasukkan filosofi kehidupan, tenang aja. Misalnya aja tentang Kaki Langit, tempat tokoh Thomas menempuh pendidikan. Kalau gw mikirnya, Kaki Langit itu bukan nama satu tempat saja, tapi lebih ke satu sistem. Siapa yang sejak kecil sudah dididik dengan kehidupan yang mandiri dan pernah bangkit dari satu kepedihan akan tumbuh menjadi orang yang tahu bagaimana susahnya hidup, tahu bagaimana menikmati hidup, tahu bagaimana mengambil kebijaksanaan hidup, terlepas dari dia sekolah di Kaki Langit atau tidak. yah, pada kenyataannya Kaki Langit juga belum tentu ada, mungkin ada tapi dengan nama yang lain, atau memang benar-benar ada..whateverlah..

Buku ini tampak lebih nyata dari segi latar belakang cerita, tapi jadi lebih mirip film pada akhirnya dan jadi banyak yang mustahil, tapi baca aja.. Setidaknya buku ini bikin kita lebih tahu apa yang sedang terjadi dengan bahasa yang lebih sederhana. Akan tetapi, buku ini tetaplah fiksi yang diilhami dari realita. Jadi ambilah apa yang bisa diambil dan manfaatkan.. sip-sip..

Kayak buku trilogi pulau buru punya pak Pramoedya Ananta Toer, settingnya nyata zaman penjajahan mpe merdeka tapi ceritanya fiktif . dan ini novel keren beudh!!! Ntar kalo aku udah baca aku critain ya, Za... Udah-udah.. bobok, udah ga sadar ini otak, nglantur kemana-mana..

Thursday, June 6

Karena Kata Baik Belum Tentu Menyenangkan

Karena tak semua kata baik dari mulutmu akan terasa sama manisnya di telinga mereka yang mendengar. 

Pernah dengar cerita orang-orang yang merasa dikasihani saat diberi kata-kata semangat??
Ada satu masa di mana seorang teman yang menurut sebagian besar orang dia pintar, terjatuh secara akademis karena suatu alasan. Alasan apa?? entahlah.. bukankah semua punya alasan?? Hanya kita tak selalu langsung tahu alasan apa yang melatarbelakanginya.

Lalu disinilah semua jadi terasa aneh. Satu, dua, tiga dan banyak orang memberi semangat, sebagai teman. Setiap bertemu, kawan-kawan lain selalu bilang 'semangat ya!!', bersalaman, menepuk bahu dan senyum prihatin di bibir. Tapi hati seorang kawanku ini perlahan mulai tak nyaman. Tak ada yang salah dengan rasa simpati teman-teman lain. Wajar bukan jika mereka memberi semangat. Tapi.. tak bisakah mereka memberinya semangat sebagai seorang pejuang, bukan sebagai seorang yang sedang gagal??

Awalnya aku juga bagian dari kawan-kawan yang simpati, tapi dia mengatakan segalanya. Dan aku sadar.. aku salah memasang perasaan. Kawanku seorang ini harus didukung dengan senyuman dan do'a.

Dari sini aku belajar satu hal. Hati-hati bersimpati karena terkadang itu bisa menyakiti. Bisa kau lihat di televisi, misalnya. Para produsen hiburan itu mengumbar simpati penontonnya dengan mempertunjukkan kemiskinan Indonesia. Kasihan harus berjalan jauh, rumah tak berkeramik dan temboknya bukan bata, mencuci harus di kali, mandi harus menimba di sumur dalam, kaishan-kasihan-kasihan.. Tanpa kalian sadari betapa tangguhnya mereka menghadapi kehidupan. Bersabar dan tetap bertahan dengan berbagai keterbatasan. Dan sadar atau tidak, kalian mungkin yang perlu dikasihani, terlalu tergantung pada akses yang kalian miliki sampai-sampai kehilangan insting manusiawi. Perbedaan mereka dan kalian hanyalah tentang kesempatan. Kalian diberi kesempatan menjangkau semua akses tapi mereka tidak.

Berhentilah terlalu mengasihani dan mulailah untuk lebih menghormati... =)

Sayang dari Ibu

Suatu hari, terdapatlah pemandangan seorang anak bermuka marah pada ibunya. Entah apa tuntutannya yang tak juga diwujudkan oleh sang ibu. Si anak tak lagi mau bicara dan menganggap ibunya tak ada dihadapannya. Si anak tak hirau, tak acuh. Dan Sang ibu?? hanya mampu menarik nafas panjang dan bermuka memohon, memohon semoga anaknya mengerti betapa sibuknya dia hari ini mengurus pekerjaan di kantor dan keperluan rumah sekaligus. Hari-hari ini masa yang melelahkan, Nak, andai kau mengerti, katanya dalam hati, menatap anaknya yang duduk di bangku bus umum yang mereka naiki. Si anak menatap jengkel ke arah lain, tak peduli dengan ibunya yang harus berdiri berdesakan,berbagi palang pegangan dengan penumpang lain.

Satu kakak putri duduk bersebelah dengan si anak, melihat segala kejadian dan semua mimik wajah. Kakak putri membuka tas, mengeluarkan satu lolipop yang biasa ia bawa untuk menyibukkan mulutnya saat bekerja di kantor.
"Adek mau??" tawarnya ada si anak.
Si anak ingin menolak dengan wajah kusutnya, tapi lolipop itu terlalu mengundang selera, jadi si anak mengambilnya dan terima kasih terucap dari bibirnya yang masih juga kusut. Kakak putri tersenyum.

"Namanya siapa??" Kakak putri bertanya.
"Aina", jawab si anak pendek, mulai mengulum permen.
"Kamu cantik, mau berangkat sekolah ya? siapa yang dandanin tadi?".
"Mama".
"Hmmm, pantas bajumu rapi dan manis", kakak putri tersenyum. "Bando kamu bagus, dibeliin siapa?".
"Mama".
"Wah, mama kamu baik ya.. pantas kamu sehat dan cantik. Kalau sakit pasti mama kamu juga ya yang merawat. Mama kakak dulu meninggal sejak kakak masih kecil, jaga mama baik-baik ya. Permisi, kakak mau turun dulu di sini". Kakak putri keluar dari barisan kursi sambil mengelus rambut belakang si anak, tersenyum pada sang ibu, melangkah mendekati pintu, keluar saat bis kota itu berhenti.

"Umm.. mama mau duduk??", si anak bergeser dengan muka ingin minta maaf pada sang ibu.



Keretaku Kini

HUFT..


Ya ya ya.
Memang sih, saya sudah berjanji dengan sepenuh hati pada diri sendiri bahwa saya tidak akan mengeluhkan apapun dan bagaimanapun keadaannya. Tapi ya tetap saja, namanya juga manusia.. batas ketidakmengeluhan itu selalu ada. Misalnya tentang ini, tentang kereta api.

Baru beberapa hari lalu saya mengetahui kenyataan bahwa PT. KAI-ku tercinta, yang ku puja-puja karena dirinya telah membantuku pulang kampung dengan bahagia dengan harganya yang murah, berstatus PERSERO.. hiks..

Dalam sejarahnya, dulu setelah direbut dari Jepang, Kereta Api-ku berstatus PERJAN, perusahaan jawatan, dengan nama lengkap Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI). Segala modal dan peralatan semua dibiayai pemerintah. Pegawainya pun berstatus negeri, digaji negara. Status ini mengharuskan kereta api-ku menjadi penolong masyarakat, bergerak untuk kesejahteraan rakyat. Mode transportasi murah meriah untuk semua, mengantar kami ke stasiun-stasiun di penjuru tanah Jawa.

Saat tahun menunjuk waktu 2 Januari 1991, Kereta Api-ku berubah status menjadi PERUM, persahaan umum. Semuanya tak lagi urusan negara, separuh ditanggung negara separuh tidak , tugas kereta api-ku bertambah lagi sebagai pencari laba. Waktu bergulir lagi merujuk tahun 1999, 1 Juni , Kereta api-ku harus menyandang status PERSERO, status yang mengharuskannya menjadi pengumpul laba sebanyak-banyaknya. Maka disinilah kereta api-ku tak menghiraukan berapa muatannya. Asal masih ada ruang untuk bernafas, angkut saja masyarakattnya, manusia pun berjubel apalagi disekitar tanggal lebaran.

Lalu apa yang membuat mengeluh?? Sejak pertama menjadi pengguna kereta api, badan ini telah menjadi  persero. Tetapi dulu negara masih memberi subsidi yang membuat harga tiket kereta api murah untuk dikonsumsi. Tapi kini, hahh.. melenguh sajalah bisaku.. Subsidi itu hilang, tiketku pulang menengok ponakan ke semarang yang dulu tak sampai 30ribu sekarang menjadi 80ribu. Tiketku pulang menengok abahanda dan ibunda melonjak dari 50 ribu menjadi 110 ribu. Itu tiket paling murah, jangan tanya kenaikan tiket yang kastanya lebih tinggi..

Memang Kereta api-ku sedang melakukan perbaikan di sana sini dan patut juga menaikkan harga karena fasilitas yang lebih manusiawi. Akan tetapi, kawan.. ayolah.. tidakkah terlalu kejam menaikkan harga terlalu tinggi dengan mendadak tanpa basa-basi, membuatku merasa itu hanya isu sambil lalu seperti hal-hal yang ada di kampus abu-abuku. Tapi itu nyata, tepat di depan mata. Tiket juga menjadi langka, tak bisa pulang mendadak karena tiket sudah bisa dipesan 90 hari sebelumnya. Yahh, aku tahu aku pasti masih bisa pulang berapa pun harga yang harus dibayar.  Hmmm.. sudahlah.. Hanya bisa berdoa, semoga segalanya bisa lebih baik dari sebelumnya.. aamiiinn!!

Aku pengguna baru Kereta api-ku. Terhitung sejak tahun 2008. Sejak kereta api-ku mengharuskan kami berdesak-desakkan, tiket berdiri, sampai ekonomi lengang tanpa tiket berdiri, kemudian harganya meningkat. Aku masih baru, memakai jasa kereta api juga tidak selalu. Aku seharusnya tak berhak mengoceh tentang subsidi yang ditarik. Tetapi tidakkah lebih baik mencabut subsidi untuk kereta berkasta bisnis dan eksekutif saja?? atau mencabut subsidi BBM untuk mobil-mobil mewah itu?? Maaf Allah aku mengeluh kali ini.

Yang Bertahan dengan Satu Nama

Terkadang mempumyai perasaan tentang orang lain itu sungguh menyebalkan, kawan..
Sungguh menyebalkan..
Perasaan apa maksudku??
Tentu yang berkaitan dengan hati dan merah jambu, kawan.. kau pikir apalagi..

Coba saja bayangkan, tetiba mata sering terfokus pada satu objek, tetiba otak sering berpikir tentang satu objek, tetiba hati tak bisa berhenti menyebut satu objek..dan tetiba segala yang engkau tahu sudah dikuasai oleh sang objek..

Orang sepertiku ini lebih rumit lagi. Mudah suka tak mudah lupa. Di luarnya kau kira aku nyaman tanpa perlu menengok kanan-kiri dan meratapi kejombloan?? bukan begitu, kawan.. kau kira bagaimana aku bisa bertahan membuat hatiku tak menghiraukan makhluk-makhluk yang berlalu lalang itu?? Karena aku sudah punya seseorang yang mengisi hati, kawan.. aku punya. Yahh.. meski aku tahu, aku hanya bisa menyimpan nama. Sampai suatu saat nanti tuhan menghendaki aku bisa mengucapkan satu nama dengan suara dan dengan awalan kata "jodohku adalah..".

*diilhami oleh bla bla bla..=D

Wednesday, April 3

Gaya Keren ala Pelm Kartun

Hohoho..
Mari nostalgia jaman gw masih milih nonton TV daripada ngerjain tugas (sekarang masih sih).. 
atau jaman gw masih cepet-cepetan sholat biar bisa nonton anime jepun kekeke *ngaku

Salah satu hal yang bikin gw jatuh mati setengah hati eh?! jatuh hati setengah mati ama yang namanya ANIME itu karena gay-gayaa keren tokohnya kekekeke.. dan gaya-gaya keren itu adalah.. taraaaaa..

1. Masukin tangan ke saku
Sebenarnya gw juga bingung sebenernya filosofi dari tangan masuk ke saku itu apaan. Seumur-umur gw hidup di tanah air ini, kagak ada itu para petani yang masukin tangan ke saku sambil mikul cangkul (kalo dibayangin pak taninya jadi keren..=D) ato pak guru yang naik sepeda sambil masukn tangan ke saku (kalo yang ini takut recehannya jatoh). 
Kalo ga salah, dulu kalo gw liat orang yang masukin tangan ke saku itu dia lagi pengen melindungi suatu benda berharga di sakunya ato mungkin tangannya lagi ga bisa ditunjukkan pada khalayak ramai misalnya karena panuan, korengan, jarinya jempol semua dan semacamnya. Tapi pas liat di anime, tiba-tiba gw rasa kalo orang yang masukin tangan ke saku itu, cool, pinter, berselera tinggi dan nambah gantengnya. Contohnya Sinichi Kudo ma Kaitou Kid.




2. Tangan Bersilangan di Belakang Kepala
Kalo lagi ngelamun ato tidur kagak punya bantal gw suka rebahan dalam posisi kayak gini. Tapi di anime itu, posisi kayak gini ini itu dilakukan sambil berdiri ato berjalan. Tokoh yang biasa bergaya seperti ini itu biasanya adalah tokoh yang lebih ceria, lebih condong ke arah preman, ugal-ugalan, temperamen tetapi penyayang,suka menolong dan baik hati. misalnya Ranma 1/2 atau Inuyasha, terlebih lagi mereka ini suka jalan di atas pagar, bikin gw hobi jalan-jalan di pagar gara-gara niru ini tokoh hmmm..


3. Melambaikan Tangan tanpa Menoleh
Adegan ini biasa dilakukan saat perpisahan, mungkin karena tokoh yang melambaikan tangan terlalu sedih untuk berpisah atau tidak tega melihat orang yang ditinggalkan bersedih karena perpisahan. Saat tokoh ini melambaikan tangan sambil terus berjalan dan tidak menoleh justru membuat orang ini tambah keren... hohohoho


4. Tidur Habis Tawuran Besar-besaran
Ini juga adegan keren, Misalnya dalam film-film action macam Naruto, OnePiece, RAVE, HxH, Samurai X, dan banyak lagi macamnya. Jadi tokoh utama biasnya tiba-tiba jatuh setelah bertarung, membuat teman-teman seperjuangan panik. Tetapi akhirnya setelah didekati terdengar bunyi dengkur pelan dan nafas teratur. Melegakan.. dan teman-temannya akan tersenyum. *biasanya dulu gw juga ikutan senyum bareng sama mereka, ikutan lega gitu ceritanya.. senyumm..Rasanya itu kayak istirahat dengan puas setelah berjuang keras.


5. Rival Duo Cowok
Ini ga termasuk pose sih, tapi yaa.. whatever =D
Gw paling suka hubungan saingan ato rival antara dua tokoh cowok. Mereka itu tawuran dan saking saingannya sampe lebih kayak sodara, feel-nya itu loh, Beda sama hubungan antara dua cewek pokoknya. 



sebenernya ada banyak lagi posenya, tapi kok tetiba gw jadi ga bisa nginget lagi.. hlah, jadi sekian dulu gayanya... pokoknya gaya anime itu ga ada matinya. hohhhohoho.. kangen masa di mana gw bisa nonton anime banyak, hari-hari terasa lebih berarti.. halah.. 
merindukanmu, Cinta pertamaku, KENSHIN himura..muach-muach.. *kesambet..

*gara-gara ga punya pelm animenya nih,, gambar2 yang disajikan jadi kurang relevan.. T_T

Friday, March 15

Jakarta yang Gw Tahu


Jakarta buat gw..
Jakarta yang gw tahu..
adalah,
Ketika bangun pagi buka kamar terus ngerumpi sama anak-anak Jawa. Terus gw keluar rumah dan disapa ma orang turunan arab. Terus ditanyain mau kemana sama orang Sunda dari Bandung. Terus lanjut beli sarapan pagi pecel yang dijual ama orang Tegal. Terus ngeluyur pergi beli susu ultra di warung punya orang Betawi. Habis itu sarapan, mandi, pergi ke kampus dan belajar bareng orang ACEH, orang Batak SUMUT, orang Melayu RIAU, produsen mpek-mpek dari Palembang SUMSEL, orang Lampung, orang Jambi, orang Minang SUMBAR, urang JABAR, orang JAKARTA, orang BANTEN, wong JATENG, wong JOGJA, arek JATIM, orang dayak dan lainnya penghuni pulau BORNEO orang sasak NTB, orang NTT, orang bugis, makasar, buton ma lainnya dari pulau CELEBES sampai orang-orang pulau Cendrawasih PAPUA.

dan gw sendiri orang Lamongan, Jawa Timur.

Thursday, March 14

Propaganda Nikah Muda

Jadi gini nih, bray..
Habis lulusan kuliah, temen2 gw jadi pada banyak yang nikah. Yah, mumpung lah yah, mumpung kita ini anak langsung PNS (tapi ga langsung juga seh..), udah pasti kerja. Jadi berasa aman kalo mau nikah sekarang juga. Apalagi kami adalah calon-calon manusia buangan luar jawa. Jadi pengennya itu udah ada yang digandeng-gandeng kalo pergi ke pulau lain. Kalo belum ada yang digandeng, mungkin mau nggandeng orang dari pulau lain *hlah?!

Nah, berhubung banyak yang nikah dan gw ga ada penghasilan, gw termasuk temen yang mulai tekor. Padahal itu juga ada beberapa temen yang gw skip ngasih kadonya *ngaku.. =D Tapi, ini bukan tentang itu jadi lupakan... Ini cerita tentang bagaimana berhasilnya satu pasangan muda-mudi teman gw membuat temen-temen muda-mudi gw yang lain semakin sering sujud tahajud buat ngarepin jodoh, ato paling enggak jadi suka nglamun momen ijab qobul dan mulai mikir-mikir mau bulan madu di mana.

Sebagian besar temen gw yang nikah itu biasanya nikah sama orang luar instansi, ada yang pasangan sama tetangga biar enak pulang kampungnya, temen lama ato pacar lama, secret admirer yang ga secret lagi ato ama orang lewat di jalan karena kena hipnotis *entahlah.. jadi kemesraan mereka yang nikah sama orang luar instansi tidak begitu terekspos, sama aja kayak waktu mereka lagi jomblo ato LDR. Paling bisa mesranya pas lagi weekend dan kalo lagi weekend orang lain pasti lebih asik mesra2an ma punyanya sendiri daripada liatin kemesraan mereka. Kayak gw yang tiap weekend mesra2an ma cucian.. *hmm..

Kasus pasangan muda-mudi ini jadi lain karena mereka adalah pasangan satu instansi, bareng sama kita-kita. Kebayang kan mereka berangkat kantor bareng, makan bareng, jalan kemana2 bareng, ngobrol2 bercanda kesana kemari, baju2nya matching, wajah2nya sumringah kebanyakan di-wudhu-in, tabok-tabokan kesana kemari.. dan kebayang kan temen2 gw yang pada ngliatin, yang jalan dibelakang mereka sambil bingung milih nunduk liatin jempol kaki ato noleh kanan-kiri nyariin jodoh gw mana, jodoh gw?? *ngrangkul pohon..

Hal yang berbeda lainnya adalah karena kedua pasangan ini merupakan purnawirawan ketua ROHIS dan ketua keputrian. Tidakkah mereka pasangan yang MANTAP!!!.. Kayaknya itu udah mau jalan bareng ke surgaaa aja, tiap ketawanya pahala, gandengannya pahala, lirik2annya pahala, yang ngliatin menyembunyikan nelangsa wkwkwk.. Bisa dibayangin juga kegiatan sehari-harinya, sholat malam jama'ah berdua, baca Al-qur'an berdua, dengerin nasyid berdua, lari-lari berdua, jalan-jalan berdua, ngesot-ngesot berdua.. Kalo emang pernikahan mereka berdua adalah konspirasi untuk menyebarkan propaganda nikah muda, mereka sungguh AMAT SANGAT SUPER DUPER BERHASIL, sodara-sodara!!

Ini bukan nyindir, kok bukan.. sangatlah bukan.. ini bukan iri, kok bukan.*mungkin, ngekk.. terbukti dari banyak mulut-mulut yang berceloteh tentang betapa sakinahnya keluarga mereka, semoga menjadi doa yang terijabahi.. dan yang belum bisa kayak mereka, semoga disegerakan.. aamiin!!

Satu angkatan kayaknya tahu siapa pasangan sejoli ini..hmm.. hayoo siapa hayoo..dirimukah??

Tuesday, March 5

AC dan Anak Kaya


Kayaknya anak orang mampu sekarang ini udah ga bisa lepas dari benda yang namanya AC deh. Saya sebagai mantan anak kurang mampu cuman bisa geleng2 kepala. Ambil contoh ponakan saya, mereka itu langsung bangun kalo AC kamarnya mati. Dan butuh perjaungan untuk menidurkan mereka tanpa AC. Dibiarkan dulu menggelandang keliling rumah biar kecapekan dan akhirnya ketiduran.

Hal lain terjadi pada murid ajar nona Mira yang termasuk golongan menengah ke atas, beralamat di apartemen mana gitulah di sekitaran Casablanca apa ya?? Ato kuningan?? Entahlah.

Ini murid kaget karena nona Mira kagak punya AC dikamarnya. Hello Adek Manis, kosan kita teko pemanas air yang harganya ga sampe 50 ribu aja ga ada apalagi ngarep AC. Nggondol ke kampus dulu baru bisa.. dan kalopun kita sekosan sudah bertekat bulat menggondol sesuatu dari kampus, kami akan sepakat memilih untuk menggondol TV layar gede yang ngegantung di tiap lantai daripada mretelin AC. Ya pantes sih mereka pada ketergantungan AC. Mereka lahir dirumah sakit yang pake AC, tinggal di rumah yang full AC, di toilet ada AC, di sekolah pake AC, toilet sekolah pake AC juga lagi, mobilnya juga ber-AC, terus kalo pulang sekolah mau naik mobil ada garbarata dari ruang kelas ke parkiran. Rasakan udara yang sesungguhnya, Nak.. yang panas ini.. hahaha

Anak-anak Privat

Sebagian temen gw kerja sambilan sebagai guru les privat. Entah darimana asalnya, mahasiswa sekolah tinggi gw itu terkenal sebagai guru privat yang mumpuni dan canggih, Tentu saja gw  adalah guru les privat yang TIDAK termasuk di dalamnya. Gw nyari murid yang masih SD aja biar ga nambah stress kehidupan. nyari tempatnya juga radius yang masih bisa ditempuh dengan telanjang kaki sampai yang sekali angkot dalam waktu kurang dari lima belas menit. Lebih dari itu..OGAH. Tapi bayarannya juga kecil dibanding temen2 yang harus menjangkau muridnya dengan melewati belantara lalu lintas Jakarta yang saat-saat tertentu perannya mirip DEMENTOR. Menyerap semua kebahagiaan. Dan lo-lo mesti punya patronus yang kuat macam ‘keluarga yang menunggu di rumah, rasa kasmaran bareng pacar, sobat yang bikin ketawa ato sekedar radio dan lagu kesayangan’.

Beberapa temen gw ngajar karena kelebihan jam hidup dalam sehari., tapi sebagian besarnya adalah untuk menambal kebocoran anggaran hidup sehari-hari. Karena menjadi pengajar privat ini, temen2 gw [terutama yang beralasan untuk menambal kebocoran anggaran dan notabenenya adalah mahasiswa kantong longgar] jadi mengenal kehidupan orang-orang yang berada agak jauhan di atas garis kemiskinan, terutama dari sisi anaknya yang bersinggungan langsung.

Ada banyak sisi dari kehidupan anak-anak ini yang kadang membuat gw ngerasa beruntung banget tidak dibesarkan di kota besar. Anak-anak ini besar dengan tekanan pendidikan dan tuntutan nilai. Mesti mikir masuk sekolah negeri biar murah dan bergengsi. Balum lagi pas masuk tugas dan pe-ernya yang kadang menurut gw itu terlalu berat untuk dilakukan oleh anak-anak seusia itu. Masuk sekolah jam tujuh, awalnya gw pikir yah biasalah sama kayak gw dulu. Akan tetapi, jam tujuhnya kota Jakarta itu sama kayak jam setengah tujuhnya daerah Jawa Timur. Jadi anak Jakarta ini kayak masuk jam setengah tujuh. Belum lagi yang dapet sekolahnya jauh akibat kalah saing. Rumahnya di Jakarta Timur deket Bekasi tapi sekolahnya di area Jakarta Selatan yang mepet Tangerang. Mereka sudah harus berangkat habis sholat shubuh mungkin. Habis sekolah masih harus les untuk dongkrak nilai. Malemnya masih harus ngerjain pe-er yang cukup bejibun. Beberapa mungkin bisa menikmati tapi banyak juga yang merasa tak sempat menjalani waktu bermain. Belum lagi masalah social macam bullying, trend-trend baju dan aksesoris, tawuran pelajar dan lingkungan bebas mereka. Kasihan-kasihan-kasihan.

Ada banyak macam tingkah polah anak-anak privat yang kadang-kadang bisa dijadiin sarana untuk refresh otak. Sebagai guru les privat juga ga cuman ngajarin ngitung ato ngafal. Sekali waktu kami juga harus berperan sebagai Mario Teguh yang member mereka semangat untuk hidup [=___=”] dan belajar. Lain waktu kami bisa berperan sebagai kak Ros yang marahin mereka kalo malas dan nakal. Besok lagi kami harus bisa jadi mamah dedeh sebagai teman curhat. Lebih seringnya lagi kita harus bisa jadi Google yang menjawab semua keingintahuan mereka, dengan bantuan Google asli tentunya hehehe..

Temen2 gw juga banyak yang memanfaatkan murid ajar mereka sebagai tempat untuk pinjam komik atau buku2 keren yang kemudian dirolling dlu satu kosan baru dibalikin. Sebagian lagi juga sering di kasih barang-barnag gratis, dari pihak orang tua juga suka ngasih makanan gratis. Kadang makanan gratis yang mahal2.  Yah, berasa kayak punya keluarga barulah

Sebagai guru privat generasi Indonesia rasanya ada tanggung jawab untuk ngebuat mereka memiliki pemahaman yang baik tentang dunia. Semoga sukses menjalani hidup, Nak. 

Tuesday, February 12

Instansi Saya Punya

Badan Pusat Statistik (BPS). Instansi pemerintah yang paling low profile yang saya tahu. Soalnya saking sibuknya mpe ga sempat menyombongkan diri haha. Kerjanya nyaris aneh hahaha..iya aneh, dari pusat sampai pelosok aneh semua.
Coba bayangkan, anda ibu rumah tangga yang lagi sibuk nyiapin makan siang, belum nyuci baju sambil gendong anak, terus ada orang nongol mengajukan pertanyaan "berapa setel baju yang anda miliki?" Orang itu adalah petugas BPS dan pertanyaan yang mungkin membuat orang harus bongkar lemari itu belum seberapa.
Untuk Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) modul konsumsi, anda akan diinterogasi mengenai jumlah makanan apa saja yang anda telan seminggu terakhir, berapa beras yang dimasak, makan daging berapa kilo, tahu, tempe, sayur empat sehat lima sempurna, pengeluaran buat beli baju, perbaikan rumah ditanya semua hingga memakan waktu wawancara minimal 2 jam..

Orang2 di sini itu mencoba mengukur berbagai hal yang ga segampang ngukur berapa diameter jerawat anak remaja yang lagi ababil secara hormonal. BPS juga harus menghitung hal yang ga segampang ngitung berapa jumlah itu jerawat setiap sentimeter persegi. gini nih, contohnnya disuruh ngitung jumlah rambut di kepala orang.. kalian nyerah?? kita bisa, dan caranya itu dapat dipertanggungjawabkan  di kancah dunia pendidikan dan keilmuan,,

Caranya, pertama ambil sampel, botakin itu kepala sebesar 1 cm2>>gundulin>>itung rambut yang dipotong tadi>>simpan (angkanya aja yang disimpan, rambutnya.. terserah sih klo mo dijadiin jimat), terus ukur luas satu kepala orang yang berrambut>> setelah itu kalikan banyaknya rambut pada botakan sample (yang kita simpen tadi) dengan luas kepala orang tersebut.. jadi deh jumlah keseluruhan rambut yang dimiliki oleh orang tersebut.. hohohoho..
Mau coba?? silahkan botakin teman terdekat anda, cuman 1 cm ini..=D.. itu namanya estimasi atau perkiraan, jadi ntar klo presentasi hasil, bilangnya "jadi, perkiraan jumlah rambut sodara A adalah bla bla bla.." gethoo..
Masalahnya, kalau di BPS menghitung rambut orang dianggap sebagai suatu kegiatan yang kurang bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, dan berhubung kita dibiayai oleh negara jadi harus dipikirkan ngitung apa aja yang penting,, kalo mau tahu apa aja yang dihitung ma diukur silahkan mencari informasi sekuat tenaga anda, kalau ga kuat ya ga usah dipaksain..


Pekerja di pusat itu seru kalau sedangmerancang survei atau sensus. Bayangkan saja orang-orang ini harus membuat satu kuesioner yang berisi pertanyaan2 yang bisa diajukan pada golongan konglomerat direktur yang kerjanya tinggal gores2 pulpen tanda tangan sampai petani pedalaman yang bahkan tanda tangannya aja ga pake pulpen tapi cap jempol.
Bikin pertanyaan juga ga asal ya, harus sesuai indikator berdasakan PBB atau badan dunia lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan. Kerempongan lain yang harus dihadapi adalah menentukan konsep dan definisi.
KOnsep dan definisi merupakan sejenis kamus yang menjadi dasar dari segala pertanyaan yang ada, misalnya saja ada pertanyaan "apakah ada saudara anda yang mengalami gangguan mental?". BPS harus menentukan yang disebut gangguan mental itu kayak apa, bentuknyakan banyak dan berbeda2, apakah orang sepert saya juga harus disebut sebagai orang dengan gangguan mental, semua harus diputuskan dengan pasti dan jangan sampai rancu.
Dan jangan salah, hal ini tidak segampang yang kalian kira, konsep cantik atau jelek, definisi tentang kegiatan kebudayaan dan keagamaan, macam2 ajalah yang dibahas.

Giliran pekerja pelosok, yang seru itu jadi KSK (Koordinator Statistik Kecamatan). Mereka ini dijulukin ujung tombak pencarian data. KSK itu yang bagian nanya2in. Kuesioner yang udah lolos dari berbagai rapat akan dilemparkan ke tangan KSK. Mereka yang akan keliling Indonesia dari pusat kota, sudut2 kumuh, mpe daerah perbatasan. dari rumah tangga, perusahaan, hotel2 sampe industri kerajinan rumah tangga ditanyain semua sesuai kebutuhan data yang ingin dikumpulkan.
Yah, bisa dibilang melaratlah..
Wilayah Indonesia ga semuanya beraspal dengan jajaran perumahan, ada dari sodara kita yang nyaman tinggal di tebing2, pedalaman hutan atau kesepian di satu puau dan KSK harus mampu meraih semuanya. Di kota juga belum tentu orang2nya mau menyerahkan informasi dengan sesuka hati, banyak KSK yang dianggap sales ga dibukain pintu, cuman dianggurin di pos satpam dan diajak main kejar2an ma guk-guk yang punya rumah.
Orang desa sulit dijangkau wilayahnya tapi gampang dijangkau hatinya, sedangkan orang kota sebaliknya. Perjuangan KSK.. hehe

Apa yang membuat KSK melarat sebenarnya??

Mungkin lebih ke pemahaman masyarakat kita yang belum familiar dengan semua ini, halah..
Buat kalian yang belum tahu, di negara maju itu udah ga ada lagi sensus karena sistem registrasi kependudukan yang baik. Indonesia?? mending uang buat makan daripada bikin akta kelahiran, mending buat ongkos pemakaman daripada bikin surat keterangan kematian. Jadinya jumlah penduduknya tiak pernah jelas.
Untuk data2 dari perusahaan besar atau data rumah tangga juga ada aturannya, kalo misalnya kalian ditanyai oleh petugas sensus dan kalian tidak mau jawab, kalian bisa dipidanakan. Di Indonesia juga sama, hanya saja.. tahu sendirilah, kalau semua undang2 di negara kita ini diberlakukan, penjara bakal penuh euy,, orang masyarakatnya mental residivis semua.. paling cuman pak Tarno doank yang enggak..

BPS itu menyediakan data buat merencanakan pembangunan, kalo data sekolah yang rusak tahun ini 50ribu, tahun depan disediain dananya. Kalo jumlah sapi di jawa tahun ini kurang, tahun depan bisa rencana impor dari pulau sebelah atau tambah dengan daging unta. Kalo pemerintah mau buka pabrik enaknya dimana? cari wilayah yang banyak penganggurannya. Itu cuman contoh kecil, kawan.. anda kira darimana pemerintah dapat data2 itu?? ilham dari langit?? memang benar, dan instansi inilah perantaranya.

Berbeda dengan kementrian keuangan yang mengembar-gemborkan pembayaran pajak untuk pembangunan, pastilah masyarakat langsung tahu apa akibatnya untuk mereka karena memang dampaknya langsung. Beda juga dengan himbauan hemat listrik yang pastilah mudah diterima akal sehat. Tapi himbauan untuk menjawab pertanyaan dari pihak BPS?? mana ada efeknya untuk masyarakat?? ga kerasa, cuy.. Jadi perjuangan instansi ini memang masih puannjaaaannngggggg..
hahaha,

emang udah nasib jadi instansi paling KEPO se-Indonesia, masih untung tiap nanya ga disahutin "mau tahu aja ato mau tahu bangeett??" *roll eyes..
Jadi, Wahai masyarakat, mohon kerjasamanya!!!

Tuesday, January 15

Kado nikahan Armelia_Rais

Dulu..
Rasanya tak butuh ahli nujum berkualitas tinggi untuk meramalkan jikalau pernikahan ini akan terjadi di masa depan

Mungkin..
Sampel yang kami miliki tentang nona manis bernama Meli tak lebih dari 3-4 tahun ini, tapi seolah kami tahu bahwa dia dilahirkan untuk menjadi hadiah terindah bagi seorang lelaki

Kami..
Hanya sebagian dari populasi manusia yang turut menguntai do'a agar kedua pasangan ini abadi dan mampu meninggalkan jejak keturunan yang mampu memperindah bumi

Tak menyangka..
Allah yang Maha Pengasih, berkenan menjadikan olokan masa lalu <Rais&Meli> sebagai do'a yang terijabahi


*Ini ditulis secara berantakan dan disertakan dalam kado pernikahan untuk seorang nona mutiara sahabat kami Armelia Zukma Kumala dengan seorang tuan muda yang pastilah mampu menjaganya yaitu Rais...


Hmmm... seharusnya, bersama dengan kado itu saya harus memberikan ucapan seribu maaf karena.. umm..
Pernah kalian mendapat kado pernikahan hanya dibungkus kresek merah besar?? kreseknya bekas pula??.. mbak meli dapat, dan itu karena saya.. maaph
pernah kalian mendapat tamu pernikahan dengan pakaian seadanya dan bersandal jepit?? sandal jepit lorek2 motif jerapah pula??.. mbak meli dapat, dan tamu itu adalah saya.. maaph
yah.. segala sesuatunya itu ada sejarahnya sebenarnya, mbak..
Mungkin kalau mampu, saya harus menyalahkan waktu yang terbatas bagi saya untuk merampungkan segalanya. Saya berangkat ke Semarang itu hari sabtu pagi, dengan kereta yang delay satu jam, saya berhasil sampai di depan stasiun tawang tepat jam setengah empat sore.. pulang ke rumah kakak dengan macam keadaan yang tak keruan rasanya. Apa pasal? Saya yang mampu bertahan dalam rengkuhan kereta ekonomi selama duapuluh jam lebih, tak punya daya jika harus berhadapan dengan kungkungan kereta ekonomi AC selama setengah hari.. ACnya itu loh, bener-bener pengen saya sabotase!!!tapi, yah... saat itu saya tidak sedang membawa obeng atau setidaknya sebongkah C4. Tanpa mandi saya langsung sms-an ma nona Mira karena belum menentukan mau beli apa buat kado nikahan yang tertanggal esok hari. Kami sepakat untuk beli hadiahnya di toko kakak ipar biar dikasih harga keluarga..hehe.. Akhirnya, sepakat kalau hadiah itulah yang dikasih. FIX.
BUT, another problem is.. salah satu kado itu bentuknya abstrak banjeettooo kalo mau dibungkus, kagak ada kardusnya juga.. *mikir.. entah karena tengkorak kepala masih setengah beku ato sarafnya yang masih saling nyari sinyal.. kagak ada ide yang lewat. Akhirnya mbak ipar bilang "ya udah ntar malem beli tas kado buat bungkus.." ya sudah.. adrenalin menurun, maen ma ponakan.. hahaha..
sholat maghrib dan malam tiba.. *hujan.. ga jadi keluar buat cari tas kado.. T_T,, ngobrol ma aba-ibuk dan keluarga, lupa kenyataan kalo ada yang mesti dibungkus, dikasih kata-kata apapun itu dan diserahkan ke pengantin besok pagi. Saya bahkan lupa kenyataan bahwa saya belon mandi..

Pagi hari datang, dan... hujan.. dengan mendung yang rasanya terpaku ke bumi dan tak akan berpindah lokasi. Mau beli kertas kado ke toko sebelah rumah mesti mencuri-curi kesempatan saat deras hujan mulai menggerimis.. Sekalian nunggu ujan reda, nulis kalimat selamat dulu aja pikir saya.. nanya non Ipar "Mbak, minta kertas!!".. mbake jawab "Umm.. dimana ya??".. aku pasang wajah (=.=").. akhirnya ngoprek2 lemari nyari selembar aja kertas yang bisa dipake coret-coret.. hadeh.. dapet kertas binder polos biasa banget.. mau diapain ini?? "mbak, Alvin<ponakan> punya krayon??" mbake cuma bengong sibuk makein popok.. ngoprek2 toples dapat bolpoin ma pensil warna ungu doang.. tak apalah.. mari kita perjuangkan benda2 ini.. dan yaahhh.. begitulah mbak dan mas, seperti yang mungkin terpampang di depan mbak Mel dan Mas Rais saat membongkar itu kado..kata-kata itu disalurkan dari otak ke kertas oleh tangan saya yang selama dua bulan ini lebih banyak dipake buat garuk-garuk kepala daripada buat nulis alfabet. mau dihias pake itu pensil warna ungu malah hasilnya .. ohh, God why??
Dapat kertas kado>>bungkus kado yang pertama>> mandangin kado yang kedua dengan nanar..>> mikir..>> mencari posisi yang yahutt buat naruh itu kado no.2.. di bawah- ga, di samping-jangan, di atas-umm.. aneh.. halah.. akhirnya mbak ipar nawarin pake bungkus belanjaan dari kertas tebel.. bagus sih dibayanginnya ntar, dibungkus itu terus dibeliin pita merah besar pasti so sweet... tapi struktur kertas semen itu sudah porak poranda karena itu kertas bekas ngirim barang dagangannya mbake, haduhh.. waktu mepet.. saatnya nekat, pergi ke dapur dapet kresek merah guedhe.. udah bungkus itu aja, niatnya mau ditmbahin pita besar ijo kan lumayan tapi ga ada waktu soalnya mesti nganter aba-ibuk ke terminal mau balik ke kampoang. Begitulah mbak, hujan membuat akses menuju sumber daya yang memadai terputus dan akhirnya barang subtitusi yang tersedia ya benda-benda tersebut di atas..
Maaf harus mengecewakan karena tidak semua dari kami yang bisa datang.. maaf untuk penampakan hadiah yang <tiittt..>... maaf untuk tulisan ucapan yang tak keruan.. (itu aja ilhamnya dateng pas lagi mandi tengah malam hahaha)
Umm.. untuk yang ke resepsi nikahan pake sendal itu bukan maksud menghina kok mbak.. itu juga bukan pertama kalinya saya ke nikahan orang pake sendal jepit. Seingat saya,, cuma sekali saya menghadiri upacara nikahan GA pake sendal jepit, itupun boleh minjem hehehe..

The last... Selamat menempuh hidup baru =)

Wednesday, January 2

Anarki dalam Hidup

Tahun 2012 kemaren itu tahun paling ngetren anarkinya, za.. coba aja googling sendiri ada berapa banyak remaja tawuran di jalan mpe makan korban jiwa tahun ini, berapa kampung-kampung yang adu parang, batu dan tombak tahun ini ato tingkah anarki manusia lainnya di seantero negeri.. huft.. Mana nama Indonesia yang negerinya damai meski berbeda2?? mana nama Indonesia yang masyarakatnya ramah2??,, *miris?? yeah...

Anarki itu udah jadi sifat dasar manusia kayaknya.. coba pikir, kalo remote tv kita rusak apa yang kita lakuin?? digebuk2in ke tangan, di tabok2in ke paha.. iya kan?? Jarang deh yang malah dielus2 itu remote.. terus kalo radio ato tv ngadat?? di gebruk2 atasnya.. padahal ga ngerti juga itu efeknya apaan. 

Anarki.. terkadang terlupalah sang nurani..

Who's fault (education)??

Hal lain yang saya sukai dari "pergi ke Pare dan belajar Speaking" adalah.. How to share ur opinion in engllish..
Salah satu pertemuan dari kelas yang  saya ikuti pernah mendiskusikan tentang 'salah siapa hingga pendidikan di Indonesia menjadi seperti ini??'.. -dan tadi saya liat berita tentang pergantian kurikulum pendidikan di Indonesia (lagi..)-. Pada diskusi itu kami dibagi dalam tiga kelompok: satu kelompok sebagai pemerintah, satu lagi sebagai guru dan satu lagi sebagai murid. Tiap-tiap kelompok harus membela diri dan menyalahkan kelompok lain. Aku kebagian kelompok pemerintah -dan kelompok paling disalahkan oleh kelompok lain.. hmm..-. 
Pihak murid menyatakan bahwa guru lebih banyak tak peduli, di daerah terpencil hanya muncul untuk mengajar sebulan sekali atau bahkan selang liburnya lebih lama lagi. Pemerintah juga tidak memberikan fasilitas merata. Pemerintah juga hanya mengejar target kelulusan dan tidak memikirkan moral para siswa.
Pihak guru beralasan kalau yang paling disalahkan adalah pemerintah karena membebani guru dengan berbagai sertifikasi, dan perubahan kurikulum yang semakin sering terjadi.
Kami dari pihak pemerintah membela diri kalau pemerintah sudah memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan. Untuk guru, seharusnya guru memberikan saran untuk pembentukan kurikulum yang terbaik dan cocok bagi karakter murid Indonesia, dan kepada murid kami menyatakan bahwa pemerintah sudah memberikan fasilitas yang sebaik-baiknya tapi para murid malah sibuk tawuran, nontonin konser ato apalah itu. 
Diskusi ini singkat saja, tapi membuat saya sedikit tahu bagaimana sisi pendidikan dari para pelaku langsungnya. Kebanyakan teman yang saya kenal di Pare adalah guru atau calon guru yang mencari sertfikat atau kapabilitas lain untuk keperluan sertifikasi atau entahlah apa namanya sekarang ini. 
Setelah diskusi selesai masing2 kami ditanya sebenarnya siapa yang paling patut disalahkan dari ketiga pihak ini. Sebagian besar menyalahkan pemerintah dan dua orang menyalahakan murid. 

Saya?? Saat itu saya termasuk yang menyalahkan pemerintah, tapi sebenernya saya pengen menyalahkan guru.
" In our discussion room, i knew that teacher in that room will be the good, dedicated and great teacher. But outside there, a lot of teachers are not as good as they are. If the teacher is great, eventhough the facility is less than appropiate, they will be able to teach their student to have a good heart. B'cos a good heart is the starting point to have a good people, a good family, a good society, a good goverment and a good live. The dedicated teacher will teach their pupil about wisdom and philosophy of life then their pupil will grow up in a good comprehension"

Tuesday, January 1

Pare, I'm in love

Aaaandd.. finally I could come to Pare.. =D the place for a lot of people from different place, background, status, and dreams to gather.. this is a reservoir of spirit.. >_<

Satu rencana dadakan.. selalu saja begitu, klo direncanain jauh2 hari pasti ga jadi, tapi klo dadakan ya cap cus cing, langsung jadi =D. Berencana ke Pare bareng temen kalo beneran libur panjang wisuda tapi malah ditinggal tu teman nikah, ga jadi. Bosen dirumah dua bulan lamanya tanpa acara langsung saja nodong mamak buat ngasih biaya ke Pare mengingat modal di dompet tinggal 200 rebong.. <akibat langsung dari banyaknya temen2 yang nikah sebelum keburu penempatan.. pewhh..musim nikah beneran, dah!!>.. dan jadilah, perjalanan ke Pare pun dimulai. MOdal rute dari internet -ibuk masih kuatiran jgan2 itu rute penipuan dan aku sendirian dan aku anak perempuan satu-satunya di antara sekian anak laki-lakinya =D - akhirnya bisa juga nyampe ke perempatan Tulungrejo. Naik becak dengan ongkos kemahalan tapi diniatin shodaqoh bisa juga nyampek depan tempat kursus yang udah diboking.. tapi tutup, ngeekkk!! Akhirnya jalan ke camp.. nama campnya F.A.J.A.R. terletak di ujung desa. Nyesel?? of course not.. it's was the best part of everything, mengingat saya yang salah daftar kelas <harusnya ambil level yang tinggian dikit.. halah..>; perjalanan dari rumah ke Pare yang cukup meminta kesabaran lebih dari biasanya dan kegalauan level the master.. <yah, sebenarnya mau ke Pare ini untuk menenangkan arwah penasaran dalam diri hehe>.
Dua minggu hidup di Pare itu.. tenang..
lu pernah ngrasain hidup yang begitu IKHLAS.. ?? gw.. di Pare.. itu ikhlas.. maybe it's not Pare that made it perfect .. but the camp..
seharusnya ini juga ditulis sehari dua setelah gw balik dari kampung itu, tapi yahh.. hehe.. akhirnya baru sekarang, saat gw rindu dan pengen balik ke sono.. ke camp sederhana itu.. temaram lampu depan rumahnya, musim hujannya, rame bocahnya, langit-langitnya yang gw pandangin tiap terlentang, kerumunan laronnya di musim hujan, yasinan tiap malam jum'atnya, bunyi kerikil tergerus ban sepeda.. jalanan depan Daffodil mpe jalan raya tulungrejonya, yang gw lewatin buat jalan2 tiap jam setengah 6 pagi, pake headphone berasa kayak syuting video klip haha, kebon tebunya, aliran irigasi di pinggirannya, udara pagi dengan sedikit kabutnya, pemandangan pegunungannya, ibuk dan bapak yang lagi jalan pagi mesra berdua dan gw sapa pake senyum meski gw ga tau siapa, menunggu matahari dan balik ke camp lagi buat study club...
hmm.. saking ikhlasnya, rasanya gw rela nyapu halaman itu camp tiap pagi dari runtuhan daun mangga dan rembu'en. Gw rela kerja bakti tiap weekend bersihin halaman meski diserbu nyamuk2 ganas.. mungkin klo gw ga terikat ikatan dinas, hidup di sana bisa menjadi satu pilihan <dapat tawaran juga dari yang punya.. hehe>.. see, i totally fall for this place..

To all of you, folk!! Fajar camp..

I've been falling in love with this place since the first time I've arrived. Such a quiet and peaceful place, so clear and fresh.. It reminded me about my old village, about my child age, my old self and happy things.
From the every possibility of hundred camp and boarding house, my beloved God drop me in Fajar. From the every possibility of meeting a thousand of people, my beloved God let me close to you and make a friendship. for me.. it's a wonderful coincidence. i just a couple days here but you all have became my new family. I've Learned a lot of things from u all, dreams and struggle to reach it. when one of you said "the master of grammer ya Allah..!!!" with full of hope, i just realize when is it the last time i have that kind of passion?? I have forgotten about my dreams one by one when i am getting bigger and u blow it all back to my mind. thanks a lot..This place made me comfort to the bottom of my heart. The familiarity, simplicity, religiosity and wisdom. i really wanted to make u all as happy as i am,,,
I also wanna say sorry for all of my mistakes.. two week is long enough to make a mountain of mistakes.. i just dont mean to do that..
to Ms Fitrihanum, our beloved sister, mother and friend.. thx for taking care of me and all of us this whole time.. become our single mother.. i'll hug you in every chance, i hope.. =)) u're such an angel with bright smile, great spirit, awesomeness and little bit a lot of freak side.. hehe
to Camp 2, Dina.. u reminded me to my oldself, Aina.. beloved little sister who will be the master of english, Fitri.. ahh, you are and all (rida, tutut, mbak hafi, lia, ulfa, mita, gw ga hafal satu2 sorry bangeettt T_T).. thx for the birthday ceremony of mine..and all of happily days..=)

to camp 1, fino..i miss ur spongebob's laugh and, adi..u're so polite and delicate, dhani..te around the world's guy, mr. rachmat..the biologist and all who i dont know the name hehe.. i miss ur roaring when u watched the soccer match and thx for the water.. =D
my VOS4 and VOS5 friends and tutor.. mr alif and mr robert(rabbit).. i'll never forget ur energy..
i hope we can meet in the other circumstance.. the better one.. aamiin!!

I'm a girl with a lack capability of do such a proper goodbye. So, I usually just put a smile on my face, hug you one by one, and say goodluck. But, my heart keep saying everything is fine and I always can go back to this place anytime. The thing that I do want to ignore is when I get back to this place, the people will never be the same. Also, go back to this place is not as easy as I imagine and the worst thing is I didnt have a choice but left. But, this experience will make me wiser than before.. aamiinn!!

maybe i cant say hello to every single you in every day, but if u need some helps or someone to share ur happiness and sadness maybe i can be one of ur choices..

Selayaknya sebuah perkenalan yang berlanjut.. maka waktu akan menjaga keakrabannya..=)



a lot of thanks to a lot of fiends..